Andre Rosiade Debat dengan Mahasiswa Bahas MBG: 86% Anggaran Dinikmati Rakyat

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Partai Gerindra Andre Rosiade di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Foto: Dok. kumparan

Politikus Gerindra, Andre Rosiade menghadiri aktivitas obrolan berbareng Mahasiswa Universitas Andalas, Padang pada Kamis (9/4). Andre sempat diajak debat oleh salah satu mahasiswa soal program makan bergizi cuma-cuma (MBG).

Mahasiswa itu mengeluhkan anggaran MBG nan dinilainya begitu besar. Ia menilai, anggaran besar MBG tidak menjawab masalah pendidikan.

“Alokasi anggaran nan sangat besar untuk MBG ini tidak menyelesaikan permasalahan-permasalahan pendidikan,” ucap mahasiswa tersebut.

Menurut mahasiswa itu, anggaran pendidikan semestinya ditambah dengan subsidi-subsidi dari pemerintah.

“Harusnya alokasi pendidikan itu bisa dapat subsidi dari pemerintah dan memperpanjang akses pendidikan,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Partai Gerindra Andre Rosiade di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Foto: Dok. kumparan

Andre pun menjawab keluhan mahasiswa itu. Menurutnya, MBG sangat krusial untuk Provinsi Sumatera Barat lantaran tingginya nomor stunting.

“Sumatera Barat ini provinsi dengan tingkat stunting lebih tinggi dari Indonesia. Tahun 2024, stunting Sumatera Barat itu 24 persen sekian. Nasional 19 persen sekian,” ucap Andre.

Ia pun mengatakan, orang tua sangat menyambut baik program MBG ini. Selain bisa menyelesaikan persoalan gizi, MBG juga bisa membantu meringankan beban ekonomi orang tua.

“Mereka sangat senang program MBG ini membantu mereka itu nan susah, nan orang tua pun tuh menyampaikan ‘ini membantu Pak Andre, mengurangi pengeluaran kami, dan mengurai kerepotan ibu-ibu rumah tangga menyiapkan sarapan bagi anak’,” ucap Andre.

Situasi persiapan penyelenggaraan kembali Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Jakarta Pusat, Kemayoran (31/3/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

MBG Bantu Ekonomi Daerah

Wakil Ketua Komisi VI DPR ini mengatakan, MBG telah membantu perputaran ekonomi di Sumatera Barat.

“Kita bicara info dan fakta. Data bank Indonesia Sumbar, MBG itu transaksi ekonomi itu, nan beredar lantaran MBG itu ajo, itu 10-12 Triliun (rupiah) ya, di Sumbar,” tuturnya.

“Itu artinya dua kali lipat dari APBD sumbar nan dipegang Gubernur Sumatera Barat,” tambahnya.

86 Persen Anggaran untuk Rakyat

Terkait masalah anggaran nan dinilai terlalu besar, Andre menjawab, anggaran besar itu justru lebih banyak dinikmati masyarakat.

Ia menjelaskan, dari biaya Rp 15 ribu per ompreng MBG, Rp 10 ribu dipakai untuk membeli bahan makanan dari UMKM di sekitar dapur. Artinya, 86 persen anggaran MBG itu dinikmati masyarakat.

“2.000 dipakai untuk investor, 3.000 lari ke karyawan, 10 ribu itu nan dipakai untuk bahan makan. Tukang sayur, tukang daging, tukang ikan, tukang ayam, UMKM nan ada di sekitar dapur,” ucap Andre.

“Artinya anggaran MBG itu 86 persen dinikmati rakyat, bukan oligarki, bukan pengusaha, tapi duit itu 86 persen turun ke bawah,” tambahnya.

Prabowo peluk anak berkebutuhan unik usai tinjau MBG bareng Bill Gates di SDN Jati 03 Jakarta Timur, Rabu (7/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menurut Andre, ini adalah strategi dari Presiden Prabowo Subianto untuk berpihak kepada masyarakat. Ekonomi dibuat berputar lancar di kalangan bawah, bukan konglomerat alias oligarki.

“Ini lah langkah Pak Prabowo mau ekonomi tumbuh di bawah, tidak lagi berpihak kepada konglomerat dan oligarki. 86 persen anggaran MBG itu beredar di bawah. Itu coba dinilai,” ucap Andre.

Namun, Andre mengatakan pemerintah tak menampik adanya kekurangan-kekurangan dalam eksekusi program MBG ini.

“Penerima faedah MBG sekarang 61 juta lebih. Memang pasti ada nan kurang, tidak ada kebijakan nan sempurna, itu Allah Swt.,” tutur Legislator asal dapil Sumatera Barat I itu.

“Semua itu milik Allah, manusia itu tempatnya salah. Pasti ada kekurangan. Pemerintah tidak menutup mata bahwa kekurangan itu ada,” tambahnya.

Ia memastikan, pemerintah terus mengawasi ketat penyelewengan pada program ini. Tentunya, jika ada oknum nan nakal, bakal diberi ganjaran nan sesuai.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan