, DENPASAR, – Pemerintah Provinsi Bali menyambut positif tawaran nan disampaikan oleh Wakil Duta Besar Swiss untuk mempromosikan produk lokal Bali di Swiss. Tawaran ini diungkapkan dalam pertemuan di Denpasar, Sabtu, nan dihadiri oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Koster menyatakan bahwa kerja sama dengan Swiss dapat menjadi bagian krusial dalam meningkatkan penemuan serta membuka akses pasar internasional bagi produk Bali. Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Swiss dalam memperkuat hubungan dengan Bali, khususnya dalam sektor UMKM.
Pemprov Bali saat ini konsentrasi mengembangkan pariwisata berbobot berbasis budaya serta memperkuat UMKM produk lokal. Gubernur Koster menilai masyarakat Bali mempunyai produktivitas tinggi nan perlu didorong untuk bisa bersaing di pasar global. “Suatu kehormatan bagi kami di Bali, hubungan Bali dengan Swiss sangat baik, apalagi Bapak Konsul sangat komunikatif dengan kami,” ujarnya.
Peran Wisatawan Swiss di Bali
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula sektor pariwisata, di mana jumlah visitor asal Swiss nan berjamu ke Bali diperkirakan mencapai lebih dari 40 ribu orang pada 2025. Gubernur Bali memandang visitor Swiss tertib, menghormati budaya lokal, dan memberikan kontribusi positif bagi gambaran pariwisata Bali. “WNA Swiss sangat menjunjung tinggi kebudayaan lokal, sopan, dan tidak pernah membikin masalah, sangat respek dengan Bali,” kata dia.
Tantangan di sektor pariwisata seperti kemacetan dan lingkungan turut menjadi perhatian seiring dengan lebih dari 7 juta visitor mancanegara nan datang setiap tahun. Oleh lantaran itu, Pemprov Bali sedang menggenjot pembangunan prasarana berbobot guna menunjang pariwisata kelas dunia.
Kerja Sama Lainnya dengan Swiss
Wakil Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Mathias Domenig, menyatakan tawaran kesempatan agar produk lokal Bali dapat masuk pasar Swiss. Ia menawarkan fasilitasi pertemuan dengan pelaku upaya dan jaringan di Swiss untuk memperkuat akses perdagangan. “Kami memandang banyak ruang untuk perdagangan antara Bali dan Swiss, produk lokal Bali mempunyai potensi besar untuk berkembang di pasar Swiss,” kata dia.
Tawaran tersebut juga bagian dari momentum peringatan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia–Swiss. Domenig menambahkan bahwa organisasi penduduk Swiss di Bali baik visitor maupun pelaku upaya menunjukkan integrasi nan sangat baik dengan masyarakat lokal.
Di luar promosi produk lokal, Pemerintah Swiss menyebut beragam kerja sama sudah melangkah dengan Bali selama ini, termasuk kemitraan dengan Politeknik Negeri Bali dalam pengembangan pendidikan vokasi dan program kerjasama dengan Bank Dunia di sektor prasarana dan energi. Swiss juga siap berbagi pengalaman dalam penanganan isu-isu perkotaan seperti kemacetan dan pengelolaan sampah nan merupakan tantangan utama Bali.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·