56 Jenazah Misterius Dibuang di Pemakaman, Banyak Anak-Anak

Sedang Trending 20 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Trinidad and Tobago dihebohkan dengan penemuan 56 jenazah misterius, kebanyakan anak-anak, di sebuah pemakaman. Petugas penegak norma setempat langsung melakukan penyelidikan dari temuan tersebut.

"Indikasi awal menunjukkan kemungkinan kasus pembuangan jenazah tak bertuan secara ilegal," kata pihak kepolisian setempat, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (19/4/2026).


Kepolisian menambahkan pihaknya dilakukan kajian forensik lanjutan untuk menentukan asal para jenazah. Termasuk mengenai pelanggaran norma alias prosedut terkait.

Semua jenazah itu ditemukan di kota Cumoto, ialah 40 km dari ibu kota Port of Spain. Dari 56 jenazah nan ditemukan, 50 di antaranya adalah anak-anak. Sementara empat mayar berjenis kelamin laki-laki dan dua orang wanita.

Satu jenazah wanita dan seorang laki-laki dewasa disebutkan mempunyai tanda telah menjalani pemeriksaan post mortem. Terdapat tanda pengenal seperti di bilik mayit pada enam jenazah dewasa nan ditemukan.

Pihak kepolisian Cumuto langsung mengamankan letak kejadian. Pemeriksaan forensik juga langsung dilakukan, serta sejumlah unit khusus, termasuk mahir pembunuhan, dikerahkan dalam perihal ini.

Sebagai informais, pembuangan jenazah manusia tidak semestinya termasuk dalam tindak pidana di negara area Karibia tersebut.

Temuan itu juga diakui Komisaris Polisi Allister Guevarro sangat mengerikan. Dia menjanjikan pihak kepolisian bakal menanganinya untuk mengungkap kebenaran.

"Setiap jenazah kudu ditangani dengan terhormat dan sesuai hukum. Setiap perseorangan alias lembaga nan terbukti melakukan pelanggaran bakal dimintai pertanggungjawaban," jelasnya.

Trinidad and Tobago mengalami masalah peningkatan kejahatan terorganisir selema beberapa tahun terakhir. Termasuk pada Desember 2024 saat dideklarasikan keadaan darurat untuk memerangi kekerasan geng.

Angka pembunuhan sejak pandemi Covid-19 tahun 2020 juga meningkat di sana. Saat itu, 20 kasus pembunuhan terjadi per 100 ribu masyarakat dan rekor tertinggi pada 2024 dengan 45,7 kasus per 100 ribu penduduk.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News