Diguyur Hujan Terus Menerus, Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Retak

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Bandung, CNN Indonesia --

Tol Cileunyi Dawuan Sumedang (Cisumdawu) dilaporkan mengalami keretakan pada KM 207 A arah Bandung ke Cirebon, Jawa Barat. Keretakan diketahui mempunyai panjang 80 meter dengan kedalaman 2 meter.

Akibatnya, untuk sementara arus kendaraan dialihkan serta dilakukan rekayasa lampau lintas musuh arus (contraflow).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini Tol Cisumdawu atas diskresi Kepolisian, main road KM 194 A di lakukan penutupan dan pengalihan kendaraan dari Bandung menuju Cirebon untuk dapat keluar di Gerbang Tol Paseh. Selain itu juga bakal dilakukan contra flow Jalur B (Arah ke Bandung) dari KM 206+125 sampai dengan KM 208+200," ujar Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol (PT CKJT), Agustinus Sudrajat, dalam rilis nan diterima wartawan, Rabu (8/4).

Walaupun demikian, Agustinus mengatakan ruas Tol Cisumdawu KM 207 A saat ini tetap dalam kondisi kondusif dan laik dilalui, menyusul kejadian retak sliding pada KM 207+300 sampai dengan KM 207+400.

Selain rekayasa, penanganan jangka pendek nan dilakukan diantaranya dengan pemasangan rambu peringatan dan pengurang kecepatan, serta pengisian retakan dengan material aspal dan penutupan dengan terpal agar air tidak masuk menambah beban pada timbunan.

Untuk penanganan jangka panjang, pihak PT CKJT melakukan tahapan pengukuran topografi untuk memastikan lebar dan panjang penanganan, penyelidikan tanah tambahan untuk identifikasi pelapisan tanah, pengukuran instrumentasi inklinometer untuk memastikan kedalaman bagian longsoran, analisa geoteknik untuk penentuan jenis perkuatan untuk penahan longsoran.

"Penanganan jangka panjang juga direncanakan menggunakan bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter, sepanjang kurang lebih 100 meter. Seluruh proses pertimbangan dan perbaikan dilakukan sesuai dengan standar teknis dan prosedur keselamatan nan berlaku," katanya.

Dugaan kesalahan sistem drainase

Terkait soal penyebabnya, Agustinus mengatakan keretakan terjadi lantaran hujan dengan intensitas tinggi beberapa waktu ini. Ia menduga juga ada kesalahan pada sistem drainase.

"Retakan ini kami identifikasi berakibat lantaran cuaca hujan dengan intensitas tinggi. Pasca kejadian tersebut, kami langsung melakukan identifikasi serta pertimbangan menyeluruh terhadap sistem drainase," kata dia.

Agustinus menegaskan pihaknya bakal melakukan pemantauan lapangan secara berkala, khususnya pada titik-titik nan mempunyai potensi risiko, terlebih di tengah kondisi cuaca dengan intensitas hujan nan cukup tinggi.

Koordinasi dengan pihak mengenai juga terus dilakukan guna memastikan keandalan struktur jalan tol berfaedah dengan baik serta memperkuat dalam jangka nan panjang.

(csr/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional