<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss xmlns:g="http://base.google.com/ns/1.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0">
    <channel>
        <title>Newss.id</title>
        <description>Newss.id - Berita terkini, informasi dan kabar terbaru hari ini seputar Indonesia, dunia, ekonomi, politik, peristiwa, daerah, olahraga, lifestyle, teknologi, sains, otomotif, dan hiburan.</description>
        <image>
          <title>Newss.id</title>
          <url>https://www.newss.id/favicon.ico</url>
          <link>https://www.newss.id/</link>
        </image>
        <category>Newss.id</category>
        <link>https://www.newss.id/</link>
        <atom:link href="https://www.newss.id/rss.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <atom:link href="https://www.newss.id/" rel="alternate" type="application/rss+xml"/>
        <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 02:45:10 +0700</pubDate>
        <lastBuildDate>Thu, 25 Jun 2026 02:45:10 +0700</lastBuildDate>
        <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
        <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
        <managingEditor>admin@newss.id (Newss.id)</managingEditor>
        <webMaster>admin@newss.id (Newss.id)</webMaster>
        <language>id-ID</language>
        <copyright>Copyright 2026, Newss.id</copyright>
        <generator>AGC Kincaimedia</generator>
        <itunes:explicit>no</itunes:explicit>
        <itunes:image href="https://www.newss.id/favicon.ico"/>
        <itunes:keywords>Newss.id</itunes:keywords>
        <itunes:summary>Newss.id - Berita terkini, informasi dan kabar terbaru hari ini seputar Indonesia, dunia, ekonomi, politik, peristiwa, daerah, olahraga, lifestyle, teknologi, sains, otomotif, dan hiburan.</itunes:summary>
        <itunes:subtitle>Newss.id</itunes:subtitle>
        <itunes:category text="Technology"/>
        <itunes:category text="Business"/>
        <itunes:category text="Arts">
          <itunes:category text="Performing Arts"/>
          <itunes:category text="Visual Arts"/>
        </itunes:category>
        <itunes:author>Newss.id</itunes:author>
        <itunes:owner>
          <itunes:email>admin@newss.id</itunes:email>
          <itunes:name>Newss.id</itunes:name>
        </itunes:owner>
                <item>
            <title>Pedro Acosta Gabung Ducati Mulai MotoGP 2027, Jadi Rekan Marc Marquez</title>
            <description>Pedro Acosta resmi bergabung dengan Ducati mulai MotoGP 2027 dan akan berduet dengan Marc Marquez hingga 2028.</description>
            <media:thumbnail url="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/25/1782329875_ad9048cfdbcd3a955b49.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/pedro-acosta-gabung-ducati-mulai-motogp-2027-jadi-rekan-marc-marquez-106292.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>
                                                                                                                            <figure>
                                <img data-src="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/25/1782329875_ad9048cfdbcd3a955b49.jpg" alt="Pedro Acosta Gabung Ducati Mulai MotoGP 2027, Jadi Rekan Marc Marquez" src="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/25/1782329875_ad9048cfdbcd3a955b49.jpg">
                                Pembalap Red Bull KTM Pedro Acosta, nan musim depan bakal berasosiasi dengan Ducati,(X @37_pedroacosta)
                            </figure>
                                                                
<p>PEMBALAP Spanyol&nbsp;<a href="https://mediaindonesia.com/tag/pedro-acosta" title="Pedro Acosta">Pedro Acosta</a>&nbsp;resmi berasosiasi dengan <a href="https://mediaindonesia.com/tag/ducati" title="Ducati">Ducati</a> mulai <a href="https://mediaindonesia.com/tag/motogp" title="motogp">MotoGP</a> 2027. Acosta bakal mengisi posisi nan ditinggalkan Francesco Bagnaia di Ducati Lenovo Team.</p>

<p>Dikutip dari laman MotoGP, Kamis (25/6), Acosta bakal menjadi rekan setim <a href="https://mediaindonesia.com/tag/marc-marquez" title="Marc Marquez">Marc Marquez</a> untuk dua musim kompetisi, ialah MotoGP 2027 dan 2028. Kehadirannya menandai langkah strategis Ducati dalam membangun kekuatan tim untuk masa depan.</p>


<table readabilitydatatable="1">
	<tbody>
		<tr>
			<td><strong>Pembalap</strong></td>
			<td>Pedro Acosta</td>
		</tr>
		<tr>
			<td><strong>Tim Baru</strong></td>
			<td>Ducati Lenovo Team</td>
		</tr>
		<tr>
			<td><strong>Mulai Bergabung</strong></td>
			<td>MotoGP 2027</td>
		</tr>
		<tr>
			<td><strong>Durasi</strong></td>
			<td>Musim 2027 dan 2028</td>
		</tr>
		<tr>
			<td><strong>Rekan Setim</strong></td>
			<td>Marc Marquez</td>
		</tr>
		<tr>
			<td><strong>Posisi nan Diisi</strong></td>
			<td>Kursi nan ditinggalkan Francesco Bagnaia</td>
		</tr>
		<tr>
			<td><strong>Tim Sebelumnya</strong></td>
			<td>Red Bull KTM Factory</td>
		</tr>
		<tr>
			<td><strong>Catatan MotoGP 2025</strong></td>
			<td>Peringkat keempat klasemen akhir</td>
		</tr>
	</tbody>
</table>

<p>CEO Ducati Claudio Domenicali menyambut kehadiran Acosta dengan tangan terbuka. Ia menilai pembalap berumur 22 tahun itu sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di MotoGP.</p>

<p>Menurut Domenicali, keputusan merekrut Acosta merupakan bagian dari strategi Ducati untuk menjaga daya saing dalam beberapa musim ke depan. Ducati menilai Acosta mempunyai kombinasi kemampuan, mentalitas, dan tekad kerja nan dibutuhkan untuk berkembang berbareng tim.</p>


<p>"Keterampilan nan telah ditunjukkan Pedro, dikombinasikan dengan mentalitas dan tekadnya dalam bekerja, berbareng dengan support Tim dan performa Desmosedici GP, merupakan fondasi ideal untuk pertumbuhan lebih lanjut," ujar Domenicali.</p>


<p>Domenicali juga menilai duet Acosta dan Marquez bakal menjadi kekuatan krusial bagi Ducati. Kombinasi pengalaman Marquez dan potensi besar Acosta dinilai dapat memberikan tantangan baru sekaligus mempertegas ambisi Ducati di MotoGP.</p>


<p>"Bersama Marc, dia bakal membentuk duet nan sangat kompetitif: tantangan nan menarik bagi Ducati Corse dan sinyal nan jelas tentang ambisi kami untuk musim-musim mendatang," kata dia.</p>


<p>General Manager Ducati Luigi Dall'Igna turut menyambut positif kehadiran Acosta. Ia menyebut Acosta sebagai kandidat ideal untuk proyek jangka panjang Ducati Lenovo Team, terutama dalam pengembangan Desmosedici GP.</p>


<p>"Setelah konfirmasi Marc, kami mau menambahkan pembalap muda dan sigap ke proyek pengembangan Desmosedici GP. Pedro, selain mempunyai talenta nan tak diragukan lagi, telah menunjukkan kematangan nan luar biasa," kata Dall'Igna.</p>


<p>Sebelum berasosiasi dengan Ducati, Acosta memihak Red Bull KTM Factory. Pada MotoGP musim 2025, dia menempati ranking keempat klasemen akhir, sebuah catatan nan memperkuat reputasinya sebagai salah satu pembalap muda paling potensial di kelas utama.</p>

<p>Dengan kehadiran Acosta, Ducati Lenovo Team menyiapkan komposisi baru nan menarik untuk MotoGP 2027. Duet Acosta dan Marquez bakal menjadi salah satu sorotan utama ketika Ducati memasuki era baru setelah kepergian Bagnaia dari bangku tersebut. (Ant/Z-1)</p>
                    
                    
                    
                    
                            
        
        

                </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/pedro-acosta-gabung-ducati-mulai-motogp-2027-jadi-rekan-marc-marquez-106292.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 02:45:10 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Austin Reaves Ingin Bertahan di Los Angeles Lakers</title>
            <description>Austin Reaves berencana bertahan di Lakers lewat kontrak maksimal empat musim senilai US$185 juta.</description>
            <media:thumbnail url="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/25/1782329299_064df67d3a3e288ca12d.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/austin-reaves-ingin-bertahan-di-los-angeles-lakers-106291.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>
                                                                                                                            <figure>
                                <img data-src="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/25/1782329299_064df67d3a3e288ca12d.jpg" alt="Austin Reaves Ingin Bertahan di Los Angeles Lakers" src="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/25/1782329299_064df67d3a3e288ca12d.jpg">
                                Pebasket Los Angeles Lakers Austin Reaves(AFP/Sean M. Haffey/Getty Images)
                            </figure>
                                                                
<p>PEBASKET <a href="https://mediaindonesia.com/tag/los-angeles-lakers" title="Los Angeles Lakers">Los Angeles Lakers</a>, <a href="https://mediaindonesia.com/tag/austin-reaves" title="Austin Reaves">Austin Reaves</a>, beriktikad melanjutkan kariernya berbareng klub <a href="https://mediaindonesia.com/tag/nba" title="nba">NBA</a> tersebut melalui kesepakatan perjanjian maksimal berdurasi empat musim.</p>

<p>Kontrak baru itu disebut berbobot US$185 juta alias setara lebih dari Rp3,3 triliun dalam konversi Mata Uang Rupiah dengan kurs Rp17.900 per dolar AS.</p>


<p>Laman NBA, Kamis (25/6), menyatakan <em>guard</em> tersebut berencana menandatangani perjanjian untuk tetap berbareng Lakers. Dalam sejumlah laporan media arus utama, kesepakatan itu juga disebut mencakup opsi pemain pada musim terakhir kontrak, ialah musim kejuaraan 2029-2030.</p>

<table readabilitydatatable="1">
	<thead>
		<tr>
			Komponen
			Keterangan
		</tr>
	</thead>
	<tbody>
		<tr>
			<td>Pemain</td>
			<td>Austin Reaves</td>
		</tr>
		<tr>
			<td>Klub</td>
			<td>Los Angeles Lakers</td>
		</tr>
		<tr>
			<td>Durasi perjanjian baru</td>
			<td>Empat musim</td>
		</tr>
		<tr>
			<td>Nilai kontrak</td>
			<td>US$185 juta</td>
		</tr>
		<tr>
			<td>Konversi Mata Uang Rupiah</td>
			<td>Lebih dari Rp3,3 triliun dengan kurs Rp17.900 per dolar AS</td>
		</tr>
		<tr>
			<td>Opsi pemain sebelumnya</td>
			<td>US$14,9 juta dolar AS untuk musim mendatang</td>
		</tr>
		<tr>
			<td>Opsi pemain perjanjian baru</td>
			<td>Disebut berada pada musim terakhir, 2029-2030</td>
		</tr>
	</tbody>
</table>

<p>Sebelumnya, Reaves mempunyai opsi pemain senilai US$14,9 juta untuk musim mendatang. Namun, pebasket berumur 28 tahun itu memilih menolak opsi tersebut demi membuka jalan menuju perjanjian baru dengan nilai nan jauh lebih besar.</p>

<p>Keputusan itu menjadi sinyal kuat bahwa Lakers dan Reaves sama-sama mau melanjutkan kerja sama jangka panjang. Hubungan kedua pihak telah terjalin sejak Reaves berasosiasi dengan Lakers sebagai pemain tanpa status draft pada 2021.</p>

<p>Sejak saat itu, Reaves berkembang menjadi salah satu pemain krusial dalam skuad Lakers. Ia dikenal mempunyai keahlian mencetak angka, membantu mengatur serangan, serta memberi kontribusi dalam beragam aspek permainan.</p>

<p>Performa konsisten tersebut membikin Reaves dipandang sebagai bagian krusial dari rencana jangka panjang tim. Bagi Lakers, mempertahankan pemain nan telah tumbuh dalam sistem mereka menjadi langkah strategis untuk menjaga kesinambungan skuad.</p>

<p>Kontrak baru ini juga menjadi corak penghargaan atas perkembangan pesat Reaves sejak memasuki NBA. Dari pemain nan tidak terpilih dalam <em>draft</em>, dia bisa menjelma menjadi salah satu <em>guard</em> jagoan Lakers.</p>

<p>Jika kesepakatan tersebut rampung, perjanjian maksimal itu bakal menjadi tonggak terbesar dalam pekerjaan ahli Reaves sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu aset utama Lakers untuk beberapa musim ke depan. (Ant/Z-1)</p>
                    
                    
                    
                    
                            
        
        

