16 Perusahaan Antre IPO di BEI, Didominasi Aset Besar di Atas Rp 250 M

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Seorang laki-laki mengawasi layar digital pergerakan nilai saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, (12/12/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 16 perusahaan nan tengah bersiap melantai di bursa melalui penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan hingga 17 April 2026 baru satu perusahaan nan resmi mencatatkan saham dengan total biaya dihimpun sekitar Rp 300 miliar. Perusahaan tersebut adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA).

WBSA melepas 1,80 miliar saham ke publik dengan nilai Rp 168 per saham. Dengan demikian, biaya segar nan sukses dikantongi perusahaan mencapai Rp 302,40 miliar.

“Sampai dengan 17 April 2026 telah tercatat 1 Perusahaan nan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan biaya dihimpun Rp 0,30 triliun. Hingga saat ini, terdapat 16 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.” kata Nyoman dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (19/4).

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menjawab pertanyaan wartawan di Gedung BEI, Rabu (3/7/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Dari sisi skala aset, kebanyakan perusahaan nan antre IPO tergolong besar. Sebanyak 11 perusahaan mempunyai aset di atas Rp 250 miliar. Sementara itu, lima perusahaan lainnya berada pada kategori aset menengah, ialah di kisaran Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.

Jika dilihat berasas sektor, empat perusahaan berasal dari sektor kesehatan. Kemudian masing-masing tiga perusahaan datang dari sektor konsumer siklikal dan non-siklikal.

Selain itu, ada dua perusahaan dari sektor prasarana dan dua lainnya dari sektor teknologi. Adapun sisanya masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor daya dan keuangan.

Sedangkan hingga saat ini, telah diterbitkan 52 emisi dari 35 penerbit EBUS dengan biaya nan dihimpun sebesar Rp 57.16 triliun. Sampai dengan 17 April 2026 terdapat 46 emisi dari 31 penerbit EBUS nan sedang berada dalam pipeline.

Kemudian untuk rights issue, per tanggal 17 April 2026 telah terdapat 3 perusahaan tercatat nan telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 3.75 triliun. Dengan 1 perusahaan nan tetap dalam pipeline.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan