49,7 Juta Warga RI Belum Punya Rekening Bank

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkap ada 49,7 juta masyarakat Indonesia nan belum alias tidak mempunyai rekening. Angka tersebut didominasi oleh golongan usia anak-anak rentang 5-14 tahun, nan umumnya dibukakan oleh orang tuanya.

Lebih rinci, LPS mencatat 15,3 juta alias sekitar 5,31% di antaranya, adalah masyarakat dengan usia produktif pada rentang 15-69 tahun. Angka ini nan menjadi perhatian utama LPS dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke depan.

"Total dari masyarakat Indonesia nan belum alias tidak mempunyai rekening itu adalah 49,7 juta. Cukup besar ini. Cuma jika nan usia 5 sampai 14 itu rekeningnya, umumnya dibukakan oleh orang tuanya, itu kami tidak menghitung itu sebagai concern kami. Tapi nan kami taruh perhatian adalah nan usia produktif, nan semestinya sudah mempunyai rekening sendiri, nah itu ada 15,3 juta masyarakat nan belum mempunyai rekening," ungkap Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, dalam rapat berbareng Komisi XI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggito mengatakan, LPS berbareng OJK mendorong perbankan agar memperluas akses pembukaan rekening bagi masyarakat. Ia menyebut, pembukaan rekening juga menjadi salah satu pengarahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk penyaluran program support pemerintah.

Melalui kepemilikan rekening, terang Anggito, support sosial maupun program pemerintah lainnya bisa langsung diterima masyarakat. Adapun tahun sebelumnya, ada sebanyak 3 juta rekening tambahan nan telah di buka oleh perbankan.

"Ini lah sasaran nan diberikan kepada LPS dan OJK, kami selalu bersama-sama dengan OJK untuk memastikan setiap tahun itu bisa dicapai lebih banyak. Tahun lampau itu ada 3 juta tambahan rekening nan dibuka oleh pihak bank," imbuhnya.

Meski demikian, Anggito mengatakan jumlah rekening non-aktif sebesar 9,23% selama satu tahun terakhir. Namun, dia tak menyebut nomor pasti lantaran cemas disalahgunakan pihak nan tidak bertanggung jawab.

"Kami tidak menyampaikan angkanya lantaran ini cukup konfidensial. Tapi kami berbareng dengan OJK memperhatikan ini, bahwa saat ini terjadi tambahan rekening tidak aktif ini meningkat," pungkasnya.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance