Demo BEM UI-Koalisi Masyarakat Sipil di MK, Solidaritas Untuk Andrie Yunus

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
BEM UI saat memberikan pernyataan sikap solidaritas terhadap Andrie Yunus di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Sejumlah mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil menggelar demonstrasi di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (8/4). Aksi ini dilakukan di dua titik, ialah pintu belakang dan pintu depan MK.

Berdasarkan pantauan kumparan pukul 11.59 WIB di pintu belakang MK, terlihat sejumlah mahasiswa melaksanakan tindakan sembari membentangkan spanduk solidaritas terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Massa tindakan berasal dari beragam komponen mahasiswa, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, STF Driyarkara, Front Mahasiswa Nasional (FMN), hingga BEM Universitas Jakarta (UNJ). Demo BEM UI-Koalisi Masyarakat Sipil di MK, Solidaritas Untuk Andrie Yunus.

Suasana tindakan massa nan berada di Gerbang Belakang Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat pada Rabu (8/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Ketua BEM UI, Yalathof Ma'shum mengungkapkan tindakan ini berupaya untuk mengawal sidang Pengujian Materiil Undang-Undang No. 3 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI).

"Kenapa kita mengawal MK ini? Karena jika MK ini mengabulkan judicial review nan diajukan oleh Andrie Yunus salah satunya, maka setiap kriminalisasi nan dilakukan oleh TNI kepada sipil bakal diadili di peradilan umum," ujar Athof kepada wartawan.

Aksi nan berjalan di belakang gedung MK itu berhujung sekitar pukul 13.42 WIB.

Lalu di pintu depan gedung MK, berasas pantauan kumparan pukul 12.10 WIB, sejumlah koalisi masyarakat sipil menggelar tindakan simbolis solidaritas terhadap Andrie Yunus dan mendengar berbareng proses sidang pengetesan materiil UU TNI. Mereka berasal dari KontraS, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jatam, Rintis, hingga Imparsial.

Suasana usai tindakan demonstrasi di pintu belakang Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Mereka tampak memajang poster solidaritas terhadap Andrie Yunus dan membentangkan spanduk dengan muatan agar Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGPF) independen untuk kasus Andrie Yunus dapat dibentuk. Ketika sidang selesai, kemudian mereka beranjak dan membentangkan spanduk bertuliskan #KamiBersamaAndrie.

Aksi ini di pintu depan MK selesai pukul 12.46 WIB.

Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 437 personel campuran untuk mengamankan tindakan unjuk rasa tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E. P. Hutagalung mengatakan pihaknya memastikan pengamanan dilakukan secara maksimal dengan pendekatan humanis dan persuasif.

Suasana usai tindakan demonstrasi di pintu belakang Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

“Kami telah menyiapkan 437 personel untuk mengamankan jalannya tindakan unjuk rasa. Pengamanan dilakukan secara profesional, humanis, dan mengedepankan upaya persuasif,” ujar Kombes Reynold.

Ia menegaskan, pengamanan ini merupakan corak pelayanan Polri dalam menjamin kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum tetap melangkah tertib dan aman.

“Kami menghormati kewenangan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami juga mengimbau agar peserta tindakan tetap tertib, tidak anarkis, dan mematuhi patokan nan berlaku,” tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan