Astronaut Artemis II Pulang ke Bumi Besok Pagi, Mendarat di Samudra Pasifik

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Astronot NASA dan Komandan Artemis II, Reid Wiseman, mengintip keluar dari salah satu jendela kabin utama pesawat ruang angkasa Orion, memandang kembali ke Bumi, saat kru melakukan perjalanan menuju Bulan pada 2 April 2026. Foto: NASA/Handout via REUTERS

Astronaut misi Artemis II dijadwalkan kembali ke Bumi pada Jumat (10/4) waktu AS alias Sabtu (11/6) pagi WIB, setelah menuntaskan perjalanan berhistoris mengelilingi orbit Bulan. Kapsul antariksa Orion nan ditumpanginya bakal mendarat di Samudra Pasifik, dekat lepas pantai San Diego, Amerika Serikat.

Empat astronaut, ialah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, sekarang dalam perjalanan pulang setelah mencatat rekor sebagai manusia nan menjelajah paling jauh dari Bumi. Total perjalanan misi ini mencapai lebih dari 1,1 juta kilometer.

Fase paling krusial justru terjadi di akhir misi, saat memasuki atmosfer Bumi dari ketinggian sekitar 120 kilometer dengan kecepatan sekitar 38.000 kilometer per jam. Dalam delapan menit nan menentukan, kapsul Orion bakal menghadapi suhu ekstrem hingga 2.760 derajat Celsius akibat gesekan dengan atmosfer.

Strategi masuk atmosfer diubah dibandingkan misi sebelumnya. Pada Artemis I, pelindung panas mengalami kerusakan akibat ekspansi gas di dalam material Avcoat. Untuk mengurangi akibat serupa, Artemis II menggunakan perspektif masuk nan lebih curam agar waktu paparan panas bisa dipersingkat.

Momen awak misi Artemis II melintasi Bulan di luar angkasa. Foto: Dok. NASA

Kapsul Orion bakal diselimuti plasma pijar nan memutus komunikasi sementara dengan pusat kendali selama proses masuk atmosfer Bumi. Setelah melewati fase tersebut, sistem parasut bakal aktif secara berjenjang untuk memperlambat laju kapsul.

Tiga parasut utama berdiameter lebih dari 35 meter bakal terbuka di ketinggian sekitar 2.900 meter. Sistem ini menurunkan kecepatan kapsul hingga di bawah 32 kilometer per jam, cukup kondusif untuk pendaratan di laut.

Tim penyelamat dari Angkatan Laut Amerika Serikat sudah bersiaga menggunakan kapal amfibi USS John P. Murtha. Helikopter bakal dikerahkan untuk menemukan dan mengevakuasi kapsul serta kru segera setelah mendarat.

Jika seluruh proses melangkah sesuai rencana, para astronaut bakal keluar dari kapsul dalam kondisi selamat. Keberhasilan ini menjadi langkah krusial menuju misi pendaratan manusia di Bulan pada program Artemis berikutnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan