Petugas menghitung duit pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata duit asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTOPosisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 sebesar USD 148,2 miliar alias sekitar Rp 2.518 triliun (kurs Rp 16.995 per dolar AS), menurun dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2026 sebesar USD 151,9 miliar. Perkembangan ini dipengaruhi oleh publikasi dunia bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.
Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar finansial dunia nan meningkat.
Posisi persediaan devisa pada akhir Maret 2026 setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor alias 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Bank Indonesia menilai persediaan devisa tersebut bisa mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi persediaan devisa nan memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif penanammodal terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi nan tetap menarik.
"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nan berkelanjutan," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya, Rabu (8/4).
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·