                </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/austin-reaves-ingin-bertahan-di-los-angeles-lakers-106291.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 02:35:12 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Investasi Subang Tembus Rp18,2 Triliun, Lampaui Target Jabar</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG, – Realisasi investasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/075214600-1782329420-IMG_20260624_174602jpg.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/investasi-subang-tembus-rp18-2-triliun-lampaui-target-jabar-106290.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
        <p>   <b>, SUBANG,</b> &ndash; Realisasi investasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menunjukkan perkembangan nan sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat mencatat total investasi nan masuk pada periode 2022 hingga 2025 mencapai nomor fantastis, ialah <b>Rp18,2 triliun</b>.</p><p>Kepala DPMPTSP Subang, <b>Dikdik Solihin</b>, menyampaikan bahwa capaian ini sukses melampaui sasaran investasi nan ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Target dari provinsi untuk Subang adalah Rp10,5 triliun, dan kami sukses melampauinya," ujarnya di sela aktivitas Subang Investment Forum 2026 di Subang, Rabu.</p><p>Menurut Dikdik, lonjakan investasi ini tidak lepas dari kehadiran sejumlah area industri nan sangat strategis di wilayah Subang. Selain itu, perkembangan pembangunan prasarana nan masif di wilayah tersebut menjadi poin utama nan bisa menarik minat para penanammodal untuk menanamkan modalnya.</p><h2>Jaminan Keamanan dan Perda Kemudahan Investasi</h2><p>Pemerintah Kabupaten Subang terus berupaya menciptakan suasana investasi nan kondusif. Salah satu langkah strategis nan bakal segera diambil adalah publikasi peraturan wilayah (perda) tentang kemudahan investasi. Regulasi ini diharapkan dapat semakin memuluskan jalan bagi para pelaku usaha.</p><p><b>Bupati Subang, Reynaldy Putra</b>, menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa kondusif dan nyaman bagi seluruh investor. "Bagi para investor, kami nan menjamin keamanan dan kenyamanan para penanammodal untuk menanamkan investasinya di Subang," tegasnya.</p>			
			
				
				<p>Reynaldy menambahkan, meskipun gencar mendatangkan investasi, pihaknya bakal tetap menjaga identitas Subang sebagai lumbung padi nasional. Ia memastikan pembangunan industri bakal melangkah beriringan dengan penguatan sektor pertanian.</p><h2>Pelabuhan Patimban Jadi Magnet Industri Modern</h2><p>Kehadiran <b>Pelabuhan Patimban</b> dinilai menjadi katalis utama dalam pengembangan area industri modern di Subang. Infrastruktur vital ini membuka konektivitas wilayah dengan bumi upaya nan lebih luas, sehingga menjadikan Subang sebagai salah satu sasaran investasi utama di Jawa Barat.</p><p>Bupati Reynaldy menekankan bahwa investasi nan masuk kudu memberikan akibat langsung bagi kesejahteraan masyarakat lokal. "Kami mau memastikan investasi nan masuk ke Subang tidak hanya menguntungkan bagi pelaku usaha, tapi membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya serta berfaedah untuk penduduk Subang. Tenaga kerjanya kudu orang Subang," pungkasnya.</p><p>   <i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/investasi-subang-tembus-rp18-2-triliun-lampaui-target-jabar-106290.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 02:35:11 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Kisah Sulaji, Tukang Tambal Ban Asal Semarang Berangkat Haji</title>
            <description>Kisah Sulaji, Tukang Tambal Ban Asal Semarang Berangkat Haji. #newsupdate #update #news #text</description>
            <media:thumbnail url="https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,f_jpg,q_auto,w_600,h_315,c_fill/g_south,l_og_kumparan_zscykb/co_rgb:ffffff,g_south_west,l_text:Heebo_20_bold:Konten%20Redaksi%20kumparan%0DkumparanNEWS,x_140,y_26/01kvx2xyz1qdednpmb51a64y59.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-106289.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div data-qa-id="article-main"><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-1">Wamenhaj berjumpa dengan Haji Sulaji di Semarang. Foto: Dok. Kemenhaj RI</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-5">Haji Sulaji telah merampungkan proses ibadah haji pada 2026. Dia membawa pulang cerita tentang ketekunan, kesabaran, dan perjuangan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-8">Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunjungi Haji Sulaji, di Semarang. Pria tersebut berprofesi sebagai tukang tambal ban.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-10">Sejak mendaftar haji pada 2014, Sulaji dengan tekun menyisihkan penghasilannya untuk mewujudkan cita-cita berhaji. Selama masa tunggu keberangkatan, dia juga mengikuti arisan sebagai bagian dari ikhtiarnya mempersiapkan biaya pelunasan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-12">Saat memasuki tahap pelunasan, tetap terdapat kekurangan biaya sehingga dia kudu meminjam untuk memenuhi tanggungjawab tersebut demi dapat memenuhi panggilan Allah SWT pada musim haji 2026.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-14">Dahnil mengatakan, Kemenhaj mendata sejumlah jemaah dengan kisah perjuangan nan inspiratif dan semangat nan luar biasa dalam menunaikan rukun Islam kelima.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-16">Salah satunya adalah Sulaji nan selama lebih dari satu dasawarsa berupaya dengan penuh kesabaran dan ketulusan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-20">&ldquo;Sesuai pengarahan Presiden Prabowo Subianto, Kemenhaj mendata jemaah nan pekerja keras, berupaya mempunyai niat tulus untuk berangkat haji kami memastikan bahwa para jemaah nan telah berjuang dengan penuh keikhlasan dapat menjalani kehidupan pascahaji dengan lebih tenang,&rdquo; ujar Dahnil Rabu (24/6).</p><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-22">Jemaah haji dan umrah melaksanakan salat berjemaah 1 Juni 2026. Foto: @AlharamainSA</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-25">Ia menjelaskan, melalui kerjasama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab, support diberikan kepada Sulaji sehingga tanggungjawab nan tetap dimilikinya dapat diselesaikan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-27">&ldquo;Pak Haji Sulaji adalah potret ketulusan dan kerja keras masyarakat Indonesia. Beliau menabung sejak 2014, berupaya melalui arisan, dan apalagi rela meminjam demi memenuhi panggilan Allah SWT," kata Dahnil.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-29">"Alhamdulillah, melalui kerjasama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab, kami dapat membantu beliau sehingga sekarang Pak Haji Sulaji dapat menjalani kehidupan sebagai seorang haji dengan lebih tenang tanpa dibayangi tanggungjawab nan tetap tersisa,&rdquo; tambah dia.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-32">Menurut Dahnil, kehadiran negara kudu dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama mereka nan telah menunjukkan semangat, kerja keras, dan ketulusan dalam beribadah.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c2e7bde48c6000ac57402-1782328955943341311-kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-27f5IlZ4orn-34-34">&ldquo;Semoga kemabruran haji Pak Sulaji membawa keberkahan dan faedah bagi beliau dan keluarganya. Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian kudu terus dijaga sebagai bagian dari nilai luhur bangsa,&rdquo; pungkasnya.</p></div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/kisah-sulaji-tukang-tambal-ban-asal-semarang-berangkat-haji-106289.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 02:25:12 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Dishub Rejang Lebong Usul Revisi Perda, Tarif Parkir Naik Jadi Rp2.000</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, REJANG LEBONG, – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengajukan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum....</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/033834400-1782328519-IMG_20260623_163220jpg.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/dishub-rejang-lebong-usul-revisi-perda-tarif-parkir-naik-jadi-rp2-000-106288.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
        	 
	 
	 
	<p><b>, REJANG LEBONG,</b> &ndash; Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengusulkan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. Pengajuan revisi ini dilakukan lantaran besaran tarif nan bertindak saat ini dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi di lapangan.</p>	 
	 
	 
	<p>Kepala Dishub Rejang Lebong, HR Suryadi, mengatakan usulan penyesuaian izin tersebut juga mencakup revisi peraturan bupati (perbup) terkait. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengoptimalkan pendapatan original wilayah (PAD) dari sektor parkir.</p>	 
	 
	 
	<p>"Kami sudah membikin usulan revisi perda dan perbup Rejang Lebong mengenai tarif parkir, lantaran besaran tarif nan sekarang sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi di lapangan," kata Suryadi di Rejang Lebong, Rabu.</p>			
			
				
					 
	 
	 
	<h2>Kejar Target PAD Rp1,9 Miliar</h2>	 
	 
	 
	<p>Suryadi menjelaskan, penyesuaian tarif ini merupakan strategi untuk memenuhi sasaran PAD sektor retribusi parkir tahun 2026 nan ditetapkan sebesar <b>Rp1,9 miliar</b>. Target tersebut melonjak nyaris tiga kali lipat dibandingkan sasaran pada tahun 2025 nan hanya sebesar <b>Rp700 juta</b>.</p>	 
	 
	 
	<p>Hingga 12 Juni 2026, realisasi penarikan PAD parkir baru mencapai <b>Rp309 juta</b>. Meski demikian, pihaknya bakal terus memaksimalkan potensi nan ada agar capaian akhir tahun dapat mendekati alias memenuhi sasaran nan telah ditetapkan.</p>	 
	 
	 
	<p>Penarikan PAD sektor parkir di Kabupaten Rejang Lebong dipungut dari 33 letak resmi nan dikelola pemerintah daerah. Rinciannya meliputi 27 letak parkir tepi jalan umum dan enam letak parkir khusus.</p>	 
	 
	 
	<h2>Rencana Kenaikan Tarif Baru</h2>	 
	 
	 
	<p>Tarif parkir nan bertindak saat ini tetap merujuk pada patokan tahun 2011, ialah <b>Rp1.000</b> untuk sepeda motor, <b>Rp2.000</b> untuk kendaraan roda empat alias mobil, dan <b>Rp3.000</b> untuk kendaraan roda enam. Dalam draf revisi nan diajukan, tarif tersebut direncanakan naik menjadi <b>Rp2.000</b> untuk sepeda motor, <b>Rp3.000</b> untuk mobil, dan <b>Rp5.000</b> untuk kendaraan roda enam.</p>	 
	 
	 
	<p>"Di lapangan, banyak masyarakat nan kesulitan mencari duit pecahan Rp1.000, sehingga rata-rata mereka langsung bayar Rp2.000 untuk sepeda motor. Oleh lantaran itu, kita upayakan agar perda dan perbupnya segera direvisi agar nominal tersebut resmi secara aturan," demikian Suryadi.</p>	 
	 
	 
	<p><i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/dishub-rejang-lebong-usul-revisi-perda-tarif-parkir-naik-jadi-rp2-000-106288.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 02:20:13 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Ketua BEM FH UBK Nonaktif Minta Maaf, Singgung Isu Penerimaan Uang</title>
            <description>Abdimaludin mengaku telah memberikan klarifikasi terkait isu penerimaan uang dan meminta maaf atas polemik yang muncul di lingkungan kampus.</description>
            <media:thumbnail url="https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/CZsrdaZj10vNwllEVw5dr-VvPGM=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259993/original/030247400_1781527511-38465.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/ketua-bem-fh-ubk-nonaktif-minta-maaf-singgung-isu-penerimaan-uang-106287.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div data-component-name="text"><p><b>Liputan6.com, Jakarta -</b> Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) <a href="https://www.liputan6.com/tag/universitas-bung-karno">Universitas Bung Karno</a> (<a href="https://www.liputan6.com/tag/ubk">UBK</a>) nonaktif, Muhammad Abdimaludin, menyampaikan permintaan maaf dan penjelasan mengenai polemik nan muncul setelah tindakan <a href="https://www.liputan6.com/tag/mahasiswa-ubk">mahasiswa UBK</a> menyoroti tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Abdi mengaku telah memberikan penjelasan secara terbuka di hadapan para Ketua BEM Fakultas dan mahasiswa UBK mengenai rumor nan berkembang, termasuk soal info penerimaan duit nan menyeret namanya.</p>
<p>Abdi mengapresiasi mahasiswa nan tetap mengawal beragam tuntutan kepada pemerintah. Namun, dia menilai munculnya sejumlah opini dan narasi di tengah polemik tersebut berpotensi memecah soliditas aktivitas mahasiswa.</p>

<p>"Saya menyadari bahwa dalam dinamika aktivitas mahasiswa terdapat beragam informasi, opini, dan narasi nan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta memecah soliditas mahasiswa UBK. Karena itu, saya membujuk seluruh pihak untuk tetap mengedepankan kejernihan berpikir, persatuan, dan semangat perjuangan nan berdasarkan kepentingan rakyat," kata Abdi dalam pesan singkat nan diterima Liputan6.com, Rabu (24/6/2026).</p>
<p>Terkait info penerimaan uang, Abdi menyebut dirinya telah memberikan penjelasan secara terbuka. Ia juga mengakui polemik tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan mahasiswa maupun pihak lain.</p>
<p>Karena itu, menurut dia, seluruh kebenaran mengenai persoalan tersebut telah disampaikan secara jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai sistem organisasi.</p>
<p>Meski diterpa polemik, Abdi menegaskan perihal itu tidak mengubah arah perjuangan mahasiswa UBK dalam mengawal kebijakan publik.</p>
<p>"Kami tetap konsisten menuntut perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), transparansi kebijakan publik, serta penyelesaian beragam persoalan nan menyangkut kepentingan rakyat dan mahasiswa," ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyatakan siap memberikan penjelasan di forum mahasiswa maupun organisasi sesuai sistem nan bertindak sebagai corak tanggung jawab dan upaya menjaga kepercayaan mahasiswa.</p>
</div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/ketua-bem-fh-ubk-nonaktif-minta-maaf-singgung-isu-penerimaan-uang-106287.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 02:20:11 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Kenapa Setelah Berhubungan Intim Bikin Ngantuk? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya</title>
            <description>Banyak orang mengaku merasa lebih rileks bahkan mengantuk setelah berhubungan intim.</description>
            <media:thumbnail url="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/482/3226369/hubungan_intim-sO8e_large.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/kenapa-setelah-berhubungan-intim-bikin-ngantuk-ternyata-ada-penjelasan-ilmiahnya-106286.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
                        
            
            <p><a href="https://redaksi.okezone.com/detail/tim-okezone/2900" aria-label="icon account"><img src="https://cdn.okezone.com/underwood/revamp/2024/revamp/desktop/img/icon-profile.png" alt lazy="loading"></a>
                        <a href="https://redaksi.okezone.com/detail/tim-okezone/2900" title="Tim Okezone">
                            Tim Okezone                        </a>
                                                <span>,&nbsp;Jurnalis-Kamis, 25 Juni 2026 |02:11 WIB</span>
                                                </p>
            <div>
                <p><img lazy="loading" src="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/482/3226369/hubungan_intim-sO8e_large.jpg" data-original="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/482/3226369/hubungan_intim-sO8e_large.jpg" alt="Kenapa Setelah Berhubungan Intim Bikin Ngantuk? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya"></p><p>Kenapa Setelah Berhubungan Intim Bikin Ngantuk? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya (Foto: Freepik)</p>
            </div>

            
            
            

                            

 
 
            

            

            <div>
                                                                    
                <p><strong>JAKARTA </strong>- Banyak orang mengaku merasa lebih rileks apalagi mengantuk setelah <a href="https://www.okezone.com/tag/berhubungan-intim" target="_blank"><strong>berhubungan intim</strong></a>. Ternyata, kondisi tersebut bukan sekadar emosi semata. Sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas seksual memang dapat memengaruhi kualitas tidur dan membantu tubuh lebih mudah beristirahat.</p>

<p>Salah satu studi nan dipublikasikan dalam jurnal Sleep Health menemukan bahwa aktivitas seksual sebelum tidur berpotensi meningkatkan efisiensi tidur seseorang. Meski penelitian tersebut tetap berkarakter awal, hasilnya memperlihatkan adanya hubungan antara orgasme dan kualitas rehat nan lebih baik.</p>

<p>Melansir laman Prevention, para peneliti melibatkan tujuh pasangan sehat nan aktif secara seksual dalam sebuah penelitian. Selama 11 malam, peserta diminta menjalani tiga kondisi berbeda, ialah tidak melakukan aktivitas seksual, melakukan masturbasi hingga mencapai orgasme, dan berasosiasi intim dengan pasangan hingga orgasme.</p>                                                                    
                

<p>Aktivitas tidur mereka dipantau menggunakan perangkat unik nan merekam aktivitas otak, pernapasan, dan aktivitas tubuh selama tidur. Selain itu, para peserta juga mengisi jurnal harian mengenai kualitas tidur, suasana hati, serta aktivitas seksual nan dilakukan.</p>

<h2><strong>Hasil Riset</strong></h2>

<p>Hasilnya menunjukkan bahwa pada malam setelah berasosiasi intim alias mencapai orgasme, peserta condong mempunyai efisiensi tidur nan lebih baik dibandingkan malam tanpa aktivitas seksual. Mereka juga tercatat lebih sedikit terbangun di tengah malam dan menghabiskan lebih banyak waktu dalam kondisi tidur.</p>

<p>Meski para peserta tidak selalu merasakan perbedaan nan signifikan secara subjektif, banyak di antaranya mengaku merasa lebih segar, termotivasi, dan siap menjalani aktivitas keesokan harinya setelah berasosiasi intim dengan pasangan.</p>                                                                    
                

            </div>
        
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/kenapa-setelah-berhubungan-intim-bikin-ngantuk-ternyata-ada-penjelasan-ilmiahnya-106286.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 02:20:08 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Arlyansyah Abdulmanan Antusias Shin Tae-yong Dikontrak Persija Jakarta untuk 3 Tahun</title>
            <description>Arlyansyah Abdulmanan menyambut baik keputusan Persija Jakarta memberi kontrak tiga tahun kepada Shin Tae-yong.</description>
            <media:thumbnail url="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/49/3226303/arlyansyah_abdulmanan_menyambut_baik_keputusan_persija_jakarta_memberi_kontrak_tiga_tahun_kepada_shin_tae_yong-W6Bn_large.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/arlyansyah-abdulmanan-antusias-shin-tae-yong-dikontrak-persija-jakarta-untuk-3-tahun-106285.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>
                <p><img lazy="loading" src="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/49/3226303/arlyansyah_abdulmanan_menyambut_baik_keputusan_persija_jakarta_memberi_kontrak_tiga_tahun_kepada_shin_tae_yong-W6Bn_large.jpg" data-original="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/49/3226303/arlyansyah_abdulmanan_menyambut_baik_keputusan_persija_jakarta_memberi_kontrak_tiga_tahun_kepada_shin_tae_yong-W6Bn_large.jpg" alt="Arlyansyah Abdulmanan Antusias Shin Tae-yong Dikontrak Persija Jakarta untuk 3 Tahun"></p><p>Arlyansyah Abdulmanan menyambut baik keputusan Persija Jakarta memberi perjanjian tiga tahun kepada Shin Tae-yong (Foto: Okezone/Cikal Bintang)</p>
            </div><div>
                                                                    
                <p><strong>JAKARTA &ndash;</strong><a href="http://www.okezone.com/tag/arlyansyah-abdulmanan"> Arlyansyah Abdulmanan</a> menyambut baik keputusan <a href="http://www.okezone.com/tag/persija-jakarta">Persija Jakarta</a> memberi perjanjian tiga tahun kepada Shin Tae-yong. Ia percaya sang pembimbing dapat membantu perkembangannya sebagai pesepakbola.</p>

<p>Shin didapuk jadi pembimbing anyar Persija usai klub memutus perjanjian Mauricio Souza. Pria asal Korea Selatan itu diikat dengan perjanjian selama tiga tahun oleh Macan Kemayoran.</p>

<p><img alt=" Aldhi Chandra/Okezone)" src="https://img.okezone.com/okz/500/library/images/2026/06/08/pelatih_persija_jakarta_shin_tae_yong_foto_aldhi_chandra_okezone_21023.jpg"></p>                                                                
                                  

<h2><strong>1. Sarat Pengalaman</strong></h2>



<p>Arly &ndash;sapaan akrabnya- mengakui Shin adalah sosok pembimbing nan punya kualitas dan sarat dengan pengalaman. Jadi, dia sangat senang Persija mendapatkan sentuhan pembimbing tersebut.</p>

<p>"Positif buat saya. Jadi saya bakal semangat lagi latihan dan agar bisa menjadi starting di skuadnya dia," kata Arly, dikutip Kamis (24/6/2026).</p>



                                                                
                                              </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/arlyansyah-abdulmanan-antusias-shin-tae-yong-dikontrak-persija-jakarta-untuk-3-tahun-106285.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 02:15:06 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Petinggi Ducati Puji Dedikasi Francesco Bagnaia Usai Resmi Angkat Kaki di Akhir MotoGP 2026</title>
            <description>Petinggi Ducati Puji Dedikasi Francesco Bagnaia Usai Resmi Angkat Kaki di Akhir MotoGP 2026.</description>
            <media:thumbnail url="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/38/3226364/francesco_bagnaia-0U3e_large.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/petinggi-ducati-puji-dedikasi-francesco-bagnaia-usai-resmi-angkat-kaki-di-akhir-motogp-2026-106284.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
                        
            
            <p><a href="https://redaksi.okezone.com/detail/cikal-bintang/3384" aria-label="icon account"><img src="https://cdn.okezone.com/underwood/revamp/2024/revamp/desktop/img/icon-profile.png" alt lazy="loading"></a>
                        <a href="https://redaksi.okezone.com/detail/cikal-bintang/3384" title="Cikal Bintang">
                            Cikal Bintang                        </a>
                                                <span>,&nbsp;Jurnalis-Kamis, 25 Juni 2026 |02:01 WIB</span>
                                                </p>
            <div>
                <p><img lazy="loading" src="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/38/3226364/francesco_bagnaia-0U3e_large.jpg" data-original="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/38/3226364/francesco_bagnaia-0U3e_large.jpg" alt="Petinggi Ducati Puji Dedikasi Francesco Bagnaia Usai Resmi Angkat Kaki di Akhir MotoGP 2026"></p><p>Francesco Bagnaia Resmi Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026. (Foto: Instagram/pecco63)</p>
            </div>


            
            
            

                            

 
 
            

            

            <div>
                                                                    
                <p><strong>ASSEN </strong>&ndash; Manajemen Ducati Corse akhirnya buka bunyi setelah resmi mengonfirmasi perpisahan dengan pembalap jagoan mereka, <a href="https://www.okezone.com/tag/francesco-bagnaia">Francesco Bagnaia</a>, di penghujung musim <a href="https://sports.okezone.com/motogp">MotoGP </a>2026. Kepergian sang juara bumi dua kali ini diiringi dengan rasa hormat dan sanjungan tinggi dari para petinggi pabrikan Borgo Panigale nan menganggap Pecco &ndash;sapaan berkawan Bagnaia&ndash; telah mengukir tinta emas dalam sejarah besar mereka.</p>

<h2><strong>1. Kilas Balik Perjalanan Bagnaia</strong></h2>

<p>"Ducati Corse telah mengkonfirmasi kepergian Francesco Bagnaia pada akhir tahun 2026, setelah delapan musim nan membawa kombinasi tersebut meraih gelar juara bumi dua kali," tulis keterangan resmi Ducati Corse, dikutip dari laman resmi MotoGP, Kamis (25/6/2026).</p>



<p>Kepergian Bagnaia cukup mengejutkan mengingat pembalap berumur 29 tahun itu bisa dikatakan sudah menjadi ikon Ducati. Bagnaia adalah sosok krusial di kembali kebangkitan Ducati di MotoGP.</p>                                                                    
                

<p>Pembalap asal Italia itu memulai kiprahnya berbareng Ducati pada 2019. Bagnaia saat itu naik kelas dari Moto2 untuk berasosiasi dengan tim satelit Ducati Pramac Racing.</p>

<p>Seiring dengan performanya nan terus menanjak, Bagnaia kemudian naik kelas ke tim pabrikan Ducati Lenovo pada 2021. Pada musim itu, dia langsung mencuri perhatian.</p>

<figure><img alt=" Instagram/pecco63)" src="https://img.okezone.com/okz/500/library/images/2026/05/25/francesco_bagnaia_foto_instagram_pecco63_14842.jpg">
Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/pecco63)
</figure>

<p>Tahun berikutnya, Bagnaia sukses membawa Ducati menyudahi puasa gelar 15 tahun. Dia sukses menjuarai MotoGP 2022, serta sukses mempertahankan gelar di musim berikutnya.</p>                                                                    
                

<p>Pada musim 2024, Bagnaia juga bersaing ketat dalam perebutan gelar. Namun sayang, dia kalah dari Jorge Martin nan saat itu sukses menjadi juara berbareng Ducati Pramac.</p>



            </div>
        
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/petinggi-ducati-puji-dedikasi-francesco-bagnaia-usai-resmi-angkat-kaki-di-akhir-motogp-2026-106284.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 02:10:06 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Instrumen Metodologis Trans-Verifikatif &amp; Falsifikatif: Ambisi Post-Epistemik</title>
            <description>Dalam dialektika saya bersama beberapa kolega, kami sepandangan bahwa sepanjang genealogi kesadaran manusia.</description>
            <media:thumbnail url="https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,f_jpg,q_auto,w_600,h_315,c_lpad,b_white/g_south,l_og_user_zprw89/co_rgb:ffffff,g_south_west,l_text:Heebo_20_bold:Konten%20dari%20Pengguna%0DElkata%20Agustinus%20Batistuta%20Atua,x_140,y_26/01kja5q5gdd31csnzeyqfsfs7m.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/instrumen-metodologis-trans-verifikatif-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-106283.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div data-qa-id="article-main"><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-1">doc.pribadi</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-5">Dalam dialektika saya berbareng beberapa kolega, kami sepandangan bahwa sepanjang genealogi kesadaran manusia, senantiasa berdomisili salah satu obsesi tunggal paling primordial nan tidak pernah sungguh-sungguh mengalami kematian, ialah gairah untuk berjumpa pada suatu modus pengetahuan nan bisa berdiri di luar posibilitas keruntuhan. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-8">Dari para filsuf era pra-Sokrates nan melacak <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-9">arkhe</em> sebagai substansi purba kosmik, sampai kami, para ahli filsafat postmodern nan mencurigai konfigurasi struktur makna sebagai permainan diferensial tanpa sentrum, manusia senantiasa beraksi di dalam orbit paradoks nan identik. Ia mendambakan kebenaran, namun setiap instrumen nan dipakainya untuk membongkar kebenaran justru memproduksi horizon pembatasan nan baru. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-11">Bagi saya, pengetahuan pengetahuan modern lahir dari trauma masif pada kekacauan metafisika abad pertengahan. Positivisme lampau datang membawa janji agung, bahwa realitas hanya mendapatkan legitimasi sejauh dapat dia diverifikasi. Tapi kini, janji itu perlahan mengalami degradasi internal disaat bahasa, kognisi, simbol, kuasa, serta subjektivitas mulai memberontak terhadap reduksi empirisisme nan terlalu mekanistik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-13">Pada dimensi itulah, ahli filsafat seperti Karl Popper berupaya menyelamatkan martabat sains dengan menggeser verifikasi menjadi falsifikasi. Namun apalagi falsifikasi pun rupanya tidak sanggup menjangkau semua kedalaman pengalaman manusia. Ada teritori eksistensial nan mustahil direduksi menjadi sekadar proposisi eksperimental. Ada dimensi keberadaan nan melampaui kapabilitas laboratorium. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-16">Di tengah turbulensi epistemik itulah lahir beragam proyek post-epistemik: fenomenologi, eksistensialisme, hermeneutika, post-strukturalisme, dekonstruksi, sampai ontologi spekulatif kontemporer. Masing-masing metode itu berupaya meloloskan diri dari belenggu kerasionalan kontemporer. Akan tetapi nyaris semua dihadapkan pada takdir intelektual nan senada. Semakin dekat pada kedalaman ontologis, kita bakal semakin jauh dari legitimasi metodologis. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-18">Simtoxa sepertinya lahir dimunculkan dari kegelisahan semacam itu. Disaat berbincang dengan figur nan memprakasainya, Arthuur J. Maya, kami (saya, R. Oktavian, A. Wene, dan beberap&agrave; rekan lainnya) berupaya mendekomposisi secara paradigmatikbilustrasi konseptual nan tak biasa. Percakapan kami dengan AJM memancarkan ambisi nan jauh lebih radikal, untuk menghadirkan suatu medan pengetahuan nan tidak lagi tunduk pada rezim verifikasi maupun falsifikasi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-21">Yang hendak menggeser orbit epistemologi dari representasi menuju resonansi ontologis. Berhasrat mau memposisikan &ldquo;<em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-22">Veritas</em> <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-23">Persona</em>&rdquo; sebagai <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-24">being</em> kebenaran itu sendiri. Dan memandang bumi simbolik hanya sebagai bagian perifer dari eksistensi nan lebih purba dan lebih dalam. Tapi justru di situlah problematika paling esensial dimulai. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-26">Karena bagi saya, setiap teori nan berupaya melampaui metodologi modern bakal selalu dihadapkan dengan pertanyaan paling primordial dalam lintasan sejarah filsafat, ialah gimana membedakan antara pengalaman kebenaran dan ilusi mengenai kebenaran itu sendiri?</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-28">Risalah ini tidak dilahirkan untuk menolak Simtoxa AJM secara simplistis. Sebaliknya, tulisan ini berupaya melacak posibilitas terdalam dan probabilitas kebuntuan paling fatal dari proyek ini. Karena Simtoxa bukan sekadar teori. Ia merupakan simptom zaman. Ia adalah manifestasi dari krisis epistemologi modern nan sudah terlalu lama kehilangan pusat ontologisnya sendiri. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-31">Oleh karena itu, telaah terhadap Simtoxa mesti dilakukan tidak hanya sebagai kritik metodologis, namun juga sebagai autopsi terhadap kondisi peradaban kontemporer itu sendiri. Perlu disadari, bahwa modernitas lahir bukan sekadar sebagai fase sejarah, namun insureksi intelektual bagi supremasi otoritas metafisik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-33">Dunia abad pertengahan dipersepsikan terlalu larut di dalam dogma, wahyu, dan legitimasi transenden nan tak terjamah oleh sistem pembuktian rasional. Maka di kala sains modern bangkit, dia datang membawa proyek purifikasi besar-besaran, dengan mensterilkan pengetahuan dari seluruh komponen nan tak dapat diverifikasi secara empiris. Di dimensi ketika positivisme logis memperoleh percepatan historisnya. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-35">Positivisme begitu percaya bahwa suatu proposisi hanya punya makna jika dapat diverifikasi dengan pengalaman empiris. Dengan kata lain, realitas kudu bersimpuh di bawah tribunal observasi. Segala sesuatu nan tak dapat diobservasi dianggap kehilangan legitimasi saintifiknya. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-38">Tapi masalah lampau menyembul. Prinsip verifikasi rupanya menghasilkan sistem autodestruktif pada dirinya sendiri. Karena kuriositas nan begitu elementer mulai diajukan, bahwa apakah prinsip verifikasi itu sendiri dapat diverifikasi?. Bila jawabannya ya, maka saya rasa prinsip tersebut kudu bisa dibuktikan lewat perangkat prosedural nan empiris. Namun tidak pernah ada penelitian nan bisa membuktikan validitas universal prinsip verifikasi itu sendiri. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-40">Kalau jawabannya tidak, maka positivisme sementara memanfaatkan prinsip non-verifikatif untuk mendelegitimasi seluruh pernyataan non-verifikatif. Pada lapisan itu, positivisme runtuh oleh paradoks internalnya sendiri. Akan tetapi ambruknya positivisme tidak otomatis menyelesaikan problem epistemologi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-42">Sebaliknya, dia malah membuka luka nan jauh lebih radikal, ialah gimana bisa manusia mempunyai pengetahuan nan sah andaikan apalagi fondasi verifikasi sendiri rupanya rentan secara ontologis?. Lalu banyak nan berupaya menyelamatkan sains dengan konsep falsifikasi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-45">Menurut Popper, teori ilmiah tidak perlu diverifikasi, dia hanya perlu mempunyai posibilitas untuk dibantah. Di sini, pengetahuan pengetahuan mengalami pergeseran dari obsesi pada sertanitas menuju kegigihan menghadapi kemungkinan kekeliruan. Namun apalagi falsifikasi juga mempunyai batas epistemiknya sendiri. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-47">Tidak semua pengalaman manusia bisa direduksi menjadi penelitian laboratoris. Cinta tidak bisa diuji dengan instrumen saintifik. Kesadaran tidak seutuhnya dapat direpresentasikan secara neurologis. Makna hidup tidak bisa difalsifikasi sebagaimana asumsi fisika. Sehingga lahirlah kesadaran baru bahwa manusia eksis di dalam lapisan realitas nan jauh lebih kompleks dikomparasikan dengan sekadar observasi empiris. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-49">Dengan fenomenologi mencoba kembali kepada pengalaman kesadaran itu sendiri. Beroperasi lebih jauh dengan menjadikan eksistensi sebagai lamunan paling fundamental. Memposisikan subjektivitas sebagai inti kebenaran keberadaan. Mencoba mendestruksikan pretensi objektivitas moral, dengan menunjukan bahwa kebenaran kerap kali hanyalah residu dari relasi kuasa. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-52">Semua pergerakan intelektual itu perlahan membentuk satu atmosfer pemikiran nan sangat menentukan, bahwa modernitas mungkin sudah kehilangan sesuatu nan paling elementer. Yaitu kedalaman ontologis manusia. Saya rasa, Simtoxa tampaknya lahir dari trauma besar tersebut. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-54">Dengan berupaya menjawab sesuatu nan selama ini kandas dijawab oleh sains kontemporer tentang gimana manusia memulihkan kontinuitas eksistensinya di tengah hiperrepresentasi simbolik nan senantiasa menggerus autentisitas eksistensial. Tapi di kala Simtoxa beraksi melampaui verifikasi dan falsifikasi, dia memasuki teritori nan begitu berbahaya. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-56">Karena di luar metodologi modern tidak lagi tersedia pagar epistemik nan betul-betul definitif. Dan disaat pagar itu ambruk, semua sistem pemikiran berisiko beralih-bentuk menjadi metafisika absolut. Apabila dilacak secara radikal sampai ke lapisan terdalam kesadaran epistemik, struktur Simtoxa sesungguhnya bukan sebatas bangunan ilmiah konvensional. Ia terlihat menyerupai arsitektur kosmologis nan sementara berupaya mendirikan tata ontologis baru. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-59">Diagramnya tidak bergerak dalam disiplin linearitas kausal-empiris sebagaimana metodologi positivistik modern beroperasi, namun bekerja di dalam medan resonansi eksistensial nan cair, berlapis, dan metafisik. Konsep-konsep seperti  <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-60">Veritas Persona, Ontoself, Veridic Fusion, Simtoxic Core</em>, Orbit Keberadaan, memperlihatkan bahwa Simtoxa sementara berambisi memetakan perihal nan dianggap lebih primordial daripada sekadar representasi simbolik biasa. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-62">Di titik ini tampak jelas adanya ikhtiar filosofis untuk mendeklarasikan bahwa manusia modern sedang mengalami amputasi ontologis akibat hiperrepresentasi bumi nan semakin totaliter. Simbol, bahasa, diskursus, media, teknologi, apalagi bangunan sosial dianggap sudah melakukan kolonisasi terhadap eksistensi manusia hingga manusia kehilangan kedalaman keberadaannya sendiri. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-64">Manusia tidak lagi hidup sebagai <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-65">being</em>. Ia eksis hanya sebagai representasi. Dan bagi saya, Simtoxa tampaknya sementara mencoba melakukan restorasi terhadap kedalaman ontologis nan telah dibenamkan oleh peradaban simulatif modern itu. Secara filosofis, kegelisahan ini begitu dekat dengan kekhawatiran ontologis mengenai <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-66">Gestell</em>, ialah sistem bumi kontemporer nan memetamorfosiskan semua realitas menjadi <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-67">standing</em> <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-68">reserve</em>, persediaan utilitarian nan kehilangan dimensi kehadirannya. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-71">Namun Simtoxa bergerak lebih garang lantaran dia tidak berakhir pada kritik terhadap modernitas teknologis semata. Ia mau mencoba mendirikan inti ontologis baru sebagai pusat gravitasi eksistensi manusia. Problematikanya mulai mengeras justru jika &ldquo;inti ontologis&rdquo; tersebut diposisikan sebagai pusat final. Karena sejak dekonstruksi, makulat kontemporer menjadi sangat skeptikal terhadap seluruh corak sentralitas metafisik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-73">Derrida menunjukan bahwa setiap pusat selalu terbatas pada permainan diferensial nan memproduksinya. Dengan kata lain, pusat tidak pernah sungguh-sungguh datang secara murni. Maka ketika Simtoxa berbicara mengenai <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-74">Simtoxic Core</em> sebagai pusat gravitasi keberadaan, pertanyaan kritis segera mengemuka, Apakah inti tersebut betul-betul berkarakter ontologis, ataukah hanya bangunan simbolik baru nan sementara mencari suaka legitimasi metafisik demi memperoleh status absolut? </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-77">Kuriositas ini menjadi sangat fundamental. Karena andaikan <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-78">Simtoxic Core </em>tidak bisa dieksplanasikan selain melalui simbol, bahasa, dan struktur representasional, maka dia tetap terbelenggu di dalam rezim representasi nan justru hendak dia kritik. Di titik inilah Simtoxa mulai berhadapan dengan pertentangan performatif nan sangat serius. Ia hendak melampaui simbol, tetapi tidak mempunyai medium lain selain simbol. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-80">Ia mau keluar dari rezim representasi, tetapi dirinya sendiri hanya dapat berbicara melalui representasi. Dan justru pada momentum paradoksal itulah kebuntuan metodologis mulai menampakkan retakan-retakan ontologisnya secara telanjang. Saya kerap berkontemplasi, apa sesungguhnya makna dari melampaui verifikasi dan falsifikasi? </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-82">Kuriositas ini tampak sederhana di permukaan, namun pada kedalaman tertentu dia sebenarnya berkarakter destruktif terhadap fondasi epistemologi kontemporer itu sendiri. Sebab seluruh sejarah pengetahuan pengetahuan modern dikonstruksikan di atas dugaan esensial bahwa pengetahuan memerlukan sistem validasi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-85">Tanpa validasi, pengetahuan kehilangan garis demarkasi nan membedakannya dari spekulasi liar, mitologi intelektual, ataupun khayalan metafisik. Ketika sebuah teori mendeklarasikan, &ldquo;Aku melampaui verifikasi dan falsifikasi,&rdquo; sesungguhnya dia sedang mengusulkan klaim nan sangat problematik sekaligus rawan secara epistemologis. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-87">Karena pada saat suatu sistem pengetahuan keluar dari posibilitas untuk diuji maupun dibantah, pada saat itu pula dia mulai bergerak menuju area nan tidak lagi mempunyai sistem koreksi internal. Dan teori nan kehilangan probabilitas untuk dikoreksi mempunyai potensi laten untuk bermutasi menjadi dogma. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-89">Di titik inilah Simtoxa dipaksa bertatap dengan problem filosofis nan sangat serius. Bila kebenaran tidak lagi ditentukan oleh verifikasi maupun falsifikasi, lampau oleh apa? Apakah oleh resonansi? Bila demikian, gimana resonansi dibedakan dari sugesti psikologis?. Atau apakah oleh pengalaman ontologis? Jika begitu, gimana pengalaman tersebut di diferensiasikan dari ilusi eksistensial?. Apakah oleh kontinuitas keberadaan? </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-92">Bila demikian, melalui sistem apa kontinuitas itu dapat dikenali secara intersubjektif tanpa terjerat pada solipsisme kesadaran?. Tanpa kapabilitas menjawab problem metodologis semacam ini secara rigor, Simtoxa berisiko mengalami degradasi menjadi sekadar estetika metafisik, bagus secara naratif, namun rentan secara epistemik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-94">Dan sejarah makulat sudah terlalu sarat dengan teori-teori spektakuler nan kandas menjadi metodologi lantaran tidak mempunyai instrumen adjudikasi untuk mendikotomi validitas dari ilusi konseptual. Di sinilah tragedi besar seluruh proyek post-epistemik mulai terkuak. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-96">Semakin sistem-sistem itu bergerak menuju kedalaman eksistensial, semakin mereka kehilangan perangkat untuk membedakan secara ketat antara intuisi dan ilusi, wahyu dan paranoia, kesadaran dan narsisme spiritual. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-98">Padahal justru garis diferensial itulah nan sangat menentukan apakah suatu sistem layak disebut metodologi pengetahuan alias hanya sekadar kosmologi individual nan sedang mencari legitimasi intelektual. Secara filosofis, problem ini mengingatkan saya pada kritik terhadap sistem-sistem tertutup nan menolak kemungkinan falsifikasi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-101">Bagi Popper, suatu teori justru memperoleh martabat ilmiahnya ketika dia membuka diri terhadap kemungkinan dibantah. Karena keahlian untuk salah merupakan syarat minimal bagi kemungkinan pengetahuan berkembang. Namun Simtoxa tampaknya sedang mencoba bergerak melampaui horizon Popperian itu. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-103">Ia tidak lagi mencari kebenaran melalui sistem pembuktian empiris, tapi lewat semacam intensitas eksistensial nan dianggap lebih primordial daripada prosedur ilmiah modern. Problematikanya, begitu takaran kebenaran dipindahkan dari medan metodologis menuju medan resonansi subjektif, maka pemisah antara pencerahan dan fatamorgana menjadi semakin kabur. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-105">Di titik ini, jangan sampai kita mulai memasuki masalah nan pernah menghantui pemikiran mengenai relasi antara kebenaran dan rezim diskursif. Karena ketika tidak ada lagi sistem adjudikasi nan stabil, maka siapa pun dapat mengeklaim dirinya telah mencapai &ldquo;kedalaman ontologis&rdquo; tanpa pernah bisa diverifikasi secara intersubjektif. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-108">Dan di situlah ancaman masif mulai muncul, bahwa kebenaran perlahan berevolusi menjadi pengalaman privat nan tidak lagi mempunyai disiplin epistemik. Akibatnya, teori tidak lagi beraksi sebagai instrumen pengetahuan, dia berubah menjadi ruang legitimasi bagi pengalaman subjektif nan susah terdiferensiasi dari bangunan psikologis semata. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-110">Dengan begitu, paradoks metodologisnya menjadi semakin telanjang, dia mau mendeliberasi manusia dari belenggu positivisme, tapi justru berisiko mendorong manusia ke dalam labirin subjektivisme tanpa pintu keluar. Dan disaat semua sistem koreksi mulai menghilang, maka nan tersisa bukan lagi metodologi, tapi ketaatan ontologis nan sedang mencari bahasa akademiknya sendiri. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-112">Salah satu komponen paling sentral nan kelak bakal secara resmi dipublikasikan dalam gedung konseptual Simtoxa adalah apa nan dia sebut sebagai <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-113">Veritas Persona</em>. Suatu penggalan terminologi nan bagi saya secara implisit berupaya memposisikan persona sebagai <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-114">locus</em> primordial dari kebenaran itu sendiri. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-117">Dengan begitu, kebenaran tidak lagi dimaknai sebatas sebagai korespondensi proposisional pada kebenaran empiris nan terverifikasi, namun telah beranjak menjadi suatu pengalaman ontologis nan berdebar dalam interioritas terdalam dari persona manusia. Secara eksistensial, bangunan ini terlihat sangat kokoh dan apalagi menggoda bagi para penggelut rezim kekuasaan seperti saya. Karena menawarkan horizon makna nan intim, personal, dan seakan otentik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-119">Tapi jika saya beroposisi, justru pada titik itu, secara metodologis dia mulai masuk pada area problematik nan serius. Karena sejarah panjang pemikiran manusia justru memantulkan realitas bahwa subjektivitas bukanlah ruang bening nan steril, namun medan paling ambigu, paling rapuh, dan seraya paling mudah dimanipulasi dalam keseluruhan pengalaman eksistensial manusia. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-121">Seorang ekstrem bisa merasa dirinya paling autentik. Atau seorang paranoid dapat meyakini dirinya sebagai subjek nan paling tercerahkan. Bahkan seorang diktator, dalam logika internal kekuasaannya, acap kali merasa sedang menjalankan apa nan dia sebut sebagai &ldquo;kebenaran terdalam&rdquo;. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-124">Maka pada titik ini, dikala persona dijadikan sebagai sumber legitimasi ontologis bagi kebenaran, kuriositas kritis nan tak terhindarkan segera muncul dengan nada nan cukup brutal, ialah gimana kita mendikotomi antara <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-125">Veritas Persona </em>dan absolutisasi ego nan berlindung di kembali klaim autentisitas?. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-127">Di sinilah Simtoxa tampak belum menyediakan perangkat epistemologis dan metodologis nan cukup memadai untuk membenahi problem tersebut secara rigor. Ia tampaknya mengandaikan adanya suatu kedalaman autentik dalam diri manusia, semacam inti eksistensial nan stabil, bisa memulihkan kontinuitas ontologis antara subjek dan kebenaran. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-129">Tapi bagi saya dugaan ini sendiri, dalam tradisi makulat kritis, justru sangat problematis lantaran berkarakter metafisis tanpa cukup verifikasi konseptual. Derrida, misalnya, bakal dengan tegas mendeklarasikan bahwa subjektivitas bukanlah inti nan stabil, tapi pengaruh diferensial nan selalu ditunda dalam jaringan bahasa (<em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-130">diff&eacute;rance</em>). </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-133">Lacan bakal menegaskan bahwa subjek selalu terbelah (<em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-134">split</em> <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-135">subject</em>), tidak pernah utuh terhadap dirinya sendiri. Foucault bakal memperlihatkan bahwa apa nan disebut identitas memperlihatkan adalah produk historis dari rezim kuasa dan diskursus nan beraksi secara subtil namun determinatif. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-137">Sehingga, jika Simtoxa berupaya mengembalikan orbit ontologis kepada persona, dia sebenarnya sedang memposisikan dirinya dalam posisi nan berhadap-hadapan dengan nyaris seluruh arsitektur besar makulat kontemporer.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-139">Dan resistensi epistemik itu tidak serta-merta keliru. Tapi dia menuntut argumentasi nan jauh lebih radikal, lebih ketat, serta lebih operasional daripada sebatas metafora diagramatik alias estetika &ldquo;resonansi eksistensial&rdquo;. Karena tanpa fondasi metodologis nan disiplin, Veritas<em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-140"> Persona </em>berisiko bergeser menjadi sekadar kultus interioritas nan subtil. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-142">Dan historisitas pemikiran telah secara sinkronik menunjukkan simptom kultus interioritas pada akhirnya kerap kali tidak lebih dari transformasi lembut dari metafisika ego, nan bertopeng sebagai kedalaman, padahal sesungguhnya hanya repetisi diri dalam ruang kemandang nan tertutup. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-145">Saya juga mau berargumen, bahwa jika kita melakukan kritik radikal terhadap hiperrepresentasi dalam modernitas kontemporer, dengan memandang bahwa seluruh jagat simbolik telah secara sistematis menggantikan serta menggerus kedalaman ontologis (<em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-146">being</em>) manusia nan paling primordial itu boleh saja. Namun masalah esensial nan muncul di sini berkarakter epistemologis sekaligus ontologis. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-148">Bagaimana mungkin manusia dapat betul-betul keluar dari ranah representasi dikala seluruh pengalaman eksistensial manusia senantiasa telah dimediasi oleh bahasa sebagai struktur primer pemaknaan? Ini adalah problem klasik nan senantiasa menghantui seluruh tradisi makulat bahasa modern maupun kontemporer. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-150">Heidegger mempertegas bahwa bahasa merupakan rumah keberadaan (<em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-151">house</em> <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-152">of</em> <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-153">Being</em>). Lacan menyatakan bahwa alam bawah sadar tersusun secara struktural layaknya bahasa. Derrida memperlihatkan bahwa tidak ada sesuatu pun di luar teks (<em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-154">il n&rsquo;y a pas de hors-texte</em>). </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-157">Maka jika kita berupaya merehabilitasi being nan berada di luar horizon representasi, sesungguhnya kita sedang berhadapan dengan tembok epistemik paling keras dalam makulat kontemporer, bahwa manusia mungkin tidak pernah mempunyai akses nan murni, langsung, dan tidak terdistorsi terhadap realitas non-simbolik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-159">Bahkan dengan pengalaman nan paling intim, paling privat, dan paling <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-160">visceral</em> sekalipun selalu telah lebih dulu ditafsirkan, dikonstruksi, dan dimediasi. Kesadaran manusia tidak pernah eksis dalam keadaan nan polos, netral, alias pra-bahasa. Ia selalu telah terjaring dalam jejaring makna nan kompleks, nan terdiri dari sejarah sebagai horizon temporal nan menentukan, bahasa sebagai medium artikulasi dunia, kultur sebagai sistem nilai dan simbol, trauma sebagai jejak psikis nan terinternalisasi, simbol sebagai struktur representasional, dan struktur makna sebagai arsitektur epistemik kesadaran. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-163">Jangan sampai kita berhadapan dengan sebuah dilema filosofis nan nyaris tidak mungkin untuk didamaikan alias disintesiskan. Karena jika tetap mengaplikasikan bahasa sebagai medium artikulasi teoritis, maka dia secara inheren tetap terjerat dalam rezim representasi nan mau dia dekonstruksi sejak awal. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-165">Akan tetapi jika dia menolak bahasa secara total, maka dia sekaligus kehilangan probabilitas adanya komunikasi intersubjektif nan menjadi syarat minimal bagi eksistensi diskursus ilmiah maupun filosofis. Dan tanpa adanya intersubjektivitas, maka suatu teori tidak lagi punya gelanggang artikulasi akademik nan sahih. Ia merosot menjadi semacam pengalaman mistik nan sepenuhnya privat, terisolasi, dan tidak dapat diverifikasi dalam ranah diskursus publik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-167">Lebih jauh, salah satu daya tarik paling esensial dari Simtoxa justru berakar pada estetika konseptualnya nan berkarakter sublim. Pertama kali diperbincangkan dan dikenalkan, tentang sketsa orbit, resonansi eksistensial, inti gravitasi keberadaan, serta sintesis antara <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-168">Veritas Persona</em> dan <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-169">Ontoself</em> mengonstruksikan suatu atmosfer filosofis nan bukan hanya memikat, tetapi juga nyaris menggoda secara intelektual. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-172">Namun justru di titik inilah letak problematikanya. Dalam sejarah panjang pemikiran, kita memandang bahwa banyak sistem besar justru mengalami kolaps epistemik bukan lantaran kekurangan gagasan, tapi lantaran terperangkap dalam pesona retorika dirinya sendiri. Kecenderungan menghadirkan bahasa nan terlalu agung acap kali berfaedah sebagai mesin produksi ilusi kedalaman. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-174">Padahal kedalaman konseptual tidak pernah bisa direduksi menjadi sekadar intensifikasi terminologi alias akumulasi istilah nan kompleks. Lalu datang sebuah pertanyaan metodologis kudu diajukan secara radikal, apalagi secara epistemologis brutal,  Apakah Simtoxa betul-betul melahirkan pengetahuan baru, ataukah dia sekadar memproduksi estetika ontologis dalam corak nan baru? </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-176">Distingsi antara keduanya berkarakter krusial dan tidak dapat dinegosiasikan secara intelektual. Karena estetika metafisis bisa membangkitkan getaran reflektif nan begitu intens tanpa kudu punya struktur analitis nan operasional dan dapat diuji. Mereka nan mempelajari tradisi sistem-sistem gnostik antik pun bakal menemukan variabel kompatibel, ialah penuh dengan simbolisme kosmik nan mempesona, tapi kerap kali kandas membawa sistem pengesahan epistemik nan dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-179">Simtoxa dituntut untuk bersikap waspada secara intelektual. Apabila dia terlampau larut dalam simbolisme resonansial tanpa memproyeksikan prosedur metodologis nan terverifikasi, maka dia bakal bergeser dari domain teori ilmiah menuju teritori puisi metafisik nan bagus namun tidak operasional. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-181">Dan bumi akademik modern, dengan seluruh aparatus kritisnya, tidak pernah bersikap lunak terhadap sistem nan kehilangan instrumen validitas dan daya operasionalnya. Namun demikian, bukan berfaedah proyek konseptual seperti Simtoxa dapat lampau dinyatakan sebagai kemustahilan. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-183">Justru sebaliknya, krisis internal modernitas menyingkap satu realita epistemik nan tak lagi bisa disangkal, ialah manusia, dalam horizon historisitasnya nan liminal, tengah memerlukan konfigurasi pengetahuan nan sama sekali baru, nan tidak lagi tunduk secara absolut pada diktum-diktum epistemologi klasik.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-186">Verifikasi, dengan segala pretensinya terhadap kepastian, sudah kehilangan daya totalisasinya. Falsifikasi, sekalipun Popperian dalam elan rasionalnya, tetap tidak bisa merengkuh semua spektrum eksistensi nan berkarakter liminal, ambigu, dan tak terobjektifikasi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-188">Sementara itu, kerasionalan instrumental telah berevolusi menjadi mesin produksi hiperrealitas digital, sebuah ekosistem simulakra nan justru memfragmentasi subjek manusia ke dalam serpihan-serpihan pengalaman nan terputus dari totalitas makna. Dalam konteks itu, posibilitas kehadiran post-epistemologi tidak hanya terbuka, namun niscaya sebagai horizon historis pengetahuan. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-190">Akan tetapi, post-epistemologi tidak pernah dapat dilahirkan lewat gestur negasi semata terhadap perangkat metodologis lama. Penolakan, bagaimanapun radikalnya, tidak cukup untuk menghadirkan suatu arsitektur epistemik baru. Ia menuntut inaugurasi sebuah metodologi nan seutuhnya lain, nan tidak lagi sekadar memperbaiki, namun merekonstitusi langkah manusia mengetahui, memahami, serta menafsirkan realitas. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-193">Saya rasa inilah beban historis terbesar Simtoxa berada. Apabila dia berambisi untuk eksis sebagai paradigma nan sungguh-sungguh serius dalam lanskap intelektual kontemporer, maka dia tidak dapat menghindari tugas untuk mengonstruksi, sebuah epistemologi nan berkarakter resonansial, ialah pengetahuan nan lahir dari getaran relasional antara subjek dan realitas, bukan dari distansi objektivistik semata. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-195">Sebuah hermeneutika nan sifatnya ontologis, nan tidak hanya menafsirkan teks, tetapi juga mengungkap keberadaan itu sendiri sebagai teks nan senantiasa bergetar dalam keterbukaan makna. Mekanisme kritik nan berbasis intersubjektivitas radikal, di mana kebenaran tidak lagi dimonopoli oleh satu poros otoritas, namun dinegosiasikan dalam jaringan kesadaran kolektif, serta prosedur pengesahan nan sepenuhnya non-positivistik, nan tidak lagi menjadikan takaran empiris sebagai satu-satunya legitimasi kebenaran. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-198">Tanpa artikulasi metodologis seperti itu, Simtoxa hanya bakal berakhir sebagai sebuah elegi intelektual atas modernitas, kritik nan mungkin bagus secara retoris, tetapi mandul secara epistemologis. Ia tidak bakal pernah mencapai status sebagai revolusi metodologis nan sesungguhnya. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-200">Pada saat dikenalkan, saya berkontemplaasi, mungkinkah terdapat suatu konfigurasi metodologis nan sanggup melampaui rezim verifikasi sekaligus falsifikasi sebagai dua kutub epistemik nan selama ini mengurung langkah berpikir modern? Jawabannya mungkin saja. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-202">Namun probabilitas itu tidak pernah berkarakter netral. Ia hanya dapat datang jika, dan hanya bila, kita berani melakukan rekonstruksi radikal terhadap konsep kebenaran itu sendiri, apalagi sampai pada tingkat di mana fondasi semantiknya kudu diguncang dari akarnya.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-204">Sehingga, kebenaran tidak lagi bisa didegradasi sebagai sebatas korespondensi proposisional antara deklarasi dan realitas objektif. Ia juga tidak cukup dimaknai sebagai keterbukaan terhadap sistem pembantahan ala falsifikasi Popperian nan menjadikan kebenaran selalu sementara dan rapuh. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-207">Sebaliknya, kebenaran kudu direstorasi ke dalam medan nan lebih primordial, lebih eksistensial, lebih pra-proposisional. Sebagai intensitas keberadaan nan tidak terukur secara logis-formal, dan kontinuitas ontologis nan mengalir melampaui segmentasi kategorikal. Atau sebagai daya transformasional nan memutasikan struktur subjek dan bumi secara simultan, serta resonansi eksistensial lintas-subjek nan tidak tunduk pada pemisah personalitas epistemik modern. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-209">Akan tetapi justru di titik inilah problematikanya mengental menjadi krisis metodologis nan tidak simplistik. Setiap upaya untuk mengafirmasi dimensi-dimensi itu segera berhadapan dengan kuriositas nan tidak bisa dijawab dengan perangkat epistemologi konvensional. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-211">Bagaimana resonansi dapat diukur tanpa mereduksinya menjadi kuantifikasi nan mengingkari esensinya sendiri? Bagaimana menghindari jatuhnya intensitas ontologis ke dalam relativisme nan membubarkan segala standar validitas? Bagaimana memastikan bahwa pengalaman keberadaan tidak beralih-bentuk menjadi struktur otoritarianisme spiritual nan membungkam perbedaan dengan dalih kedalaman eksistensial?. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-214">Inilah aporia esensial nan membayangi seluruh proyek pasca-verifikasi, sebuah gelanggang epistemik nan tak lagi menjadi problem teknis, tapi krisis atas posibilitas pengetahuan itu sendiri. Dan sampai detik ini, tidak satu pun sistem makulat besar modern nan betul-betul sukses menuntaskannya secara konsisten tanpa menyisakan residu pertentangan internal.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-216">Heidegger terperangkap dalam gravitas ontologi nan terlalu pekat, hingga horizon keterbukaannya justru berubah menjadi kabut nan menutup dirinya sendiri. Derrida bergerak terlalu jauh dalam permainan diferensial dekonstruksi, hingga setiap fondasi makna kehilangan posibiliti stabilitas minimalnya. Foucault terbelenggu dalam sirkulasi relasi kuasa nan nyaris tak menyisakan ruang bagi kebenaran di luar jaringan diskursif. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-218">Sementara Lacan mengafirmasi subjek sebagai keterbelahan permanen, tapi dengan itu dia juga menangguhkan kemungkinan integrasi pengalaman secara utuh. Dalam kerangka reruntuhan intelektual inilah Simtoxa eksis tidak sebagai sintesis final, tapi residu sekaligus ekses dari seluruh kegagalan tersebut. Ia berdiri di atas puing-puing epistemologi kontemporer bukan untuk menyelesaikannya, namun untuk menahan ketegangannya agar tidak runtuh menjadi nihilisme total. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-221">Dan justru di dalam posisi liminal itulah Simtoxa mempunyai dua wajah sekaligus, ialah kemungkinan radikal bagi kelahiran metodologi baru, sekaligus potensi katastrofik nan dapat melampaui seluruh pemisah nan pernah ditetapkan oleh makulat itu sendiri. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-223">Argumentasi lain nan mau saya eksplanasikan adalah, jika ditelaah secara lebih radikal dan genealogis, Simtoxa sejatinya tidak pernah berangkat dari vakum historis. Ia datang sebagai simptom dari sebuah konfigurasi era nan sangat partikular, ialah runtuhnya subjek modern di bawah tekanan hiperrealitas digital nan kian tak terkendali. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-225">Sejak awal masyarakat kontemporer tidak lagi beraksi dalam horizon realitas, tapi dalam rezim simulakra. Di sini, tanda tidak lagi berkedudukan sebagai representasi dari realitas, dia mengambil alih posisi realitas itu sendiri secara total. Manusia modern pun lampau terjerembab dalam ekosistem tanda nan sinkronik secara autoreferensial, tanpa lagi mempunyai jangkar ontologis nan stabil dan dapat diverifikasi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-228">Media sosial, misalnya, tidak sekadar menjadi medium, dia adalah akselerator sadis dari disolusi realitas tersebut. Ia mempercepat delegitimasi pengalaman langsung dan menggesernya dengan ekonomi gambaran nan terus direproduksi tanpa henti. Identitas lampau beralih-bentuk menjadi semata-mata performativitas nan dikalkulasi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-230">Eksistensi direduksi menjadi praktik kurasi visual nan sistematis. Bahkan Kesadaran manusia tidak lagi berjumpa dengan dirinya secara immediat, tapi melalui refleksi tak berujung dari representasi nan diproduksi, diedit, dan direproduksi secara algoritmik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-232">Dalam konfigurasi semacam ini, manusia kehilangan dimensi kedalaman eksistensialnya. Ia tidak lagi datang sebagai being dalam pandangan definitif ontologis nan utuh. Ia hanya eksis sebagai gambaran nan terapung dalam arus representasi tanpa pusat. Dan Simtoxa, bagi saya, tampak membaca luka tersebut sebagai sebuah fragmentasi ontologis nan radikal dan tak terelakkan. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-235">Gagasan &ldquo;fragmentasi simbolik nan memutus kontinuitas ontologis&rdquo; memperlihatkan bahwa Simtoxa memandang modernitas sebagai gelanggang disrupsi permanen terhadap inti eksistensi manusia itu sendiri. Artinya, modernitas tidak semata-mata melahirkan alienasi dalam pengertian ekonomi alias alienasi eksistensial. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-237">Lebih dari itu, modernitas memproduksi corak alienasi nan lebih dalam dan lebih radikal, ialah alienasi ontologis. Manusia tidak lagi sekadar tercerabut dari kerja, produksi, alias makna hidupnya. Ia tercerabut langsung dari dirinya sendiri sebagai subjek nan utuh. Pada titik inilah Simtoxa menunjukan daya filosofisnya nan signifikan dan apalagi provokatif. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-239">Dengan menangkap sesuatu nan menjadi trauma laten abad digital, bahwa manusia kontemporer hidup dalam jarak nan semakin tidak terjembatani dengan dirinya sendiri. Namun masalah epistemologis segera muncul disaat Simtoxa berupaya memulihkan kedalaman ontologis tersebut lewat dugaan adanya inti keberadaan nan relatif stabil dan bisa dipulihkan. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-242">Karena makulat kontemporer justru memperlihatkan bahwa identitas manusia tidak pernah datang dalam corak nan final dan beku. Subjek selalu berada dalam arus devenir. Kesadaran senantiasa berkarakter prosesual, tidak pernah tuntas. Makna selalu tertunda, selalu deferensial, selalu berada dalam penundaan struktural. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-244">Dengan begitu, Simtoxa justru terjerat dalam sebuah ketegangan epistemologis nan intens antara gairah untuk menghadirkan pusat ontologis, dan realita historis-filosofis bahwa seluruh tradisi pemikiran modern justru sudah menggerus dan mendekonstruksi probabilitas adanya pusat tersebut secara definitif. Lebih lanjut, salah satu terminologi nan paling sentral dalam bangunan Simtoxa adalah konsep resonansi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-246">Terminologi ini menarik bukan semata lantaran dia baru, tapi lantaran dia secara diam-diam melakukan disrupsi terhadap fondasi epistemologi klasik nan berkutat pada logika korespondensi. Dalam tradisi epistemologi modern, kebenaran lazimnya direduksi sebagai relasi kompatibelitas antara proposisi dan fakta, sebuah <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-247">regime</em> verifikasi nan mengandaikan bumi sebagai sesuatu nan stabil, eksternal, dan bisa direpresentasikan secara objektif. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-250">Tapi Simtoxa tampak melakukan pergeseran radikal, dari korespondensi menuju resonansi. Artinya, kebenaran tidak lagi didikte oleh keselarasan dengan objek eksternal nan berdiri di luar subjek, melainkan oleh tingkat getaran, keterpanggilan, alias kesenyawaan intensional antara kesadaran dan struktur ontologis keberadaan itu sendiri. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-252">Secara intuitif, saya memandang pendapat ini sarat bakal daya pukau nan begitu kuat. Ia seperti membuka ruang epistemik baru nan tidak direduksi oleh statistik, tidak dipenjarai oleh positivisme, dan tidak simplifikasi oleh kalkulasi empiris. Banyak pengalaman manusia, dalam kenyataannya, memang tidak pernah sepenuhnya tunduk pada rezim verifikasi empiris, namun tetap terasa &ldquo;benar&rdquo; dalam intensitas eksistensial nan susah ditolak. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-254">Cinta. Kesedihan. Keheningan religius. Trauma. Rasa kehilangan. Semua itu acap kali eksis sebagai realitas nan justru lebih &ldquo;nyata&rdquo; daripada data, lebih mengguncang daripada angka, lebih meyakinkan daripada tabel statistik nan steril dari getaran eksistensial. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-257">Namun justru di titik inilah problem epistemik Simtoxa mulai mengental dan menjadi tidak sederhana. Karena jika resonansi diposisikan terlalu dekat dengan ranah pengalaman subjektif, dia memasuki medan nan penuh ambiguitas ontologis dan akibat epistemik nan sangat tinggi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-259">Kita bakal kesulitan dalam membedakan resonansi dari sekadar sugesti. Bagaimana pengalaman nan terasa dalam, pekat, dan otentik dapat dipisahkan dari manipulasi psikologis nan juga bisa memproduksi intensitas serupa? Bagaimana seseorang dapat memastikan bahwa nan dia alami adalah corak <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-260">ontological</em> <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-261">disclosure</em>, penyingkapan keberadaan, dan bukan sekadar pengaruh afektif nan diproduksi oleh kondisi psikis, sosial, alias apalagi ideologis? </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-263">Inilah pola laten dari seluruh persoalan tradisi epistemologi non-positivistik, ketika kebenaran digeser dari horizon observasi menuju lanskap intensitas pengalaman, maka perangkat validasinya mengalami pelonggaran struktural nan sangat signifikan. Dalam ruang ini, mistisisme juga berbicara dalam bahasa resonansi. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-266">Fanatisme pun menyatakan dirinya beresonansi dengan kebenaran nan absolut. Bahkan konspirasionisme kerap memperkuat justru lantaran dia menghasilkan sensasi &ldquo;kedalaman makna&rdquo; nan tidak dapat disentuh oleh penjelasan logis biasa. Sehingga Simtoxa tidak cukup hanya memproyeksikan arsitektur konseptual nan elegan alias sketsa ontologis nan koheren. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-268">Ia dihadapkan pada tuntutan epistemik nan jauh lebih esensial dan lebih keras, kenapa satu jenis resonansi dapat diklaim sah secara ontologis, sementara resonansi lainnya kudu dianggap ilusi, deviasi, alias apalagi distorsi?. Problem itu tetap menggantung sebagai lubang metodologis paling krusial dalam keseluruhan bangunan Simtoxa, sebuah bisul epistemik nan belum mendapatkan terminasi konseptual nan memadai. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-270">Lapisan lain nan perlu diingat adalah, ketika sebuah teori mendeklarasikan dirinya telah melampaui horizon verifikasi sekaligus falsifikasi, maka sebuah kuriositas nan tak lagi dapat dihindari muncul sebagai akibat epistemologis, apakah teori tersebut tetap berhasrat untuk tetap berada dalam rezim sains?</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-273">Ataukah, secara subtil, dia justru sedang melakukan regresi menuju wilayah metafisika?hal ini bukan sekadar hiasan intelektual, dia menjadi problematika fundamental, lantaran sejarah modernitas dibangun di atas garis demarkasi nan sangat tegas antara sains dan metafisika. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-275">Sains mendapat legitimasi epistemiknya lantaran dia tunduk pada prosedur, pada metodologi, pada keterulangan serta verifikasi intersubjektif. Metafisika, disisi lain, kehilangan legitimasi institusionalnya lantaran dianggap tidak mempunyai perangkat pengetesan nan operasional dan terukur dalam kerangka positivistik. Tapi ironi terbesar dari modernitas justru bertumpu pada kebenaran bahwa manusia tidak pernah betul-betul bisa hidup di luar metafisika. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-277">Bahkan sains, dalam keheningan ontologisnya nan paling dalam, senantiasa ditopang dalam seperangkat dugaan metafisis nan tidak pernah sepenuhnya dapat diverifikasi, ialah bahwa realitas berkarakter logis dan dapat dipahami. Dan hukum-hukum alam mempunyai konsistensi dan tidak kontradiktif, serta observasi manusia mempunyai validitas epistemik. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-280">Juga logika punya koherensi nan dapat diandalkan sebagai instrumen pengetahuan. Dengan begitu, seluruh gedung pengetahuan manusia pada akhirnya tidak pernah sepenuhnya steril dari residu metafisika nan bekerja secara laten di dalamnya. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-282">Pada titik inilah Simtoxa memperoleh posibilitas genealogisnya. Ia dapat dipandang sebagai corak metafisika kontemporer nan berupaya mengartikulasikan kembali luka-luka hiperrealitas dalam struktur bumi modern nan telah terfragmentasi oleh simulasi. Namun jika Simtoxa tetap berkemauan untuk dikategorikan sebagai metodologi akademik, maka dia tidak bisa usai pada level intuisi spekulatif alias estetika konseptual semata. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-284">Ia kudu membangun suatu arsitektur epistemik nan jauh lebih keras, lebih disiplin, dan lebih terstruktur daripada sekadar simbolisme ontologis. Ia kudu melahirkan prosedur nan dapat direplikasi,  sistem pengesahan nan bisa diuji, perangkat kritik internal nan imanen, serta kemungkinan revisi nan terbuka secara sistematis. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-287">Tanpa seluruh perangkat tersebut, Simtoxa bakal senantiasa beredar dalam teritori spekulatif nan cair dan tak terikat. Bukan lantaran dia keliru. Tapi lantaran dia belum mencapai densitas epistemik nan cukup untuk disebut sebagai pengetahuan dalam pengertian ketat. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-289">Namun apalagi jika seperti itu, terdapat suatu kemungkinan nan justru lebih subtil, lebih radikal, dan secara epistemologis lebih &ldquo;jujur&rdquo; andaikan Simtoxa tidak lagi diposisikan sebagai substitusi bagi sains, melainkan direkonfigurasi sebagai suatu hermeneutika resonansial. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-291">Dalam khazanah paradigmatik semacam ini, Simtoxa tidak lagi dipaksa untuk berkompetisi dalam gelanggang disiplin nan telah dipadatkan oleh fisika, biologi, alias rezim verifikasi-empiris lainnya. Ia tidak berada dalam logika kejuaraan metodologis, namun memasuki medan lain nan sama sekali berbeda. Saya memproyeksikan sebuah wilayah nan tidak lagi tunduk pada determinasi objek-objek material, melainkan beraksi dalam regim pengalaman keberadaan itu sendiri, <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-292">the</em> <em data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-293">lived ontology of being</em>. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-296">Sebagaimana psikoanalisis Freudian-Lacanian tidak seutuhnya dapat direduksi ke dalam skema falsifikasi Popperian, namun tetap memperkokoh daya usik interpretatifnya terhadap struktur psikis manusia, demikian pula Simtoxa, dalam kemungkinan paling produktifnya, dapat dimutasikan menjadi suatu perangkat hermeneutik untuk menelaah disrupsi ontologis manusia kontemporer nan semakin terfragmentasi dalam medan hiperrealitas kontemporer. </p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a0fca6824b787000a890935-1779419752191221320-instrumen-metodologis-trans-verifikatif-and-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-27RlCbQdnc8-269-298">to be continued....</p></div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/instrumen-metodologis-trans-verifikatif-falsifikatif-ambisi-post-epistemik-106283.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 02:05:12 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Asistensi UMKM Tembus Pasar Internasional</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, LHOKSEUMAWE, – Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Provinsi Aceh, terus memperkuat program asistensi dan pendampingan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Langkah ini diambil untuk membangun ekosistem...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/003809200-1782327621-produk-umkm-acehjpeg.jpeg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/bea-cukai-lhokseumawe-perkuat-asistensi-umkm-tembus-pasar-internasional-106282.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
        <p>   <b>, LHOKSEUMAWE,</b> &ndash; Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Provinsi Aceh, terus memperkuat program asistensi dan pendampingan kepada pelaku upaya mikro mini dan menengah (UMKM). Langkah ini diambil untuk membangun ekosistem upaya nan positif serta mendorong UMKM lokal agar bisa bersaing di <b>pasar internasional</b>.

</p><p>Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, <b>Vicky Fadian</b>, menyatakan bahwa pendampingan ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan Kementerian Keuangan Satu Lhokseumawe dengan Bank Indonesia, Rabu.</p><p>"Kami terus memberi pendampingan alias asistensi kepada UMKM agar bisa bersaing di pasar internasional, sehingga pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh dapat meningkat," kata Vicky Fadian di Lhokseumawe.</p><h2>Bentuk Dukungan Konkret</h2>

<p>Pertemuan tersebut dihadiri oleh beragam unsur Kementerian Keuangan Satu Lhokseumawe, di antaranya Bea Cukai Lhokseumawe, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Lhokseumawe, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lhokseumawe, dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Lhokseumawe.</p><p>Vicky menjelaskan, corak pendampingan nan diberikan meliputi edukasi kepabeanan, pemberian akomodasi ekspor, serta asistensi dalam meningkatkan kualitas produk. Tujuannya agar produk UMKM dapat diterima dengan baik di pasar global.</p>			
			
				
				<p>"Kami juga siap bekerja-sama untuk mendorong semakin banyak UMKM nan berorientasi ekspor. Kami juga berkomitmen membantu UMKM agar bisa bersaing di pasar internasional," tegasnya.</p><h2>Sinergi Antar-Instansi</h2>

<p>Vicky Fadian menegaskan kesiapan Bea Cukai untuk terus bersinergi dengan seluruh personil Kementerian Keuangan Satu Lhokseumawe dan Bank Indonesia. Menurutnya, sinergi antar-instansi menjadi kunci dalam membangun ekosistem upaya nan sehat, terutama melalui penguatan asistensi kepada UMKM berorientasi ekspor.</p><p>Pada kesempatan nan sama, Kepala KPPN Lhokseumawe, <b>Kurniawan</b>, mengungkapkan bahwa sekitar 80 hingga 85 persen kapabilitas fiskal pemerintah wilayah di wilayah kerjanya tetap ditopang oleh transfer ke wilayah (TKD).</p><p>"Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan sektor ekonomi produktif dan peningkatan kemandirian wilayah melalui pengembangan investasi, UMKM, dan aktivitas ekspor nan bisa menciptakan nilai tambah bagi perekonomian lokal," ujar Kurniawan.</p><p><i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/bea-cukai-lhokseumawe-perkuat-asistensi-umkm-tembus-pasar-internasional-106282.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 02:05:11 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Nikita Mirzani Bakal Hadir di Sidang PK Bulan Depan</title>
            <description>Dalam sidang perdana yang digelar Rabu (24/6/2026) pagi, Usman menjelaskan adanya perbedaan rujukan hukum antara hakim dan pihak pengacara.</description>
            <media:thumbnail url="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/205/3226395/nikita_mirzani-AqhC_large.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/nikita-mirzani-bakal-hadir-di-sidang-pk-bulan-depan-106281.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
                        
            
            <p><a href="https://redaksi.okezone.com/detail/ravie-wardani/3379" aria-label="icon account"><img src="https://cdn.okezone.com/underwood/revamp/2024/revamp/desktop/img/icon-profile.png" alt lazy="loading"></a>
                        <a href="https://redaksi.okezone.com/detail/ravie-wardani/3379" title="Ravie Wardani">
                            Ravie Wardani                        </a>
                                                <span>,&nbsp;Jurnalis-Kamis, 25 Juni 2026 |01:58 WIB</span>
                                                </p>
            <div>
                <p><img lazy="loading" src="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/205/3226395/nikita_mirzani-AqhC_large.jpg" data-original="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/205/3226395/nikita_mirzani-AqhC_large.jpg" alt="Nikita Mirzani Bakal Hadir di Sidang PK Bulan Depan"></p><p>Nikita Mirzani</p>
            </div>

            
            
            

                            

 
 
            

            

            <div>
                                                                    
                <p><strong>JAKARTA</strong> - Kuasa norma Nikita Mirzani, Usman Lawara, menegaskan bahwa pihaknya bakal terus berupaya menghadirkan sang aktris dalam sidang Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.</p>

<p>Dalam sidang perdana nan digelar Rabu (24/6/2026) pagi, Usman menjelaskan adanya perbedaan rujukan norma antara pengadil dan pihak pengacara. Hakim merujuk pada SEMA 2016, sementara pengacara memegang teguh putusan Mahkamah Konstitusi (MK).</p>

<p>"Hakim berasas SEMA 2016 itu mengatakan bahwa tanggungjawab itu tidak lagi menjadi wajib. Tapi ya, kami tetap meminta kehadiran dari pemohon prinsipal Nikita Mirzani ini ada rujukannya berasas putusan Mahkamah Konstitusi nomor 34 tahun 2013," ungkap Usman Lawara usai persidangan.</p>                                                                    
                

<p>Menurut Usman, kehadiran Nikita sangat krusial untuk memastikan bahwa permohonan PK ini murni atas kemauan kliennya, bukan paksaan pihak lain.</p>

<p>"Untuk memastikan bahwa pemohon PK itu diajukan secara sendiri alias diajukan atas inisiatif dari Nikita Mirzani sendiri," tuturnya.</p>

                                                                    
                            </div>
        
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/nikita-mirzani-bakal-hadir-di-sidang-pk-bulan-depan-106281.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 02:00:10 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Bosnia vs Qatar: Duel Hidup Mati Demi Asa Lolos Piala Dunia 2026</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, SEATTLE, – Timnas Bosnia-Herzegovina akan menghadapi Qatar dalam laga krusial Grup B Piala Dunia 2026 di Stadion Lumen Field, Seattle, pada Kamis (pukul 02.00 WIB). Pertandingan ini menjadi...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/082107900-1782326719-2026-0624-grafik-piala-dunia-b.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/bosnia-vs-qatar-duel-hidup-mati-demi-asa-lolos-piala-dunia-2026-106280.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<p><span>
        Susunan pemain Bosnia-Herzegovina vs Qatar: kemenangan jadi nilai mati.
      </span>
    </p><div data-sticky-container>
      
