Di tengah hamparan perkebunan penduduk di sebuah wilayah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tumbuh bunga bangkai raksasa nan sedang mekar sempurna. Momen ini membikin banyak visitor untuk memandang keelokan kembang langka tersebut.
Tanaman langka jenis Amorphopallus titanum itu mekar dengan tinggi lebih dari dua meter. Momen ini biasanya berjalan dalam hitungan hari. Di letak nan relatif tersembunyi itu, aroma unik nan menyengat justru menjadi daya tarik tersendiri.
Pengunjung datang silih berganti. Tak hanya dari dalam negeri, tetapi juga visitor mancanegara nan mau memandang langsung kejadian langka tersebut.
Pegiat wisata Palupuh, Joni Hartono, mengatakan bunga bangkai itu ditemukan di lahan perkebunan milik masyarakat Batang Palupuh. Saat ditemukan, kondisinya sedang berada di puncak mekar.
“Bunga dalam kondisi mekar sempurna. Beberapa hari ke depan bakal layu dan membusuk,” ujarnya sebagaimana dikutip Antara.
Menurut Joni, kehadiran kembang buntang selalu menjadi magnet wisata tersendiri. Setidaknya, belasan visitor dari Malaysia, Rusia, dan Prancis sudah datang langsung ke letak untuk menyaksikan kembang tersebut.
Fenomena ini bukan kali pertama terjadi di area itu. Pada akhir Maret 2026 lalu, kembang buntang jenis nan sama juga sempat mekar di Padang Hijau, nan lokasinya tidak jauh dari letak mekar kembang buntang nan baru ini. Saat itu, visitor datang dari beragam negara, mulai dari Ceko, Slovenia, Rusia, Inggris, hingga Amerika Serikat.
Ketertarikan visitor bukan tanpa alasan. Bunga buntang termasuk tanaman langka dan tidak mudah ditemukan dalam kondisi mekar. Dari satu siklus ke siklus berikutnya, kembang ini memerlukan waktu sekitar tiga hingga lima tahun untuk kembali mekar, dan saat mekar pun hanya memperkuat beberapa hari.
“Pengunjung merasa beruntung bisa memandang langsung. Tidak semua orang punya kesempatan seperti ini,” kata Joni.
Ia menambahkan, jumlah visitor nan datang meningkat setelah info mengenai mekarnya kembang dipromosikan melalui biro perjalanan dan jaringan perhotelan. Dalam dua letak terakhir, jumlah visitor mencapai puluhan orang.
Di sisi lain, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengingatkan bahwa kembang buntang merupakan tumbuhan langka nan dilindungi.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, menegaskan jenis Amorphopallus titanum masuk dalam kategori puspa langka nan dilindungi Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 nan telah diperbarui melalui UU Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya
“Bunga ini dilindungi oleh Undang-Undang. Tidak boleh dirusak,” tegasnya.
Di kembali daya tarik wisata nan dihadirkan, kemunculan kembang buntang ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Sebab, tanpa kediaman nan terjaga, kejadian langka seperti ini bisa saja hanya tinggal cerita di masa depan buat anak dan cucu kita.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·