Dianggap Berbahaya, China Mengakhiri kesepakatan dengan Meta

Sedang Trending 2 jam yang lalu

loading...

BEIJING - Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China secara resmi memveto akuisisi startup AI Manus oleh Meta, mengakhiri kesepakatan senilai lebih dari 2 miliar dolar AS tersebut.

Akuisisi Meta terhadap Manus AI secara resmi berhujung ketika Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) memerintahkan pembatalan transaksi tersebut.

Keputusan ini diambil setelah para pejabat Beijing mempertimbangkan dengan jeli isu-isu mengenai pengendalian teknologi AI dan keamanan data.

Kegagalan kesepakatan tersebut mencerminkan meningkatnya pengawasan China terhadap perusahaan rintisan nan mau pindah ke luar negeri. Ini merupakan bukti meningkatnya persaingan teknologi antara AS dan China.

Manus AI menjadi pusat perhatian teknologi dunia pada awal tahun 2025 ketika memperkenalkan "agen AI" nan bisa menangani tugas-tugas nan sangat kompleks.

Setelah Meta mengumumkan niatnya untuk mengakuisisi perusahaan tersebut pada akhir tahun 2025, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok (NDRC) melakukan peninjauan menyeluruh terhadap ketentuan kesepakatan tersebut. Pakar keamanan siber dan perwakilan dari Kementerian Perdagangan Tiongkok juga berperan-serta dalam proses peninjauan ini.

Investigasi ini berpusat pada potensi kebocoran algoritma AI canggih dan info pengguna sensitif ke Amerika Serikat. Menurut peraturan nan diperbarui pada tahun 2020, algoritma AI krusial nan dikembangkan di Tiongkok memerlukan persetujuan pemerintah sebelum ditransfer ke luar negeri.

Meskipun Manus terdaftar di Singapura, NDRC menegaskan bahwa tim teknik inti dan paten perusahaan tersebut tetap berada di pusat-pusat teknologi utama di Tiongkok daratan, seperti Beijing dan Wuhan.

Upaya perusahaan rintisan tersebut untuk menutup saluran media domestik dan memindahkan personel ke negara lain dianggap sebagai langkah untuk menghindari peraturan ekspor teknologi. Pihak berkuasa menuntut agar Meta sepenuhnya menarik tawaran akuisisinya untuk memastikan kedaulatan teknologi nasional.

Insiden tersebut mencapai puncaknya ketika kedua pendiri Manus, termasuk CEO Xiao Hong, dipanggil dan dilarang meninggalkan negara untuk membantu penyelidikan. Keputusan akhir NDRC menegaskan bahwa kesepakatan tersebut menimbulkan akibat nan tidak dapat diterima terhadap keamanan info dan kedaulatan teknologi nasional.

"Melindungi pencapaian inti kepintaran buatan adalah prioritas utama dalam lanskap persaingan strategis saat ini," kata sebuah sumber nan dekat dengan badan pengatur tersebut.

Pembatalan kesepakatan senilai $2 miliar itu merupakan pukulan besar bagi strategi Meta dalam mengembangkan asisten virtual generasi berikutnya. Perusahaan tersebut berambisi dapat mengintegrasikan teknologi AI Agent milik Manus untuk mendapatkan kelebihan atas pesaing langsung seperti OpenAI dan Google.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews