Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada penduduk negara Indonesia (WNI) nan berperan-serta dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF).
Al-Sattiri menyebut, para aktivis kemanusiaan ini tak ubahnya “pahlawan” bagi rakyat Palestina, khususnya Gaza. Sebab, mereka menunjukkan solidaritas nan tinggi kepada rakyat Gaza.
“Saya sangat berbahagia bisa berada di sini berbareng saudara-saudari saya sekalian. Saya mau menyampaikan kepada Anda semua bahwa kalian adalah pahlawan. Anda telah kembali ke negara Anda dengan selamat,” ujar Alsattari saat menyambut kepulangan para WNI relawan GSF di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5).
Alsattari menilai, upaya para WNI dalam misi menembus blokade Israel di Jalur Gaza merupakan perjuangan nan sangat luar biasa dan tidak mudah dilakukan.
“Saya sangat mengenal Israel lantaran saya berasal dari Gaza dan menghabiskan seluruh hidup saya di Gaza. Jadi, jangan cemas dengan apa nan menimpa kalian semua; saya tahu kalian telah sangat menderita,” katanya.
Al-Sattiri menyampaikan apresiasi atas support nan diberikan Indonesia kepada Palestina, baik dari pemerintah maupun masyarakat.
“Saya mau berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, pemerintah, serta seluruh rakyat Indonesia. Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas segala pengorbanan serta penderitaan nan kalian alami selama tiga alias empat hari ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa rakyat Palestina mendoakan para relawan dan percaya bahwa Palestina bakal merdeka di masa depan.
“Kami senantiasa mendoakan kalian setiap waktu, kami percaya bahwa suatu hari kelak insyaallah Palestina bakal merdeka. Seluruh rakyat Palestina bakal kembali ke tanah mereka, dan kalian semua bakal mengunjungi Masjid Al-Aqsa serta beragama di sana segera, insyaallah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, dia juga memberikan apresiasi unik kepada para wartawan nan turut serta dalam misi tersebut.
“Saya mau berterima kasih nan sebesar-besarnya kepada mereka, kalian telah bekerja keras dan merasakan penderitaan nan luar biasa. Namun kini, saya rasa kalian telah mencium udara Gaza, dan itu sudah cukup bagi kalian semua,” ujarnya.
menutup pernyataannya, Al-Sattiri menegaskan bahwa ada kedekatan emosional antara Palestina dan Indonesia nan sangat kuat.
“Saya tidak merasa sebagai orang asing di sini; Indonesia adalah negara kedua saya. Terima kasih banyak atas support nan besar bagi rakyat saya, dan insyaallah Palestina bakal merdeka,” tuturnya.
Adapun kesembilan penduduk negara Indonesia (WNI) nan tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) tiba di Indonesia pada Minggu (24/5) sore.
Kesembilan WNI tersebut ialah wartawan Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, Andre Prasetyo Nugroho wartawan Tempo TV, Rahendro Herubowo eks wartawan INews, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
46 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·