Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh Pulau Jawa dibatalkan keberangkatannya pada Selasa pagi 28 April 2026 imbas dari kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL commuter line rute Cikarang pada Senin malam 27 April 2026.
Meski demikian, beberapa kereta jarak jauh lainnya tetap diberangkatkan meski kudu tertunda berjam-jam lamanya. Pihak Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan kebijakan kepada calon penumpang kereta jarak jauh pulau jawa hari ini.
Para penumpang dapat memilih membatalkan tiketnya dalam kurun waktu 7x24 jam dengan total pengembalian biaya sebesar 100% alias memilih menunggu keberangkatan kereta nan saat itu belum diketahui pasti kapan tepatnya.
Namun rupanya, beberapa penumpang memilih tetap singgah di Stasiun Gambir dan bersabar menunggu giliran keberangkatan, apalagi ada nan sudah tiba di Stasiun Gambir sejak jam 10.00 WIB Selasa, 28 April 2026.
Seperti apa nan dilakukan Berliantin (56). Dia tetap setia menunggu kehadiran kereta nan bakal ditumpanginya menuju Stasiun Cirebon hingga waktu menunjukan pukul 1 siang. Saat ditanya Tim Liputan6.com, Berliantin mengaku sempat berencana membatalkan keberangkatannya.
"Tadinya saya mau batalin, mau naik Shuttle. Terus dipikir-pikir kelak takutnya shuttlenya sama aja, lama lagi. Yaudah, meski pun gak tahu kepastian jam berapa keretanya berangkat, ya nunggu sabar aja lah," kata Berliantin, Selasa 28 April 2026.
Berbeda dengan Berliantin, beberapa penumpang lainnya justru tidak mau membuang waktu dan bergegas mengusulkan pengembalian biaya juga mencari pengganti transportasi lainnya.
Terima Keadaan dengan Lapang Dada
Selain itu, ada juga nan memilih langsung pulang kembali dan menerima keadaan nan terjadi dengan lapang dada. Nabil Arbain (24), penumpang nan berencana melakukan perjalanan menuju Tegal, menyampaikan pilihannya untuk hanya menunggu keputusan pihak KAI hingga sore hari.
Jika tidak ada tanda-tanda keberangkatan kereta nan bakal ditumpanginya, Nabil memilih langsung menggunakan transportasi pengganti lainnya seperti bis alias Cititrans.
Keputusan serupa diambil secara sigap oleh penumpang lainnya. Esmetron Masdison (52) dan Zuhairi Abdullah (40) nan berencana melakukan perjalanan ke arah Bandung. Keduanya memilih langsung membatalkan tiket dan kembali kerumah masing-masing dibandingkan kudu menunggu berjam-jam di area Stasiun Gambir.
"Takut sih enggak, lantaran namanya kan musibah, gak ada nan tahu. Tapi saya gak pilih reschedule, kayaknya udah tanda-tanda memang gak boleh berangkat," ucap Esmetron saat diminta keterangan tentang pengajuan refund nan dilakukannya.
Suasana Stasiun Gambir Pagi itu
Kemudian, Aster Limanau (69), salah satu penumpang kereta jarak jauh dengan tujuan Cirebon menyampaikan dirinya memilih me-reschedule keberangkatannya ke keesokan harinya.
Menurut Aster, semestinya tiket nan dipesannya sudah berangkat pada waktu itu, namun memandang agenda keberangkatan kereta nan terus ditunda, Aster memutuskan demikian.
Setelah bercerita tentang keputusan nan diambilnya, Aster menyampaikan sibuknya suasana di loket pagi hari itu, Aster datang sejak separuh 10 pagi, namun antrean nan dilihatnya sudah panjang mengekor. Aster menyampaikan beberapa orang bergegas mengusulkan refund di loket nan tersedia.
Dengan suasana nan cukup ramai, Aster bingung kudu kemana menanyakan info keberangkatan kereta nan bakal ditumpanginya. Ia tak sengaja menyalip antrian orang nan berada dibelakangnya nan membikin Aster turut terkena teguran nan cukup emosional.
"Saya cuman mau tanya ke loket, pas kedepan datang ibu-ibu komplain, ‘bu, antri dong!’ ga lama datang lagi bapak-bapak ‘kebelakang dong bu!’ setelah itu saya langsung ke belakang dan tanya-tanya terus, untungnya tetap bisa di-reschedule," kata Aster saat bercerita kepada Tim Liputan6.com.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·