ASI Mulai Keluar saat Hamil seperti Alyssa Daguise? Ini yang Perlu Dilakukan!

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Ilustrasi ASI merembes. Foto: HenadziPechan/Shutterstock

Moms, ASI (Air Susu Ibu) sebenarnya sudah mulai diproduksi sejak masa kehamilan, lho. Cairan ini disebut kolostrum, nan umumnya berwarna kuning dan mempunyai tekstur lebih kental dibanding ASI matang.

Fenomena ini juga dialami oleh selebgram sekaligus istri tokoh Al Ghazali, Alyssa Daguise. Melalui akun Threads pribadinya, @alyssadaguise, dia membagikan bahwa ASI-nya mulai merembes menjelang persalinan.

Lalu, sebenarnya sejak kapan kolostrum mulai diproduksi? Dan apakah normal jika ASI belum keluar hingga mendekati waktu kelahiran?

Pembentukan Kolostrum pada Tubuh Ibu

Kolostrum. Foto: Shutterstock

Menurut master ahli anak sekaligus konselor laktasi, dr. Aisya Fikritama, SpA, kolostrum sudah mulai diproduksi sejak usia kehamilan 16–20 minggu alias trimester kedua.

“Kolostrum sudah diproduksi sejak kehamilan, tetapi produksi aktif biasanya terjadi setelah melahirkan, ketika plasenta sudah keluar,” jelas dr. Aisya kepada kumparanMOM, Selasa (7/4).

Meski begitu, tidak semua ibu mengalami kolostrum nan keluar sebelum melahirkan. Kondisi ini tetap tergolong normal, Moms, sehingga tidak perlu merasa khawatir.

Kolostrum sering disebut sebagai cairan emas lantaran kandungan gizinya nan sangat padat. Oleh lantaran itu, kolostrum mempunyai beragam faedah krusial bagi bayi, seperti:

  • Kaya antibodi (IgA) untuk melindungi bayi dari infeksi

  • Melapisi saluran cerna bayi sebagai perlindungan alami

  • Membantu pengeluaran feses pertama (meconium)

  • Mengurangi akibat bayi kuning

  • Mendukung sistem imun sejak hari pertama kehidupan

Warna kuning pada kolostrum berasal dari beta karoten nan baik untuk daya tahan tubuh bayi nantinya.

Perlukah Kolostrum Ditampung?

Ya, Moms, kolostrum sebaiknya tidak dibuang. Dalam kondisi tertentu, kolostrum bisa ditampung melalui metode antenatal colostrum expression, terutama jika ibu mempunyai kondisi glukosuria alias bayi nan kekurangan nutrisi.

Untuk menampungnya bisa dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

  • Cuci tangan terlebih dahulu

  • Gunakan teknik perah manual (bukan pompa)

  • Tampung di wadah steril alias botol ASI

  • Simpan di lemari es alias freezer dan beri label tanggal

“Namun, sebaiknya jika melakukan ini kudu dengan pengarahan tenaga kesehatan. Dan jika kolostrum hanya keluar sedikit tidak perlu ditampung,” pesan dr. Aisya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan