Bukan Sekadar Hiburan, Turis India ke Kota Tua demi Selami Sejarah dan Budaya

Sedang Trending 34 menit yang lalu
Niyas (31) Turis India. Foto: Kevin Daniel/kumparan

Bagi sebagian orang, berekreasi mungkin identik dengan mencari intermezo semata. Namun, perihal berbeda ditunjukkan oleh Niyas (31), seorang visitor asal India nan sedang menghabiskan hari terakhirnya di Jakarta dengan mengunjungi area Kota Tua.

Niyas mengaku sengaja datang ke Taman Fatahillah atas rekomendasi dari rekan-rekannya di Indonesia.

"Teman-teman menyarankan saya untuk datang ke sini agar saya bisa merasakan sejarah Indonesia. Saya lebih memilih ini lantaran di sini tentang sejarah, berbeda dengan tempat lain nan mungkin lebih ke arah hiburan," ujar Niyas saat ditemui di lokasi, Jumat (15/5).

Bagi Niyas, Kota Tua menawarkan atmosfer nan berbeda dibanding lokasi wisata lain nan pernah dia kunjungi di Jakarta.

Ia menilai area ini mempunyai nilai edukasi nan lebih mendalam bagi para pengunjung.

"Kemarin saya pergi ke Taman Mini. Dibandingkan dengan itu, menurut saya di sini tidak terlalu banyak hiburan. Mungkin lantaran ini tentang sejarah, sedangkan itu tentang hiburan. Jadi berbeda, itulah perbedaannya di sini," tambahnya.

Suasana Taman Fatahillah pada malam hari saat libur panjang, area Kota Tua, Jakarta, Jumat (15/5/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Menariknya, saat menyusuri bagian dalam Museum Fatahillah, Niyas menemukan perihal nan membuatnya merasa sangat familiar.

Sebagai penduduk India, dia mengaku terkejut sekaligus senang ketika memandang koleksi patung-patung dewa Hindu peninggalan masa lalu.

"Sejarah di dalam museum sangat menarik, saya suka mengetahui tentang generasi orang lama. Bahkan saya memandang beberapa dewa India kami di dalam museum, seperti Ganesha," ungkap Niyas.

Meski dirinya adalah seorang Muslim, Niyas merasa tidak asing dengan budaya tersebut lantaran latar belakang negaranya nan kental dengan warisan Hindu.

Niyas memandang keberadaan patung-patung tersebut di jantung Jakarta adalah sebuah kejutan budaya nan menyenangkan sekaligus corak kemiripan antar bangsa.

"Meskipun saya seorang Muslim, saya berkawan dengan budaya Hindu, jadi patung-patung mereka ada di sana. Saya sangat senang memandang itu," tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan