Banda Aceh, CNN Indonesia --
Pemerintah Aceh menetapkan status siaga musibah hidrometeorologi di sejumlah kabupaten/kota hingga 20 April 2026.
Kebijakan ini diambil menyusul peringatan awal cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya BMKG memperkirakan wilayah Aceh berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan petir dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini dipengaruhi oleh pola siklonik, belokan angin, serta konvergensi nan meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
Dampaknya nyaris seluruh wilayah Aceh berisiko mengalami musibah hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama pada periode 11 hingga 20 April 2026.
Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk mengaktifkan posko siaga darurat selama 24 jam, khususnya di wilayah rawan bencana.
"Kami meminta BPBD di kabupaten/kota mengaktifkan posko dan memantau perkembangan cuaca secara real-time berbareng BMKG dan BPBA. Periode ini sangat krusial untuk meminimalisir risiko," kata Nasir dalam keterangannya, Selasa (14/4).
Langkah mitigasi kata Nasir tidak boleh ditunda. Pemerintah wilayah diminta segera melakukan normalisasi prasarana air, termasuk pembersihan drainase, sungai, serta pengerukan sedimentasi guna mencegah luapan air.
Selain itu petugas lapangan diminta meningkatkan patroli di area rawan banjir, longsor, dan wilayah aliran sungai (DAS) kritis. Kemudian menginstruksikan mobilisasi Tim Reaksi Cepat (TRC) serta penempatan perangkat berat di titik siaga.
"Sarana pendukung seperti perahu motor, kendaraan evakuasi, logistik darurat, hingga tenda pengungsian kita minta dipastikan dalam kondisi siap pakai," katanya.
Lalu jalur pemindahan dan letak pengungsian juga diminta diverifikasi ulang untuk menjamin keamanan penduduk saat kondisi darurat. Nasir juga meminta seluruh bupati dan wali kota melaporkan perkembangan situasi secara rutin kepada Pemerintah Aceh.
"Jangan ada info nan terputus. Langkah preventif ini diharapkan bisa meminimalisir akibat cuaca ekstrem selama periode siaga," ujarnya.
(fra/dra/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·