BGN Imbau Pengelola SPPG Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Pejabat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Nama kerap dicatut, Direktur BGN Harjito imbau pengelola SPPG waspada.

, JAKARTA, – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan imbauan kepada seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar berhati-hati terhadap pesan nan mencatut nama pejabat lembaga tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menghindari beragam praktik penipuan nan dapat merugikan.

Harjito, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, mengungkapkan bahwa namanya sering disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab nan menyasar pengelola unit jasa gizi di beragam daerah. "Nama saya sering dipakai untuk penipuan. Sudah banyak nan tertipu," ujarnya di Jakarta, Jumat.

Harjito menjelaskan, modus penipuan ini biasanya melibatkan komunikasi resmi tiruan mengenai pembukaan penangguhan (suspend) jasa dan agenda inspeksi mendadak (sidak). Berbeda dari praktik penipuan konvensional, pelaku tidak langsung meminta hadiah uang, melainkan menggunakan identitas lembaga untuk tujuan menyesatkan.

Para pelaku umumnya memanfaatkan surat elektronik (surel) dengan kop alias identitas nan menyerupai atribut resmi BGN, meskipun pesan tersebut tidak dikirim melalui kanal komunikasi sah milik instansi. Hal ini sering kali membikin penerima pesan percaya bahwa info berasal dari otoritas nan sah sehingga mereka langsung menindaklanjuti petunjuk tiruan tersebut.

Harjito menegaskan bahwa semua komunikasi resmi dari BGN hanya dilakukan melalui saluran dan domain internet nan telah ditetapkan secara resmi oleh lembaga. "Jika menerima email alias surat nan mengatasnamakan BGN tetapi menggunakan kop tidak resmi alias sumber nan tidak jelas, sebaiknya tidak langsung ditindaklanjuti. Lakukan verifikasi terlebih dulu melalui kanal resmi," katanya.

Pihak BGN meminta setiap pengelola nan menemukan dugaan penipuan segera melaporkannya kepada pihak berkuasa alias melalui kanal pengaduan resmi guna menjaga integritas program nasional. Ke depan, BGN bakal terus memperkuat sistem sosialisasi agar masyarakat semakin mudah membedakan info resmi dan meminimalisir potensi penyalahgunaan nama lembaga oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional