BTN Percepat Proses KPR Jadi 6 Hari

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Bekasi -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk alias BTN terus melakukan transformasi dalam proses bisnisnya. Melalui pembangunan Loan Factory, BTN memangkas waktu proses manajemen angsuran menjadi lebih singkat.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan langkah ini diambil sebagai respons keluhan pengguna mengenai proses aplikasi KPR nan selama ini dianggap lambat dan berbelit-belit. Nixon menyebut waktu proses angsuran sekarang menjadi lebih singkat, dari rata-rata 9 hari, sekarang menjadi 6 hari saja. Artinya, terjadi percepatan hingga 30%.

"Sering sekali ada keluhan waktu aplikasi KPR di satu titik lebih dari sebulan. Karena prosesnya belum ter-centralize, kadang-kadang kita nggak tahu, tapi dengan adanya sentralisasi ini, semua bisa dimonitor. Sekarang udah lebih cepat. Dari 9 hari ke 6 hari, 9 hari ke 6 hari, artinya udah lebih sigap 30%," ujar Nixon dalam konvensi pers di BTN Bekasi, Senin (13/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nixon menerangkan pembangunan Loan Factory merupakan bagian dari roadmap transformasi BTN nan telah dimulai sejak 2019. Hal ini seiring dengan kebutuhan untuk mengelola volume angsuran dalam skala besar dengan standar nan seragam.

Selama ini, proses angsuran konsumer BTN dilakukan secara desentralisasi di cabang, sebelum kemudian ditingkatkan melalui pembentukan Regional Loan Processing Center (RLPC) sejak 2019. Ia pun menargetkan proses angsuran lebih sigap menjadi lima hari.

"Sekarang sudah 6 hari, dan ini real numbers. Kita mau tekan terus ke 5 hari," tambah Nixon.

Selain soal kecepatan, sistem baru ini dirancang untuk memperkuat tata kelola (governance). Dengan sistem terpusat, petugas nan menganalisa info angsuran tidak bakal berjumpa langsung dengan nasabah.

"Dengan dipisahkannya ini ke national, nggak ada lagi kongkalikong apa istilahnya tadi, lantaran mereka nggak ketemu dengan nasabah, nan ketemu orang sales," jelas Nixon.

Sementara itu, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menekankan bahwa transformasi ini mengubah proses nan sebelumnya ada di bagian menjadi tersentralisasi agar lebih jeli dan efisien.

"Sebagai bank nan konsentrasi di area consumer, ini bagian dari transformasi berkepanjangan agar customer experience lebih baik," kata Setiyo.

Sementara itu, Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa menambahkan bahwa sentralisasi memudahkan monitoring KPR secara nasional. Hal ini krusial mengingat skala upaya BTN nan sangat masif.

"Jadi, proses-proses angsuran KPR itu bisa termonitor lebih baik dan lebih terstandardisasi, lantaran ini kan sudah disentralkan seperti itu," ujar Nyoman.

(rea/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance