Cara Kerja KB IUD dan Penyebab Bisa Hamil Meski Sudah Pakai

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Ilustrasi KB IUD Tembaga. Foto: Shutterstock

IUD atau Intrauterine Device dikenal sebagai salah satu metode kontrasepsi nan efektif dalam mencegah kehamilan. KB nan satu ini mempunyai efektivitas sebesar 99 persen jika dipasang dengan benar. Namun, tetap banyak nan belum memahami langkah kerja perangkat ini di dalam rahim.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, SpOG, menjelaskan, langkah kerja IUD di tubuh wanita tidak hanya satu, melainkan dua proses utama nan saling mendukung.

1. Melemahkan dan Membunuh Sperma

IUD, khususnya nan mengandung tembaga, menciptakan lingkungan nan tidak berkawan bagi sperma. Saat sperma masuk ke dalam rahim, kandungan tembaga bakal membikin sperma menjadi lemah apalagi mati.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Andrew Yurius Christian, SpOG dalam podcast Ask the Expert kumparanMOM. Foto: kumparan

Namun, dalam kondisi tertentu, ada kemungkinan sperma nan sangat kuat tetap bisa memperkuat dan melanjutkan perjalanan hingga ke saluran tuba.

“Tapi ada kondisi kadang sperma nan bagus banget, kuat, tembus dia sukses lewat. Pas banget sang istri ovulasi, terjadilah pembuahan,” ungkap dr. Andrew saat live TikTok berbareng kumparanMOM, Kamis (9/4).

2. Menipiskan Dinding Rahim

Selain memengaruhi sperma, IUD juga menyebabkan peradangan ringan pada tembok rahim (endometrium). Akibatnya, lapisan rahim menjadi lebih tipis dari biasanya.

Ilustrasi mengecek KB IUD. Foto: Allo4e4ka/Shutterstock

Padahal, embrio memerlukan tembok rahim nan tebal dan sehat untuk bisa menempel dan berkembang. Karena tembok rahim menipis, embrio nan terbentuk umumnya tidak dapat menempel dengan baik dan akhirnya luruh.

Lantas, Kapan Kehamilan Bisa Terjadi?

Meskipun efektif, kehamilan tetap bisa terjadi dalam kondisi tertentu. Salah satunya jika posisi IUD bergeser dari tempat semestinya, misalnya turun ke serviks alias tidak lagi berada di dalam rahim.

Ilustrasi master menjelaskan pemasangan KB IUD. Foto: Rabizo Anatolii/Shutterstock

dr. Andrew menjelaskan, kondisi ini bisa terjadi jika Anda jarang melakukan kontrol alias tidak memeriksakan diri meskipun ada keluhan. Saat posisi IUD tidak optimal, perlindungan terhadap kehamilan pun menurun.

Dalam situasi tersebut, sperma nan sukses mencapai sel telur dapat menyebabkan pembuahan. Jika embrio kemudian sukses menempel di tembok rahim, maka terjadilah kehamilan, nan menandakan kegagalan IUD sebagai perangkat kontrasepsi.

kumparan post embed

Nah Moms, apakah Anda salah satu pengguna KB IUD? Bagaimana pengalaman Anda sejauh ini menggunakan kontrasepsi tersebut?

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan