Gubernur Jakarta, Pramono Anung membuka kesempatan untuk Partai Politik (Parpol) mengambil naming rights sejumlah akomodasi publik, asal bayar dan tak mengganggu estetika.
Menanggapinya, Sekjen Demokrat Herman Khaeron menyebut partainya tertarik untuk juga mengambil naming rights tersebut. Namun, dia berpesan agar nantinya penggunaan naming rights tak bermaksud untuk kampanye, melainkan untuk memberi imbauan nan baik kepada masyarakat.
“Ya tertarik juga gitu ya. Artinya kelak kan berlomba-lomba dalam sebuah kebaikan,” ucap laki-laki nan berkawan disapa Hero itu di DPR, Kamis (16/4).
“Yang krusial jangan, ngajak-ngajak ‘ayo pilih Demokrat,’ mungkin tidak begitu. Biarkan rakyat memang berdemokrasi secara, apa namanya, secara seimbanglah, dan bebas untuk menentukan pilihan,” tambahnya.
Menurutnya, pemakaian naming rights bisa menujukkan eksistensi parpol kepada publik. Selain itu, dia menuturkan pengalaman 10 tahun Demokrat memimpin Indonesia, banyak perihal nan bisa meyakinkan publik memilih Demokrat pada pemilu mendatang.
"Pilihannya tentu dengan memandang eksistensi dari partai-partai itu, apakah memang ini cocok alias tidak. Namun kami yakinlah, Demokrat saya kira sudah punya pengalaman selama sepuluh tahun Pak SBY memimpin, kita memandang gimana pembangunan juga bagus, kerakyatan berkembang, terus kemudian hutang juga rasio terhadap PDB sangat rendah, kemudian fiskal dijaga dengan baik, program-program pro-rakyat jalan," katanya.
“Nah, nan gitu-gitu mungkin bisa saja menjadi ajakan. ‘Ayo pilih Demokrat,’ alias misalkan ‘Demokrat berbareng rakyat,’ dengan program-program pro-rakyatnya nan bisa menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Artinya hal-hal nan positiflah kayak gitu," tambah Hero.
Meski tertarik, Hero belum tahu Demokrat bakal mengambil akomodasi publik apa. Menurutnya, Demokrat tetap menunggu hingga aturannya jelas.
“Kami kan belum tahu kan aturannya juga belum ada. Nanti jika sudah ada ketentuan dan ininya, ya baru kita pikirkan itu,” ucap Hero.
“Ya selama bahwa belum ada ya kita nggak perlu mengandai-andai lah. Tapi jikalau ada ya kelak kita merespons apa nan sesungguhnya kudu dilakukan oleh Partai Demokrat,” tandasnya.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·