Lampu bilik nan tiba-tiba meninggal segera menimbulkan tanya di akal Aurel (24), salah satu penunggu di lantai 17 Tower C Apartemen Mediterania, Jakarta Barat. Listrik nan meninggal itu disusul oleh sirine kebakaran nan menggema di seluruh kamarnya.
Aurel kemudian membuka kamarnya dan segera menemukan asap nan mengepul memenuhi lorong lantai 17 tersebut. Di antara asap tersebut, dia memandang sejumlah penduduk berlalu lalang panik. Ia berprasangka sesuatu nan jelek sedang terjadi.
“Awalnya tuh saya curiganya lantaran biasanya jika sirine drill itu ya udah listrik normal-normal aja, hanya tadi kenapa berbarengan meninggal lampu sama sirine drill, makanya itu agak curiga. Terus kan pas keluar bilik juga aroma asap kan, makin berprasangka dong. Keluar koridor, nah full asap makin curiga,” tutur Aurel saat ditemui, Kamis (30/4).
Di tengah kepulan asap tersebut, Aurel berupaya mencari tahu apa nan sedang terjadi. Sesumbar penduduk mengatakan pintu darurat di dekat lift tak bisa digunakan akibat asap nan terlalu tebal.
“Ternyata ada juga orang-orang di situ nan sebenarnya udah coba turun lewat tangga darurat dekat lift. Tapi mereka naik lagi katanya lantaran di bawah tuh udah nggak bisa napas, pokoknya udah enggak bisa lewat,” ucap Aurel.
Meski begitu, Aurel beserta sejumlah penduduk di lorong itu untuk mencari jalan keluar belum luntur. Mereka menemukan pintu darurat di ujung lorong untuk digunakan menyelamatkan diri.
“Terus pas saya buka pintunya, itu ada orang-orang dari petugas-petugas apartemennya itu udah emang suruh turun juga lewat situ,” sebut Aurel.
“Mereka hanya suruh turun terus mereka lanjut naik ke atas buat mungkin ketok-ketok unit-unit lain juga ya. Nah, di situ ya udah saya turun ke bawah,” sambungnya.
Semakin menuruni tangga, Aurel beserta kakaknya semakin merasakan asap nan kian tebal. Hidungnya pun ditutup oleh salah satu tangannya, meski batuk tak terhindarkan.
“Pokoknya semakin bawah tuh semakin tebal. Jadi semakin bawah semakin batuk,” ucapnya.
Aurel pun tiba di lantai dasar apartemen sekitar pukul 08.30 WIB. Aurel hanya membawa laptop dan arsip penting, sisanya ditinggalkannya.
“Sempat, ini nyelamatin. Saya bawa laptop, bawa dokumen-dokumen penting,” sebut Aurel.
Asap nan diterjang oleh Aurel itu kemudian diketahui berasal dari terbakarnya panel listrik di area basement apartemen Tower C. Api tidak merembet ke mana-mana, namun asap menjalar ke lantai-lantai atas.
“Kami menerima info awal dari petugas sekuriti setempat bahwa sumber api berasal dari panel listrik di basement,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyhadi.
“Api tersebut dapat segera dipadamkan. Namun asap sudah telanjur mengepul dan masuk ke rongga jalur kabel, sehingga merambat ke ruangan lantai-lantai atas dan unit-unit,” imbuhnya.
Petugas pemadam kebakaran Jakarta Barat pun mengerahkan 27 armada untuk menangani kejadian ini, di antaranya 4 unit mobil smoke removal dan 1 unit bronto skylift. Sekitar pukul 14.30 WIB, pemadaman dan pemindahan nan dilakukan oleh petugas sudah usai.
Berdasarkan info terakhir dari petugas, sebanyak 155 penunggu nan telah dievakuasi keluar dari unitnya, di antaranya 23 penunggu dirujuk ke rumah sakit sekitar Jakarta Barat untuk mengatasi masalah pernapasan.
Pihak manajemen apartemen bertanggung jawab atas keseluruhan akibat nan menimpa para penghuni. Sebagian besar dari para penunggu dialihkan ke hotel sekitar Jakarta Barat sementara waktu, di tengah proses perbaikan apartemen.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·