Jakarta -
Bripka Anugrah Tri Febriantara salah satu sosok polisi inovatif di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra). Bamin Subbagian Mutasi Jabatan Bagian Pembinaan Karier Biro SDM Polda Sultra ini membikin beberapa aplikasi nan memudahkan kerja-kerja personel, salah satunya aplikasi info persenjataan aset Polda Sultra.
Atas inovasinya itu, Bripka Anugrah diusulkan dalam Hoegeng Awards 2026. Bripka Anugrah disebut berprestasi lantaran mempunyai talenta dalam bagian IT, nan dibuktikan dengan membikin 3 aplikasi untuk mendukung kerja-kerja Polda Sultra.
Aplikasi pertama nan dibuat Bripka Anugrah adalah Sistem Informasi Data Senjata Polda Sultra untuk Biro Logistik Polda Sultra. Aplikasi ini buahpikiran dari Wakapolda Sultra saat itu, Brigjen Pol Waris Agono, nan kemudian dibuatkan oleh Bripka Anugrah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau (Waris Agono) dulu di sini Wakapolda meminta membikin aplikasi info tentang senjata, dibuatkan oleh Bripka Anugrah diterapkan di Polda Sultra. Kemudian Brigjen Waris Agono pindah ke Korbrimob, diterapkan juga di sana aplikasi ini. Kemudian Irjen Waris Agono menjadi Kapolda Maluku Utara, Bripka Anugrah ini dipanggil untuk mengembangkan aplikasi ini di Maluku Utara," kata Kabagwatpers Biro SDM Polda Sultra Kompol Adeng kepada detikcom, Rabu (25/3/2026).
Kompol Adeng menyebut aplikasi info senjata tetap digunakan Biro Logistik Polda Sultra hingga sekarang. Namun, kata dia, aplikasi ini butuh pengembangan lagi.
"Memang ke depannya itu, dia punya kayak di senjata itu ada GPS-nya, mau pasang GPS di senjata. Jadi manakala lenyap alias ada di mana, jadi konek ke aplikasi ini. Tapi GPS-nya belum terpasang sampai sekarang lantaran butuh pengembangan, butuh modal juga," ujarnya.
Kedua, Bripka Anugrah membikin aplikasi Ingat-AC alias Integrasi Gabungan Terpadu Assessment Center pada tahun 2020. Namun, Kompol Adeng menyebut aplikasi Ingat-AC sekarang sudah tidak digunakan lagi oleh SDM Polda Sultra.
"Jadi ini aplikasi untuk mengkompulir nilai-nilai dari sesi dalam aktivitas assesment center. Jadi ada integrasi campuran dari beragam pool penilaian peserta assesmen," ucapnya.
Aplikasi ketiga nan dibuat Bripka Anugrah adalah Si Jago alias Sistem Informasi Data Jabatan dan Golongan untuk memudahkan operasional kegunaan SDM dalam perihal pengembangan pekerjaan kedudukan di wilayah norma Polda Sultra. Aplikasi ini juga sekarang sudah tidak digunakan lagi.
"Nah ini sekarang tidak digunakan juga lantaran pakai web, kemudian butuh biaya dan pembaruan lagi, sehingga tidak digunakan oleh bagian pembinaan karir SDM (Polda Sultra)," ujar Kompol Adeng.
Tak hanya bertalenta dalam bagian IT, Bripka Anugrah dinilai sebagai sosok polisi nan baik dan alim dengan patokan serta perintah atasan. Buktinya, Bripka Anugrah tidak pernah tercatat melanggar kode etik dan disiplin kepolisian.
"Kepribadian (Bripka Anugrah) baik, tidak punya masalah nan menonjol, tidak pernah ada balasan juga. Pesan saya agar nan berkepentingan konsisten dengan apa nan menjadi buah pemikirannya itu agar menjadi lebih berfaedah lagi khususnya, umumnya bagi masyarakat Indonesia," katanya.
Seperti diketahui, Bripka Anugrah merupakan kandidat Hoegeng Corner 2025. Kepada detikcom, dia menceritakan awal mula proses pembuatan 3 aplikasi nan membantu kerja-kerja personel Polda Sultra.
"Untuk aplikasi di awal itu, ada projek Ingat-AC alias Integrasi Gabungan Terpadu Assessment Center dalam corak penilaian. Kemudian ada sistem info informasi senjata, kemudian terakhir itu ada Si Jago, Sistem Informasi Data Jabatan dan Golongan untuk memudahkan operasional kegunaan SDM dalam perihal pengembangan pekerjaan jabatan, lama jabatan," kata Bripka Anugrah saat berbincang dengan detikcom, Jumat (7/11/2025).
Aplikasi Ingat-AC ini berbasis website. Aplikasi ini bakal memudahkan assessor untuk melakukan penilaian terhadap peserta. Asesmen ini biasanya dilakukan untuk penilaian keahlian anggota, lelang kedudukan personel internal Polri. Belakangan Pemda juga bekerja sama dengan asesmen center Polri untuk melakukan lelang jabatan.
"Jadi Polri kan di SDM punya assessment center. Jadi digunakan baik dari Pemda, alias untuk kedudukan dari internal Polri sendiri, apalagi dari pemda alias pemkot itu bisa bekerja sama dengan assessment Polri. Seumpana dari sini tetap kerja sama dengan Mabes, penyelenggaraan asesmennya di Polda Sultra," katanya.
