Presiden Iran Masoud Pezeshkian berkomentar mengenai blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS) di Selat Hormuz. Baginya, blokade ini sama saja perpanjangan operasi militer.
"Dunia jadi saksi gimana Iran bertoleransi dan membuka diri untuk rekonsiliasi. Tapi, apa nan dilakukan seperti blokade laut ini sama saja perpanjangan operasi militer," kata Pezeshkian, dilansir AFP, Jumat (1/5).
"Ini adalah nilai nan kudu dibayar sebuah negara, nan terus berjuang dan mempertahankan kemerdekaanya," kata Pezeshkian.
Situasi di Selat Hormuz sendiri tetap begitu dinamis. Belum ada kesepakatan terbaru nan dicapai kedua negara, setelah perundingan dan perbincangan di Islamabad, Pakistan kandas mencapai kata sepakat.
Belakangan, Selat Hormuz kembali sunyi dan nyaris tak ada pelayaran. Namun Iran terus mengisi kapal-kapal tangkernya dengan jutaan barrel minyak.
Kapal-kapal tersebut tampaknya berkumpul di lepas pantai Kharg, dan golongan lain berkumpul di dekat Chabahar, dekat perbatasan dengan Pakistan, lantaran Angkatan Laut AS mencegah kapal-kapal nan mengenai dengan Iran untuk keluar dari Teluk Oman.
Pasukan Amerika mencegat M/V Sevan nan dikenai hukuman di Laut Arab pada Sabtu, kejadian terbaru setelah kapal-kapal lain diputar kembali minggu lampau sementara setidaknya dua kapal lainnya diperiksa di Asia.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·