Banyak koper jemaah haji rusak saat tiba di Tanah Suci. kumparan menerima laporan setidaknya 39 koper rusak—ada nan bodinya pecah, roda patah, ritsleting dol, apalagi handle lepas.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, sudah melayangkan komplain mengenai koper ini ke pihak penerbangan.
"Jadi ini untuk soal koper itu sebenarnya bukan kami nan sediakan, tapi pihak penerbangan. Kami sudah banyak komplain," kata Gus Irfan saat dihubungi kumparan, Jumat (1/5).
Komplain pertama, sebelum koper rusak, ialah tentang agenda pengiriman nan terlambat.
"Kami tegur dan kami siapkan penaltinya juga," ucap Gus Irfan.
Kedua, barulah soal kualitas koper nan dinilai Gus Irfan jauh dari harapan.
"Dan mudah-mudahan menjadi peringatan keras buat mereka tahun depan tidak diulangi kembali kasus seperti ini," lanjutnya.
Terpisah, Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menyampaikan pihaknya sudah melakukan pengawasan dan penanganan secara ketat soal koper ini.
"Kami telah melakukan pengawasan, penanganan koper di drop baggage area. Jadi semua koper jemaah haji ngumpulnya di drop baggage area lampau teman-teman kita ada nan kita tugaskan lima orang setiap harinya, ada tiga sif dan kami lakukan pengawasan setiap harinya dengan pegangkatan koper, memasukkan ke dalam kontainer," ucapnya.
Jika ada koper nan rusak, pihaknya melaporkan kerusakan itu. Kerusakan didata oleh ketua kloter, kemudian kelak dilaporkan ke sektor. Dari sektor baru ke level Daker. Laporan ini nantinya ditindaklanjuti dengan koper pengganti.
"Untuk pengganti nan asesmen dari maskapai seberapa parah kerusakannya. Kalau perlu penggantian bakal dilakukan penggantian," kata Abdul.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·