Danantara Prioritaskan Teknologi yang Sudah Terbukti untuk PSEL

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengatakan, pihaknya memprioritaskan teknologi nan sudah terbukti untuk Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

"Kita terbukalah untuk teknologi lain. Kita terbuka pada dasarnya, tapi nan krusial memang kita memprioritaskan teknologi nan sudah terbukti melangkah baik di banyak negara, di seluruh dunia. Nah itu tentunya kita berikan prioritas," ujar Rosan, melansir Antara, Rabu (15/5/2026).

Dalam konvensi pers berbareng Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dia mengungkapkan pemerintah melaporkan sebanyak 20 wilayah aglomerasi pada 47 kabupaten/kota bakal menjadi prioritas investasi PSEL.

Presiden Prabowo Subianto disebut meminta penanganan di wilayah kota dan aglomerasi nan timbulan sampahnya lebih dari 1.000 ton per hari agar diprioritaskan dalam PSEL.

Sebanyak 20 wilayah aglomerasi tersebut telah memenuhi syarat tahap pertama dan mendapatkan surat keputusan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Sementara itu, untuk kota dengan timbulan 500–1.000 ton per hari, tidak memenuhi syarat utama Peraturan Presiden (Perpres) nan menetapkan wilayah prioritas PSEL dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita