Surat Haru Istri Diogo Jota untuk Andy Robertson Jelang Piala Dunia 2026

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Surat Haru Istri Diogo Jota untuk Andy Robertson Jelang Piala Dunia 2026 Diogo Jota(Patricia DE MELO MOREIRA / AFP)

MENJELANG laga perdana Skotlandia di arena Piala Dunia 2026 setelah penantian selama 28 tahun, sebuah surat menyentuh dari Rute Cardoso, istri mendiang Diogo Jota, ditujukan kepada kapten tim nasional Skotlandia Andy Robertson.

Surat tersebut menjadi bagian dari program FIFA berjudul Letters That Unite, sebuah inisiatif nan menghadirkan kisah-kisah emosional nan menghubungkan para pemain, keluarga, dan fans sepak bola dari seluruh dunia.

Andy Robertson dan Diogo Jota dikenal mempunyai hubungan nan sangat dekat. Keduanya tidak hanya menjadi rekan setim di Liverpool, tetapi juga sahabat nan berbagi banyak momen di dalam maupun di luar lapangan.

Sebelumnya, Robertson mengungkapkan perasaannya menjelang tampil di Piala Dunia berbareng Skotlandia.

"Saya tidak hanya bermain untuk diri saya sendiri. Saya bermain untuk kami berdua," ujar Robertson.

Pernyataan tersebut merujuk pada mimpinya berbareng Jota untuk tampil di panggung sepak bola terbesar dunia. Dalam suratnya, Rute Cardoso mengungkapkan rasa rindu, syukur, dan kebanggaannya kepada Robertson.

"Andy, saya menulis surat ini dengan hati nan penuh kerinduan, rasa terima kasih, dan nan terpenting kebanggaan. Diogo sering berbincang tentangmu, tentang persahabatan nan kalian bangun, perjuangan nan kalian lalui bersama, tantangan, tawa, serta percakapan tentang sepak bola dan mimpi-mimpi kalian," tulis Rute.

Ia menjelaskan bahwa Piala Dunia merupakan salah satu mimpi besar nan selama ini dibangun berbareng oleh Jota dan Robertson.

"Piala Dunia adalah salah satu mimpi itu, mimpi nan kalian pelihara berbareng dengan semangat nan sama seperti saat kalian melangkah ke lapangan. Ketika saya mendengar kata-katamu dan mengetahui apa nan Anda rasakan saat Skotlandia akhirnya lolos ke Piala Dunia setelah penantian panjang, saya menyadari bahwa Diogo tidak pernah betul-betul meninggalkan lapangan," lanjutnya.

Menurut Rute, keberhasilan Skotlandia mencapai putaran final Piala Dunia juga menjadi bagian dari mimpi nan pernah dimiliki Jota.

"Dengan mencapai momen itu dan memastikan tempatmu di Piala Dunia, Anda tidak pergi sendirian. Kamu juga membawa mimpi Diogo bersamamu. Dan ketika Anda melangkah ke lapangan, saya tahu bukan hanya dirimu nan melangkah keluar. Diogo bakal bersamamu dalam pikiran, langkah, dan hatimu."

Rute kemudian menyampaikan apresiasi mendalam kepada Robertson nan terus mengenang sahabatnya tersebut.

"Hari ini saya mau berterima kasih kepadamu. Terima kasih lantaran tidak melupakannya. Terima kasih lantaran membawanya bersamamu. Terima kasih lantaran mengubah rasa kehilangan menjadi kekuatan dan sesuatu nan begitu indah. Itulah nan kami lakukan di rumah setiap hari."

Ia menambahkan bahwa Diogo Jota bakal selalu merasa bangga terhadap Robertson.

"Dia akan, dan selalu, sangat bangga kepadamu. Jagalah mimpi itu, Andy. Jalani untuk dirimu sendiri dan untuk dirinya."

Surat nan ditutup dengan ungkapan cinta, rasa syukur, dan support penuh dari Rute Cardoso tersebut menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya soal pertandingan dan trofi, tetapi juga tentang persahabatan, kenangan, dan mimpi nan terus hidup meski seseorang telah tiada.

Ketika Andy Robertson memimpin Skotlandia memasuki lapangan Piala Dunia, dia tidak hanya membawa angan bangsanya, tetapi juga membawa mimpi seorang sahabat nan pernah melangkah bersamanya. (Z-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia