Pemerintah bakal menggelar rapat lintas kementerian/lembaga pada Selasa (28/4) untuk merespons akibat nan dipicu kenaikan nilai plastik global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pembahasan ini bakal dilakukan oleh Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).
Forum tersebut bakal mengkaji langkah sigap untuk meredam akibat kenaikan nilai plastik terhadap nilai peralatan di dalam negeri.
“Besok kita bakal telaah dalam rapat tim Satgas. Satgas Percepatan Perekonomian Nasional. Termasuk debottlenecking,” kata Airlangga di kantornya, Senin (27/4).
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga bakal membahas opsi pemberian stimulus agar tekanan dari kenaikan nilai plastik dunia tidak terus mendorong inflasi peralatan konsumsi.
Namun, Airlangga belum merinci skema kebijakan nan bakal diambil. Meski demikian, dia meminta publik menunggu hasil rapat untuk mengetahui arah kebijakan nan disiapkan pemerintah.
“Tunggu, besok baru dibahas,” tegasnya.
Airlangga merupakan Ketua I Satgas P2SP, sementara Ketua II dipegang Menteri Sekretaris Negara.
Satgas ini juga mempunyai tiga wakil ketua, ialah Menteri Keuangan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, serta Menteri PPN/Kepala Bappenas.
Harga plastik di Indonesia melonjak tajam pada April 2026, dengan kenaikan mencapai 50-100 persen. Lonjakan ini dipicu gangguan pasokan nafta akibat perang di Iran.
Kondisi tersebut berakibat langsung pada pelaku UMKM dan pedagang, terutama akibat naiknya biaya kemasan. Pemerintah sekarang didorong untuk mencari pengganti sumber pasokan sekaligus mempercepat substitusi bahan baku guna menekan akibat lanjutan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·