Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menepis rumor merger alias penggabungan antara partainya dengan Nasdem.
Dasco mengaku bingung dengar info tersebut dan mempertanyakan sumbernya. Dia menegaskan hingga saat ini tak ada pembahasan untuk menggabungkan Nasdem dengan Gerindra.
"Seperti nan disampaikan oleh NasDem bahwa itu kita tidak pernah ada pembicaraan seperti itu. Kita juga apa namanya, begitu dengar juga kita bingung sebenarnya dari mana," ujar Dasco di kompleks parlemen, Selasa (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dasco mengatakan partainya juga telah menyerahkan sepenuhnya wacana tersebut kepada NasDem.
"Tapi lantaran NasDem juga sudah duluan menjelaskan lantaran subjeknya NasDem, ya kita pikir sudah cukup," kata Dasco.
Meski begitu, wacana penggabungan Partai NasDem dengan Gerindra menjadi satu partai nampaknya tak main-main dan membuka kemungkinan pada terciptanya blok politik baru di Indonesia.
Sejumlah elite NasDem tak membantah berita itu, meski mereka menolak penggunaan istilah merger. Ketua DPP NasDem, Willy Aditya menegaskan Ketua Umum NasDem Surya Paloh hanya menawarkan political block alias blok politik.
"Nah, apa nan ditawarkan oleh seorang Surya Paloh adalah Political Block. Blok politik, bukan merger," kata Willy di kompleks parlemen, Senin (13/4).
Menurut Willy, blok politik merupakan upaya untuk menyatukan sebuah visi dan cita-cita menjadi satu tarikan nafas. Kerja sama tersebut tidak dilakukan secara transaksional.
Menurut dia, Indonesia selama ini hanya mengenal istilah koalisi. Padahal, koalisi hanya dipakai dalam proses kandidasi, dan tidak digunakan dalam pemerintahan lantaran Indonesia menganut sistem presidensial.
Meski begitu, Willy belum menjelaskan perincian rencana penggabungan partainya dengan Gerindra.
Sementara, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa mengatakan hingga saat ini belum ada obrolan serius soal wacana penggabungan alias merger partainya dengan Gerindra. Saan tak membantah rumor tersebut. Namun, dia menyebutnya dengan istilah lain, ialah fusi.
"Kita apalagi belum, belum ada perihal nan unik mengenai dengan fusi itu. Dan saya percaya di apa tempat lain juga sama. Karena kita sekarang tetap konsentrasi mengonsolidasikan apa internal kita," ujar Saan di kompleks parlemen.
(thr/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·