Bahlil Targetkan Minyak Mentah Rusia Dikirim ke RI Bulan Ini

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan sambutan saat membuka Mineral dan Batu bara Convention - Expo (Minerba Convex) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (15/10/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membidik minyak mentah alias crude nan diimpor dari Rusia bisa dikirim ke Indonesia mulai bulan April 2026.

“Kalau untuk crude, jika untuk crude, mungkin bulan-bulan ini (April) bisa (dikirim ke Indonesia). Insyaallah,” ujar Bahlil seperti dilansir Antara, Jumat (17/4).

Sementara itu, untuk pembelian LPG dari Rusia, Bahlil menyampaikan tetap dalam proses finalisasi. Persentase LPG nan diimpor dari Rusia terhadap total kebutuhan Indonesia pun tetap dalam pembahasan.

Bahlil menjelaskan kebutuhan LPG Indonesia pada 2026 diproyeksikan mencapai 10 juta ton, dengan keahlian produksi dalam negeri hanya di nomor 1,6 juta ton. Dengan demikian, sekitar 8,4 juta ton dipenuhi lewat impor.

Sebelum pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, sebesar 70–75 persen impor LPG Indonesia berasal dari AS, 20 persen dari Timur Tengah, serta sisanya dari beberapa negara lain, salah satunya Australia.

“Begitu Saudi Aramco kena rudal di pabrik mereka, di industri mereka, itu pasti berpengaruh kepada global,” kata Bahlil.

video story embed

Oleh lantaran itu, Indonesia bakal mengimpor minyak mentah dan LPG dari Rusia sebagai pengganti sumber minyak mentah dan LPG nan selama ini diimpor dari area Timur Tengah.

Kerja sama Indonesia-Rusia tersebut merupakan buah dari negosiasi bagian daya nan berjalan pada kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Rusia pada Senin (13/4).

Dengan demikian, Rusia menjadi pengganti pemasok daya ke Indonesia di tengah krisis daya nan saat ini sedang melanda bumi akibat perang antara

“Dalam pertemuan saya dengan Menteri Energi dan pemerintahan Rusia, itu telah disepakati bahwa kita bakal mendapat dukungan. Kita bakal membeli crude dari Rusia. Ini kita lakukan juga di negara lain, termasuk di Amerika,” ujar Bahlil.

Langkah-langkah tersebut merupakan strategi pemerintah untuk menjamin keandalan pasokan daya di tengah kondisi geopolitik nan tidak menentu.

“Jadi, kudu ada diversifikasi. Insyaallah crude kita bakal semakin membaik,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan