<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss xmlns:g="http://base.google.com/ns/1.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0">
    <channel>
        <title>Newss.id</title>
        <description>Newss.id - Berita terkini, informasi dan kabar terbaru hari ini seputar Indonesia, dunia, ekonomi, politik, peristiwa, daerah, olahraga, lifestyle, teknologi, sains, otomotif, dan hiburan.</description>
        <image>
          <title>Newss.id</title>
          <url>https://www.newss.id/favicon.ico</url>
          <link>https://www.newss.id/</link>
        </image>
        <category>Newss.id</category>
        <link>https://www.newss.id/</link>
        <atom:link href="https://www.newss.id/rss.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <atom:link href="https://www.newss.id/" rel="alternate" type="application/rss+xml"/>
        <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 02:35:11 +0700</pubDate>
        <lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2026 02:35:11 +0700</lastBuildDate>
        <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
        <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
        <managingEditor>admin@newss.id (Newss.id)</managingEditor>
        <webMaster>admin@newss.id (Newss.id)</webMaster>
        <language>id-ID</language>
        <copyright>Copyright 2026, Newss.id</copyright>
        <generator>AGC Kincaimedia</generator>
        <itunes:explicit>no</itunes:explicit>
        <itunes:image href="https://www.newss.id/favicon.ico"/>
        <itunes:keywords>Newss.id</itunes:keywords>
        <itunes:summary>Newss.id - Berita terkini, informasi dan kabar terbaru hari ini seputar Indonesia, dunia, ekonomi, politik, peristiwa, daerah, olahraga, lifestyle, teknologi, sains, otomotif, dan hiburan.</itunes:summary>
        <itunes:subtitle>Newss.id</itunes:subtitle>
        <itunes:category text="Technology"/>
        <itunes:category text="Business"/>
        <itunes:category text="Arts">
          <itunes:category text="Performing Arts"/>
          <itunes:category text="Visual Arts"/>
        </itunes:category>
        <itunes:author>Newss.id</itunes:author>
        <itunes:owner>
          <itunes:email>admin@newss.id</itunes:email>
          <itunes:name>Newss.id</itunes:name>
        </itunes:owner>
                <item>
            <title>Ketika Perpustakaan Menunggu Pengunjung</title>
            <description>Datang ke perpustakaan pagi-pagi, saya justru menemukan pertanyaan yang lebih besar: masihkah perpustakaan dan budaya membaca menjadi kebutuhan masyarakat? #userstory</description>
            <media:thumbnail url="https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,f_jpg,q_auto,w_600,h_315,c_lpad,b_white/g_south,l_og_user_zprw89/co_rgb:ffffff,g_south_west,l_text:Heebo_20_bold:Konten%20dari%20Pengguna%0DSigid%20Mulyadi,x_140,y_26/01ka0pwa0qqyedq421yhpfyjsc.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-83722.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div data-qa-id="article-main"><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-1">Pengunjung membaca kitab di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Jumat (7/2/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-5">Sabtu pagi itu saya memutuskan mengunjungi perpustakaan regional di kota saya. Sudah lama saya mau datang ke sana. Bukan lantaran ada kitab tertentu nan mau saya cari, melainkan lantaran rasa penasaran. Saya mau memandang seperti apa wajah perpustakaan publik nan dibangun dengan anggaran besar.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-8">Ketika tiba di depan gedung, saya sempat berdecak kagum. Bangunannya megah, besar, dan menjulang tinggi. Dari tampilan fisiknya, gedung itu terlihat relatif baru. Sekilas, perpustakaan itu tampak seperti simbol optimisme: sebuah pernyataan bahwa pengetahuan tetap dianggap krusial dan layak mendapat tempat terhormat di tengah kota.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-10">Saya tiba beberapa menit sebelum pukul delapan pagi. Karena jasa belum dibuka, saya memanfaatkan waktu untuk membikin kartu personil melalui komputer nan tersedia di lobi. Setelah itu saya mengisi kitab tamu secara berdikari melalui perangkat nan juga disediakan di sana. Ketika proses selesai, saya mendapati diri sebagai visitor pertama hari itu.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-12">Tidak lama kemudian jam menunjukkan pukul delapan lewat. Namun meja resepsionis tetap kosong.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-14">Saya mencoba masuk ke area koleksi dan berjumpa dengan petugas kebersihan. Mereka menjelaskan bahwa belum ada petugas perpustakaan nan datang sehingga mereka tidak berkuasa mengizinkan saya masuk ke ruang baca. Penjelasan itu tentu masuk akal. Saya memahami bahwa mereka hanya menjalankan tugasnya.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-17">Karena petugas resmi belum datang, saya diminta menunggu di luar gedung. Saya pun keluar dan menunggu.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-19">Lima menit berlalu. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-21">Sepuluh menit. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-23">Lima belas menit.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-25">Saya mencoba bersabar. Namun pada akhirnya saya memutuskan pulang. Bukan lantaran marah, melainkan lantaran tidak ada kepastian kapan jasa betul-betul dimulai. Saya berpikir bahwa waktu saya terlalu berbobot untuk dihabiskan dalam penantian nan tidak jelas ujungnya.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-27">Saya meninggalkan perpustakaan dengan emosi nan susah dijelaskan. Bukan kecewa dalam makna besar, tetapi lebih sebagai sebuah keganjilan. Sebab ada sesuatu nan terasa tidak selaras: sebuah gedung nan dibangun untuk menghormati pengetahuan justru belum siap menyambut orang nan datang mencarinya.</p><h2 id="sebuah-pagi-yang-menyisakan-pertanyaan" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-30"><strong data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-31">Sebuah Pagi nan Menyisakan Pertanyaan</strong></h2><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-32">Dalam perjalanan pulang, saya berupaya menjaga prasangka baik. Bisa saja hari itu terjadi keadaan nan tidak diinginkan. Bisa jadi ada hambatan nan membikin petugas terlambat hadir. Semua orang tentu pernah mengalami hal-hal di luar rencana.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-35">Namun semakin jauh saya berjalan, semakin banyak pertanyaan nan muncul.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-37">Mengapa saya menjadi satu-satunya orang nan datang pagi itu?</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-39">Mengapa tidak ada antrean?</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-41">Mengapa tidak ada mahasiswa, pelajar, orang tua, alias anak-anak nan tampak menunggu perpustakaan dibuka?</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-43">Awalnya saya menganggap perihal itu kebetulan. Tetapi lama-kelamaan pertanyaan tersebut membawa saya pada kegelisahan nan lebih besar daripada sekadar keterlambatan petugas.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-45">Jangan-jangan persoalan sebenarnya bukan terletak pada jam layanan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-47">Jangan-jangan persoalan nan lebih mendasar adalah bahwa semakin sedikit orang nan merasa perlu datang ke perpustakaan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-49">Kita hidup di era ketika info tersedia dalam hitungan detik. Apa pun nan mau diketahui dapat dicari melalui mesin pencari. Buku digital dapat diunduh. Video penjelasan tersedia dalam jumlah tak terbatas. Bahkan sekarang kepintaran buatan bisa menjawab pertanyaan nan dulu mengharuskan seseorang membuka beberapa kitab sekaligus.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-52">Di tengah situasi seperti itu, perpustakaan menghadapi tantangan nan jauh lebih besar dibandingkan beberapa dasawarsa lalu. Pertanyaannya bukan lagi gimana menyediakan informasi. Pertanyaannya adalah gimana membikin orang tetap merasa perlu mendatangi ruang nan berjulukan perpustakaan.</p><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-54">Ilustrasi dibuat dengan AI</figure><h2 id="krisis-membaca-atau-perubahan-cara-belajar?" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-58"><strong data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-59">Krisis Membaca alias Perubahan Cara Belajar?</strong></h2><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-60">Sering kali kita mendengar keluhan bahwa minat baca masyarakat menurun. Narasi ini begitu sering diulang hingga nyaris diterima sebagai kebenaran mutlak.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-62">Namun saya tidak sepenuhnya percaya persoalannya sesederhana itu.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-64">Generasi muda hari ini mungkin membaca dengan langkah nan berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka membaca tulisan pendek, utas media sosial, laporan digital, buletin daring, hingga beragam corak konten visual nan memuat informasi. Dalam banyak hal, mereka justru terpapar lebih banyak teks dibanding generasi nan hidup sebelum internet.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-67">Masalahnya bukan semata-mata jumlah bacaan. Masalahnya adalah kualitas perhatian.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-69">Peneliti media seperti Nicholas Carr pernah mengemukakan bahwa internet condong mendorong pola membaca nan cepat, terfragmentasi, dan dangkal. Kita terbiasa melompat dari satu info ke info lain tanpa sempat merenungkan maknanya. Kita mengetahui banyak hal, tetapi sering kali hanya di permukaan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-71">Dalam konteks inilah perpustakaan sebenarnya mempunyai peran nan semakin penting, bukan semakin usang. Perpustakaan adalah salah satu sedikit ruang nan tetap mengajarkan manusia untuk memperlambat diri.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-73">Di sana seseorang tidak dituntut untuk terus menggulir layar. Tidak ada notifikasi nan berebut perhatian. Tidak ada algoritma nan menentukan apa nan kudu dibaca berikutnya. nan ada hanyalah kesempatan untuk duduk, membuka buku, dan memberi ruang bagi pikiran untuk bekerja secara mendalam.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-76">Ironisnya, justru ketika keahlian berkonsentrasi menjadi semakin langka, ruang-ruang nan melatih konsentrasi tampak semakin sepi.</p><h2 id="gedung-megah-dan-ruang-yang-hidup" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-79"><strong data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-80">Gedung Megah dan Ruang nan Hidup</strong></h2><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-81">Pengalaman saya pagi itu juga memunculkan refleksi lain.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-83">Selama ini, ketika berbincang tentang pembangunan perpustakaan, perhatian kita sering terfokus pada gedung fisik. Kita bangga ketika mempunyai gedung nan besar, akomodasi modern, dan kreasi nan menarik. Semua itu memang penting.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-85">Namun perpustakaan pada akhirnya tidak diukur dari kemegahan gedungnya. Perpustakaan diukur dari kehidupan nan berjalan di dalamnya.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-87">Sebuah perpustakaan nan sederhana tetapi dipenuhi diskusi, organisasi belajar, anak-anak nan membaca, mahasiswa nan meneliti, dan penduduk nan berbincang mungkin jauh lebih hidup daripada gedung mewah nan hanya ramai saat peresmian.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-89">Sosiolog Amerika, Ray Oldenburg, memperkenalkan konsep "third place", ialah ruang di luar rumah dan tempat kerja nan memungkinkan penduduk membangun relasi sosial dan kehidupan komunitas. Di banyak negara, perpustakaan modern berkembang menjadi ruang semacam itu. Orang datang bukan hanya untuk meminjam buku, tetapi juga untuk belajar, berdiskusi, bekerja, mengikuti lokakarya, alias sekadar menjadi bagian dari kehidupan publik nan sehat.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-92">Barangkali inilah tantangan perpustakaan masa kini.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-94">Ia tidak cukup hanya menjadi penyimpanan buku.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-96">Ia kudu menjadi ruang nan dirindukan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-98">Tempat nan membikin orang merasa mau datang kembali.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-100">Tempat nan menghadirkan pengalaman nan tidak bisa digantikan oleh layar ponsel.</p><h2 id="menjaga-harapan-di-tengah-kesunyian" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-103"><strong data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-104">Menjaga Harapan di Tengah Kesunyian</strong></h2><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-105">Saya tidak tahu apakah keterlambatan petugas pada pagi itu merupakan kejadian nan langka alias justru sesuatu nan biasa. Saya juga tidak tahu apakah perpustakaan tersebut sebenarnya ramai pada jam-jam berikutnya.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-107">Yang saya tahu, pengalaman mini itu meninggalkan kesan nan lebih besar daripada nan saya duga.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-109">Kesan tersebut bukan tentang petugas nan terlambat.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-111">Bukan pula tentang waktu menunggu nan terbuang.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-113">Melainkan tentang sebuah pertanyaan nan terus mengendap di kepala saya: masihkah perpustakaan menjadi tempat nan dicari orang?</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-116">Pertanyaan itu krusial lantaran masa depan perpustakaan sesungguhnya tidak hanya ditentukan oleh anggaran pemerintah, koleksi buku, alias kemegahan bangunan. Masa depannya ditentukan oleh sejauh mana masyarakat tetap memandang membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar aktivitas tambahan ketika mempunyai waktu luang.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-118">Pada akhirnya, perpustakaan adalah cermin hubungan sebuah masyarakat dengan pengetahuan. Ketika perpustakaan hidup, biasanya ada rasa mau tahu nan juga hidup. Ketika perpustakaan sepi, nan patut kita khawatirkan bukan hanya jumlah visitor nan berkurang, melainkan kemungkinan bahwa rasa mau tahu perlahan kehilangan tempat dalam kehidupan sehari-hari.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-120">Karena itu saya berambisi suatu hari kelak saya kembali ke perpustakaan tersebut dan menemukan suasana nan berbeda. Bukan sekadar pintu nan terbuka tepat waktu, melainkan ruang nan dipenuhi orang-orang nan datang lantaran mau belajar, memahami, dan bertanya.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210d99f45c8e000a27587c-1780551065817781177-ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-27WwS0tohg1-115-123">Sebab kemajuan sebuah masyarakat pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa sigap dia mengakses informasi, tetapi juga oleh kesediaannya untuk berakhir sejenak, membaca lebih dalam, dan memikirkan sesuatu lebih lama. Dan di bumi nan semakin bising oleh arus info nan tak pernah berhenti, mungkin perpustakaan adalah salah satu tempat terakhir nan tetap mengingatkan kita bahwa pengetahuan tidak lahir dari kecepatan, melainkan dari kesediaan untuk memberi perhatian.</p></div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/ketika-perpustakaan-menunggu-pengunjung-83722.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 02:35:11 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Kepala KUPP Sungai Lumpur Ditetapkan sebagai Tersangka Pemerasan</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan telah menetapkan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sungai Lumpur, berinisial IM, sebagai tersangka atas dugaan pemerasan dalam pengurusan izin...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/027522500-1780601438-1001407152jpg.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/kepala-kupp-sungai-lumpur-ditetapkan-sebagai-tersangka-pemerasan-83721.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
        <p>   <b>, PALEMBANG,</b> &ndash; Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan telah menetapkan <b>Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sungai Lumpur</b>, berinisial IM, sebagai tersangka atas dugaan pemerasan dalam pengurusan izin pelayaran kapal. Penetapan ini dilakukan setelah IM terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di kediamannya di Kota Palembang pada Kamis pagi.</p><p>Penyidik Kejati Sumsel bergerak sigap dengan menggeledah dua rumah di area Jalan Talang Gading dan Kompleks Pusri Kebon Sirih, Kecamatan Kalidoni. Dalam operasi ini, empat staf KUPP berinisial N, HA, AP, dan KW turut diamankan untuk dimintai keterangan.</p><p>Dari hasil penggeledahan, interogator menyita duit tunai sebesar Rp143,2 juta nan diakui sebagai hasil pungutan dari sejumlah perusahaan. Selain itu, ditemukan lima kartu ATM, arsip penting, kitab catatan transaksi, tujuh telepon seluler, dan satu komputer tablet.</p><p>Berdasarkan investigasi awal, IM diduga meminta duit di luar ketentuan resmi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada perusahaan pemasok kapal, pemilik kapal, perusahaan bongkar muat (PBM), hingga pengelola terminal jetty. Uang tersebut diduga diminta untuk memperlancar proses pengurusan arsip pelayaran, khususnya Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Perusahaan nan menolak bayar diduga mengalami kesulitan alias keterlambatan dalam pengurusan dokumen.</p><p>Ketut Sumedana, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, menyatakan bahwa IM telah menjabat sebagai Kepala KUPP Kelas III Sungai Lumpur sejak Oktober 2024. Dari praktik terlarangan ini, tersangka diduga memperoleh untung antara Rp100 juta hingga Rp200 juta per pekan.</p>			
			
				
				<p>Salah satu korban, <b>PT Rizkia Andalas Nusantara</b>, melalui direkturnya berinisial MS, mengaku menyetor Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan kepada IM agar 20 kapal tugboat dan ponton milik perusahaan dapat beraksi setiap bulan.</p><p>Kejati Sumsel menegaskan bahwa investigasi bakal diperluas dengan memeriksa 15 perusahaan jasa pelayaran lainnya untuk mendalami dugaan praktik pemerasan ini. "Saat ini interogator tetap mendalami dugaan aliran biaya serta menelusuri sudah berapa kali praktik seperti ini terjadi," ujar Ketut. Nilai kerugian negara dari kasus ini tetap dalam penyelidikan.</p><p><i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/kepala-kupp-sungai-lumpur-ditetapkan-sebagai-tersangka-pemerasan-83721.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 02:35:10 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>KemenPANRB Jajaki Kerja Sama Digital dengan Estonia</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menjajaki kerja sama dengan Estonia dalam bidang pemerintahan digital dan reformasi tata kelola di Indonesia. Wakil Menteri PANRB,...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/086262000-1780600510-1000524980jpg.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/kemenpanrb-jajaki-kerja-sama-digital-dengan-estonia-83720.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
        <p>   <b>, JAKARTA,</b> &ndash; Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menjajaki kerja sama dengan Estonia dalam bagian pemerintahan digital dan reformasi tata kelola di Indonesia. Wakil Menteri PANRB, <b>Purwadi Arianto</b>, mengungkapkan bahwa Estonia dikenal sebagai pelopor dalam pemerintahan digital dan dapat menjadi contoh bagi Indonesia.</p><p>Pertemuan antara Purwadi dengan <b>Duta Besar Estonia</b> untuk Indonesia, Singapura, dan ASEAN, <b>Veikko Kala</b>, di Jakarta, Kamis, menyoroti gimana pengalaman Estonia dapat diadaptasi untuk mendukung transformasi digital Indonesia. Purwadi menekankan bahwa transformasi digital di Indonesia adalah bagian integral dari reformasi birokrasi, dengan konsentrasi pada kreasi ulang tata kelola dan jasa publik nan berpusat pada masyarakat.</p><p>Indonesia mengedepankan prasarana publik digital sebagai fondasi jasa publik terintegrasi, dengan perhatian unik pada identitas digital, pertukaran data, dan pembayaran digital. Purwadi menyatakan bahwa Indonesia mau beranjak dari jasa publik berbasis lembaga ke jasa nan berpusat pada masyarakat, mencakup beragam aspek kehidupan warga, seperti kelahiran, pendidikan, dan kesehatan.</p><p>Dalam upaya ini, Indonesia menghadapi tantangan besar, antara lain luas wilayah, jumlah penduduk, literasi digital, dan kesiapan infrastruktur. Oleh lantaran itu, Indonesia memandang pentingnya belajar dari Estonia, bukan untuk meniru, tetapi untuk mendapatkan wawasan praktis nan sesuai dengan konteks Indonesia.</p><h2>Potensi Kerja Sama dan Tantangan</h2><p>Purwadi mengidentifikasi tiga area potensial kerja sama dengan Estonia: studi banding pemerintahan digital, peningkatan kapabilitas transformasi digital, dan konsultasi kebijakan untuk jasa publik berpusat pada masyarakat. Duta Besar Veikko Kala menambahkan bahwa Estonia siap mendukung dengan solusi konkret dalam pemerintahan digital.</p>			
			
				
				<p>Veikko menjelaskan bahwa keamanan siber adalah fondasi utama dalam pemerintahan digital Estonia. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, Estonia memastikan bahwa semua sistem berfaedah dengan baik untuk menjaga kepercayaan masyarakat.</p><p><i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/kemenpanrb-jajaki-kerja-sama-digital-dengan-estonia-83720.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 02:20:11 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Posisi Hubungan Intim yang Bikin Cepat Hamil</title>
            <description>Banyak pasangan yang sedang menjalani program kehamilan mencari berbagai cara untuk meningkatkan peluang memiliki momongan, termasuk memilih posisi hubungan intim yang dianggap dapat memperbesar kemungkinan terjadinya pembuahan.</description>
            <media:thumbnail url="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/612/3222550/hubungan_intim-5Oxc_large.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/posisi-hubungan-intim-yang-bikin-cepat-hamil-83719.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
                        
            
            <p><a href="https://redaksi.okezone.com/detail/tim-okezone/2900" aria-label="icon account"><img src="https://cdn.okezone.com/underwood/revamp/2024/revamp/desktop/img/icon-profile.png" alt lazy="loading"></a>
                        <a href="https://redaksi.okezone.com/detail/tim-okezone/2900" title="Tim Okezone">
                            Tim Okezone                        </a>
                                                <span>,&nbsp;Jurnalis-Jum'at, 05 Juni 2026 |02:09 WIB</span>
                                                </p>
            <div>
                <p><img lazy="loading" src="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/612/3222550/hubungan_intim-5Oxc_large.jpg" data-original="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/612/3222550/hubungan_intim-5Oxc_large.jpg" alt="Posisi Hubungan Intim nan Bikin Cepat Hamil"></p><p>Posisi Hubungan Intim nan Bikin Cepat Hamil (Foto: Freepik)</p>
            </div>

            
            
            

                            

 
 
            

            

            <div>
                                                                    
                <p><strong>JAKARTA </strong>- Banyak pasangan nan sedang menjalani program <a href="https://www.okezone.com/tag/hamil" target="_blank"><strong>kehamilan</strong></a> mencari beragam langkah untuk meningkatkan kesempatan mempunyai momongan, termasuk memilih posisi hubungan intim nan dianggap dapat memperbesar kemungkinan terjadinya pembuahan.</p>

<p>Namun, para mahir menegaskan bahwa keberhasilan kehamilan tidak semata-mata ditentukan oleh posisi saat berasosiasi intim. Faktor nan jauh lebih krusial adalah gelombang hubungan seksual, waktu nan tepat saat masa subur, serta kondisi kesehatan reproduksi kedua pasangan.</p>

<p>Secara umum, wanita dapat mengandung melalui beragam posisi hubungan intim. nan terpenting adalah sperma dapat mencapai sel telur dan proses pembuahan berjalan dengan baik.</p>                                                                    
                

<h2><strong>Benarkah Posisi Misionaris Paling Efektif?</strong></h2>

<p>Posisi misionaris, ialah saat wanita berebahan telentang dan pasangan berada di atas, sering disebut sebagai posisi terbaik untuk program hamil. Banyak orang percaya bahwa gravitasi membantu sperma bergerak menuju rahim sehingga kesempatan pembuahan menjadi lebih besar.</p>

<p>Meski demikian, belum ada bukti ilmiah nan menunjukkan bahwa posisi ini secara signifikan meningkatkan kesempatan kehamilan dibandingkan posisi lainnya. Selain itu, kondisi anatomi setiap wanita berbeda-beda. Misalnya, sebagian wanita mempunyai rahim nan mengarah ke belakang (retroverted uterus), sehingga posisi seksual tidak banyak memengaruhi perjalanan sperma menuju sel telur.</p>

<h2><strong>Posisi Penetrasi dari Belakang</strong></h2>

<p>Beberapa mahir menyebut posisi penetrasi dari belakang (rear-entry) berpotensi memberikan untung mini lantaran memungkinkan penetrasi nan lebih dalam. Dengan demikian, sperma dapat ditempatkan lebih dekat ke leher rahim.</p>                                                                    
                

<p>Sebagian pasangan juga memilih beristirahat sejenak setelah berasosiasi intim dengan posisi berebahan agar merasa lebih nyaman. Namun, tidak ada bukti kuat bahwa posisi tersebut secara langsung meningkatkan nomor keberhasilan kehamilan.</p>

            </div>
        
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/posisi-hubungan-intim-yang-bikin-cepat-hamil-83719.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 02:20:06 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Kisah Saina Nehwal, Pebulutangkis Cantik India yang Dua Kali Beruntun Juara Indonesia Open</title>
            <description>Saina Nehwal juara dua kali beruntun dan menjadi orang India pertama yang pernah menaklukkan turnamen kebanggaan Indonesia tersebut.</description>
            <media:thumbnail url="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/40/3222513/saina_nehwal_pebulutangkis_cantik_india_yang_dua_kali_beruntun_juara_indonesia_open-ftPV_large.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/kisah-saina-nehwal-pebulutangkis-cantik-india-yang-dua-kali-beruntun-juara-indonesia-open-83718.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
                        
            
            <p><a href="https://redaksi.okezone.com/detail/dian-af/4176" aria-label="icon account"><img src="https://cdn.okezone.com/underwood/revamp/2024/revamp/desktop/img/icon-profile.png" alt lazy="loading"></a>
                        <a href="https://redaksi.okezone.com/detail/dian-af/4176" title="Dian AF">
                            Dian AF                        </a>
                                                <span>,&nbsp;Jurnalis-Jum'at, 05 Juni 2026 |02:06 WIB</span>
                                                </p>
            <div>
                <p><img lazy="loading" src="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/40/3222513/saina_nehwal_pebulutangkis_cantik_india_yang_dua_kali_beruntun_juara_indonesia_open-ftPV_large.jpg" data-original="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/40/3222513/saina_nehwal_pebulutangkis_cantik_india_yang_dua_kali_beruntun_juara_indonesia_open-ftPV_large.jpg" alt="Kisah Saina Nehwal, Pebulutangkis Cantik India nan Dua Kali Beruntun Juara Indonesia Open "></p><p>Saina Nehwal, Pebulutangkis Cantik India nan Dua Kali Beruntun Juara Indonesia Open  (Foto: Okezone)</p>
            </div>


            
            
            

                            

 
 
            

            

            <div>
                                                                    
                <p><strong>DI </strong>antara ratusan<a href="https://www.okezone.com/tag/pebulu-tangkis"> pebulutangkis</a> nan pernah menginjakan kaki di lapangan <a href="https://www.okezone.com/tag/indonesia-open">Indonesia Open</a>, ada satu nama dari India sukses mencatatkan prestasi nan tak terduga. Bukan hanya sekadar menang, Saina Nehwal juara dua kali beruntun dan menjadi orang India pertama nan pernah menaklukkan turnamen kebanggaan Indonesia tersebut.&nbsp;</p>

<h2><strong>1. Lahir dari Keluarga Biasa</strong></h2>

<p>Lahir dari pasangan Harvir Singh Nehwal dan Usha Rani Nehwal di Hisar, India pada 17 Maret 1990, Saina Nehwal sebenarnya tidak mempunyai latar belakang bulu tangkis nan kuat dari kedua orang tuanya.&nbsp;</p>

<p><img alt="Jelang India Open 2017, Saina Nehwal Punya Kenangan Manis di Rumah Sendiri" src="https://img.okezone.com/content/2017/03/29/40/1653467/jelang-india-open-2017-saina-nehwal-punya-kenangan-manis-di-rumah-sendiri-AsZuX6jbnM.jpg"></p>                                                                    
                

<p>Sang ayah merupakan seorang akademisi, sementara sang ibu hanya bermain bulu tangkis di level lokal Haryana. Namun dari fondasi sederhana itulah, sebuah pekerjaan luar biasa mulai dibangun.&nbsp;</p>

<p>Saina mulai berlatih bulu tangkis di usia delapan tahun dan mengawali pekerjaan profesionalnya dengan menjuarai Asian Satellite Badminton Tournament di usia 16 tahun. Di usia nan sama, dia menjadi wanita India pertama dan termuda di Asia nan sukses juara di empat turnamen bintang empat dunia.&nbsp;</p>

<h2><strong>2. Juara Indonesia Open Back to Back</strong></h2>

<p>Pencapaian nan paling mengukir nama Saina di hati pecinta bulu tangkis Indonesia adalah dominasinya di turnamen nan nyaris selalu dikuasai China. Saina Nehwal adalah wakil India pertama nan bisa menjajah Indonesia Open, dan dia melakukannya sebanyak dua kali&nbsp; ialah pada 2009 dan 2010 secara berturut-turut,&nbsp;</p>                                                                    
                

<p>Capaian itu sangat spesial lantaran selama ini nomor tunggal putri Indonesia Open dikuasai pebulutangkis China. Saat ada wakil negara lain nan juara, mereka paling hanya bisa melakukannya sekali.</p>

<p>Kiprah Saina jauh melampaui Indonesia Open. Selama kariernya, dia meraih 24 gelar internasional, termasuk sepuluh gelar Superseries. Ia mewakili India tiga kali di Olimpiade dan meraih lencana perunggu di Olimpiade London 2012.&nbsp;</p>

<p>Saina pernah mencapai ranking dua bumi pada 2009 dan sukses menembus ranking satu bumi pada 2 April 2015. Sebuah pencapaian nan hanya bisa diraih segelintir atlet bulu tangkis sepanjang sejarah.&nbsp;</p>                                



            </div>
        
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/kisah-saina-nehwal-pebulutangkis-cantik-india-yang-dua-kali-beruntun-juara-indonesia-open-83718.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 02:15:06 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Pernah Jalani Misi PBB, Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Minta Dihukum Ringan</title>
            <description>Penasehat hukum menilai, hal yang meringankan terdakwa selama proses persidangan merupakan fakta hukum yang sah dan terbukti.</description>
            <media:thumbnail url="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/338/3222594/tni-p729_large.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/pernah-jalani-misi-pbb-pelaku-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-minta-dihukum-ringan-83717.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
                        
            
            
            <div>
                <p><img lazy="loading" src="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/338/3222594/tni-p729_large.jpg" data-original="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/338/3222594/tni-p729_large.jpg" alt="Pernah Jalani Misi PBB, Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Minta Dihukum Ringan"></p><p>Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Minta Dijatuhi Hukuman Ringan/Okezone</p>
            </div>

            
            
            

                            

 
 
            

            

            <div>
                                                                    
                <p><strong>JAKARTA</strong> - Empat terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS <a href="https://www.okezone.com/tag/andrie-yunus">Andrie Yunus</a> berambisi Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta dijatuhi balasan seringan-ringannya. Adapun, Oditur Militer II-07 sebelumnya menuntut para terdakwa 2,5 tahun penjara.</p>

<p>Permintaan itu, disampaikan oleh penasehat norma terdakwa ketika membacakan surat pledoi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kamis (4/6/2026).</p>                                                                    
                

<p>Penasehat norma menilai, perihal nan meringankan terdakwa selama proses persidangan merupakan kebenaran norma nan sah dan terbukti.</p>

<p>Di antaranya, para terdakwa bersikap jujur, kooperatif, dan tidak berbelitan selama proses pemeriksaan. Para terdakwa juga menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya serta menunjukkan penyesalan nan sungguh-sungguh.</p>                                                                    
                



<p>Selain itu, penasehat norma juga menyampaikan bahwa para terdakwa mempunyai rekam jejak pengabdian nan baik kepada bangsa dan negara. Serta pernah menjalankan misi perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).</p>

<p>"Para terdakwa pernah melaksanakan tugas operasi negara dan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata penasehat norma di ruang sidang.</p>                                                                    
                

<p>Faktor lain nan bisa meringankan balasan pidana perkara ini, juga lantaran para terdakwa belum pernah dijatuhi pidana maupun balasan disiplin militer nan berat selama berdinas. Selain itu, para terdakwa dinilai tetap mempunyai potensi pembinaan nan baik sehingga lebih tepat untuk dibina.</p>

<p>"Para terdakwa tetap mempunyai potensi pembinaan nan baik berasas hasil pemeriksaan ilmu jiwa militer. Para<a href="https://www.okezone.com/tag/penyiraman-air-keras"> terdakwa</a> tetap mempunyai tanggung jawab moral, sosial, dan ekonomi terhadap family masing-masing," pungkasnya.</p>                                                                    
                



            </div>
        
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/pernah-jalani-misi-pbb-pelaku-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-minta-dihukum-ringan-83717.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 02:10:08 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Simulacrum Kontinuitas Edenik: Dekonstruksi Premis Genesis Negara-Bangsa</title>
            <description>Rekonstruksi dalam risalah saya ini tidak menawarkan kebenaran baru yang absolut.</description>
            <media:thumbnail url="https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,f_jpg,q_auto,w_600,h_315,c_lpad,b_white/g_south,l_og_user_zprw89/co_rgb:ffffff,g_south_west,l_text:Heebo_20_bold:Konten%20dari%20Pengguna%0DElkata%20Agustinus%20Batistuta%20Atua,x_140,y_26/01kja5q5gdd31csnzeyqfsfs7m.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-83716.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div data-qa-id="article-main"><figure data-qa-id="image-figure" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-1">doc.pribadi</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-5">Bagi saya, tak semua kisah tentang awal merupakan pencarian terhadap kebenaran. Sebagian darinya adalah upaya subtil demi mengamankan kekuasaan. Di antara serpihan wacana nan menyatakan diri sebagai asal-usul, terselip satu kecenderungan laten, ialah menjadikan permulaan sebagai legitimasi, dan legitimasi sebagai sesuatu nan tak lagi perlu digugat. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-8">Di sinilah problematika metodologisnya dimulai, tidak dikala manusia berkuriositas dari mana dia berasal, namun ketika respons atas pertanyaan itu diadopsi sebagai fondasi nan tak dapat digugat. Risalah ini berdiri tepat di titik genting tersebut. Ia tidak dimaksudkan untuk meruntuhkan iman, namun untuk menguji klaim.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-10">Perbincangan ketaatan itu individual tiap individu, tentang apa nan mereka amini, sehingga tidak untuk meniadakan makna, melainkan untuk menseparasi makna dari manipulasi. Ia tidak eksis untuk menolak narasi, namun untuk mempertanyakan langkah narasi itu beraksi dalam diam, dalam kesunyian logika nan jarang disentuh. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-12">Karena, setiap teks nan berbicara tentang asal-usul selalu sarat lebih dari sekadar cerita. Ia membawa struktur kuasa nan mau di kekalkan. Di dalam teks nan menjadi objek kajian ini, merupakan kontinuitas dari tulisan saya tentang <span aria-label="viewport impression tracker"><a href="https://kumparan.com/elkata-a-b-atua/kekekalan-imanensi-taman-eden-257hEJ3YQ3n?utm_source=kumApp&amp;utm_campaign=share&amp;shareID=1oLH9VHJNZic&amp;utm_medium=copy-to-clipboard" draggable="false" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-13">Kekekalan Imanensi Taman Eden</a></span> <span aria-label="viewport impression tracker"><a href="https://kumparan.com/elkata-a-b-atua/corpus-christianum-tentang-tuhan-kedaulatan-and-negara-bangsa-27IUgnvhuGM?utm_source=kumApp&amp;utm_campaign=share&amp;shareID=MEccuTwqStOd&amp;utm_medium=copy-to-clipboard" draggable="false" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-14">&amp; Corpus Christianum: Tentang Tuhan, Kedaulatan &amp; Negara Bangsa</a></span> nan mengulik tentang eden nan tidak berkelindan dalam kerangka paradigmatik sebagai taman, dia diangkat menjadi gelanggang ontologis, dipakai sebagai rujukan mula-mula dari segala sesuatu, mulai hukum, kuasa, pengetahuan, apalagi negara. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-17">Akan tetapi malah di dalam ambisi totalitas itulah, narasi ini mulai kehilangan dirinya sendiri. Walaupun argumentasi saya dalam kedua risalah nan bertaut dengan tema eden sebelumnya dipengaruhi oleh prinsip selaras dengan kritik dari risalah ini, namun saya bakal mencoba beroposisi secara argumentatif dengan asumsi saya sebelumnya. Ia tidak lagi mendiferensiasi antara nan simbolik dan nan empiris, nan teologis dan nan politis, nan metaforis dan nan institusional. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-19">Beberapa kali, saya kerap di kritik oleh rekan debat alias para pembimbing saya bahwa kecenderungan mereka nan melabeli diri sendiri sebagai <em data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-20">Post-Modernanist</em> adalah melipat semua prinsip nan sebenarnya kontradiktif ke dalam satu garis lurus nan seakan tak terputus. Sebuah garis yang, jika disingkap lebih jauh, rupanya dikontruksi dari dugaan nan tak pernah diuji. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-23">Saya rasa, inilah fase dimana risalah ini mengambil sikap. Dengan mengaplikasikan ketajaman genealogis, saya ini menolak untuk mengafirmasi asal-usul sebagai sesuatu nan murni. Ia memperlakukan setiap klaim awal bukan sebagai titik terang, namun sebagai simpul nan perlu didekonstruksikan. Karena, dalam setiap &ldquo;permulaan&rdquo; acap kali terselubung upaya untuk menutup posibilitas alternatif, sebuah strategi nan membikin sejarah tampak linear, padahal dia selalu retak dan terputus. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-25">Tapi kritik ini tidak berakhir secara metodologis. Ia menembus ke dalam tubuh teks, mendekomposisi gimana manusia dijadikan gambaran Tuhan tanpa akibat ontologis nan jelas, gimana pengetahuan dipakai musuh bagi kuasa, serta gimana peristiwa teologis didramatisasi menjadi seakan itu merupakan prinsip politik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-27">Pada lapisan tertentu, beberapa risalah akademik nan saya telaah, tidak lagi sekadar keliru, tapi mulai beraksi sebagai mesin ideologis, ialah memproduksi ketaatan, menormalkan hierarki, dan menyamarkan kekuasaan sebagai takdir. Konsep  &ldquo;negara&rdquo; tidak lagi eksis sebagai bangunan historis, namun sebagai gambaran ilahi nan disekulerkan. Sebuah entitas nan terlihat rasional, secara subtil menyerap aura sakralitas. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-30">Dan dikala negara sudah diposisikan sebagai refleksi Tuhan, maka kritik terhadapnya tidak hanya menjadi tindakan politik, namun berpotensi dibingkai sebagai penyimpangan moral. Di sinilah pemisah antara teologi dan politik runtuh, bukan lantaran keduanya melebuh secara sah, tapi lantaran satu menginfiltrasi ke dalam nan lain tanpa disadari.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-32">Risalah ini saya tulis agar tidak menerima penyelundupan itu. Dengan keberanian konseptual nan tidak berutang pada kesalehan retoris, saya bakal coba mengurai satu per satu ilusi nan dibangun, mulai dari mitos nan disulap menjadi teori, sampai teori nan diam-diam beraksi sebagai mitos baru. Ia memantulkan bahwa nan terlihat sebagai eksplanasi kerap kali hanyalah pengulangan nan dipoles, bahwa nan terdengar sebagai kebenaran acap kali hanyalah narasi nan cukup lama tidak digugat. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-35">Tapi dekonstruksi ini bukan akhir. Ia hanyalah jalan menuju rekonstruksi, suatu upaya untuk memposisikan kembali mitos pada tempatnya sebagai simbol, teologi sebagai refleksi iman, serta politik sebagai panggung logis nan elastis terhadap kritik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-37">Dalam rekonstruksi ini, negara tidak lagi menjadi gambaran Tuhan, dia adalah hasil dari tindakan manusia. Ketaatan tidak lagi menjadi tanggungjawab sakral, namun pilihan nan kudu selalu dapat dipertanggungjawabkan. Begitu juga  pengetahuan tidak lagi diposisikan sebagai dosa, tapi sebagai syarat posibilitas kebebasan. Karena risalah ini bergerak dalam satu kepercayaan simplistik tapi radikal, bahwa tidak ada narasi, betapapun sakral, nan berkuasa lolos dari pengetesan rasional.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-39">Dan mungkin, justru di situlah makna terdalam dari berpikir, tidak untuk menemukan jawaban nan menenangkan, tapi untuk memastikan bahwa setiap jawaban tidak pernah berakhir dipertanyakan. Banyak tulisan sekarang nan diajukan dalam ruang publik, membangun dirinya di atas sebuah ambisi intelektual nan besar, ialah menautkan asal-usul negara-bangsa dengan narasi teologis Eden. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-42">Akan tetapi, malah di titik ambisi itulah masalah fundamentalnya bersemi. Karena, dia tidak hanya menyusun relasi analogis, namun sarat bakal lompatan ontologis nan mengaburkan pemisah teritorial antara mitos, teologi, serta teori politik, lampau mengklaimnya sebagai kontinuitas genealogis. Walaupun argumen ini sendiri juga membatalkan kerangka paradigmatik nan telah saya tulis sebelumnya, bahwa kritik kudu dimulai dari premis paling awal. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-44">Apakah Eden dapat diposisikan sebagai fondasi genealogi politik tanpa merusak struktur epistemiknya sendiri. Bila kita mengandaikan bahwa Eden merupakan &ldquo;ruang simbolik pertama&rdquo; bagi bangunan kuasa, ketaatan, serta  pengetahuan, secara konvensional intelektual boleh saja. Akan tetapi, klaim ini mengandung senyawa pertentangan laten. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-46">Genealogi, dalam pengertian nan ketat, sebagaimana dipahami dalam Nietszche alias Foucault, bukanlah pencarian asal-usul metafisis, namun dekonstruksi diskontinuitas historis. Genealogi justru menolak &ldquo;origin&rdquo; sebagai titik suci nan stabil. Dengan begitu, dikala teks ini memakai Eden sebagai rujukan asal, dia secara diam-diam menanggalkan metode genealogi dan kembali ke metafisika asal-usul nan justru mau dihindari. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-49">Saya memandang paradoks pertama terjadi pada lapisan ini, bahwa banyak teks nan menyatakan menggunakan genealogi, namun secara metodologis justru melakukan anti-genealogi. Eden dalam beberapa risalah diadopsi sebagai titik awal nan utuh, murni, dan stabil, padahal genealogi malah beraksi dengan dugaan bahwa tidak ada titik asal nan murni, semuanya hanya bangunan sinkronik nan direvisi oleh relasi kuasa.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-51">Maka, sejak awal, proyeksi argumentasi beberapa master kekuasaan ini sudah berdiri di atas fondasi nan retak. Kecenderungan kita untuk bertumpu pada prinsip berkarakter kritis, namun tetap mempertahankan dogma asal-usul. Lebih jauh, jika saya memandang peleburan problematis antara tiga domain epistemik, ialah sains, iman, dan agama. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-53">Pernyataan deklaratif bahwa &ldquo;sains dan kepercayaan sama-sama percaya bahwa peradaban dimulai dari Eden&rdquo; tidak hanya simplifikasi, namun juga distorsi. Dalam laanskap epistemologi kontemporer, sains tidak beraksi dengan narasi Eden sebagai kebenaran ontologis, dia hanya ditilik sebagai model evolusi, kosmologi, serta antropogenesis. Dengan begitu, klaim tersebut bukan sintesis, namun kolaps kategori, sebuah kegagalan mendikotomi antara diskursus simbolik dan diskursus empiris. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-56">Banyak dari para cendikiawan nan melakukan &ldquo;totalisasi epistemik prematur&rdquo;, berhasrat menyatukan beragam sistem pengetahuan tanpa terlebih dulu menguji kompatibilitas metodologisnya. Ini berimplikasi terhadap argumentasi kita kehilangan presisi dan jatuh pada generalisasi metaforis nan disamarkan sebagai kebenaran universal. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-58">Beberapa dimensi nan ketika saya telaah berdasar bahwa larangan Tuhan di Eden merupakan corak awal hukum, apalagi menjadi dasar bagi konsep pemerintahan. Ini kompatibel dengan pikiran saya dalam <span aria-label="viewport impression tracker"><a href="https://kumparan.com/elkata-a-b-atua/kekekalan-imanensi-taman-eden-257hEJ3YQ3n?utm_source=kumApp&amp;utm_campaign=share&amp;shareID=1oLH9VHJNZic&amp;utm_medium=copy-to-clipboard" draggable="false" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-59">Kekekalan Imanensi Taman Eden</a></span> namun saya mau beroposisi secara argumentatif. Memang asumsi ini tampak menggoda retoris, namun rentan secara konseptual. Karena, dia mengasumsikan bahwa setiap corak larangan dapat langsung diidentifikasi sebagai &ldquo;hukum&rdquo; dalam pengertian politik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-61">Problematikanya terletak pada kegagalan membedakan antara norma teologis (<em data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-62">divine</em> <em data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-63">command</em>), norma sosial, dan norma sebagai lembaga politik. Larangan Transenden di Eden bukanlah norma dalam kerangka politis, lantaran dia tidak beraksi dalam ruang publik, tidak mempunyai lembaga penegak, dan tidak melibatkan relasi antar-subjek dalam struktur sosial. Ia merupakan relasi vertikal absolut antara Tuhan dan manusia, bukan relasi mendatar nan menjadi dasar politik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-66">Janganlah kita terbelenggu oleh reduksi kategoris dengan menyelaraskan seluruh corak norma sebagai hukum. Padahal, norma dalam pengertian politik mensyaratkan institusionalisasi, legitimasi sosial, dan sistem penegakan, nan mana semuanya itu tidak datang dalam narasi Eden. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-68">Lebih jauh lagi, ada semacam deklarasi bahwa lantaran ada larangan, maka sudah ada &ldquo;pemerintahan.&rdquo; Ini bagi saya merupakan lompatan logika nan tidak sah. Pemerintahan bukan sekadar keberadaan perintah, namun sistem pengelolaan relasi sosial nan kompleks. Dengan begitu, klaim bahwa Eden sudah mengandung negara dalam corak embrional adalah corak <em data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-69">anachronism</em> epistemik, ialah memaksakan konsep modern ke dalam konteks mitologis. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-71">Esensi lanjutan nan secara menarik berdasar bahwa kekuasaan di Eden beraksi melalui bahasa, bukan paksaan fisik. Ini sebenarnya membuka tabir posibilitas kajian nan makmur. Namun, potensi itu tidak dikembangkan secara kritis, namun justru diarahkan pada legitimasi kekuasaan absolut. Bila kita beranggapan bahwa ketaatan merupakan fondasi keteraturan, banyak nan secara implisit mengafirmasi model kekuasaan nan total dan tidak dapat digugat. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-74">Tidak ada gelanggang bagi resistensi, negosiasi, alias kontestasi. Padahal, jika mengikuti logika kekuasaan sebagai relasi, sekali lagi dalam kerangka, kekuasaan selalu mengandaikan kemungkinan resistensi. Absennya senyawa tersebut dalam narasi seperti ini memperlihatkan bahwa teks tidak sedang menganalisis kekuasaan, namun menaturalisasi kekuasaan absolut.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-76">Eden nan harusnya menjadi objek kritik, malah bermutasi sebagai model normatif nan diam-diam diidealkan. Di sinilah kritik kudu ditegaskan, bahwa banyak teks nan tidak netral secara analitis, tetapi normatif secara terselubung. Ia tidak hanya mendeskripsikan, namun juga melegitimasi suatu corak kekuasaan nan totalistik, lampau memakainya sebagai landasan untuk memahami negara-bangsa. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-78">Konsekuensinya bakal serius lantaran negara modern, nan seyogyanya lahir dari perjanjian sosial dan kerasionalan politik, direduksi menjadi perpanjangan dari otoritas ilahi. Salah satu klaim paling ambisius dalam beberapa pikiran master kekuasaan dunia adalah bahwa negara-bangsa modern merupakan &ldquo;puncak sementara&rdquo; dari proses nan dimulai di Eden. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-81">Hipotesis ini memproduksi ilusi kontinuitas historis nan sebenarnya tidak pernah ada. Problematika primernya adalah dugaan bahwa ada garis lurus nan mengoneksikan Eden &rarr; organisasi awal &rarr; norma &rarr; negara modern. Padahal, sejarah politik tidak berkembang secara linear, namun sarat bakal diskontinuitas, konflik, serta ruptur. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-83">Negara-bangsa modern lahir dari konteks spesifik seperti sekularisasi kekuasaan, revolusi politik, dan transformasi ekonomi. Dengan mengacuhkan kompleksitas ini, kita menciptakan narasi teleologis, seakan-akan seluruh sejarah bergerak menuju negara-bangsa sebagai tujuan akhir. Ini memantulkan semacam mitologi historis. Sehingga lapisan mula-mula dari risalah nan saya tulis membeberkan problem esensial nan menjalar ke seluruh gedung argumentasi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-85">Terdapat Kekeliruan metodologis, dengan klaim genealogi namun menggunakan logika asal-usul metafisis. Lalu mencampur sains, iman, dan teologi tanpa diferensiasi menjadikan prinsip epistemologi kolaps. Juga reduksi kategoris dengan menyamakan larangan teologis dengan norma politik. Serta proses naturalisasi kekuasaan dengan melegitimasi otoritas absolut tanpa kritik dan menciptakan kontinuitas semu dari Eden ke negara-bangsa. Sehingga kecenderungan dalam menjadikan dugaan normatif sebagai kajian ilmiah sangat berbahaya. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-88">Bila pada lapisan sebelumnya fondasi metodologis teks telah terbukti rapuh, maka pada bagian ini patahan tersebut menembus lebih dalam ke teritori ontologi subjek, struktur pengetahuan, serta konsepsi politik nan dibangun di atasnya. Banyak tidak lagi hanya keliru dalam metode, namun mulai tergelincir dalam pertentangan internal nan berkarakter sistemik, ini memantulkan sebuah kegagalan menjaga konsistensi antara premis metafisis dan implikasi politisnya. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-90">Ada asumsi mengusulkan tesis bahwa Adam merupakan &ldquo;citra Tuhan,&rdquo; apalagi lebih radikal lagi. Adam diposisikan sebagai representasi langsung dari Tuhan itu sendiri. Pada titik ini, bahasa mulai bergerak dari metafora menuju identifikasi ontologis, dan di situlah masalah bermula.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-92">Konsep &ldquo;citra&rdquo; (<em data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-93">image</em>) secara filosofis senantiasa sarat bakal jarak. Ia merupakan representasi, bukan identitas. Tapi tak sedikit nan secara implisit menghapus jarak tersebut, lampau mendeklarasikan bahwa Adam adalah &ldquo;pribadi Tuhan.&rdquo; Ini tidak lagi representasi, dia menjadi identifikasi ontologis total. Akibatnya, kita seakan terjerag dalam dilema nan tidak pernah diselesaikan usai. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-96">Bila Adam betul-betul identik dengan Tuhan, maka dia tidak mungkin jatuh, dan jika dia dapat jatuh, maka dia bukan Tuhan. Kontradiksi paradoksal ini tidak pernah diurai, namun ditutupi dengan retorika tentang &ldquo;kuasa&rdquo; dan &ldquo;keserupaan.&rdquo; Padahal, dalam kerangka ontologi klasik, keserupaan (<em data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-97">likeness</em>) tidak pernah identik dengan kesamaan esensial. Dengan menggeser diferensiasi ini, kita menghadirkan inflasi ontologis, di mana manusia dinaikkan ke posisi ilahi tanpa akibat logis nan memadai. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-99">Lebih jauh, dikala beberapa nan menyatakan bahwa &ldquo;segala sesuatu diciptakan lantaran Adam,&rdquo; dia secara tidak langsung membalik struktur teologi itu sendiri. Tuhan tidak lagi menjadi orbit, namun Adam. Ini tidak sebatas interpretasi, dia menjadi reorientasi metafisis nan tidak disadari oleh teksnya sendiri. Dengan kata lain, banyak nan secara diam-diam memproduksi antropoteisme, menjadikan figur manusia sebagai pusat ontologis, sembari tetap menggunakan bahasa teologis. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-102">Kita lampau menapaki lebih jauh dengan mengonstruksikan bahwa Hawa merupakan bagian dari Adam, apalagi &ldquo;Adam itu sendiri&rdquo; nan terbelah. Dari sini lahir klaim bahwa kebenaran nan semula tunggal menjadi terbelah. Argumen ini tampak filosofis nan begitu dalam, namun sebenarnya problematis pada dua lapisan. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-104">Pertama, dia mengasumsikan bahwa kebenaran sifatnya monolitik dan bertumpu dalam satu subjek (Adam). Ini merupakan dugaan metafisis nan sangat berat, lantaran mengandaikan adanya orbit episentrum kebenaran absolut dalam manusia. Lalu, dia menkonklusikan bahwa keberadaan hawa menyebabkan fragmentasi kebenaran. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-106">Ini tidak hanya problem logika, tetapi juga problem konseptual, dalam artian bahwa kebenaran tidak pernah menjadi kurang lantaran <em data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-107">multiplicity</em>, malah dalam beragam tradisi filsafat, pluralitas menjadi kondisi posibilitas untuk kebenaran itu sendiri. Dengan begitu, acap kali kita melakukan semacam reduksi ontologis terhadap diferensiasi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-110">Perbedaan tidak dirangkul sebagai potensi, namun sebagai keretakan. Akhirnya kita memandang hawa tidak sebagai subjek, hanya sebagai derivasi, apalagi sebagai suaka problem. Kecenderungan beberapa master kekuasaan dan teologis juga menautkan struktur ini dengan relasi kuasa, sehingga secara implisit mengonstruksikan jenjang ontologis antara laki-laki dan perempuan. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-112">Ini lampau tidak menjadi interpretasi teologis, tapi bangunan ideologis nan diselubungi sebagai kajian ontologis. Salah satu argumen sentral dari teks adalah bahwa Eden merupakan &ldquo;peradaban kuasa,&rdquo; sementara pasca-kejatuhan manusia menjadi  &ldquo;peradaban pengetahuan.&rdquo; Ini terlihat tentunya sebagai oposisi nan tajam, namun justru di situlah letak kerapuhannya. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-114">Perlu disadari, bahwa kekuasaan dan pengetahuan bukanlah dua entitas nan terpisah, dia saling membentuk resiprokasi. Tidak ada kuasa tanpa pengetahuan, dan tidak ada pengetahuan tanpa kuasa. Artinya, oposisi nan dibangun merupakan dikotomi palsu. Bila kita mengafirmasi bahwa pengetahuan menggeser kuasa, tidakkah sebenarnya kita mengabaikan bahwa pengetahuan itu sendiri merupakan corak kuasa?. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-117">Bahkan, jika menyelaraskannya dengan logika nan lebih radikal, justru pengetahuanlah nan membuka tabir probabilitas kuasa menjadi efektif. Akibatnya, narasi tentang &ldquo;kejatuhan dari kuasa ke pengetahuan&rdquo; menjadi tidak koheren. Ia mengandaikan bahwa pengetahuan merupakan sesuatu nan eksternal terhadap kuasa, padahal keduanya inheren satu sama lain. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-119">Akan menjadi lebih problematis lagi, dikala kita mengasosiasikan pengetahuan dengan kejatuhan, dosa, dan kerusakan. Ini menciptakan bias epistemik nan serius, dimana pengetahuan diposisikan sebagai ancaman, tidak sebagai kondisi liberatif. Kita akhirnya tidak hanya menganalisis, namun juga <em data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-120">memoralizing knowledge</em>, menempelkan nilai negatif pada pengetahuan itu sendiri. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-122">Salah satu pucuk problematika datang dikala kita menyebut tindakan Lucifer sebagai &ldquo;kudeta.&rdquo; Label ini tidak netral, dia bermulai dari terminologi politik kontemporer nan merujuk pada perebutan kekuasaan dalam struktur negara. Penggunaan istilah &ldquo;kudeta&rdquo; untuk mengilustrasikan peristiwa Eden merupakan corak proyeksi anakronistik, ialah memaksakan kategori modern ke dalam narasi mitologis. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-125">Tidak ada negara di Eden, tidak ada lembaga politik, tidak ada struktur kekuasaan nan bisa direbut dalam pengertian politik. Memang kita dapat menarik keselarasan situasi, tapi apakah kita berlebihan jika kita berjumpa pada konklusi tersebut?. Lebih jauh lagi, dengan menyatakan bahwa Lucifer &ldquo;mengambil alih kekuasaan&rdquo; serta mendirikan &ldquo;kerajaan pengetahuan.&rdquo; Ini menjadi klaim nan tidak mempunyai fondasi dalam narasi nan dirujuk. nan terjadi dalam kisah tersebut adalah pelanggaran terhadap perintah, bukan pergantian rezim.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-127">Dengan begitu, konsep kudeta di sini bukan analisis, namun fiksi politik nan dilekatkan pada mitos. Ia memproduksi ilusi bahwa peristiwa teologis bisa ditelaah sebagai peristiwa politik dalam pengertian modern. Ironisnya, justru di titik ini banyak kerangka pikir memperlihatkan ambisinya nan paling besar sekaligus kelemahannya nan paling fatal, dengan mau menjadikan mitos sebagai model politik, namun tidak bisa menjaga konsistensi kategorinya. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-130">Dimensi lain nan bakal saya berhasrat untuk infuskan dalam risalah ini (yang sebenarnya sudah saya dedahkan sebelum dengan pedoman kajian tajam dan komprehensif), ialah keberadaan  tafsiran bahwa kesadaran bakal ketelanjangan merupakan tanda kerusakan total, mulai dari hilangnya kesucian, destruksinya relasi, apalagi awal dari &ldquo;generasi telanjang.&rdquo; Interpretasi ini sangat terasa normatif dan mengacuhkan posibilitas telaah lain. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-132">Ketelanjangan dapat dipandang tidak sebagai keruntuhan, namun sebagai momen refleksivitas, kesadaran diri nan sebelumnya tidak ada. Tentunya sebagai pembaca trajektori sejarah, dalam banyak tradisi filsafat, kesadaran diri malah menjadi syarat bagi etika dan kebebasan. Dengan begitu, apa nan dikenal sebagai &ldquo;kejatuhan&rdquo; dapat pula dipandang sebagai transisi dari ketidaksadaran menuju kesadaran (<em data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-133">pre to pasca knowledge</em>). </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-136">Namun banyak master menolak kemungkinan ini, lantaran sejak awal mereka telah memposisikan pengetahuan sebagai prinsip nan negatif. Akibatnya, seluruh narasi menjadi tertutup, tidak ada ruang bagi reinterpretasi, tidak ada arena bagi ambiguitas. Segala sesuatu dipaksakan masuk ke dalam skema moral nan rigid. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-138">Dikala seluruh bagian ini dirangkum, maka terpantul realitas bahwa banyak kerangka logika nan mengalami kegagalan menjaga koherensi pada tiga level. Ontologis, dengan menjadikan Adam sebagai Tuhan sekaligus bukan Tuhan. Epistemologis, dimana Pengetahuan sebagai sesuatu nan terpisah dari kuasa. Dan politis, ialah peristiwa teologis dibaca sebagai peristiwa politik modern. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-140">Kegagalan ini bagi saya bukan kebetulan, namun akibat dari satu problem utama, bahwa kerap kali kita berupaya meleburkan terlalu banyak domain tanpa perangkat konseptual nan memadai. Apa nan mula-mula terlihat sebagai narasi masif tentang asal-usul negara-bangsa nyatanya malah menyingkap dirinya sebagai bangunan nan sarat bakal patahan. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-143">Retakan itu tidak berkarakter insidental, dia struktural, dan ada di setiap lapisan argumentasi. Teks ini tidak runtuh lantaran satu kesalahan, namun lantaran akumulasi inkonsistensi, banyak mau teologis, tetapi juga politis, mau filosofis, tetapi tetap dogmatis, mau genealogis, tetapi tetap melacak asal-usul. Dan di sinilah paradoksnya menjadi utuh, bahwa dikala orang mencoba mengeksplanasikan lahirnya keteraturan, mereka justru kandas mengatur logikanya sendiri. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-145">Kini saya bakal mengantar Anda tidak hanya retakan metodologis dan ontologis telah dibuka, namun kita memasuki inti ideologis teks: gimana &ldquo;dosa&rdquo; ditransformasikan menjadi kategori politik, gimana negara diselundupkan sebagai representasi Tuhan, dan gimana seluruh bangunan itu berupaya mengukuhkan suatu teopolitik tersembunyi dengan meminjam terminologi modern seperti biopolitik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-147">Di sinilah kritik tak lagi berkarakter korektif, melainkan dekonstruktif, membongkar tidak hanya kesalahan, namun sistem produksi makna itu sendiri. Banyak teks nan secara implisit melakukan tindakan nan sangat problematis, dengan menggeser &ldquo;dosa&rdquo; dari ranah teologis menuju ranah politik, lampau mengaplikasikannya seakan mempunyai kegunaan struktural nan serupa dengan pelanggaran norma dalam negara.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-150">Akan tetapi, &ldquo;dosa&rdquo; tidak sekadar pelanggaran norma; dia merupakan konsep teologis nan bertaut dengan relasi eksistensial antara manusia dan Tuhan. Sementara itu, pelanggaran norma dalam politik merupakan relasi antar-subjek dalam ruang sosial nan diatur oleh institusi. Dengan menyelaraskan keduanya, kita bakal melakukan transmutasi kategori tanpa justifikasi konseptual. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-152">Lebih jauh lagi, terjadi penyiratkan bahwa semenjak kejatuhan di Eden, manusia masuk kondisi &ldquo;bersalah&rdquo; nan lampau menjadi dasar bagi lahirnya subjek norma dan subjek politik. Ini merupakan klaim besar, namun tidak pernah dibuktikan secara argumentatif. Ia hanya diasumsikan. Dalam paradigma nan lebih kritis, subjek norma tidak lahir dari &ldquo;dosa,&rdquo; namun dari kebutuhan mengatur relasi sosial dalam kondisi pluralitas.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-154">Dengan begitu, jika menautkan dosa sebagai fondasi politik bagi saya merupakan corak teologisasi politik, bukan kajian politik itu sendiri. Nah, salah satu titik paling radikal, sekaligus paling problematis, nan kerap berkelindan dalam ruang publik adalah klaim bahwa negara-bangsa merupakan representasi Tuhan, sebagaimana Adam merupakan gambaran Tuhan di Eden. Ini bukan lagi analogi, namun transfer legitimasi dari teologi ke politik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-157">Namun apakah dengan melakukan operasi ideologis nan lembut nan berbahaya, dengan menaturalisasi negara dengan membungkusnya dalam aura ilahi secara empirik tidaklah berlebihan? Karena, dalam sejarah pemikiran politik kontemporer, justru terjadi proses sebaliknya, ialah sekularisasi kekuasaan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-159">Negara modern lahir tidak sebagai representasi Tuhan, namun sebagai hasil negosiasi manusia untuk menghindari kekacauan dan kekerasan. Dengan mengesampingkan kompleksitas proses ini, kita mengembalikan negara ke dalam horizon teologis, seakan-akan kedaulatan politik merupakan kontinuitas dari otoritas ilahi. Bagi saya ini adalah corak regresi konseptual, di mana modernitas dipandang dengan lensa pramodern. Begitu primordial. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-161">Lebih problematis lagi, dikala negara adalah representasi Tuhan, maka kekuasaan negara menjadi tak terbantahkan. Kritik bagi negara dapat dengan mudah dikukuhkan sebagai corak &ldquo;pembangkangan.&rdquo; Janganlah secara implisit membuka jalan pikir bagi legitimasi kekuasaan nan absolut untuk mengeram lebih lama di bumi ini. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-164">Acapkali banyak orang nan menyatakan bahwa dalam negara modern, konstitusi menggeser eksistensi pohon kehidupan, dan norma positif mereposisi titah ilahi. Sekilas, ini terlihat sebagai metafora nan gemilang. Namun, jika didekomposisi lebih komprehensif, dia tidak memperkuat secara konseptual. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-166">Pohon kehidupan dalam narasi Eden adalah simbol eksistensial, dia menjadi kehidupan itu sendiri, bukan sebatas aturan. Sementara konstitusi merupakaan arsip politik nan mengatur relasi kekuasaan. Dengan menyamakan keduanya, kita melakukan over-extension metaforis, memperluas makna simbol sampai kehilangan spesifisitasnya. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-168">Akibatnya, afinitas nan sama tidak mengeskplanasikan apa pun, dia hanya menciptakan kesan kedalaman tanpa substansi. Perlu juga kita ketahui bersama, norma positif tidak pernah menggantikan perintah ilahi, lantaran keduanya beraksi dalam domain nan berbeda. nan satu sifatnya transenden, nan lain imanen. Kecenderungan manusia nan meleburkan keduanya bakal mengaburkan perbedaan nan semestinya dijaga. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-171">Dimensi lain nan mau saya eksplanasikan lebih lanjut adalah kegagalan kita dengan mendeklarasikan bahwa manusia pasca-Eden adalah &ldquo;subjek terbelah&rdquo; nan kehilangan keutuhan nan kemudian mencari pemulihan melalui simbol-simbol negara. Ini merupakan salah satu bagian indikatoris paling menarik, lantaran membuka probabilitas pembacaan psikopolitik.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-173">Tapi, sekali lagi, potensi nan tidak dikembangkan secara kritis. Banyak nan hanya berakhir pada klaim bahwa negara menjadi sarana kompensasi atas kehilangan tersebut. Masalahnya adalah, klaim seperti tidak memaparkan gimana proses itu terjadi. Bagaimana subjek nan kehilangan &ldquo;<em data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-174">jouissance</em>&rdquo; nan lampau menginvestasikan makna pada simbol negara? Bagaimana sistem identifikasi itu beroperasi? </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-176">Tanpa eksplanasi, argumen ini hanyalah spekulasi nan tidak terverifikasi. Subjek memang terbelah, namun bukan lantaran peristiwa historis seperti Eden, tapi lantaran struktur bahasa itu sendiri. Oleh karena itu, kehilangan bukanlah akibat kejatuhan, namun kondisi dasar eksistensi manusia. Kerap kita kandas memandang ini, lantaran senantiasa terjerat pada narasi asal-usul. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-179">Akibatnya, kita membaca struktur sebagai sejarah, dan sejarah sebagai struktur. Selanjutnya, jika kita berupaya menautkan kejatuhan Eden dengan lahirnya biopolitik, seolah-olah sejak saat itu manusia mulai berada dalam rezim pengelolaan kehidupan, secara asumsi boleh saja. Namun, penggunaan konsep ini sangat lenggang dan tidak presisi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-181">Tentunya kita semua nan menggeluti mengerti kekuasaan pasti tahu, biopolitik merujuk pada langkah modern negara mengelola populasi, melalui statistik, kesehatan, reproduksi, dan sebagainya. Ini merupakan kejadian historis nan spesifik, bukanlah kondisi universal sejak awal manusia. Dengan mengaitkannya dengan Eden, saya rasa kita sudah melakukan ahistorisasi konsep, dengan menghilangkan konteks historisnya serta membuatnya seakan dalil itu bertindak sepanjang waktu. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-183">Ini membikin konsep nan kehilangan maknanya. Ada berkelindan argumentasi bahwa sejak kejatuhan, manusia berada dalam kondisi kerja, penderitaan, dan kekuasaan duniawi. Ini memang kompatibel dengan narasi teologis, namun tidak otomatis berfaedah adanya biopolitik. Tidak setiap corak pengelolaan kehidupan merupakan biopolitik dalam artian nan ketat. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-186">Pada akhirnya, banyak nan berkonklusi bahwa retakan di Eden membuka jalan untuk lahirnya sistem kuasa baru nan kemudian berkembang menjadi negara-bangsa. Ini bagi saya merupakan corak teleologi terselubung. Sejarah dipangang seolah-olah punya arah nan jelas, dari Eden menuju negara. Padahal, tidak ada keharusan bahwa retakan tersebut kudu berujung pada negara-bangsa. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-188">Banyak corak organisasi sosial lain nan mungkin muncul. Bila kita senantiasa berkutat pada kondisi seperti ini dengan tidak hanya menjelaskan sejarah, namun juga mengarahkannya, maka kita secara sadar ataupun tidak menjadikan negara sebagai tujuan implisit. Hal seperti itu tidak menjadi analisis. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-190">Bila saya merangkum bagian ini, maka terindikasi bahwa kerap kali banyak melakukan tiga operasi utama. Pertama, menjadikan dosa sebagai dasar politik, tanpa mendikotomi domain teologis dan sosial. Kedua, menaturalisasi negara sebagai representasi Tuhan, sehingga kekuasaan memperoleh legitimasi absolut. Ketiga, menggunakan konsep modern secara ahistoris, untuk mendukung narasi nan sebenarnya tidak kompatibel.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-193">Ini berimplikasi pada sebuah bangunan nan terlihat megah, namun sebenarnya rapuh, sebuah gedung teopolitik nan berdiri di atas metafora nan terlalu, konsep nan disalahpahami, serta prinsip logika nan tidak konsisten. Dan di titik ini, saya bakal memberi kritik bahwa kita tidak hanya kandas mengeksplanasikan hubungan relasional antara Eden dan negara-bangsa, namun juga menciptakan ilusi bahwa hubungan tersebut memang ada. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-195">Dimensi akhir nan mau saya semayamkan pula dalam risalah ini setelah pembongkaran bertingkat, dari abnormal metodologis, pertentangan ontologis, kekeliruan epistemologis, sampai operasi ideologis nan terselubung, adalah bagian nan tidak lagi bekerja mendestruksi secara katastrofik, namun membangun ulang. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-197">Akan tetapi rekonstruksi ini tidak ditujukan sebagai pengganti dogma lama dengan dogma baru, namun sebagai upaya membikin ruang berpikir nan lebih jernih, lebih disiplin, serta lebih bertanggung jawab secara konseptual. Sehingga episentrum kuriositasnya sekarang bermutasi, jika narasi dalam logika kita kandas mengeksplanasikan hubungan relasional antara Eden dan negara-bangsa, maka gimana kaitan antara mitos, teologi, dan politik semestinya dipahami tanpa jatuh pada ilusi genealogis? </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-200">Langkah pertama nan bijak dalam rekonstruksi ininadalah melakukan apa nan kandas dilakukan banyak master kekuasaan, ialah membedakan domain epistemik secara tegas. Mitos (Eden) beraksi dalam ranah simbolik, sementara Teologi beraksi dalam ranah ketaatan dan refleksi transenden, dan Politik beraksi dalam ranah relasi sosial dan institusi. Ketiganya bisa saling berinteraksi, namun tidak dapat direduksi satu sama lain apalagi dileburkan. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-202">Dikala mitos diaplikasikan sebagai fondasi langsung bagi teori politik, nan terjadi bukan sintesis, namun distorsi. Di sini, pelajaran krusial dapat diambil adalah teritori antara apa nan dapat diketahui (<em data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-203">fenomena</em>) dan apa nan hanya dapat dipikirkan (<em data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-204">noumena</em>) kudu dijaga. Eden, sebagai narasi teologis, berada dalam ranah nan tidak dapat diperlakukan sebagai kebenaran politik tanpa kehilangan maknanya. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-207">Dengan begitu, rekonstruksi dimulai dari disiplin pemisahan, dan pengakuan bahwa tidak semua nan berarti secara simbolik dapat dijadikan dasar kajian politik. Bila ada sebelumnya kandas lantaran memutlakkan &ldquo;asal-usul,&rdquo; maka rekonstruksi kudu mengembalikan genealogi ke pengertiannya nan lebih ketat. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-209">Sebagai Foucaultdian, genealogi bukan pencarian <em data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-210">origin</em>, namun kajian tentang gimana praktik, institusi, dan konsep terbentuk melalui relasi kuasa nan historis dan kontingen. Dengan begitu, negara-bangsa tidak perlu ditelusuri ke Eden, melainkan ke proses sekularisasi, pembentukan kedaulatan, serta transformasi sosial-ekonomi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-212">Eden, dalam lanskap ini, tidak menjadi titik asal, namun bisa ditelaah sebagai arsip simbolik, sebuah narasi nan mungkin mempengaruhi langkah manusia memahami kuasa, tapi bukan fondasi langsung dari lembaga politik. Ini adalah pergeseran krusial dari melacak &ldquo;awal nan murni&rdquo; menuju memahami &ldquo;proses nan kompleks.&rdquo; </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-215">Rekonstruksi juga menuntut dekonstruksi dikotomi tiruan antara kuasa dan pengetahuan. Alih-alih memandang kejatuhan sebagai peralihan dari kuasa ke pengetahuan, kita kudu pahan bahwa keduanya selalu saling bertaut. Pengetahuan memproduksi kuasa, kuasa memproduksi pengetahuan. Sehingga, narasi Eden dapat dipandang ulang bukan sebagai kehilangan kuasa, tetapi sebagai transformasi corak kuasa, dari relasi langsung menuju relasi nan dimediasi oleh simbol, bahasa, dan norma. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-217">Aksi ini bakal membuka posibilitas baru, bahwa pengetahuan tidak lagi dilihat sebagai sumber kejatuhan, melainkan sebagai kondisi bagi kompleksitas kehidupan manusia. Salah satu koreksi paling esensial juga adalah menolak klaim bahwa negara merupakan representasi Tuhan. Negara kudu dipahami sebagai bangunan historis, hasil dari kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan komunal dalam kondisi pluralitas dan konflik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-220">Di sini, pemikiran saya dapat menjadi titik rujukan, bahwa negara lahir bukan dari kehendak ilahi, tetapi dari upaya manusia menghindari kekacauan (state of nature). Bahkan dalam bentuknya nan paling kuat, negara tetap merupakan produk manusia, bukan refleksi Tuhan. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-222">Dengan begitu, legitimasi negara berkarakter politik, bukan teologis. Ketaatan itu kontraktual, bukan sakral, dan kekuasaan selalu terbuka untuk kritik. Rekonstruksi ini krusial untuk menghindari sakralisasi kekuasaan nan berbahaya. Disaat kita melabeli manusia sebagai subjek nan &ldquo;terbelah&rdquo; akibat kejatuhan, lampau mencari pemulihan melalui negara, saya mau rekonstruksi menggeser posisi ini. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-224">Subjek manusia tidak sekadar korban sejarah alias dosa, melainkan pemasok nan aktif dalam membingkai bumi sosialnya. Politik justru lahir dari kapabilitas manusia untuk bertindak berbareng (action), bukan dari kehilangan. Negara bukan kompensasi atas kehilangan Eden, dia adalah hasil dari tindakan kolektif manusia. Ini mengembalikan dimensi politik sebagai ruang liberalisasi, bukan sekedar ruang penebusan. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-227">Yang mau saya pertegas adalah, rekonstruksi tidak menolak mitos, tetapi menempatkannya secara proporsional. Sehingga secara presisi, Eden dapat dipandang sebagai refleksi simbolik tentang asal-usul manusia, narasi tentang batas, larangan, serta kebebasan, alias metafora tentang kondisi eksistensial. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-229">Tapi, dia tidak dapat dijadikan dasar langsung bagi teori negara tanpa melalui proses interpretasi nan kritis. Karena mitos berfaedah sebagai sumber makna, bukan sebagai fondasi institusional. Bila seluruh rekonstruksi ini dirangkum, maka saya sebenarnya menolak absolutisasi asal-usul, serta mau memisahkan domain epistemik. Kita juga kudu memandang kuasa dan pengetahuan sebagai relasi, sehingga dapat menempatkan negara dalam konteks historisnya, serta mengembalikan subjek sebagai pemasok aktif. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-231">Jangan membaca mitos sebagai simbol, bukan kebenaran politik. Dengan langkah-langkah ini, relasi antara Eden dan negara-bangsa tidak lagi dipaksakan, tetapi dipahami secara lebih jujur, bukan sebagai garis lurus, namun sebagai resonansi simbolik nan tidak menentukan secara langsung. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-234">Pada akhirnya, ancaman terbesar bukanlah kesalahan logika, tapi ilusi nan terlihat menggiurkan dan masuk akal. Banyak risalah nan terlihat betul lantaran mampus menyusun narasi nan koheren secara retoris, memanfaatkan simbol nan kuat secara emosional, serta menghubungkan hal-hal nan tampak berkaitan. Tapi, justru di situlah kritik kudu berdiri dengan menseparatsi antara koherensi retoris dan validitas konseptual. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="69f9e0be5a5858000935ec41-1777983678419759788-simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-27LBPicGzAi-222-236">Rekonstruksi dalam risalah saya ini tidak menawarkan kebenaran baru nan absolut, namun membuka ruang bagi kesadaran bahwa setiap narasi, termasuk nan tampak paling sakral sekalipun, kudu tetap tunduk pada kritik rasional.</p></div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/simulacrum-kontinuitas-edenik-dekonstruksi-premis-genesis-negara-bangsa-83716.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 02:05:12 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Suami di Sulbar Tebas Istri dan Anak hingga Tewas, Polisi Buru Pelaku</title>
            <description>Seorang pria di Mamuju Tengah membunuh istri dan melukai anaknya dengan parang. Polisi masih mengejar pelaku dan menyelidiki motif kejadian.</description>
            <media:thumbnail url="https://akcdn.detik.net.id/visual/2024/02/04/ilustrasi-korban-tewas_169.jpeg?w=1200"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/suami-di-sulbar-tebas-istri-dan-anak-hingga-tewas-polisi-buru-pelaku-83715.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>
                        <div>

                            
                                                        

                            <p><strong>Makassar, CNN Indonesia</strong> -- </p><p>Seorang laki-laki inisial AR (41) di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, tega menghabisi nyawa istri, S (40) dan anaknya, H (7) mengalami luka berat dengan menggunakan sebilah parang.&nbsp;<span><strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/polisi"><span>Polisi</span></a></strong></span> tetap mengejar pelaku nan telah kabur usai peristiwa tersebut.</p><p>"Pelaku tetap dalam pengejaran petugas berbareng warga," Kasat Reskrim Polres Mateng Iptu Muh Arifin kepada wartawan, Kamis (4/6).</p>









<div>
<p>
ADVERTISEMENT
</p>


<p>
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
</p>

</div><p>Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (3/6) sekitar pukul 04.00 WITA, pelaku menganiaya istri dan anaknya hingga merenggang nyawa akibat luka tebasan senjata tajam.</p><p>"Setelah dilakukan pemeriksaan medis, S dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.</p>
    


<p>Sementara untuk anaknya, kata Arifin tetap menjalani perawatan medis medis akibat luka nan dialaminya.</p><p>Arifin menuturkan bahwa pihaknya tetap melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan serta peralatan bukti untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian tersebut.</p><p>"Untuk motifnya tetap diselidiki, kita tetap mengumpulkan peralatan bukti dan keterangan saksi-saksi," katanya.</p><p>Sampai saat ini, kata Arifin pihaknya tetap melakukan pengejaran terhadap pelaku ke sejumlah titik di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah.</p> <p><strong>(fra/mir/fra)</strong></p><a href="https://www.cnnindonesia.com/outboundlinks?url=https://www.google.com/preferences/source?q=https://www.cnnindonesia.com" target="_blank" dtr-evt="detail artikel" dtr-sec="google preferred source" dtr-act="google preferred source">
    <svg width="24px" height="32px" viewbox="-3 0 262 262" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" preserveaspectratio="xMidYMid" fill="#000000">
        
        
        
            <path d="M255.878 133.451c0-10.734-.871-18.567-2.756-26.69H130.55v48.448h71.947c-1.45 12.04-9.283 30.172-26.69 42.356l-.244 1.622 38.755 30.023 2.685.268c24.659-22.774 38.875-56.282 38.875-96.027" fill="#4285F4"></path>
            <path d="M130.55 261.1c35.248 0 64.839-11.605 86.453-31.622l-41.196-31.913c-11.024 7.688-25.82 13.055-45.257 13.055-34.523 0-63.824-22.773-74.269-54.25l-1.531.13-40.298 31.187-.527 1.465C35.393 231.798 79.49 261.1 130.55 261.1" fill="#34A853"></path>
            <path d="M56.281 156.37c-2.756-8.123-4.351-16.827-4.351-25.82 0-8.994 1.595-17.697 4.206-25.82l-.073-1.73L15.26 71.312l-1.335.635C5.077 89.644 0 109.517 0 130.55s5.077 40.905 13.925 58.602l42.356-32.782" fill="#FBBC05"></path>
            <path d="M130.55 50.479c24.514 0 41.05 10.589 50.479 19.438l36.844-35.974C195.245 12.91 165.798 0 130.55 0 79.49 0 35.393 29.301 13.925 71.947l42.211 32.783c10.59-31.477 39.891-54.251 74.414-54.251" fill="#EB4335"></path>
        
    </svg>
    <span> Add <span>
            <img src="https://cdn.cnnindonesia.com/cnnid/images/logo.png?v=12.3.8" alt="">
        </span> as a preferred <br> source on Google </span>
    <span>
        <svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" viewbox="0 0 12 12" fill="none">
            <path d="M10.8333 6.66667H6.66667V10.8333C6.66667 11.2917 6.29167 11.6667 5.83333 11.6667C5.375 11.6667 5 11.2917 5 10.8333V6.66667H0.833333C0.375 6.66667 0 6.29167 0 5.83333C0 5.375 0.375 5 0.833333 5H5V0.833333C5 0.375 5.375 0 5.83333 0C6.29167 0 6.66667 0.375 6.66667 0.833333V5H10.8333C11.2917 5 11.6667 5.375 11.6667 5.83333C11.6667 6.29167 11.2917 6.66667 10.8333 6.66667Z" fill="black"></path>
        </svg>
    </span>
</a>
                            

                            
                                                         

                                                                <p>
    <a href="https://www.cnnindonesia.com/embed/video/1356969" id="idautovideocnn" dtr-evt="box aevp" dtr-sec="box aevp" dtr-act="box aevp" dtr-ttl="https://www.cnnindonesia.com/embed/video/1356969">[Gambas:Video CNN]<br></a></p>
                            

                            

                        </div>
                        
                            

                        
                    </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/suami-di-sulbar-tebas-istri-dan-anak-hingga-tewas-polisi-buru-pelaku-83715.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 02:05:08 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>ICOSEG 2026 di Undip Bahas Pembangunan Berkelanjutan</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang akan menggelar International Conference on Sustainability, Equity, and Growth (ICOSEG) 2026 pada 3-4 Juni 2026. Acara ini bertujuan untuk mempertemukan peneliti dan...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/006373100-1780598725-1001911246jpg.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/icoseg-2026-di-undip-bahas-pembangunan-berkelanjutan-83714.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
        <p>   <b>, SEMARANG,</b> &ndash; Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bakal menggelar <i>International Conference on Sustainability, Equity, and Growth</i> (ICOSEG) 2026 pada 3-4 Juni 2026. Acara ini bermaksud untuk mempertemukan peneliti dan pemangku kepentingan dunia dalam membahas pembangunan berkelanjutan.</p><p>Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip, <b>Suherman</b>, menyatakan bahwa<a href="https://republika.co.id/tag/icoseg-2026"> ICOSEG 2026 </a>merupakan upaya memperkuat kerjasama dunia dan mendorong peran riset dan penemuan dalam pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kerjasama lintas disiplin, institusi, dan negara untuk menghasilkan solusi nan adaptif dan berakibat nyata bagi masyarakat.</p><p>Pembangunan berkelanjutan, lanjut Suherman, tidak hanya mengenai dengan rumor lingkungan tetapi juga aspek sosial, tata kelola nan berkeadilan, kemajuan teknologi, dan ketahanan ekonomi. Forum ini bakal mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, industri, mahasiswa, dan kreator kebijakan dari dalam dan luar negeri.</p><p>Suherman menegaskan bahwa perguruan tinggi berkedudukan krusial sebagai pusat pengembangan pengetahuan pengetahuan dan katalisator solusi nan berakibat nyata bagi masyarakat. Riset, kerjasama ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan pembangunan berkepanjangan nan inklusif dan berkeadilan.</p><h2>Kolaborasi dan Inovasi</h2><p>Ketua ICOSEG 2026, <b>Anang Wahyu Sejati</b>, menambahkan bahwa forum ini menjadi wadah strategis untuk perbincangan lintas disiplin dan kerjasama inovatif dalam menghadapi tantangan pembangunan global. Dia berambisi ICOSEG 2026 dapat menjadi ruang pembelajaran dan kerjasama dalam menghasilkan kontribusi nyata bagi masa depan nan lebih berkelanjutan.</p>			
			
				
				<p>Kolaborasi antara akademisi, praktisi, industri, dan kreator kebijakan dinilai semakin krusial di tengah rumor keberlanjutan, kesetaraan sosial, transformasi teknologi, dan ketahanan lingkungan. ICOSEG 2026 juga didukung oleh Program <i>Enhancing Quality Education for International University Impact and Recognition</i> (EQUITY) melalui pendanaan Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).</p><p>   <i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/icoseg-2026-di-undip-bahas-pembangunan-berkelanjutan-83714.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 01:50:10 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Napoleon, Hong Kong, dan Cerita Panjang Perdagangan Ilegal dari Laut Indonesia</title>
            <description>KKP menggagalkan penyelundupan 1,2 ton ikan napoleon ke Hong Kong. Di balik penangkapan kapal, tersingkap bisnis ilegal yang mengancam kelestarian laut dan tata kelola perikanan Indonesia. #userstory</description>
            <media:thumbnail url="https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,f_jpg,q_auto,w_600,h_315,c_lpad,b_white/g_south,l_og_user_zprw89/co_rgb:ffffff,g_south_west,l_text:Heebo_20_bold:Konten%20dari%20Pengguna%0DMoh%20Nur%20Nawawi,x_140,y_26/01knc8k4bcw6n0xk8p32qfxfk4.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-83713.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div data-qa-id="article-main"><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-1">Ilustrasi penangkapan kapal ikan pembawa ikan Napoleon oleh KKP (Foto: Moh Nur Nawawi)</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-5">Kapal Pengawas Orca 04 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menunjukkan bahwa laut Indonesia tetap menjadi arena perebutan sumber daya berbobot tinggi. Pada akhir Mei lalu, petugas menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 1,2 ton ikan napoleon hidup nan diangkut kapal asing MV Silver Island menuju Hong Kong. Kapal tersebut berangkat dari Sumenep, Jawa Timur, dan dicegat di Laut Sulawesi setelah diketahui membawa ikan napoleon tanpa izin dan tanpa kuota nan sah. Nilai muatan nan diamankan diperkirakan mencapai miliaran rupiah.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-8">Penangkapan ini bukan sekadar keberhasilan operasi pengawasan laut. Peristiwa tersebut membuka kembali persoalan lama nan belum pernah betul-betul selesai, perdagangan ikan napoleon nan terus berjalan di tengah beragam pembatasan norma dan status konservasi jenis tersebut.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-10">Di satu sisi, pemerintah berulang kali menyatakan komitmennya menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Namun di sisi lain, praktik perdagangan terlarangan ikan napoleon tetap terus muncul dengan pola nan nyaris sama dari tahun ke tahun. Setiap kali satu kapal ditangkap, selalu muncul pertanyaan nan lebih besar: kenapa perdagangan terlarangan ikan napoleon begitu susah dihentikan?</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-12">Jawabannya tidak sesederhana soal lemahnya pengawasan. Masalah ini berakar pada kombinasi antara tingginya permintaan pasar internasional, untung ekonomi nan besar, celah tata kelola, dan keterbatasan pengawasan di wilayah laut Indonesia nan sangat luas.</p><h2 id="ikan-mewah-yang-terancam-punah" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-16"><strong data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-17">Ikan Mewah nan Terancam Punah</strong></h2><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-18">Ikan Napoleon di Natuna. Foto: Humas KKP</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-21">Ikan napoleon alias <em data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-22">Cheilinus undulatus</em> merupakan salah satu jenis ikan karang terbesar di dunia. Bentuk kepalanya nan menonjol membikin ikan ini dikenal sebagai <em data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-23">humphead wrasse</em>. Di pasar Asia Timur, khususnya Hong Kong dan sebagian wilayah Tiongkok, ikan ini dianggap sebagai hidangan mewah dengan nilai nan sangat tinggi.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-25">Tingginya nilai ekonomi itulah nan kemudian mendorong pemanfaatan besar-besaran selama puluhan tahun. Berbagai penelitian menunjukkan populasi ikan napoleon di alam mengalami penurunan akibat penangkapan berlebih. Organisasi konservasi internasional memasukkan jenis ini ke dalam kategori rentan terhadap kepunahan, sementara perdagangan internasionalnya diawasi melalui sistem Appendix II CITES.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-27">Indonesia sebenarnya telah lama menerapkan pembatasan terhadap perdagangan ikan napoleon. Bahkan sejak 1995 pemerintah mengeluarkan larangan ekspor ikan napoleon melalui Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 94/Kp/V/1995. Di lapangan, pemanfaatan jenis ini hanya dapat dilakukan melalui sistem nan sangat ketat, termasuk pengaturan ukuran, kuota, dan asal usul ikan nan diperdagangkan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-30">Alasan pembatasan tersebut cukup jelas. Berbeda dengan ikan konsumsi biasa, ikan napoleon mempunyai karakter biologis nan membuatnya sangat rentan terhadap eksploitasi. Pertumbuhannya lambat, usia reproduksinya panjang, dan populasinya tidak mudah pulih ketika jumlah indukan berkurang. Ketika penangkapan dilakukan secara berlebihan, alam memerlukan waktu sangat lama untuk mengembalikan keseimbangan populasi.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-32">Karena itu, setiap ekor ikan napoleon nan keluar secara terlarangan sebenarnya bukan sekadar kerugian ekonomi negara. Ia adalah kehilangan stok sumber daya nan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dipulihkan.</p><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-34">Ilustrasi perdagangan terlarangan ikan napoleon (Foto: Moh Nur Nawawi)</figure><h2 id="ketika-aturan-tidak-bertemu-dengan-kenyataan" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-38"><strong data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-39">Ketika Aturan Tidak Bertemu dengan Kenyataan</strong></h2><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-40">Masalahnya, tingginya nilai jual membikin patokan sering kali kalah oleh bujukan keuntungan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-42">Di sejumlah wilayah penghasil ikan karang, ikan napoleon hidup dapat dihargai acapkali lipat dibandingkan komoditas perikanan lain. Ketika nilai satu ekor ikan berbobot jutaan hingga puluhan juta rupiah, muncul insentif besar bagi pelaku upaya maupun jaringan perdagangan untuk mencari beragam langkah mengeluarkannya dari Indonesia.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-45">Akibatnya, praktik pelanggaran terus ditemukan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-47">Modus operandi nan digunakan pun berkembang dari waktu ke waktu. Ada nan memanipulasi arsip pengiriman, mencampurkan ikan napoleon dengan komoditas lain, menggunakan jalur pelayaran tidak resmi, hingga memanfaatkan kapal asing nan langsung menuju pasar tujuan di luar negeri. Kasus MV Silver Island menunjukkan bahwa jaringan perdagangan ini tidak lagi bergerak secara sederhana. Mereka melibatkan rantai logistik nan cukup panjang mulai dari letak penangkapan, tempat penampungan, pengangkutan antarpulau, hingga pengiriman internasional.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-49">Penelitian mengenai perdagangan ikan napoleon di Indonesia juga menunjukkan bahwa pelanggaran sering terjadi dalam corak melampaui kuota tangkap, menangkap ukuran nan tidak diperbolehkan, alias memanfaatkan celah pengawasan di tingkat daerah.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-51">Artinya, persoalan tidak hanya muncul pada tahap ekspor. Pelanggaran sering kali sudah dimulai sejak ikan pertama kali ditangkap dari habitatnya.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-54">Dalam konteks ini, penangkapan kapal penyelundup sebenarnya hanya menyentuh ujung rantai perdagangan ilegal. Di belakang satu kapal nan tertangkap terdapat jaringan pengumpul, pemasok, pembeli, dan perantara nan sering kali tidak tersentuh penegakan hukum.</p><h2 id="paradoks-negara-maritim" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-57"><strong data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-58">Paradoks Negara Maritim</strong></h2><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-59">Indonesia mempunyai wilayah laut lebih dari 6 juta kilometer persegi. Angka tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-61">Laut nan luas menyimpan kekayaan luar biasa, tetapi pada saat nan sama menyulitkan pengawasan. Negara kudu memantau ribuan pulau, ratusan pelabuhan kecil, dan jalur pelayaran nan tersebar dari Sabang hingga Merauke.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-63">Dalam situasi seperti itu, perdagangan terlarangan kerap menemukan ruang untuk bergerak.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-65">Kasus ikan napoleon memperlihatkan paradoks tersebut. Di atas kertas, Indonesia mempunyai beragam izin konservasi. Namun di lapangan, kapabilitas pengawasan belum selalu bisa mengimbangi produktivitas pelaku perdagangan ilegal.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-68">Tidak mengherankan jika penyelundupan tetap terus terjadi meskipun ancaman balasan dan patokan sudah tersedia.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-70">Persoalan lain adalah ketimpangan ekonomi di wilayah pesisir. Banyak nelayan hidup dalam kondisi nan jauh dari sejahtera. Ketika ada pengepul nan menawarkan nilai tinggi untuk ikan napoleon, pilihan logis sebagian masyarakat adalah menjualnya.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-72">Dalam kondisi seperti ini, pendekatan norma semata tidak bakal cukup.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-74">Jika akar persoalan ekonomi tidak diselesaikan, maka selalu ada tokoh baru nan siap menggantikan mereka nan tertangkap.</p><h2 id="pasar-internasional-yang-terus-menarik" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-77"><strong data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-78">Pasar Internasional nan Terus Menarik</strong></h2><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-79">Ikan langka jenis napoleon. Foto: KKP/HO ANTARA</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-82">Faktor krusial lainnya adalah permintaan pasar dunia nan tidak pernah betul-betul surut.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-84">Hong Kong tetap menjadi salah satu pusat perdagangan ikan hidup premium di Asia. Konsumen bersedia bayar mahal untuk ikan napoleon hidup nan dianggap mempunyai nilai prestise tinggi dalam jamuan alias restoran tertentu.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-87">Selama permintaan tetap tinggi, tekanan terhadap sumber daya di negara-negara penghasil seperti Indonesia bakal terus berlangsung.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-89">Fenomena ini menunjukkan bahwa konservasi tidak bisa dibebankan hanya kepada negara sumber. Negara tujuan juga mempunyai tanggung jawab nan sama besar untuk memastikan produk nan masuk ke pasar mereka berasal dari jalur legal dan berkelanjutan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-91">Tanpa kerja sama lintas negara, perdagangan terlarangan bakal selalu menemukan celah.</p><h2 id="apa-yang-harus-dilakukan?" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-94"><strong data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-95">Apa nan Harus Dilakukan?</strong></h2><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-96"><em data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-97">Pertama</em>, penguatan sistem ketertelusuran alias <em data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-98">traceability</em> kudu menjadi prioritas.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-100">Setiap ikan napoleon nan diperdagangkan kudu dapat ditelusuri asal-usulnya secara digital, mulai dari letak tangkap, pelaku usaha, hingga tujuan pengiriman. Teknologi saat ini memungkinkan pengawasan dilakukan lebih transparan dibandingkan satu dasawarsa lalu.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-102"><em data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-103">Kedua</em>, pengawasan berbasis intelijen perlu diperkuat.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-106">Penegakan norma selama ini tetap banyak berfokus pada penangkapan di lapangan. Padahal jaringan perdagangan terlarangan bekerja seperti upaya terorganisasi. Pemerintah perlu membongkar aliran keuangan, tokoh utama, dan jaringan logistik nan menggerakkan perdagangan tersebut.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-108"><em data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-109">Ketiga</em>, kesejahteraan masyarakat pesisir kudu menjadi bagian dari strategi konservasi.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-111">Tidak realistis berambisi nelayan menjaga jenis langka jika mereka tidak mempunyai pengganti penghasilan nan memadai. Program budidaya perikanan berkelanjutan, pengembangan wisata bahari, serta insentif konservasi perlu diperluas agar masyarakat memperoleh faedah ekonomi tanpa kudu mengeksploitasi jenis rentan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-113"><em data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-114">Keempat</em>, kerja sama internasional kudu diperkuat.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-116">Perdagangan terlarangan ikan napoleon pada dasarnya merupakan kejahatan lintas negara. Karena itu, koordinasi dengan negara tujuan ekspor, otoritas pelabuhan internasional, dan lembaga konservasi dunia menjadi sangat penting.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-119"><em data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-120">Kelima,</em> transparansi kuota dan info perdagangan kudu dibuka kepada publik.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-122">Ketika info tersedia secara terbuka, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh akademisi, organisasi masyarakat sipil, media, dan masyarakat luas.</p><h2 id="menjaga-yang-tersisa" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-125"><strong data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-126">Menjaga nan Tersisa</strong></h2><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-127">Penangkapan MV Silver Island patut diapresiasi sebagai bukti bahwa negara tetap datang menjaga sumber daya lautnya. Namun keberhasilan operasi ini juga semestinya menjadi sirine bahwa ancaman terhadap ikan napoleon belum berakhir.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-129">Kita sering memandang penyelundupan hanya sebagai persoalan pelanggaran hukum. Padahal sesungguhnya ada dimensi nan lebih besar. Ketika seekor ikan napoleon diambil secara terlarangan dari habitatnya, nan lenyap bukan hanya potensi penerimaan negara. nan ikut terkikis adalah keberlanjutan ekosistem karang, keseimbangan biodiversitas laut, dan kewenangan generasi mendatang untuk menikmati kekayaan alam nan sama.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-132">Indonesia selama ini bangga menyebut dirinya sebagai negara maritim. Tetapi status itu tidak cukup dibuktikan dengan luas laut alias panjang garis pantai. Ia kudu dibuktikan melalui keahlian menjaga sumber daya nan hidup di dalamnya.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-134">Kasus penyelundupan 1,2 ton ikan napoleon menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga laut tidak pernah selesai. Di kembali setiap kapal nan sukses dihentikan, selalu ada pertanyaan nan menunggu dijawab: apakah kita hanya sedang mengejar pelaku, alias betul-betul sedang memperbaiki sistem nan membikin pelanggaran terus berulang?</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a210be86e158c000aadbd3a-1780550632828541996-napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-27WwKOGvyvs-113-136">Jawaban atas pertanyaan itu bakal menentukan apakah ikan napoleon tetap bakal berenang bebas di terumbu karang Indonesia beberapa dasawarsa mendatang, alias hanya tersisa sebagai cerita tentang jenis mahal nan kandas kita jaga.</p></div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/napoleon-hong-kong-dan-cerita-panjang-perdagangan-ilegal-dari-laut-indonesia-83713.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 01:35:15 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Polisi Buru Aktor Intelektual Demo Ricuh di Mamuju</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU, – Polresta Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, sedang memburu aktor intelektual di balik demonstrasi ricuh yang menyebabkan penganiayaan terhadap seorang anggota kepolisian di depan Kantor Balai Wilayah Sungai...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/083606900-1780597811-IMG_20260604_215319jpg.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/polisi-buru-aktor-intelektual-demo-ricuh-di-mamuju-83712.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
        <p>   <b>, MAMUJU,</b> &ndash; Polresta Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, sedang memburu tokoh intelektual di kembali demonstrasi ricuh nan menyebabkan penganiayaan terhadap seorang personil kepolisian di depan <b>Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju</b>. Insiden ini terjadi setelah terungkap dugaan keterlibatan pihak ketiga dalam tindakan tersebut.</p><p>Kapolresta Mamuju, <b>Komisaris Besar Polisi Ferdyan Indra Fahmi</b>, mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku berinisial <b>AR (37)</b>, ditemukan indikasi adanya tokoh intelektual serta penyandang biaya nan menggerakkan massa. "Aksi ini diduga digerakkan oleh seorang pengusaha alias kontraktor nan merasa kecewa lantaran tidak mendapatkan proyek di Kantor BWS tahun ini," katanya pada Kamis.</p><p>Unjuk rasa itu sendiri diduga tidak murni sebagai penyampaian aspirasi masyarakat. Polisi menduga ada kepentingan tertentu nan memobilisasi golongan mahasiswa dan sejumlah komponen masyarakat untuk melakukan tekanan terhadap pihak BWS.</p><h2>Indikasi Mobilisasi Massa</h2><p>Pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa AR berasosiasi dalam tindakan tersebut setelah diajak oleh kerabatnya nan mengenai dengan golongan tersebut. Selain itu, terindikasi ada pemberian kompensasi finansial kepada peserta aksi, ialah sekitar <b>Rp100 ribu per orang</b>, untuk mendorong mereka ikut dalam demonstrasi.</p><p>"Ada indikasi kuat pemberian kompensasi alias pembayaran sejumlah duit dengan nilai tertentu agar mereka mau turun ke jalan melakukan unjuk rasa," tambah Ferdyan.</p>			
			
				
				<p>Polresta Mamuju memastikan bahwa penyelidikan bakal terus bersambung guna mengungkap dalang, penyandang dana, dan koordinator lapangan nan terlibat dalam tindakan pemberontak tersebut. "Kami tidak bakal berakhir di kasus penganiayaannya saja. Gelar perkara terus kami kembangkan," tegas Ferdyan lagi.</p><h2>Tanggapan Polda Sulbar</h2><p>Terpisah, <b>Pelaksana Harian Kabid Humas Polda Sulbar, Komisaris Besar Polisi Puji Prayitno</b>, menyayangkan kejadian penganiayaan terhadap personel kepolisian. Ia mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa, agar menyampaikan aspirasi dengan santun dan tidak melanggar hukum.</p><p>Kasus penganiayaan ini sempat viral di media sosial. Pelaku, AR, nan melarikan diri ke hutan, sukses ditangkap setelah polisi menggunakan dua anjing pencari dari Unit K-9 Polda Sulbar pada Rabu sore (3/6).</p><p>   <i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/polisi-buru-aktor-intelektual-demo-ricuh-di-mamuju-83712.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 01:35:11 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Prancis Perkuat Kerja Sama Riset dengan BMKG &amp; Kampus RI: Mitigasi Bencana-Iklim</title>
            <description>Prancis Perkuat Kerja Sama Riset dengan BMKG &amp; Kampus RI: Mitigasi Bencana-Iklim #newsupdate #update #news #text</description>
            <media:thumbnail url="https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,f_jpg,q_auto,w_600,h_315,c_fill/g_south,l_og_kumparan_zscykb/co_rgb:ffffff,g_south_west,l_text:Heebo_20_bold:Konten%20Redaksi%20kumparan%0DkumparanNEWS,x_140,y_26/01kt9sxt8jher574bff1t522ng.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-83711.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div data-qa-id="article-main"><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-1">Agenda Kunjungan Direktur Utama Riset Prancis IRD ke Indonesia, Rayakan 50 Tahun Kegiatan dan Kemitraan di Bidang Penelitian dan Pengembangan di Residence de France, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-5">Institut de Recherche pour le D&eacute;veloppement (IRD) alias Lembaga Penelitian Nasional Prancis untuk Pembangunan Berkelanjutan memperkuat kerja sama riset dengan sejumlah lembaga di Indonesia, mulai dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perguruan tinggi, hingga lembaga penelitian nasional.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-8">Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan teknologi mitigasi bencana, riset perubahan iklim, pemantauan gunung api, biodiversitas laut, hingga penguatan sistem peringatan awal di Indonesia.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-10">Penguatan kerjasama itu disampaikan dalam agenda kunjungan Direktur Utama IRD, Val&eacute;rie Verdier, ke Indonesia pada 1&ndash;7 Juni 2026 mendatang dalam rangka peringatan 50 tahun kehadiran IRD di Indonesia.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-12">Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, mengatakan Prancis dan Indonesia sebenarnya telah lama bekerja sama dalam beragam proyek penelitian. Namun sekarang kedua negara mau membikin kerja sama nan lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-14">"Seperti nan saya katakan sebelumnya, Prancis dan Indonesia telah menjalankan banyak proyek sejak lama. Tetapi nan mau kami lakukan adalah menata kerja sama ini dengan lebih baik. Artinya, mengidentifikasi prioritas utama jangka panjang nan sesuai dengan kebutuhan kedua negara kami mengenai tantangan internasional dan dunia nan kami hadapi bersama," kata Fabien Penone di R&eacute;sidence de France, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-17">Menurut Fabien, pemerintah kedua negara bakal konsentrasi memberikan support pendanaan dan komitmen jangka panjang, sementara penerapan teknis dilakukan melalui kerjasama antarilmuwan dan lembaga riset.</p><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-19">Duta Besar Prancis untuk Republik Indonesia, H.E. Fabien Penone, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-22">Ia menyebut sejumlah bagian nan menjadi prioritas baru kerja sama Indonesia-Prancis, antara lain daya terbarukan, kepintaran buatan (AI), digitalisasi, kesehatan, teknologi antariksa, hingga mitigasi perubahan iklim.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-24">Salah satu kerja sama konkret nan sedang diperkuat adalah kerjasama IRD dengan BMKG di bagian klimatologi, geofisika, dan pemantauan bencana.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-26">Dalam kunjungan tersebut, IRD juga menandatangani arsip kerja sama dengan BMKG untuk memperkuat pemantauan akibat musibah dan pengembangan riset kebumian di Indonesia.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-28">Val&eacute;rie Verdier mengatakan kerja sama itu mencakup pengembangan teknologi pemodelan bencana, pengolahan info satelit, hingga penggunaan peralatan baru untuk mendeteksi aktivitas vulkanik dan gempa bumi.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-31">&ldquo;Yang baru-baru ini kami berikan adalah peralatan baru untuk mendeteksi dengan lebih baik, misalnya dalam vulkanologi alias gempa bumi,&rdquo; ujar Val&eacute;rie kepada wartawan, Kamis (4/6).</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-33">Menurut dia, teknologi tersebut nantinya digunakan untuk membantu masyarakat memahami potensi akibat di wilayah tertentu, termasuk ancaman tsunami, gempa bumi, erosi, hingga akibat perubahan suasana terhadap sektor pertanian dan kelautan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-36">"Jadi kami bakal bekerja dalam perihal itu, tentang pemodelan, tentang menangkap info dari satelit, dan kemudian mengolah semua itu agar bisa memberikan info kepada masyarakat," katanya.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-38">Val&eacute;rie mengatakan kerja sama riset tersebut berbasis kebutuhan konkret Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan suasana dan akibat musibah alam.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-40">Selain BMKG, IRD juga bekerja sama dengan beragam universitas dan lembaga penelitian Indonesia. Salah satunya melalui Laboratoires Mixtes Internationaux (LMI).</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-43">IRD saat ini mengoperasikan dua laboratorium berbareng di Indonesia, ialah LMI SELAMAT nan berfokus pada penelitian keanekaragaman hayati laut dan perubahan lingkungan, serta LMI SIR nan meneliti dinamika subduksi dan mitigasi akibat vulkanik serta geologi.</p><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-45">Direktur Utama Institut de recherche pour le developpement (IRD), Valerie Verdier, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-48">Dalam agenda kunjungannya, Val&eacute;rie juga dijadwalkan mengunjungi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta dan letak pemantauan Gunung Merapi berbareng peneliti Indonesia nan terlibat dalam mitigasi akibat gunung api.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-50">Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Mohammad Fauzan Adziman, mengatakan pemerintah Indonesia sekarang mendorong posisi nan lebih setara dalam kerja sama riset internasional.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-52">&ldquo;Indonesia ini bukan lagi tanah untuk riset alias research ground, tetapi sebagai mitra research,&rdquo; ujar Fauzan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-54">Menurut dia, Indonesia dan Prancis sekarang menjalankan skema pendanaan berbareng alias co-funding dalam pengiriman mahasiswa dan proyek riset bersama.</p><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-56">Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Mohammad Fauzan Adziman, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-59">Fauzan mengatakan kerja sama riset Indonesia-Prancis saat ini difokuskan pada delapan bagian utama, ialah pangan, energi, kesehatan, hilirisasi industri, material dan manufaktur, maritim, pertahanan, serta digitalisasi termasuk AI dan semikonduktor.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-62">Ia menyebut sejumlah program quick win nan sedang dipercepat antara lain kerja sama bagian pangan, geologi, pertanian, dan kedirgantaraan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-64">IRD sendiri telah beraksi di Indonesia sejak 1976. Sepanjang periode 2020&ndash;2024, peneliti IRD dan peneliti Indonesia tercatat menghasilkan 266 publikasi ilmiah bersama.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a21b7fb7735a1000aaf2cd5-1780594683087477200-prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-and-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-27X8pv6NJTs-62-66">Lembaga riset asal Prancis itu juga menjalankan program di lebih dari 50 negara dan dikenal konsentrasi pada penelitian pembangunan berkelanjutan, termasuk perubahan iklim, biodiversitas, pengetahuan kebumian, dan lingkungan.</p></div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/prancis-perkuat-kerja-sama-riset-dengan-bmkg-kampus-ri-mitigasi-bencana-iklim-83711.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 01:30:14 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Andre Iannone Ajak Valentino Rossi dan Casey Stoner Balapan Moge di Sela MotoGP!</title>
            <description>Casey Stoner dan Valentino Rossi mendapat ajakan untuk balapan moge!</description>
            <media:thumbnail url="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/38/3222551/casey_stoner_dan_valentino_rossi_mendapat_ajakan_untuk_balapan_moge-R7gS_large.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/andre-iannone-ajak-valentino-rossi-dan-casey-stoner-balapan-moge-di-sela-motogp-83710.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
                        
            
            
            <div>
                <p><img lazy="loading" src="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/38/3222551/casey_stoner_dan_valentino_rossi_mendapat_ajakan_untuk_balapan_moge-R7gS_large.jpg" data-original="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/38/3222551/casey_stoner_dan_valentino_rossi_mendapat_ajakan_untuk_balapan_moge-R7gS_large.jpg" alt="Andre Iannone Ajak Valentino Rossi dan Casey Stoner Balapan Moge di Sela MotoGP!"></p><p>Casey Stoner dan Valentino Rossi mendapat rayuan untuk balapan moge! (Foto: Instagram/@valeyellow46)</p>
            </div>


            
            
            

                            

 
 
            

            

            <div>
                                                                    
                <p><strong>ANDREA</strong> Iannone langsung membujuk <a href="http://www.okezone.com/tag/valentino-rossi">Valentino Rossi</a> dan <a href="http://www.okezone.com/tag/casey-stoner">Casey Stoner </a>untuk ikut balapan motor gede (moge) usai memenangi lomba di sela-sela MotoGP Italia 2026. Ia percaya itu adalah kejuaraan nan indah.</p>

<p>MotoGP Sports Entertainment Group (MSEG) mulai mengenalkan balapan berjudul Harley-Davidson Bagger World Cup. Ajang itu dikhususkan untuk adu sigap menggunakan motor gede alias moge.</p>

<h2><strong>1. Pemenang</strong></h2>

<p><strong><img alt="Valentino Rossi. ig/fiawec_official" src="https://img.okezone.com/okz/500/library/images/2024/04/22/bsnzb9j59696ofc0eamh_20426.jpg"></strong></p>                                                                    
                

<p>Iannone ikut turun pada seri di Sirkuit Autodromo Internazionale del Mugello, Scarperia e San Piero, Italia, alias di sela-sela pekan balapan MotoGP. Ia pun langsung jadi pemenang lomba.</p>

<p>Usai balapan, Iannone tak bisa menutupi kegembiraannya. Apalagi, itu adalah kemenangan pertamanya sejak terakhir kali di balapan WSBK Aragon 2024.</p>



<p>&ldquo;Saya hanya senang ketika menang. Ini adalah masalah besar di hidup saya,&rdquo; kata Iannone, dikutip dari <em><strong>Crash</strong></em>, Jumat (5/6/2026).</p>                                                                    
                

<p>&ldquo;Saya belajar untuk menerima kekalahan tetapi hidup saya sungguh acak-acakan ketika kalah. Saya hidup untuk menang,&rdquo; tegas laki-laki berumur 36 tahun itu.</p>



            </div>
        
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/andre-iannone-ajak-valentino-rossi-dan-casey-stoner-balapan-moge-di-sela-motogp-83710.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 01:25:08 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Erin Wartia Sebut Kasus ART Ganggu Psikis Anak yang Sedang Ujian: Mama Akan Buktikan Semua!</title>
            <description>Kasus hukum yang menyeret nama Erin Wartia Trigina ternyata berdampak besar pada kondisi psikologis keluarganya.</description>
            <media:thumbnail url="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/33/3222646/erin_wartia_trigina-b6VN_large.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/erin-wartia-sebut-kasus-art-ganggu-psikis-anak-yang-sedang-ujian-mama-akan-buktikan-semua-83709.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
                        
            
            <p><a href="https://redaksi.okezone.com/detail/ravie-wardani/3379" aria-label="icon account"><img src="https://cdn.okezone.com/underwood/revamp/2024/revamp/desktop/img/icon-profile.png" alt lazy="loading"></a>
                        <a href="https://redaksi.okezone.com/detail/ravie-wardani/3379" title="Ravie Wardani">
                            Ravie Wardani                        </a>
                                                <span>,&nbsp;Jurnalis-Jum'at, 05 Juni 2026 |01:10 WIB</span>
                                                </p>
            <div>
                <p><img lazy="loading" src="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/33/3222646/erin_wartia_trigina-b6VN_large.jpg" data-original="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/33/3222646/erin_wartia_trigina-b6VN_large.jpg" alt=" Mama Akan Buktikan Semua!"></p><p>Erin Wartia Trigina</p>
            </div>

            
            
            

                            

 
 
            

            

            <div>
                                                                    
                <p><strong>JAKARTA</strong> - Kasus norma nan menyeret nama Erin Wartia Trigina rupanya berakibat besar pada kondisi psikologis keluarganya. Erin mengungkapkan bahwa pemberitaan miring nan beredar luas sangat mengganggu konsentrasi anak-anaknya nan tengah menghadapi ujian sekolah.</p>

<p>Mantan istri Andre Taulany ini mengaku sedih lantaran sang buah hati kudu ikut menanggung beban moral nan besar imbas permasalahannya.</p>

<p>"Anak saya nan kelas 12 juga lagi ujian, jadi sebenarnya ini agak terganggulah dengan adanya pemberitaan seperti ini, jadi kurang konsentrasi juga sih," ungkap Erin Wartia di area Antasari, Jakarta Selatan belum lama ini.</p>                                                                    
                

<p>Di tengah tekanan tersebut, Erin berupaya tegar dan menguatkan anak-anaknya di tengah situasi tersebut.</p>

<p>"Saya tetap terus kasih ya rangkulan lah ke anak saya membuktikan jika ya Mama bakal buktikan semua jika ini nggak bener. Gitu aja sih," tambahnya.</p>

                                                                    
                            </div>
        
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/erin-wartia-sebut-kasus-art-ganggu-psikis-anak-yang-sedang-ujian-mama-akan-buktikan-semua-83709.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 01:20:08 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Diskominfo OKU Bangun Mini BTS untuk Atasi Blank Spot di Desa</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA, – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mengambil langkah dengan membangun mini base transceiver station (BTS) untuk mengatasi wilayah tanpa sinyal...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/024105800-1780596907-IMG_20260604_200606jpg.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/diskominfo-oku-bangun-mini-bts-untuk-atasi-blank-spot-di-desa-83708.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<p><span>
        Diskominfo OKU bangun mini BTS atasi blank spot di desa.
      </span>
    </p><div data-sticky-container>
      
      
        <p>   <b>, BATURAJA,</b> &ndash; Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mengambil langkah dengan membangun <b>mini base transceiver station (BTS)</b> untuk mengatasi wilayah tanpa sinyal alias <i>blank spot</i> di sejumlah area pedesaan. Infrastruktur ini direncanakan dibangun berjenjang hingga 2026.</p><p>Kepala Diskominfo OKU, <b>Mirdaili</b>, mengungkapkan bahwa pembangunan<a href="https://republika.co.id/tag/mini-bts"> mini BTS </a>ini bermaksud untuk memperluas jangkauan jasa internet hingga ke pelosok desa nan selama ini terkendala sinyal. Proyek ini dilaksanakan secara berjenjang lantaran keterbatasan anggaran nan tersedia.</p><p>Pada tahun ini, konsentrasi pembangunan mini BTS adalah di beberapa letak strategis seperti area lokasi wisata Goa Putri di Desa Padang Bindu, area SP 8 Peninjauan, dan Desa Negeri Agung di Kecamatan Lengkiti. Menurut Mirdaili, pembangunan di lokasi-lokasi tersebut sudah selesai, sehingga masyarakat setempat sekarang dapat menikmati akses internet nan lebih baik.</p><p>Mini BTS ini merupakan perangkat prasarana telekomunikasi nan ukurannya lebih mini dibandingkan dengan menara BTS konvensional. Alat ini berfaedah memperkuat sinyal seluler di wilayah nan sebelumnya tanpa sinyal, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi dan akses internet di area pedesaan.</p><p>Meski demikian, Mirdaili menambahkan bahwa masyarakat tetap perlu membeli kuota info secara berdikari untuk bisa mengakses internet.</p>			
			
				
				<p>   <i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
     

 
      


    
  </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/diskominfo-oku-bangun-mini-bts-untuk-atasi-blank-spot-di-desa-83708.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 01:15:15 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Cekcok Antrean Solar Berujung Maut di Palembang, 2 Pelaku Ditangkap!</title>
            <description>Polrestabes Palembang mengungkap kasus pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya seorang sopir truk di kawasan SPBU Jalan Noerdin Panji, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan.</description>
            <media:thumbnail url="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/340/3222664/penjara-weSr_large.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/cekcok-antrean-solar-berujung-maut-di-palembang-2-pelaku-ditangkap-83707.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
                        
            
            
            <div>
                <p><img lazy="loading" src="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/340/3222664/penjara-weSr_large.jpg" data-original="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/340/3222664/penjara-weSr_large.jpg" alt="Cekcok Antrean Solar Berujung Maut di Palembang, 2 Pelaku Ditangkap!"></p><p>Ilustrasi penjara (Foto: Dok Okezone)</p>
            </div>

            
            
            

                            

 
 
            

            

            <div>
                                                                    
                <p><strong>JAKARTA</strong> - Polrestabes Palembang mengungkap kasus pengeroyokan nan mengakibatkan tewasnya seorang pengemudi truk di area SPBU Jalan Noerdin Panji, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan.</p>

<p>Korban diketahui berinisial YF (33), penduduk Kabupaten Banyuasin nan berprofesi sebagai pengemudi truk. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban meninggal bumi akibat luka-luka nan dideritanya setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pelaku pada Selasa malam, 2 Juni 2026.</p>                                                                    
                

<p>Dalam pengungkapan kasus tersebut, Satreskrim Polrestabes Palembang berbareng Unit Reskrim Polsek Sukarami sukses mengamankan dua tersangka berinisial OS (23) dan AP (27) pada Rabu, 3 Juni 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Sementara satu pelaku lainnya berinisial F tetap dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).</p>



<p>Kapolrestabes Palembang Kombes Sonny Mahar Budi Adityawan menegaskan pengungkapan sigap kasus tersebut merupakan corak komitmen Polri dalam memberikan kepastian norma kepada masyarakat.</p>                                                                    
                

<p>&ldquo;Kurang dari 20 jam setelah kejadian, dua tersangka sukses kami amankan. Saat ini satu pelaku lainnya tetap dalam pengejaran intensif. Kami memastikan seluruh pelaku nan terlibat bakal dimintai pertanggungjawaban sesuai norma nan berlaku,&rdquo; kata Sonny, Kamis (4/6/2026).</p>

<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi, peristiwa bermulai saat korban sedang mengantre pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Jalan Noerdin Panji sekitar pukul 21.15 WIB. Saat itu, korban menegur seseorang nan diduga menyerobot antrean. Teguran tersebut memicu cekcok nan sempat dilerai oleh petugas keamanan SPBU dan sejumlah pengemudi nan berada di lokasi.</p>                                                                    
                

<p>Situasi sempat mereda dan pihak nan terlibat meninggalkan lokasi. Namun sekitar 30 menit kemudian, golongan tersebut kembali mendatangi SPBU menggunakan beberapa sepeda motor dan langsung melakukan penyerangan terhadap korban nan saat itu tetap berada di sekitar kendaraannya.</p>

                                            </div>
        
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/cekcok-antrean-solar-berujung-maut-di-palembang-2-pelaku-ditangkap-83707.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 01:15:08 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Memahami Koreksi Elektrostatik Coulomb pada Gas Fermi Terdegenerasi</title>
            <description>Koreksi Salpeter membuktikan bahwa interaksi listrik antara ion dan elektron dalam katai putih menggeser batas massa maksimum bintang, menjelaskan mengapa tak ada katai putih karbon-oksigen bermassa.</description>
            <media:thumbnail url="https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,f_jpg,q_auto,w_600,h_315,c_lpad,b_white/g_south,l_og_user_zprw89/co_rgb:ffffff,g_south_west,l_text:Heebo_20_bold:Konten%20dari%20Pengguna%0DAditiya%20Widodo%20Putra,x_140,y_26/01kmvqbs8k7k3q9asmtfevb6r8.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-83706.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div data-qa-id="article-main"><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-1">Illustrasi Artistik Bagaimana Ion Positif dan Elektron negatif dalam Bintang saling Tarik-Menarik (Gambar dibuat oleh Nano Banana AI) </figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-5">Di dalam astrofisika, ada satu masalah besar tentang gimana bintang katai putih bisa tetap stabil meskipun materi di dalamnya tertekan luar biasa kuat oleh gravitasi. Jawaban klasiknya berasal dari prinsip eksklusi Pauli ialah elektron-elektron nan terdesak sangat rapat menjadi gas degenerasi nan menghasilkan tekanan dahsyat, melawan gravitasi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-8">Tapi model itu terlalu sederhana lantaran mengabaikan satu perihal krusial ialah muatan listrik. Ion positif dan partikel negatif dalam bintang saling tarik-menarik, dan hubungan ini mengubah tekanan total secara signifikan. Edwin Salpeter pada 1961 adalah orang pertama nan menghitung koreksi ini secara sistematis untuk gas Fermi terdegenerasi. Temuannya sekarang dikenal sebagai koreksi Coulomb alias koreksi Salpeter, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari fisika tekanan tinggi modern.</p><h2 id="gas-fermi-ideal-tidak-cukup-untuk-bintang-nyata" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-11"><strong data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-12">Gas Fermi Ideal Tidak Cukup untuk Bintang Nyata</strong></h2><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-13">Model gas Fermi ideal menganggap partikel sebagai partikel bebas nan tidak saling berinteraksi, selain melalui statistik kuantum. Dalam model ini, tekanan hanya ditentukan oleh kerapatan partikel dan derajat relativistiknya. Hal ini menghasilkan pemisah massa Chandrasekhar sekitar 1,46 kali massa Matahari untuk komposisi karbon-oksigen. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-16">Tapi masalah muncul ketika fisikawan mencocokkan prediksi ini dengan observasi katai putih masif. Massa maksimum nan teramati condong lebih rendah, sekitar 1,38 hingga 1,42 massa Matahari. Selisih sekitar 3 hingga 5 persen ini terlalu besar untuk diabaikan dan menjadikannya petunjuk pertama bahwa ada tekanan tambahan nan lenyap alias justru tekanan ideal berkurang lantaran sesuatu nan tidak diperhitungkan sebelumnya.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-18">Sumber kesalahan utama adalah dugaan bahwa latar belakang ion positif tersebar sempurna merata. Pada kenyataannya, ion-ion itu diskrit dan bermuatan. Elektron-elektron degenerasi pun tidak bisa sepenuhnya menyaring muatan ion lantaran pengaruh kuantum membatasi mobilitas mereka. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-20">Akibatnya, timbul daya hubungan elektrostatik total nan negatif terhadap tekanan. Semakin tinggi kerapatan, semakin pendek jarak antar ion, dan semakin besar koreksi negatif ini. Jadi, gas Fermi ideal hanya bertindak dalam pemisah kerapatan rendah. Pada kerapatan katai putih nyata, koreksi elektrostatik wajib dimasukkan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-23">Untuk memahami seberapa besar efeknya, para peneliti menggunakan pendekatan jellium, di mana ion dianggap sebagai latar bermuatan positif seragam, lampau koreksi dihitung sebagai penyimpangan dari latar sempurna akibat diskritnya ion. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-25">Metode ini pertama kali dikerjakan secara rinci oleh Salpeter dan kemudian diperluas oleh banyak intelektual seperti Hamada, Shapiro, dan Teukolsky. Hasilnya konsisten, tekanan Coulomb selalu berbobot negatif dan skalanya sebanding dengan kerapatan ion pangkat 4/3.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-27">Dari sini kita mengerti bahwa model ideal hanyalah titik awal. Langkah berikutnya adalah memandang gimana rumusan matematis koreksi ini diturunkan secara sederhana.</p><h2 id="definisi-operasional-koreksi-elektrostatik-coulomb" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-30"><strong data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-31">Definisi Operasional Koreksi Elektrostatik Coulomb</strong></h2><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-32">Secara teknis, koreksi Salpeter adalah tambahan daya bebas sistem akibat hubungan Coulomb antara partikel dan ion setelah dikurangi daya latar seragam. Dalam fisika materi terkondensasi, ini dikenal sebagai daya hubungan elektrostatik. Untuk gas Fermi terdegenerasi, corak paling sederhana dari tekanan koreksi Coulomb adalah:</p><p data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-36"><em data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-37">Tekanan Coulomb = - (konstanta numerik) &times; (kerapatan ion) &times; (muatan ion kuadrat) &times; (jarak antar ion pangkat minus satu)</em></p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-38">Konstanta numeriknya sekitar 0,3 hingga 0,4 tergantung apakah partikel non-relativistik alias ultra-relativistik. Jarak antar ion dihitung dari volume per ion, ialah jari-jari Wigner-Seitz. Tanda negatif menunjukkan bahwa hubungan ini mengurangi tekanan total dibandingkan model ideal. Mengapa negatif? Karena style tarik elektrostatik antara partikel dan ion membikin sistem sedikit lebih terikat, sehingga melawan ekspansi lebih lemah.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-40">Parameter kunci kedua adalah Z, nomor atom ion. Semakin tinggi Z, semakin besar muatan ion, dan semakin besar koreksi negatif. Ini krusial lantaran komposisi katai putih berbeda-beda: ada nan karbon (Z=6), oksigen (Z=8), alias apalagi neon (Z=10) dan magnesium (Z=12) dalam kondisi tertentu. Katai putih dengan Z lebih tinggi bakal mempunyai pemisah massa maksimum lebih rendah lantaran tekanan Coulomb-nya lebih mengurangi tekanan degenerasi.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-43">Definisi ini juga mencakup batas validitas. Koreksi Salpeter hanya jeli jika parameter kerapatan (rasio jarak antar partikel terhadap jari-jari Bohr) tidak terlalu besar, artinya kerapatan tidak ekstrem hingga pengaruh relativitas total mendominasi. Pada kerapatan sangat tinggi di atas 10^11 gram per sentimeter kubik, diperlukan koreksi relativitas penuh nan dihitung oleh Hamada dan Salpeter sendiri pada 1961.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-45">Dengan arti nan jelas ini, kita sekarang bisa melangkah ke bukti konkret bahwa koreksi ini betul-betul mengubah kalkulasi tekanan total secara signifikan.</p><h2 id="bukti-kuantitatif-dari-perhitungan-tekanan-total" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-48"><strong data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-49">Bukti Kuantitatif dari Perhitungan Tekanan Total</strong></h2><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-50">Mari kita ambil contoh numerik nyata nan sering dipakai dalam literatur. Untuk katai putih karbon-oksigen dengan kerapatan pusat 10^9 gram per sentimeter kubik, tekanan degenerasi partikel ideal dalam pendekatan relativistik ekstrem sekitar 10^25 dyne per sentimeter persegi. Koreksi Coulomb Salpeter pada kerapatan ini berbobot sekitar minus 3 hingga 5 persen dari tekanan ideal. Artinya, tekanan total nan bisa menahan gravitasi berkurang sekitar 4 persen.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-53">Efek ini tidak kecil. Gravitasi sendiri hanya bertambah sebanding dengan kuadrat kerapatan, sementara tekanan ideal relativistik sebanding dengan kerapatan pangkat 4/3. Koreksi Coulomb juga sebanding dengan kerapatan pangkat 4/3 tetapi dengan koefisien negatif. Akibatnya, pada kerapatan tinggi, proporsi koreksi terhadap tekanan ideal nyaris konstan, sekitar beberapa persen. Konstanta ini cukup untuk menurunkan pemisah massa Chandrasekhar dari 1,46 menjadi sekitar 1,41 massa Matahari untuk komposisi karbon.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-55">Perhitungan lebih teliti oleh Shapiro dan Teukolsky dalam kitab "Black Holes, White Dwarfs, and Neutron Stars" (1983) menunjukkan bahwa untuk katai putih dengan inti karbon, massa maksimum setelah koreksi Coulomb adalah 1,38 massa Matahari jika pengaruh relativitas dan kisi ion dihitung penuh. Angka ini sangat dekat dengan pemisah bawah observasi katai putih masif di gugus bintang tua.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-58">Jadi, tanpa koreksi Coulomb, model bakal memprediksi katai putih nan lebih masif daripada nan pernah diamati. Sehingga menjadi bukti paling langsung bahwa koreksi ini kudu dimasukkan dalam persamaan keadaan (equation of state) untuk astrofisika bintang kompak.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-60">Setelah memandang bukti numeriknya, pertanyaan selanjutnya adalah, gimana koreksi ini secara bentuk menggeser pemisah Chandrasekhar nan terkenal itu?</p><h2 id="pergeseran-batas-massa-chandrasekhar" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-63"><strong data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-64">Pergeseran Batas Massa Chandrasekhar</strong></h2><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-65">Batas Chandrasekhar original diturunkan dari keseimbangan antara tekanan degenerasi partikel relativistik dan gravitasi. Dalam bentuknya nan paling sederhana, massa pemisah hanya berjuntai pada komposisi kimia melalui berat molekul per elektron. Ketika koreksi Coulomb dimasukkan, tekanan efektif menjadi lebih kecil. Akibatnya, untuk massa nan sama, radius bintang menjadi lebih kecil, alias untuk radius nan sama, massa maksimum menjadi lebih rendah.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-68">Secara matematis, pergeseran ini bisa dihitung dengan memasukkan tekanan Coulomb ke dalam persamaan kesetimbangan hidrostatik (persamaan Lane-Emden termodifikasi). Hasil standar dari literatur adalah:</p><p data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-71"><em data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-72">Massa maksimum (dengan koreksi Coulomb) = Massa Chandrasekhar ideal &times; (1 - 0,02 Z/6)</em></p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-73">Untuk karbon (Z=6), aspek koreksinya sekitar 0,98 sehingga massa maksimum sekitar 1,43 massa Matahari. Untuk oksigen (Z=8), faktornya 0,973 sehingga massa maksimum 1,42. Untuk neon (Z=10), turun hingga 1,39. Angka-angka ini sangat sensitif terhadap kerapatan pusat dan model kisi ion nan digunakan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-75">Yang menarik, koreksi ini tidak linier terhadap Z. Karena hubungan Coulomb antar ion juga berkontribusi, ada pengaruh screening nan membikin ketergantungan sedikit lebih rumit. Salpeter sendiri menunjukkan bahwa dalam pendekatan terbaik, konstanta numerik dalam tekanan Coulomb kudu disesuaikan dengan pengaruh pertukaran elektron. Hasil finalnya adalah pemisah massa maksimum berkisar antara 1,38 hingga 1,44 massa Matahari untuk beragam komposisi realistis.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-78">Pergeseran ini cukup krusial untuk memahami supernova jenis Ia. Batas massa nan lebih rendah berfaedah beberapa katai putih nan mendekati pemisah Chandrasekhar ideal sebenarnya sudah melampaui pemisah riil, sehingga mereka lebih mudah meledak sebagai supernova. Ini membantu menjawab kenapa massa progenitor supernova jenis Ia teramati condong sekitar 1,38 massa Matahari, bukan 1,46.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-80">Dengan pemahaman tentang pergeseran massa ini, sekarang kita lihat gimana para fisikawan memverifikasi koreksi Salpeter secara eksperimental dan observasional.</p><h2 id="verifikasi-observasional-dan-penggunaan-modern" data-qa-id="story-subtitle" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-83"><strong data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-84">Verifikasi Observasional dan Penggunaan Modern</strong></h2><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-85">Ada tiga jalur verifikasi utama dalam Koreksi Salpeter. Pertama, pengukuran massa katai putih masif di bintang biner. Contoh terkenal adalah katai putih dalam sistem Procyon B dan Sirius B. Massa keduanya sekitar 1,02 dan 1,00 massa Matahari, tetap jauh di bawah batas, tetapi studi statistik puluhan katai putih masif dari info satelit Gaia dan Hubble menunjukkan bahwa tidak ada katai putih bermassa di atas 1,42 massa Matahari dengan komposisi karbon-oksigen. Ini konsisten dengan prediksi koreksi Coulomb.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-88">Kedua, osilasi non-radial (asteroseismologi) katai putih jenis pulsating (ZZ Ceti). Periode osilasi sangat sensitif terhadap struktur interior, termasuk gradien komposisi dan tekanan. Model dengan koreksi Coulomb menghasilkan periode nan cocok dengan info observasi, sementara model ideal menghasilkan deviasi sistematis.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-90">Ketiga, kalkulasi persamaan keadaan untuk materi padat di laboratorium. Meskipun tidak bisa mencapai kerapatan katai putih, penelitian dengan laser daya tinggi pada sasaran logam dapat mensimulasikan kondisi plasma kental (strongly coupled plasma). Hasilnya mendukung bahwa daya hubungan Coulomb mengikuti skala nan dihitung Salpeter hingga aspek numerik dalam 10 persen.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-92">Dalam penggunaan modern, koreksi Salpeter menjadi bagian dari pustaka persamaan keadaan seperti EoS dari Chabrier, Potekhin, dan Rogers. Kode perkembangan bintang seperti MESA (Modules for Experiments in Stellar Astrophysics) menyertakan koreksi ini secara default untuk kalkulasi katai putih. Tanpa koreksi Salpeter, prediksi luminositas, radius, dan laju pendinginan katai putih bakal meleset secara sistematis.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a1e3b45312caf00092103a9-1780366149263408444-memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-27W5wSCZOe4-83-95">Akhirnya, koreksi ini juga menjadi fondasi untuk fisika tekanan lebih tinggi pada bintang neutron, di mana hubungan Coulomb antara proton dan partikel dalam larutan superkonduktor memainkan peran serupa. Jadi apa nan dimulai oleh Salpeter pada 1961 untuk katai putih, sekarang menjadi metode standar di seluruh astrofisika barang padat.

</p></div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/memahami-koreksi-elektrostatik-coulomb-pada-gas-fermi-terdegenerasi-83706.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 01:05:12 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Disperindag Bali Petakan Komoditas Penyumbang Inflasi Jelang Galungan</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali mulai memetakan komoditas strategis yang berpotensi menyumbang inflasi menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan pada 17 hingga 27 Juni 2026....</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/010428600-1780596011-IMG_3050jpeg.jpeg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/disperindag-bali-petakan-komoditas-penyumbang-inflasi-jelang-galungan-83705.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<p><span>
        Disperindag petakan komoditas potensi inflasi jelang Galungan.
      </span>
    </p><div data-sticky-container>
      
      
        <p>   <b>, DENPASAR,</b> &ndash; Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali mulai memetakan komoditas strategis nan berpotensi menyumbang inflasi menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan pada 17 hingga 27 Juni 2026. Kepala Disperindag Bali, <b>Ngurah Wiryanatha</b>, menyatakan bahwa pemetaan ini bakal menjadi dasar pengawasan untuk mencegah lonjakan nilai nan signifikan.</p><p>Pengawasan bakal difokuskan pada komoditas nan biasanya mengalami peningkatan permintaan, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang merah dan putih, telur ayam, daging ayam ras, daging babi, dan bahan kebutuhan upacara keagamaan. Wiryanatha menjelaskan bahwa dua minggu sebelum Hari Raya Galungan, Disperindag Bali bakal memulai monitoring nilai secara rutin di pasar rakyat, pasar tradisional, dan pusat perdagangan.</p><p>Untuk menjaga stabilitas harga, Disperindag bakal menggelar pasar murah alias operasi pasar, terutama di letak dengan tekanan nilai tinggi dan wilayah dengan daya beli masyarakat nan lemah. Komoditas nan dijual dalam pasar murah antara lain beras, minyak goreng, gula, telur, serta peralatan kebutuhan upacara. Pasar murah bakal diadakan di Kesiman Petilan Denpasar pada 9 Juni 2026 dan di Tulikup Gianyar pada 23 Juni 2026.</p><p>Wiryanatha menegaskan bahwa intervensi pemerintah tidak hanya pada nilai tetapi juga pada jumlah stok di distributor, agen, dan pasar. Tujuannya adalah memastikan pasokan mencukupi selama Hari Raya Galungan hingga Kuningan dan mencegah kelangkaan barang.</p><p>Disperindag juga bakal bekerja sama dengan Satgas Pangan Polda Bali, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bulog, Dinas Pertanian, dan lembaga mengenai lainnya untuk memastikan pengedaran melangkah lancar dan mengantisipasi penimbunan serta spekulasi harga.</p>			
			
				
				<p>   <i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
     

 
      


    
  </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/disperindag-bali-petakan-komoditas-penyumbang-inflasi-jelang-galungan-83705.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 01:05:11 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Istana Ungkap Pelantikan Pimpinan Baru BGN Digelar Pekan Depan</title>
            <description>Istana merencanakan pelantikan tiga pimpinan baru BGN pengganti Dadan Hindayana Cs oleh Presiden Prabowo digelar pekan depan.</description>
            <media:thumbnail url="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/04/mensesneg-sampaikan-keterangan-pers-1780579812774_169.jpeg?w=1200"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/istana-ungkap-pelantikan-pimpinan-baru-bgn-digelar-pekan-depan-83704.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>
                        <div>

                            
                                                        

                            <p><strong>Jakarta, CNN Indonesia</strong> -- </p><p>Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi merencanakan aktivitas pelantikan tiga ketua baru Badan Gizi Nasional (<span><strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/bgn"><span>BGN</span></a></strong></span>) dilantik Presiden<span><strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/prabowo-subianto"><span> Prabowo&nbsp;Subianto</span></a></strong></span>&nbsp;pekan depan.</p><p>Ia menyebut salah satu pertimbangannya adalah agar mereka bisa lebih dulu konsentrasi dalam melakukan proses perbaikan BGN di hari-hari awal mereka bekerja.</p><p>"Kami agendakan di minggu depan, lantaran kami berpikir beliau dalam hari-hari pertama itu agar konsentrasi terlebih dulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di BGN. Kalau secara administratif, hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi ketua BGN semenjak Keputusan Presiden ditetapkan," kata Pras di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6).</p>









<div>
<p>
ADVERTISEMENT
</p>


<p>
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
</p>

</div><p>Pras menyebut beberapa pertimbangan menunjuk Nanik sebagai Kepala BGN adalah lantaran beliau dianggap telah memahami alur kerja di BGN.</p>
    


<p>Posisi Nanik nan sebelumnya merupakan Waka BGN membuatnya dinilai mengerti bakal seluruh proses dan aktivitas di BGN.</p><p>Selain itu, dari sisi kerja, khususnya pertimbangan dan monitoring, Nanik dianggap paling disiplin dalam beragam hal.</p><p>"Kedisplinan dalam menjalankan SOP-SOP kedisiplinan dalam menjalankan manajemen di BGN, kedisiplinan juga dalam menjaga kualitas makanan nan kita sajikan ke seluruh penerima manfaat, itu beberapa dasar pertimbangan untuk kita minta ke beliau," ucap dia.</p><p>Nanik diangkat menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.</p><p>Sehari setelah dicopot, Dadan berstatus tersangka atas dugaan korupsi oleh Kejagung. Dadan ditetapkan status tersangka berbareng dua Wakil Kepala BGN lain, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.</p><p>Selain Nanik, Prabowo juga mengangkat dua Wakil Kepala BGN baru ialah Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.</p> <p><strong>(mnf/dal)</strong></p><a href="https://www.cnnindonesia.com/outboundlinks?url=https://www.google.com/preferences/source?q=https://www.cnnindonesia.com" target="_blank" dtr-evt="detail artikel" dtr-sec="google preferred source" dtr-act="google preferred source">
    <svg width="24px" height="32px" viewbox="-3 0 262 262" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" preserveaspectratio="xMidYMid" fill="#000000">
        
        
        
            <path d="M255.878 133.451c0-10.734-.871-18.567-2.756-26.69H130.55v48.448h71.947c-1.45 12.04-9.283 30.172-26.69 42.356l-.244 1.622 38.755 30.023 2.685.268c24.659-22.774 38.875-56.282 38.875-96.027" fill="#4285F4"></path>
            <path d="M130.55 261.1c35.248 0 64.839-11.605 86.453-31.622l-41.196-31.913c-11.024 7.688-25.82 13.055-45.257 13.055-34.523 0-63.824-22.773-74.269-54.25l-1.531.13-40.298 31.187-.527 1.465C35.393 231.798 79.49 261.1 130.55 261.1" fill="#34A853"></path>
            <path d="M56.281 156.37c-2.756-8.123-4.351-16.827-4.351-25.82 0-8.994 1.595-17.697 4.206-25.82l-.073-1.73L15.26 71.312l-1.335.635C5.077 89.644 0 109.517 0 130.55s5.077 40.905 13.925 58.602l42.356-32.782" fill="#FBBC05"></path>
            <path d="M130.55 50.479c24.514 0 41.05 10.589 50.479 19.438l36.844-35.974C195.245 12.91 165.798 0 130.55 0 79.49 0 35.393 29.301 13.925 71.947l42.211 32.783c10.59-31.477 39.891-54.251 74.414-54.251" fill="#EB4335"></path>
        
    </svg>
    <span> Add <span>
            <img src="https://cdn.cnnindonesia.com/cnnid/images/logo.png?v=12.3.8" alt="">
        </span> as a preferred <br> source on Google </span>
    <span>
        <svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" viewbox="0 0 12 12" fill="none">
            <path d="M10.8333 6.66667H6.66667V10.8333C6.66667 11.2917 6.29167 11.6667 5.83333 11.6667C5.375 11.6667 5 11.2917 5 10.8333V6.66667H0.833333C0.375 6.66667 0 6.29167 0 5.83333C0 5.375 0.375 5 0.833333 5H5V0.833333C5 0.375 5.375 0 5.83333 0C6.29167 0 6.66667 0.375 6.66667 0.833333V5H10.8333C11.2917 5 11.6667 5.375 11.6667 5.83333C11.6667 6.29167 11.2917 6.66667 10.8333 6.66667Z" fill="black"></path>
        </svg>
    </span>
</a>
                            

                            
                                                         

                                                                <p>
    <a href="https://www.cnnindonesia.com/embed/video/1365404" id="idautovideocnn" dtr-evt="box aevp" dtr-sec="box aevp" dtr-act="box aevp" dtr-ttl="https://www.cnnindonesia.com/embed/video/1365404">[Gambas:Video CNN]<br></a></p>
                            

                            

                        </div>
                        
                            

                        
                    </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/istana-ungkap-pelantikan-pimpinan-baru-bgn-digelar-pekan-depan-83704.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 01:05:09 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Dolar AS Tembus Rp 18.000, Pemerintah Yakin Fundamental Ekonomi RI Kuat</title>
            <description>Nilai tukar Dolar AS tembus Rp 18.000. Mensesneg Prasetyo Hadi yakin fundamental ekonomi Indonesia kuat, meski ada tantangan global dan domestik.</description>
            <media:thumbnail url="https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/02/18/menteri-sekretaris-negara-mensesneg-prasetyo-hadi-anggi-mdetikcom-1771412206151_169.jpeg?wid=54&amp;w=1200&amp;v=1&amp;t=jpeg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/dolar-as-tembus-rp-18-000-pemerintah-yakin-fundamental-ekonomi-ri-kuat-83703.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>

        
                


                    <p><strong>Jakarta</strong> - Nilai tukar <a href="https://www.detik.com/tag/dolar">Dolar</a> Amerika Serikat (USD) menembus Rp 18.000. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi percaya Indonesia mempunyai esensial ekonomi nan kuat.</p><p>"Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita kudu percaya bahwa sesungguhnya esensial ekonomi kita nan tergambar dari pertumbuhan ekonomi. Kemudian dari inflasi nan tetap terjaga Insya Allah sesungguhnya kita mempunyai esensial ekonomi nan cukup kuat," kata Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026) malam.</p> <p>Prasetyo menegaskan pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkoordinasi secara intens. Pemerintah, kata dia, dipastikan melakukan sejumlah langkah dalam mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD.</p><p>"Kami pemerintah dalam perihal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," katanta.</p> <p>Diketahui, nilai tukar USD semakin menguat terhadap rupiah. Bahkan sekarang mata duit negeri Paman Sam itu sudah menembus level Rp 18.000.</p><p>Dilansir detikFinance, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan pelemahan nilai tukar Rupiah nan terjadi saat ini tetap dipengaruhi oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah nan kembali memanas. Kondisi ini mendorong nilai minyak tetap tinggi dan meningkatkan akibat inflasi dunia serta arus biaya keluar dari negara emerging.</p><p>Dari sisi domestik, menurutnya permintaan Dolar tetap besar digunakan untuk repatriasi dividen dan juga pembayaran utang luar negeri.</p><p>"Selain itu kebutuhan domestik tetap cukup besar sesuai dengan pola repatriasi dividen dan pembayaran Utang Luar Negeri (ULN)," ujar Destry dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6).</p><p>Destry juga menyampaikan pelemahan nan terjadi pada mata Rupiah ini juga dialami oleh mata duit negara lainnya nan berada di kawasan.</p><p>"Secara umum, pelemahan Rupiah juga tetap sejalan dengan regional, secara YTD melemah 7,44%. Cadangan devisa tetap terjaga di level US$ 146,2 miliar pada akhir April 2026," ujar Destry.        
		
        <strong>(fca/dek)</strong>
        </p>

        
        

        
        
    </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/dolar-as-tembus-rp-18-000-pemerintah-yakin-fundamental-ekonomi-ri-kuat-83703.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 01:00:10 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Profil Purbaya Yudhi Sadewa: Rekam Jejak Menkeu dan Klarifikasi Isu Mundur</title>
            <description>Simak profil Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan yang diisukan mundur. Cek rekam jejak karier dari LPS hingga klarifikasi resmi Istana di sini.</description>
            <media:thumbnail url="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/05/1780593035_bfd7e63545882d28b0d9.png"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/profil-purbaya-yudhi-sadewa-rekam-jejak-menkeu-dan-klarifikasi-isu-mundur-83702.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>
                                                                                                                            <figure>
                                <img data-src="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/05/1780593035_bfd7e63545882d28b0d9.png" alt=" Rekam Jejak Menkeu dan Klarifikasi Isu Mundur" src="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/05/1780593035_bfd7e63545882d28b0d9.png">
                                Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara menghadang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/6/2026).(ANTARA/Imamatul Silfia)
                            </figure>
                                                                

<p>Nama Purbaya Yudhi Sadewa tengah menjadi sorotan publik seiring dengan perubahan nilai tukar Mata Uang Rupiah nan menembus nomor Rp18.000 per Dolar AS. Kondisi ekonomi ini memicu spekulasi mengenai posisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan. Namun, di kembali rumor panas tersebut, Purbaya mempunyai rekam jejak panjang sebagai teknokrat di sektor stabilitas sistem finansial Indonesia.</p>

<h2>Siapa Purbaya Yudhi Sadewa?</h2>

<p>Purbaya Yudhi Sadewa resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025 di Istana Negara. Ia mengemban tugas berat menggantikan Sri Mulyani Indrawati dalam mengawal fiskal negara di tengah tantangan dunia nan dinamis.</p>

<p>Sebelum menduduki bangku bendaharawan negara, Purbaya dikenal luas sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Keahliannya dalam makroekonomi dan kebijakan moneter menjadikannya sosok nan dipercaya untuk menjaga stabilitas perbankan nasional sebelum akhirnya ditarik ke pemerintahan pusat.</p>

<h2>Rekam Jejak Karier dan Pendidikan</h2>

<p>Purbaya Yudhi Sadewa merupakan seorang ahli ekonomi nan mempunyai latar belakang akademis dan praktisi nan kuat. Berikut adalah poin-poin krusial dalam perjalanan kariernya:</p>

<ul>
	<li><strong>Ketua Dewan Komisioner LPS:</strong> Berperan krusial dalam menjaga kepercayaan pengguna terhadap sistem perbankan nasional.</li>
	<li><strong>Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi:</strong> Pernah bekerja di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.</li>
	<li><strong>Staf Khusus Menko Perekonomian:</strong> Memiliki pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan ekonomi makro.</li>
	<li><strong>Akademisi:</strong> Meraih gelar Ph.D. dalam bagian Ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat, nan memperkuat landasan teoritisnya dalam pengambilan kebijakan.</li>
</ul>

<h2>Klarifikasi Isu Pengunduran Diri</h2>

<p>Menanggapi rumor nan beredar mengenai pengunduran dirinya akibat tekanan pelemahan Mata Uang Rupiah, Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan tegas. Pada Kamis (4/6), dia membantah berita tersebut saat dikonfirmasi di Jakarta.</p>

<div>
<p><em>&ldquo;Tidak benar,&rdquo;</em> ujar Purbaya singkat menanggapi rumor pengunduran dirinya.</p>
</div>

<p>Senada dengan perihal tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto belum mempunyai rencana untuk melakukan perombakan (reshuffle) pada Kabinet Merah Putih. Menurutnya, konsentrasi pemerintah saat ini adalah memperkuat sinergi antarlembaga otoritas keuangan.</p>

<p>"Tidak ada rencana pergantian. Justru nan sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi nan keras dan intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian," tegas Prasetyo Hadi.</p>

<h2>Tantangan Ekonomi: Mata Uang Rupiah dan Stabilitas Fiskal</h2>

<p>Isu mundurnya Menkeu tidak lepas dari sentimen pasar terhadap nilai tukar Mata Uang Rupiah. Sebagai nakhoda fiskal, Purbaya sekarang dihadapkan pada tantangan untuk meredam akibat volatilitas mata duit terhadap APBN dan daya beli masyarakat. Koordinasi dengan Bank Indonesia menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di masa transisi ini.</p>

<h3>FAQ: Mengenal Sosok Purbaya Yudhi Sadewa</h3>

<table readabilitydatatable="1">
	<tbody>
		<tr>
			Pertanyaan
			Jawaban
		</tr>
		<tr>
			<td>Kapan Purbaya dilantik jadi Menkeu?</td>
			<td>8 September 2025.</td>
		</tr>
		<tr>
			<td>Siapa nan digantikan Purbaya?</td>
			<td>Sri Mulyani Indrawati.</td>
		</tr>
		<tr>
			<td>Apa kedudukan sebelumnya?</td>
			<td>Ketua Dewan Komisioner LPS.</td>
		</tr>
		<tr>
			<td>Apakah betul dia bakal mundur?</td>
			<td>Tidak benar, perihal ini telah dibantah oleh Menkeu dan Mensesneg.</td>
		</tr>
	</tbody>
</table>
                    
                    
                            
        
        

                </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/profil-purbaya-yudhi-sadewa-rekam-jejak-menkeu-dan-klarifikasi-isu-mundur-83702.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 00:50:12 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Polda Maluku Gandeng BPMP Perkuat Pendidikan Karakter Cegah Konflik</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, AMBON, – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku bekerja sama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku untuk meningkatkan upaya pencegahan konflik sosial melalui penguatan pendidikan karakter, toleransi, dan...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/082429200-1780595108-4e040aa7-95ea-42c6-9a86-41edd5.jpeg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/polda-maluku-gandeng-bpmp-perkuat-pendidikan-karakter-cegah-konflik-83701.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
        <p>   <b>, AMBON,</b> &ndash; Kepolisian Daerah (Polda) Maluku bekerja sama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku untuk meningkatkan upaya pencegahan bentrok sosial melalui penguatan pendidikan karakter, toleransi, dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda. </p><p><b>Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto</b> menyatakan bahwa<a href="https://republika.co.id/tag/pendidikan-karakter"> pendidikan karakter </a>adalah investasi jangka panjang nan krusial untuk menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat. Hal ini disampaikan dalam audiensi dengan Kepala BPMP Provinsi Maluku, <b>La Mansur</b>, di Mapolda Maluku, Ambon, Kamis.</p><p>Irjen Pol Dadang menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebangsaan sejak awal agar generasi muda tidak mudah terpengaruh info nan berpotensi memecah belah persatuan. &ldquo;Edukasi merupakan langkah krusial untuk membentengi anak-anak dan generasi muda dari isu-isu negatif,&rdquo; ujarnya.</p><p>Pertemuan tersebut membahas penguatan kerjasama antara sektor pendidikan dan kepolisian dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia nan unggul dan toleran. Kapolda menjelaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembangunan karakter generasi muda sebagai pemasok perdamaian.</p><p>Dalam konteks Maluku nan beragam dalam agama, budaya, dan budaya istiadat, pendidikan toleransi dinilai krusial untuk memperkuat kohesi sosial dan menjaga persatuan. &ldquo;Kami berambisi dapat dibangun pola pembelajaran nan mempererat hubungan antara anak-anak Muslim dan Nasrani,&rdquo; jelas Kapolda.</p>			
			
				
				<p>Kapolda Maluku juga mendorong lahirnya program kolaboratif nan menyentuh pelajar, terutama di wilayah rawan konflik. Kegiatan seperti training baris-berbaris, disiplin berlalu lintas, dan pendidikan karakter dapat menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta cinta tenteram kepada generasi muda.</p><p>Rencana melibatkan pelajar dari beragam wilayah dalam aktivitas edukatif pada peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 tahun 2026 juga diungkapkan. Sementara itu, <b>Kepala BPMP La Mansur</b> menyampaikan apresiasi atas support Polda Maluku terhadap program peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter.</p><p>Kedua pihak juga membahas kerja sama dalam pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan, pendidikan antikorupsi, literasi digital, dan peningkatan kesadaran norma bagi pelajar. Keterlibatan generasi muda diharapkan dapat memperkuat persatuan dan menumbuhkan tanggung jawab menjaga keamanan dan keselarasan sosial di Maluku.</p><p>    <i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/polda-maluku-gandeng-bpmp-perkuat-pendidikan-karakter-cegah-konflik-83701.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 00:45:10 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Pemerintah Diminta Buat UU Permuseuman hingga Revisi UU Cagar Budaya</title>
            <description>AMI menekankan pentingnya regulasi untuk museum di Indonesia. Museum harus jadi fondasi budaya dan identitas bangsa di era modern.</description>
            <media:thumbnail url="https://akcdn.detik.net.id/visual/2014/10/28/a5fa2dc3-b301-46ed-a3b1-da2c1e815468_169.jpg?w=1200"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/pemerintah-diminta-buat-uu-permuseuman-hingga-revisi-uu-cagar-budaya-83700.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>
                        <div>

                            
                                                        

                            <p><strong>Jakarta, CNN Indonesia</strong> -- </p><p>Ketua Umum Asosiasi<span><strong>&nbsp;<a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/museum"><span>Museum</span></a></strong></span> Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana mengatakan aspek izin menjadi tantangan terbesar museum-museum&nbsp;Indonesia di tengah kondisi dunia nan berpotensi mempengaruhi identitas dan <span><strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/generasi-muda"><span>generasi muda</span></a></strong></span>. Pembentukan UU Permuseuman&nbsp;hingga revisi UU Cagar Budaya dinilai mendesak.</p><p>Sebab, kata dia, kebudayaan kudu ditempatkan sebagai fondasi pembangunan bangsa sebagaimana petunjuk konstitusi.</p><p>Menurutnya, pendapat kebudayaan telah menjadi ruh dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan dipertegas dalam Pasal 32 UUD 1945 nan menegaskan tanggungjawab negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia.</p>









<div>
<p>
ADVERTISEMENT
</p>


<p>
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
</p>

</div><p>"Esensi pembangunan bangsa kudu dibangun dari kebudayaan. Museum menjadi lembaga nan merumahkan, mengkaji, merawat, dan menyampaikan kekayaan peradaban itu kepada generasi berikutnya. Karena itu museum mempunyai posisi nan sangat strategis," kata Putu&nbsp;dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) berbareng Komisi X DPR RI lewat keterangan tertulis, Kamis (4/6).</p><p>Putu membeberkan saat ini Indonesia mempunyai 516 museum, di mana 373 museum telah terdaftar dan sekitar 289 museum telah menjalani standardisasi dan evaluasi.</p>
    


<p>Kata dia, kembalinya Direktorat Sejarah dan Permuseuman setelah terbentuknya Kementerian Kebudayaan pada 2024 menjadi momentum krusial untuk memperkuat tata kelola museum nasional.</p><p>Namun, dia mengingatkan bahwa sebagian besar museum di Indonesia saat ini dikelola oleh swasta, yayasan, dan perorangan nan selama ini menghadapi beragam tantangan. Mulai dari keterbatasan pendanaan hingga support sarana dan prasarana.</p><p>"Banyak tokoh dan masyarakat nan mendonasikan tenaga, pikiran, apalagi hartanya untuk membangun museum agar artefak dan karya budaya bangsa tidak seluruhnya keluar negeri dan tetap bisa dinikmati oleh anak bangsa. Museum dibangun bukan untuk profit, tetapi untuk faedah dan peradaban," tutur dia.</p><p>Putu menyebut museum perlu dimaknai ulang dalam konteks Indonesia modern. Sebab, museum bukan sekadar tempat penyimpanan barang berhistoris alias simbol masa lalu, melainkan lembaga nan hidup dan berkedudukan dalam membangun karakter bangsa.</p><p>"Museum bukan tempat nan diasingkan alias ditinggalkan. Museum adalah pencapaian luhur sebuah bangsa. Museum adalah soko pembimbing bangsa, rumah tertinggi kebudayaan, rumah kekal peradaban, rumah inspirasi, rumah narasi mulia Nusantara, dan rumah peninggalan luhur bangsa," ucap dia.</p><p>Putu menilai penguatan museum menjadi semakin krusial di tengah tantangan krisis identitas dan kepribadian bangsa. Mengutip pemikiran Presiden ke-1 RI Soekarno, kata dia, Indonesia telah berjuang mewujudkan kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi, namun pembangunan bangsa nan berkarakter dalam kebudayaan tetap perlu terus diperkuat.</p><p>"Bangsa nan besar kudu menjadikan kebudayaan sebagai lokomotif pembangunan jati diri dan kehidupan berbangsa. Di beragam negara maju, kebudayaan menjadi penggerak beragam sektor pembangunan," ujarnya.</p><p>Karenanya, AMI mendorong kembali aktivitas nasional 'Ayo Kunjungi Museum Pertama'. Ia berujat, museum semestinya menjadi tujuan awal ketika masyarakat mengunjungi suatu wilayah agar dapat memahami sejarah, nilai luhur, artefak, dan identitas budaya setempat sebelum menikmati lokasi wisata lainnya.</p><p>Putu pun menyebut aspek izin menjadi tantangan terbesar permuseuman Indonesia saat ini lantaran belum ada Undang-Undang Permuseuman. Padahal, Indonesia telah mempunyai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, serta beragam peraturan pemerintah dan peraturan menteri mengenai permuseuman.</p><p>Menurutnya, posisi museum dalam kedua undang-undang tersebut tetap sangat terbatas. Dalam UU Cagar Budaya, museum disebut secara terbatas dan lebih diposisikan sebagai tempat penyimpanan.</p><p>Sementara dalam UU Pemajuan Kebudayaan, museum belum ditempatkan sebagai lembaga strategis nan mempunyai peran sentral dalam pelindungan dan pengembangan kebudayaan nasional.</p><p>"Rumahnya belum ada. Kita punya izin cagar budaya dan pemajuan kebudayaan, tetapi belum mempunyai Undang-Undang Permuseuman. Karena itu penguatan izin menjadi kebutuhan mendesak," kata dia.</p><p>Putu juga menyoroti pentingnya penguatan izin untuk mendukung upaya repatriasi artefak dan barang budaya Indonesia nan saat ini tetap berada di luar negeri. Sebab, keberadaan Undang-Undang Permuseuman bakal memperkuat posisi Indonesia dalam memperjuangkan pemulangan warisan budaya bangsa.</p><p>"Warisan budaya dan artefak bangsa mempunyai nilai nan tidak dapat digantikan dengan uang. Karena itu perlindungan terhadap koleksi kudu menjadi perhatian serius dalam penguatan izin ke depan," ucap dia.</p><p>Selain mendorong terbitnya Undang-Undang Permuseuman, AMI juga mengusulkan revisi terhadap UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan agar posisi museum sebagai lembaga strategis kebudayaan semakin kuat.</p><p>Lebih lanjut, AMI juga mendorong pembentukan badan nan secara unik menangani museum, cagar budaya, dan pemajuan kebudayaan guna memperkuat koordinasi kebijakan nasional.</p> <p><strong>(dis/dal)</strong></p><a href="https://www.cnnindonesia.com/outboundlinks?url=https://www.google.com/preferences/source?q=https://www.cnnindonesia.com" target="_blank" dtr-evt="detail artikel" dtr-sec="google preferred source" dtr-act="google preferred source">
    <svg width="24px" height="32px" viewbox="-3 0 262 262" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" preserveaspectratio="xMidYMid" fill="#000000">
        
        
        
            <path d="M255.878 133.451c0-10.734-.871-18.567-2.756-26.69H130.55v48.448h71.947c-1.45 12.04-9.283 30.172-26.69 42.356l-.244 1.622 38.755 30.023 2.685.268c24.659-22.774 38.875-56.282 38.875-96.027" fill="#4285F4"></path>
            <path d="M130.55 261.1c35.248 0 64.839-11.605 86.453-31.622l-41.196-31.913c-11.024 7.688-25.82 13.055-45.257 13.055-34.523 0-63.824-22.773-74.269-54.25l-1.531.13-40.298 31.187-.527 1.465C35.393 231.798 79.49 261.1 130.55 261.1" fill="#34A853"></path>
            <path d="M56.281 156.37c-2.756-8.123-4.351-16.827-4.351-25.82 0-8.994 1.595-17.697 4.206-25.82l-.073-1.73L15.26 71.312l-1.335.635C5.077 89.644 0 109.517 0 130.55s5.077 40.905 13.925 58.602l42.356-32.782" fill="#FBBC05"></path>
            <path d="M130.55 50.479c24.514 0 41.05 10.589 50.479 19.438l36.844-35.974C195.245 12.91 165.798 0 130.55 0 79.49 0 35.393 29.301 13.925 71.947l42.211 32.783c10.59-31.477 39.891-54.251 74.414-54.251" fill="#EB4335"></path>
        
    </svg>
    <span> Add <span>
            <img src="https://cdn.cnnindonesia.com/cnnid/images/logo.png?v=12.3.8" alt="">
        </span> as a preferred <br> source on Google </span>
    <span>
        <svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" viewbox="0 0 12 12" fill="none">
            <path d="M10.8333 6.66667H6.66667V10.8333C6.66667 11.2917 6.29167 11.6667 5.83333 11.6667C5.375 11.6667 5 11.2917 5 10.8333V6.66667H0.833333C0.375 6.66667 0 6.29167 0 5.83333C0 5.375 0.375 5 0.833333 5H5V0.833333C5 0.375 5.375 0 5.83333 0C6.29167 0 6.66667 0.375 6.66667 0.833333V5H10.8333C11.2917 5 11.6667 5.375 11.6667 5.83333C11.6667 6.29167 11.2917 6.66667 10.8333 6.66667Z" fill="black"></path>
        </svg>
    </span>
</a>
                            

                            
                                                         

                                                                <p>
    <a href="https://www.cnnindonesia.com/embed/video/1364941" id="idautovideocnn" dtr-evt="box aevp" dtr-sec="box aevp" dtr-act="box aevp" dtr-ttl="https://www.cnnindonesia.com/embed/video/1364941">[Gambas:Video CNN]<br></a></p>
                            

                            

                        </div>
                        
                            

                        
                    </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/pemerintah-diminta-buat-uu-permuseuman-hingga-revisi-uu-cagar-budaya-83700.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 00:35:11 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Data Kian Menentukan Arah Strategi Brand di Era Digital</title>
            <description>Pendekatan yang berbasis data menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga konsistensi eksposur positif sekaligus meningkatkan kualitas interaksi dengan nasabah dan masyarakat.</description>
            <media:thumbnail url="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/05/1780593892_bb3f1ab7ea1d9c3c7ae0.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/data-kian-menentukan-arah-strategi-brand-di-era-digital-83699.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>
                                                                                                                            <figure>
                                <img data-src="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/05/1780593892_bb3f1ab7ea1d9c3c7ae0.jpg" alt="Data Kian Menentukan Arah Strategi Brand di Era Digital" src="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/05/1780593892_bb3f1ab7ea1d9c3c7ae0.jpg">
                                Ivan Jaya, Consumer Funding &amp; Wealth Business Head Danamon,kedua dari kiri, saat menerima penghargaan di arena 15th Infobank&ndash;Isentia Digital Brand Appreciation 2026.(Dok.  PT Bank Danamon Indonesia)
                            </figure>
                                                                <p>PEMANFAATAN info semakin menjadi fondasi utama dalam strategi komunikasi perusahaan di era digital. Di tengah persaingan nan semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen nan berjalan cepat, perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan eksposur semata untuk membangun merek, tetapi juga keahlian memahami kebutuhan audiens dan menghadirkan komunikasi nan relevan.</p>

<p>Pendekatan berbasis info sekarang banyak diterapkan untuk mengukur efektivitas strategi branding, memantau sentimen publik, hingga meningkatkan kualitas hubungan dengan pelanggan. Perusahaan nan bisa mengintegrasikan data, teknologi, dan strategi komunikasi secara konsisten dinilai mempunyai kesempatan lebih besar untuk menjaga relevansi sekaligus memperkuat posisinya di tengah kejuaraan nan semakin dinamis.</p>

<p>Salah satu perusahaan nan menunjukkan keahlian positif dalam aspek tersebut adalah <a href="https://mediaindonesia.com/tag/pt-bank-danamon-indonesia-tbk" title="PT Bank Danamon Indonesia Tbk">PT Bank Danamon Indonesia Tbk</a> (Danamon). Bank ini meraih sejumlah penghargaan dalam arena 15th Infobank&ndash;Isentia Digital Brand Appreciation 2026, nan memberikan apresiasi kepada beragam brand di Indonesia atas keahlian mereka dalam membangun ketenaran serta mengoptimalkan aktivitas merek melalui kanal digital dan internet.</p>

<p>Penilaian dalam arena tersebut dilakukan melalui pengolahan data, pengukuran kinerja, serta kajian eksposur dan sentimen media. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Danamon dinilai sukses menunjukkan keahlian <em>brand</em> digital nan kuat, tercermin dari eksposur positif dan aktivitas nan relevan di ruang publik.</p>

<p>Penghargaan tersebut diterima oleh Consumer Funding &amp; Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, pada 22 Mei 2026.</p>

<p>Menurut Ivan, pencapaian tersebut menjadi corak apresiasi atas beragam upaya nan dilakukan perusahaan untuk memperkuat kehadiran dan relevansi <em>brand</em> di beragam kanal digital.</p>

<p>"Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya Danamon dalam memperkuat kehadiran dan relevansi brand di kanal digital dan internet. Kami bakal terus mengembangkan strategi komunikasi nan berbasis info dan berorientasi pada kebutuhan nasabah, guna menghadirkan pengalaman perbankan nan lebih optimal dan berkelanjutan," ujarnya.</p>

<p>Di kembali capaian tersebut, Danamon menilai keahlian <em>brand</em> digital nan kuat dan konsisten tidak terlepas dari penguatan fondasi internal perusahaan. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan kapabilitas organisasi, penyempurnaan strategi komunikasi, serta optimasi pemanfaatan teknologi dan info dalam beragam aktivitas <em>branding</em>.</p>

<p>Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga relevansi di tengah perubahan kebutuhan pengguna dan perkembangan industri jasa finansial nan berjalan cepat. Penguatan fondasi internal juga dinilai krusial untuk memastikan setiap aktivitas komunikasi dan <em>branding</em> melangkah lebih terarah, terukur, dan bisa memberikan akibat nan berkelanjutan.</p>

<p>Pendekatan nan berbasis info menjadi salah satu aspek utama dalam menjaga konsistensi eksposur positif sekaligus meningkatkan kualitas hubungan dengan pengguna dan masyarakat. Dengan support teknologi dan kajian nan lebih mendalam, perusahaan dapat memahami kebutuhan audiens secara lebih jeli dan menghadirkan komunikasi nan lebih relevan.</p>

<p>Kondisi tersebut mencerminkan perubahan langkah perusahaan membangun merek di era digital. Keberhasilan sebuah <em>brand</em> sekarang tidak lagi hanya ditentukan oleh tingkat visibilitas alias gelombang kemunculannya di ruang publik, melainkan juga kemampuannya menciptakan hubungan nan lebih dekat dengan pelanggan.</p>

<p>Karena itu, kehadiran di ruang digital saja tidak lagi dianggap cukup. Perusahaan dituntut bisa membangun hubungan nan berarti dan berkepanjangan melalui komunikasi nan sesuai dengan kebutuhan serta angan masyarakat.</p>

<p>Bagi industri jasa keuangan, transformasi digital tidak hanya menyangkut pengembangan produk dan layanan, tetapi juga mencakup upaya memperkuat reputasi dan relevansi <em>brand</em>. Melalui penguatan fondasi organisasi, pemanfaatan info dan teknologi, serta strategi komunikasi nan adaptif, perusahaan berupaya menjaga kepercayaan pengguna sekaligus memperkuat daya saing di tengah perubahan lanskap industri.</p>

<p>Melalui pendekatan tersebut, Danamon berupaya mempertahankan keahlian <em>brand</em> nan relevan terhadap perkembangan industri dan kebutuhan nasabah, sekaligus memperkuat posisinya sebagai lembaga finansial nan inovatif dan berorientasi pada pengalaman pengguna nan berkelanjutan. (E-1)</p>
                    
                    
                            
        
        

                </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/data-kian-menentukan-arah-strategi-brand-di-era-digital-83699.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 00:30:18 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>BPK Berikan Opini WTP Laporan Keuangan Pemprov Sulsel 2025</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Sulsel tahun anggaran 2025. Meskipun...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/099657900-1780594208-dok-dprd-sulsel-lhp-bpkjpeg.jpeg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/bpk-berikan-opini-wtp-laporan-keuangan-pemprov-sulsel-2025-83698.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<p><span>
        BPK berikan opini WTP laporan finansial Pemprov Sulsel 2025.
      </span>
    </p><div data-sticky-container>
      
      
        <p>   <b>, MAKASSAR,</b> &ndash; Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Sulsel tahun anggaran 2025. Meskipun BPK memberikan opini <b>Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)</b>, terdapat sejumlah catatan krusial nan perlu diperhatikan oleh DPRD dan Pemprov Sulsel.</p><p>Anggota I BPK, <b>Nyoman Adhi Suryadnyana</b>, menyatakan bahwa berasas pemeriksaan nan dilakukan sesuai Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN), ditemukan beberapa temuan nan memerlukan perhatian serius. Temuan tersebut antara lain mengenai penganggaran pendapatan pajak dan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) nan tidak terukur secara rasional, sehingga berisiko menimbulkan ketidakseimbangan antara anggaran dan realisasi pendapatan serta shopping pada tahun 2025.</p><p>Selain itu, pengelolaan dan penyajian agunan serta sisa duit muka pengadaan peralatan dan jasa dinilai belum memadai, berisiko mengakibatkan kehilangan penerimaan sebesar Rp7 miliar. Utang beban nan tidak seluruhnya dianggarkan juga menyebabkan pemerintah kabupaten dan kota di Sulsel belum menerima biaya bagi hasil pajak dan support finansial sebesar Rp705 miliar.</p><p>Meski demikian, BPK tetap memberikan apresiasi kepada Pemprov Sulsel atas capaian<a href="https://republika.co.id/tag/opini-wtp"> opini WTP </a>dan mengingatkan agar seluruh rekomendasi BPK segera ditindaklanjuti oleh Gubernur Sulawesi Selatan beserta jejeran dalam 60 hari setelah Laporan Hasil Pemeriksaan diterima.</p><p>Gubernur Sulsel, <b>Andi Sudirman Sulaiman</b>, mengapresiasi BPK nan telah melakukan pemeriksaan secara ahli dan objektif. Ia menegaskan bahwa opini WTP ini menjadi bagian krusial dalam memperkuat kepercayaan publik dan suasana investasi di Sulsel.</p>			
			
				
				<p>Ketua DPRD Sulsel, <b>Andi Rachmatika Dewi</b>, menyatakan bahwa pihaknya bakal segera menindaklanjuti rekomendasi BPK melalui rapat kerja berbareng organisasi perangkat wilayah terkait. Penyampaian laporan ini dianggap mempunyai makna strategis untuk mendorong tata kelola pemerintah nan baik dan benar.</p><p>   <i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
     

 
      


    
  </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/bpk-berikan-opini-wtp-laporan-keuangan-pemprov-sulsel-2025-83698.html</guid>
            <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 00:30:17 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
            </channel>
</rss>