Binti Mufarida
, Jurnalis-Selasa, 28 April 2026 |07:56 WIB

Kecelakaan kereta di Bekasi (foto: Okezone/Aldhi)
JAKARTA - Proses pemindahan kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur tetap menyisakan ketegangan. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, tiga orang dilaporkan tetap terperangkap di dalam rangkaian kereta, sementara tim campuran terus berjibaku melakukan pengamanan dengan penuh kehati-hatian.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa total korban meninggal bumi mencapai tujuh orang. Selain itu, 81 korban lainnya mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan di sejumlah akomodasi kesehatan.
“Masih ada sekitar tiga orang nan terperangkap di dalam kereta. Proses pemindahan kami lakukan sangat hati-hati untuk memastikan keselamatan korban,” ujar Bobby dalam konvensi pers di lokasi.
Evakuasi nan telah berjalan sekitar delapan jam itu melibatkan tim dari Basarnas dan beragam unsur terkait. Fokus utama saat ini adalah mengeluarkan korban nan tetap terjebak tanpa memperburuk kondisi struktur kereta nan rusak.
Sementara itu, sebanyak 12 gerbong KA Argo Bromo Anggrek telah sukses dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi. Proses selanjutnya bakal difokuskan pada penanganan lokomotif serta pencarian korban nan belum sukses dikeluarkan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·