Anak Mudah Lupa dan Sulit Fokus? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Nutrisi!

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Pemaparan studi IHDC: stunting dan anemia berpengaruh pada working memory anak, Rabu (15/04/2026). Foto: Dok. IHDC

Pernahkah si mini sering lupa, susah fokus, alias terlihat sigap capek saat belajar, Moms? Jangan langsung dianggap malas, ya. Temuan dari Indonesia Health Development Center (IHDC) menunjukkan, kondisi ini bisa berangkaian dengan masalah gizi seperti anemia dan stunting.

Studi tersebut menemukan sekitar 1 dari 5 anak usia sekolah di Indonesia mengalami anemia. Kondisi ini rupanya berpengaruh pada working memory, ialah keahlian otak untuk menyimpan dan mengolah info dalam waktu singkat. Padahal, keahlian ini krusial banget untuk memahami pelajaran, mengikuti instruksi, hingga menyelesaikan tugas.

Risiko Anak dengan Anemia dan Stunting pada Working Memory Anak

Ketua majelis pembina Health Development Center (IHDC), Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F, Moeloek, SpM(K). Foto: Dok. IHDC

Anak dengan anemia diketahui mempunyai akibat nyaris dua kali lebih tinggi mengalami kesulitan memproses informasi. Sementara pada anak stunting, risikonya apalagi bisa meningkat hingga tiga kali lipat.

“Data menunjukkan bahwa sekitar 20% anak di Indonesia mengalami anemia. Artinya, 1 dari 5 anak usia sekolah berpotensi mengalami gangguan keahlian belajar akibat kondisi ini,” jelas Ketua Dewan Pembina IHDC, Prof Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Executive Director IHDC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, juga menyampaikan bahwa anak nan sudah mengalami anemia, stunting, dan defisiensi unsur besi lebih rentang terkena kesehatan mental.

"Anak-anak dengan diagnosa anemia, stunting, dan defisiensi unsur besi lebih rentang terkena anxious keehatan mental, perihal ini juga bisa mengganggu produktivitas anak," jelas dr. Ray.

Tapi, berita baiknya, kondisi ini bisa dicegah sejak awal lewat pemenuhan gizi nan tepat, Moms. Orang tua punya peran besar untuk menjaga agar working memory anak tetap optimal.

Anda bisa memulainya dari perihal sederhana, seperti memastikan anak mendapatkan asupan unsur besi dan protein nan cukup setiap hari. Beberapa sumber makanan nan bisa diandalkan antara lain

1. Telur

2. Ikan

3. Daging

4. Susu

5. Tahu dan tempe

"Jangan lupa lengkapi dengan sayur dan buah, terutama nan kaya vitamin C agar penyerapan unsur besi lebih maksimal," pesan President of Indonesian Nutrition Association, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K).

Selain itu, biasakan anak juga makan teratur dan tidak melewatkan sarapan. Sebab, asupan daya di pagi hari krusial untuk membantu konsentrasi anak selama belajar di sekolah.

Lingkungan juga berpengaruh lho, Moms! Dukungan dari family dan sekolah dalam membiasakan pola makan sehat bisa membantu mencegah masalah gizi sejak dini.

Jadi, jika anak mulai terlihat susah konsentrasi alias mudah lupa, coba cek lagi pola makannya. Bisa jadi, bukan soal kemauan, tapi kebutuhan gizinya nan belum terpenuhi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan