Cerita Pilu Korban KRL Ditabrak KA Argo Bromo di Bekasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Cerita pilu datang dari Endang Kuswati (40), korban kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Dia kudu menunggu support selama 10 jam usai terjepit di dalam gerbong KRL nan ditabrak KA Argo Bromo.

Dirangkum detikcom, Rabu (29/4/2026), kecelakaan kereta di Bekasi ini terjadi pada Senin (27/4) malam. Kecelakaan ini berasal saat taksi Green SM sempat terhenti di tengah rel kereta api nan tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. Taksi itu kemudian tertemper KRL nan melaju dari Cikarang ke arah Jakarta.

Hingga kini, total ada 15 orang nan meninggal bumi akibat kecelakaan tersebut. Sebanyak 10 orang di antaranya telah selesai diidentifikasi di RS Polri Jakarta Timur dan diserahkan ke family masing-masing.

Cerita Pilu Endang

Cerita Endang nan kudu memperkuat hidup 10 jam akibat terjepit di dalam gerbong KRL diungkap sepupunya, Iqbal. Dia menyebut Endang sempat menelepon family untuk meminta tolong agar segera diselamatkan.

"Iya tetap sempat buka HP ngabarin keluarga. Dia sampaikan dia ada di kereta nan kecelakaan dan minta tolong," kata Iqbal saat kepada wartawan, Selasa (28/4).

Tak hanya itu, Iqbal mendengar Endang menangis saat memberi berita family lewat telepon. Seingat Iqbal, telepon dari Endang berjalan sekitar pukul 22.00 WIB. Mendengar perihal itu, family langsung menuju Stasiun Bekasi Timur untuk mencari keberadaan Endang.

"Cuma dari jam 10.00 malam itu sampai jam 02.00 malam itu kita tetap belum dapat berita apakah korban ada di rumah sakit ataupun ada tetap di dalam gitu. Cuma kita dapat info tambahan di jam 2 malam jika misalkan korban itu tetap di dalam," ucapnya.

Iqbal kemudian mendapat info dari berita. Keluarga akhirnya mengetahui kondisi Endang tetap terjepit di dalam gerbong dalam kondisi lemas.

"Jadi saya dapat salah satu foto dari pers itu korban itu tetap di dalam dalam kondisi lemas dan udah di dalam proses oksigen ya, lantaran di situ dia udah posisinya udah dari jam 9 malam juga untuk terjepit gitu," kata Iqbal.

Selanjutnya, Iqbal cerita proses pemindahan Endang melangkah perlahan. Hingga akhirnya sukses dievakuasi oleh petugas sekitar pukul 07.00 WIB.

"Itu lantaran posisi kakak saya itu agak paling belakang lantaran menunggu dari nan sebelum-sebelumnya untuk dievakuasi gitu. Jadi kakak saya baru selesai dievakuasi sekitar jam 7 pagi dan langsung dibawa ke RSUD Bekasi," imbuhnya.

(fas/fca)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News