Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengungkap kelanjutan dari Holding BUMN Danareksa. Nantinya, Danareksa bakal tak lagi menjadi holding melainkan bakal berfokus menjadi asset management.
Hal ini merupakan salah satu langkah restrukturisasi BUMN nan dilakukan. Dony melihat, selama ini Danareksa justru menjadi holding nan isinya perusahaan dari beragam sektor nan tercampur.
“Misalkan Danareksa ini kelak tidak lagi menjadi holding nan saat ini gado-gado lah, mereka punya mulai dari karya, keuangan, industrial estate. Ini satu-satu bakal dipecah,” kata Dony ditemui di Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (29/4).
“Jadi kelak Danareksa itu bakal menjadi asset management. Kembali ke khitahnya. Jadi kelak dari hasil merger nan empat, kan teman-teman lihat, itu ada empat asset management kita, itu bakal menjadi Danareksa,” lanjutnya.
Maka dari itu, nantinya anak-anak upaya alias upaya nan berada di Holding BUMN Danareksa bakal dilepas. Proses pelepasan itu menurut keterangan dari Dony juga bakal rampung bulan depan
“Untuk menuju ke situ kan ini satu-satu kudu kita keluarkan anak-anak perusahaannya. Dan kelak industrial estate-nya sekarang sedang menuju konsolidasi industrial estate sendiri, karya bakal lepas. Nanti diumumkan 10 Mei ini bakal selesai semua. Keluar anak-anaknya Danareksa,” ujarnya.
Nantinya, management investment (MI) milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) juga bakal berada di dalam Danareksa saat sudah dikembalikan menjadi asset management. Dengan begitu, nantinya Danareksa juga bakal menjadi asset management terbesar nomor dua di Indonesia.
Menurut Dony, saat ini biaya kelolaan nan berada di bawah MI Himbara ada pada kisaran Rp 85 triliun.
“Dia (Danareksa) tidak holding lagi. Tapi menjadi merger menjadi satu company nan kuat dan itu bakal menjadi asset management nan nomor 2, tadi kita berupaya jika tadinya kecil-kecil, sekarang kita satukan,” kata Donny.
“Saya mesti cek lagi jika enggak salah Rp 85 triliun (dana kelolaan MI) tapi kelak saya bakal cek, nan pasti kita (Danareksa) bakal menjadi nomor dua terbesar di Indonesia,” ujarnya ketika ditanya soal besaran biaya kelolaan MI Himbara.
Sementara mengenai restrukturisasi BUMN secara keseluruhan, Dony menjelaskan sasaran nan dia dapat adalah dapat dirampungkan tahun ini. Meski demikian, dia tetap mengutamakan unsur komprehensif. Ia juga mencontohkan salah satu BUMN mengenai proses restrukturisasi adalah Perumnas.
Untuk itu, peninjauan juga bakal terus dilakukan dalam proses restrukturisasi nan sedang dilakukan saat ini. Termasuk Perumnas lantaran punya banyak utang.
"Saya apa adanya aja, Perumnas ini punya utang, Rp 5,8 triliun. Perusahaan-perusahaan itu saya hafal. Kalau ada nan tanya itu saya tahu. Nah problemnya adalah kita kudu melakukan restrukturisasi nan komprehensif,” ujarnya.
Karena itu, Dony bakal meninjau lagi upaya model Perumnas, apakah untuk membangun program 3 juta rumah alias murni jadi perusahaan properti.
"Sementara ini mereka perumahan. Jadi satu-satu memang takes time. Tapi kita inginnya sekali ini transformasi BUMN itu kita lakukan dengan proper,” terangnya.
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·