Dengan adanya aplikasi ini, keahlian assessor lebih dimudahkan. Sebab, semua hasil penilaian bakal dilakukan secara digital.
"Dia memodernisasi para assessor, dari penilaian nan tadinya mulanya itu menggunakan kertas, mencatat hasil wawancara, hasil diskusi, itu nan tadinya menggunakan rumus manual, ditulis kertas kemudian diinput. Kemudian kita modernisasi, para asesor bisa mengakses via tablet masing-masing, alias via handphone dan menginputnya di situ. Dan kelak integrasi campuran untuk penilaian apakah peserta ini memenuhi syarat alias tidak memenuhi syarat itu kelak sudah ditampilkan secara digital," jelasnya.
Aplikasi Ingat-AC ini dibuat Bripka Anugrah pada tahun 2020. Atas penemuan ini, Bripka Anugrah mendapatkan Pin Perak dari Kapolri tahun 2024 sebagai pelaksana atas peningkatan kerja sama dengan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Instansi lainnya/BUMN dan Instansi non pemerintah di bagian Assessment Center TA 2023.
"Itu Pin Perak lantaran penyelenggaraan asesmen, jadi kita sebagai pelaksana asesmen terbanyak di Indonesia waktu itu, jadi kita MoU dengan kurang lebih nyaris 15 kabupaten waktu itu, nan kita sosialisasi ke jajaran, sehingga diapresiasi Pak Kapolri. Karena kan salah satu MoU kerja sama Pemda dan assessment center Polri itu adalah pendapatan wilayah bukan pajak (PNBP), jadi salah satu PNBP," jelasnya.
Bripka Anugrah mengatakan asesmen berbasis digital ini pertama kali digunakan di Polda Sultra. Dia menyebut program itu saat ini sudah digunakan juga oleh Mabes Polri.
"Digunakan di assessment center, nan kemarin itu sebenarnya berasal dari kita, kemudian baru ada juga sistem dari assessment center Mabes Polri, itu DAC Mabes, namanya DAC Assessment, dan itu kerjanya sebenarnya nyaris sama, mungkin lebih komplit lantaran dia sudah terintegrasi dengan SIPP, sistem info personel Polri nan ada sekarang," jalasnya.
Selain itu, Bripka Anugrah juga membikin Aplikasi Sistem Informasi Data Senjata Polda Sultra untuk Biro Logistik Polda Sultra dan Aplikasi Sistem Informasi Data Jabatan dan Golongan berbasis Web dengan nama Si Jago untuk Biro SDM Polda Sultra.
Saat ini, 3 aplikasi berbasis website itu sedang tidak bisa diakses lantaran migrasi server. Ditargetkan, Desember mendatang aplikasi itu bisa diakses kembali.
"Itu kemarin kita pakai server dari pihak ketiga. Kemarin sudah ada TR dari Mabes itu bahwa semua aplikasi di jejeran nan berbasis web untuk mencegah terjadinya kebobolan info itu ditarik dari pihak ketika dan kita kudu menggunakan server Mabes Polri, jadi semua aplikasi sudah ber-domain Polri.go.id," jelasnya.
Kembangkan Aplikasi di Android
Saat ini, Bripka Anugrah tengah mengembangkan aplikasi Android mengenai info senjata, kendaraan motor hingga aset Polda Maluku Utara (Malut). Anugrah diminta membikin aplikasi tersebut oleh Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono, nan dulunya menjabat sebagai Wakapolda Sultra.
"Nggak terlalu relevan, lantaran saya personil Polda Sultra sementara saya mendevelop di Polda Maluku Utara, kemarin atas permintaan langsung Bapak Kapolda Maluku Utara, jadi akhir bulan ini saya berangkat ke sana, jadi aplikasinya itu launching di sana, itu sudah menggunakan website dan server Mabes," kata dia.
Anugrah menyebut aplikasi ini bakal diluncurkan Oktober ini. Aplikasi ini bakal memudahkan Polda Malut mengenai pendataan senjata hingga aset Polda.
"Jadi sudah selesai tinggal berangkat ke Maluku utara, launching sama training operator. Harapan dengan aplikasi ini bisa dipakai seluruh Indonesia. Terkait dengan barcode senjata, jadi ketika kehilangan senjata, ada penemuan senjata, jika memang itu senjata Polri tinggal di-scan, kelak dari pengampu logistik entah itu Polres alias Polda, itu tinggal discan, oh ketahuan ini senjata punya siapa, nan terakhir pegang siapa, pernah rusak alias tidak," tutur dia.
Dia menyebut aplikasi ini hanya bisa diakses oleh internal Polri. Dia berambisi aplikasi ini nantinya bisa dikembangkan di seluruh Indonesia.
"Jadi kelak ada semua aplikasi itu bisa diakses alias bisa diakses oleh para operator dan Kabaglog jajaran. Karena jika info dipake sama umum kan bahaya. Memudahkan pendataan, jadi tidak ada lagi peralatan nan lenyap alias senjata nan hilang," tutur dia.
Anugrah mengembangkan aplikasi ini lantaran mempunyai latar pendidikan di bagian teknologi informatika. Anugrah juga bertanya ke beberapa kenalannya di bagian IT.
"Saya dulu sebelum jadi polisi pernah kuliah di teknik informatika, saya sukanya di IT, kemudian komunikasi sama kawan nan sudah jadi programmer, kita kembangkan. Saya amati, tiru, modifikasi, sehingga kemauan ketua alias nan memudahkan kerja dari Polda Sultra ini," kata dia.
(fas/knv)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·