BRI Bangkitkan Ekonomi Perempuan dan Angkat Tenun Lurik ke Pasar Lebih Luas

Sedang Trending 2 hari yang lalu

BRI Bangkitkan Ekonomi Perempuan dan Angkat Tenun Lurik ke Pasar Lebih Luas

Peni Budi Astuti sukses mewujudkan kemandirian finansial bagi wanita berbareng BRI. (Foto: dok BRI)

MALANG - Pemberdayaan BRI menjadi pilar utama di kembali kesuksesan brand UMKM Diopeni alias Dondomane Handmade dalam mengangkat eksistensi kain tenun lurik. Melalui sinergi dengan Rumah BUMN BRI Malang, upaya nan digawangi oleh Peni Budi Astuti ini sukses mengubah wastra Nusantara menjadi produk fashion modern berbobot tinggi sekaligus mewujudkan kemandirian finansial bagi wanita di sekitarnya.

Berlokasi di sebuah gang permukiman di Kota Malang, Jawa Timur, Peni tidak sekadar menjalankan upaya demi untung semata. Sebagai pendiri Komunitas “Perempuan Mandiri Sumber Perubahan”, dia membawa misi sosial untuk memastikan para lansia dan ibu tunggal mempunyai akses produktivitas nan tangguh. Dukungan berkepanjangan dari BRI pun menjadi kunci bagi Diopeni dalam memperluas akibat ekonomi dan sosial bagi masyarakat luas.

Perjalanan Diopeni dimulai pada September 2016 dari kegemaran Peni menjahit tangan, alias dalam bahasa Jawa disebut dondom-dondom. Dari kegemaran sederhana ini, dia memandang potensi besar pada kain tenun lurik nan sering dianggap kuno. Nama Diopeni sendiri diambil dari campuran nama sang suami, Junaidi (Di) dan dirinya sendiri (Peni), nan dalam bahasa Jawa Diopeni juga berfaedah dirawat alias dipelihara.

Saat ini organisasi tersebut telah berbadan norma koperasi dan mempunyai sembilan karyawan, di mana kebanyakan adalah wanita lansia berumur 50-60 tahun dan orang tua tunggal. Peni memberikan ruang bagi mereka untuk tetap produktif dari rumah. 

"Perempuan sebaiknya mempunyai aktivitas produktif untuk membantu ekonomi family agar menjadi sosok nan kuat dan tangguh," tutur Peni.

Keunggulan utama Diopeni terletak pada penggunaan kain tenun motif lurik dengan kreasi kontemporer nan eksklusif. Koleksi fashion nan dihasilkan sangat beragam, mulai dari daster tunik sebagai produk unggulan, kemeja, outer kimono, gamis, babydoll, blazer, hingga baju koko. Setiap helai busana dibuat dengan peletakan corak nan berbeda sehingga nyaris tidak ada produk nan sama persis.

Koleksi UMKM Diopeni Koleksi UMKM Diopeni. (Foto: dok BRI)
Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com