      
        	 
	 
	 
	<p><b>, SEATTLE,</b> &ndash; Timnas <b>Bosnia-Herzegovina</b> bakal menghadapi <b>Qatar</b> dalam laga krusial Grup B <b>Piala Dunia 2026</b> di Stadion Lumen Field, Seattle, pada Kamis (pukul 02.00 WIB). Pertandingan ini menjadi duel hidup meninggal bagi kedua tim nan sama-sama baru mengoleksi satu poin dari dua laga awal.</p>	 
	 
	 
	<p>Kemenangan adalah nilai meninggal bagi Bosnia-Herzegovina dan Qatar untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya. Saat ini, kedua tim menempati posisi ketiga dan keempat di klasemen sementara Grup B, sehingga hasil seri alias kekalahan bakal sangat mempersulit langkah mereka.</p>	 
	 
	 
	<p>Pelatih Bosnia-Herzegovina, <b>Sergej Barbarez</b>, diprediksi bakal kembali mengandalkan susunan 4-4-2. Posisi penjaga gawang dipercayakan kepada <b>Nikola Vasilj</b>. Lini pertahanan bakal dikawal oleh empat pemain, ialah <b>Sead Kolasinac</b>, <b>Arjan Malic</b>, <b>Nikola Katic</b>, dan <b>Stjepan Radeljic</b>.</p>			
			
				
					 
	 
	 
	<p>Di lini tengah, Barbarez menurunkan <b>Kerim Alajbegovic</b>, <b>Ivan Sunjic</b>, <b>Ivan Basic</b>, dan <b>Esmir Bajraktarevic</b>. Sementara itu, duet penyerang veteran dan muda, <b>Edin Dzeko</b> serta <b>Ermedin Demirovic</b>, bakal menjadi tumpuan utama untuk membongkar pertahanan lawan.</p>	 
	 
	 
	<p>Di kubu lawan, pembimbing Qatar <b>Julen Lopetegui</b> menyiapkan susunan 4-1-2-3. Posisi penjaga gawang diisi oleh <b>Mahmud Abunada</b>. Empat bek sejajar nan bakal melindungi gawangnya adalah <b>Sultan Al Brake</b>, <b>Boualem Khoukhi</b>, <b>Issa Laye</b>, dan <b>Pedro Miguel</b>.</p>	 
	 
	 
	<p>Sebagai gelandang bertahan, <b>Karim Boudiaf</b> bakal menjadi jangkar permainan Qatar. Dua gelandang serang, <b>Jassem Gaber Abdulsallam</b> dan <b>Ahmed Fathy</b>, bakal bekerja mendukung trio penyerang nan diisi oleh <b>Akram Afif</b>, <b>Hassan Al Haydos</b>, dan <b>Edmilson Junior</b>. Pertandingan ini bakal dipimpin oleh wasit <b>Jesus Valenzuela</b> dari Venezuela.</p>	 
	 
	 
	<p><i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
     

 
      


    
  </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/bosnia-vs-qatar-duel-hidup-mati-demi-asa-lolos-piala-dunia-2026-106280.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 01:50:15 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Jayapura Edukasi Kesehatan dan Gelar Donor Darah</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA, – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Jayapura, Papua, menggelar kegiatan edukasi kesehatan dan aksi donor darah bagi masyarakat setempat. Kegiatan yang berlangsung di Jayapura ini...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/025787000-1782325817-1000802785jpg.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/sambut-hari-bhayangkara-ke-80-polres-jayapura-edukasi-kesehatan-dan-gelar-donor-darah-106279.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<p><span>
        Polres Jayapura beri edukasi kesehatan bagi masyarakat.
      </span>
    </p><div data-sticky-container>
      
      
        <p>   <b>, JAYAPURA,</b> &ndash; Dalam rangka menyambut <b>Hari Bhayangkara ke-80</b>, <b>Polres Jayapura</b>, Papua, menggelar aktivitas edukasi kesehatan dan tindakan donor darah bagi masyarakat setempat. Kegiatan nan berjalan di Jayapura ini bermaksud untuk meningkatkan kesadaran bakal pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial.

</p><p>Kasi Dokkes Polres Jayapura, <b>Penda Surina</b>, dalam keterangannya di Jayapura, Rabu, menjelaskan bahwa aktivitas ini memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai gejala, aspek risiko, upaya pencegahan, serta pentingnya penemuan awal terhadap penyakit <b>kanker</b> dan <b>tumor</b>.</p><p>"Dalam sosialisasi tersebut masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai gejala, aspek risiko, upaya pencegahan, serta pentingnya penemuan awal terhadap penyakit kanker dan tumor," katanya.</p><h2>Libatkan TNI dan Instansi Terkait</h2>

<p>Selain diikuti oleh personel <b>Polres Jayapura</b>, aktivitas ini juga melibatkan partisipasi aktif dari personil <b>TNI</b>, <b>Basarnas</b>, dan lembaga mengenai lainnya. Partisipasi mereka terutama difokuskan pada aktivitas donor darah nan menjadi bagian dari rangkaian acara.</p><p>"Apa nan kami lakukan tidak hanya menjadi momentum peringatan Hari Bhayangkara tetapi juga sebagai corak kepedulian Polri terhadap kesehatan," ujar Penda Surina.</p>			
			
				
				<p>Melalui sosialisasi kanker dan tumor, pihaknya berambisi masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan dini. Sementara itu, tindakan donor darah digelar untuk menumbuhkan semangat kemanusiaan guna membantu sesama nan membutuhkan.</p><p>"Sementara melalui donor darah kami mau menumbuhkan semangat kemanusiaan untuk membantu sesama nan membutuhkan," katanya menambahkan.</p><p>Seluruh kantong darah nan sukses terkumpul dalam tindakan donor darah tersebut selanjutnya bakal diserahkan kepada <b>PMI</b>. Langkah ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat nan tengah memerlukan pelayanan medis di wilayah Jayapura.</p><p><i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
     

 
      


    
  </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/sambut-hari-bhayangkara-ke-80-polres-jayapura-edukasi-kesehatan-dan-gelar-donor-darah-106279.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 01:35:13 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Kementerian HAM Siapkan 200 Penggerak HAM di Desa-desa RI, Ini Fungsinya</title>
            <description>Thomas mengatakan desa dan seluruh perangkatnya harus menjadi motor penggerak pembangunan HAM.</description>
            <media:thumbnail url="https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/06/25/staf-khusus-menteri-hak-asasi-manusia-bidang-transformasi-digital-dan-komunikasi-media-thomas-harming-suwarta-istimewa-1782322281645_169.jpeg?wid=54&amp;w=1200&amp;v=1&amp;t=jpeg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/kementerian-ham-siapkan-200-penggerak-ham-di-desa-desa-ri-ini-fungsinya-106278.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>

        
                


                    <p><strong>Jakarta</strong> - </p><p>Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media Thomas Harming Suwarta menegaskan pentingnya peran desa dalam membangun peradaban kewenangan asasi manusia (HAM) di Indonesia. Thomas mengatakan desa dan seluruh perangkatnya kudu menjadi motor penggerak pembangunan <a href="https://www.detik.com/tag/ham">HAM</a>.</p><p>Hal tersebut disampaikan Thomas saat memberikan sosialisasi penguatan Kapasitas HAM bagi Masyarakat dengan tajuk "Menuju Masyarakat Desa Berperadaban Hak Asasi Manusia" di tiga Desa di wilayah Manggarai Raya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketiga desa tersebut ialah Desa Wajur, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Desa Iteng, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, dan Desa Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.</p><p>Menurut Thomas, pembangunan HAM di tingkat desa menjadi krusial dan strategis berbarengan dengan agenda pembangunan nasional nan menempatkan masyarakat di pedesaan sebagai sasaran utama seperti hadirnya Koperasi Desa Merah Merah Putih, Sekolah Rakyat, Kampung Nelayan, Makan Bergizi Gratis, Pengecekan Kesehatan Gratis dan beragam program lainnya.</p>
<div>


<p>
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
</p>
</div>

<p>"Bangsa nan maju adalah bangsa nan menempatkan desa dan kampung sebagai ujung tombak pembangunan, dalam konteks nan sama desa harusnya juga menjadi motor penggerak pembangunan kewenangan asasi manusia," kata Thomas kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).</p> <p>Thomas mengatakan Kementerian HAM sedang mempersiapkan agenda unik membangun peradaban HAM di desa dengan hadirnya penggerak-penggerak HAM di desa-desa seluruh Indonesia.</p><p>"Untuk tahun ini kita lakukan perekrutan 200 Penggerak HAM di tingkat desa dan kelurahan nan nantinya menjadi ujung tombak pembangunan HAM. Bagaimana pun hadirnya penggerak HAM di seluruh desa di Indonesia bakal memastikan hadirnya juga aspek-aspek penghormatan, pelindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan kewenangan asasi manusia," lanjut Thomas.</p><p>Dia menilai, semakin bagus pemahaman masyarakat tentang HAM maka perihal tersebut membantu meminimalisir pelanggaran HAM mulai dari ruang domestik di tengah family maupun kehidupan sosial di tengah masyarakat.</p><p>Menurutnya, banyak masyarakat di desa seluruh Indonesia mengalami banyak persoalan mengenai HAM, mulai dari berangkaian dengan kewenangan atas hidup, kewenangan atas pekerjaan, pendidikan kesehatan dan juga rasa kondusif termasuk kewenangan atas lingkungan dan kewenangan atas pembangunan. Termasuk juga golongan rentan, kekerasan anak dan perempuan, bentrok lahan nan memerlukan perhatian langsung negara.</p><p>"Menempatkan desa sebagai motor penggerak pembangunan HAM adalah langkah strategis nan ikut mendorong pembumian nilai-nilai kewenangan asasi manusia semakin mudah menjangkau masyarakat secara luas dan pada gilirannya juga ikut mendorong pemajuan pembangunan nasional secara menyeluruh," papar Thomas.</p><p>Hadirnya sosialisasi mengenai HAM di tingkat desa, kata Thomas, selain untuk meningkatkan pengetahuan dan membangun kesadaran masyarakat mengenai HAM, juga untuk mendorong perangkat desa memastikan nilai-nilai HAM sebagai landasan dalam merumuskan arah pembangunan di tingkat desa.</p><p>"Di desa ada musyawarah pembangunan, diharapkan agenda alias kebijakan nan dihadirkan juga berpijak pada landasan nilai dan prinsip kewenangan asasi manusia," pungkas Thomas.</p>        
		
        <p><strong>(ygs/ygs)</strong></p>

        
        

        
        
    </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/kementerian-ham-siapkan-200-penggerak-ham-di-desa-desa-ri-ini-fungsinya-106278.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 01:35:10 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Pemkot Kediri Luncurkan Inovasi Kelar dan Kado Nikah untuk Perkuat Layanan Adminduk</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI, – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, terus memperkuat layanan administrasi kependudukan (adminduk) melalui berbagai inovasi digital. Langkah ini diambil untuk memastikan data kependudukan warga selalu diperbarui dan...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/092864500-1782324924-1000816904jpg.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/pemkot-kediri-luncurkan-inovasi-kelar-dan-kado-nikah-untuk-perkuat-layanan-adminduk-106277.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
        <p>   <b>, KEDIRI,</b> &ndash; Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, terus memperkuat <b>layanan manajemen kependudukan</b> (adminduk) melalui beragam penemuan digital. Langkah ini diambil untuk memastikan info kependudukan penduduk selalu diperbarui dan valid. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri, Endang Kartikasari, menekankan pentingnya terobosan ini di era digitalisasi.

</p><p>"Di era digitalisasi saat ini, organisasi perangkat wilayah (OPD) dituntut semakin proaktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Diperlukan terobosan pelayanan berbasis penemuan guna meningkatkan kualitas jasa dan kepuasan masyarakat," kata Endang di Kediri, Rabu.</p><h2>Tiga Inovasi Unggulan Dispendukcapil</h2>

<p>Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (<b>Dispendukcapil</b>) Kota Kediri telah menciptakan sejumlah penemuan untuk mempermudah warga. Inovasi tersebut meliputi <b>Kelurahan Lapor Kematian Cepat dan Akurat (Kelar)</b>, <b>Kolaborasi Layanan Dokumen Kependudukan Saat Pernikahan (Kado Nikah)</b>, dan <b>Buku Pokok Pemakaman (BPP)</b>.</p><p>Endang menegaskan bahwa kehadiran pemerintah sangat diperlukan saat ada laporan peristiwa krusial dari masyarakat, seperti pernikahan alias kematian, nan memerlukan arsip kependudukan. "Kami berambisi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan memahami pentingnya kerjasama dalam penanganan peristiwa kematian di seluruh wilayah kelurahan," ujarnya.</p><p>Ia menambahkan, arsip manajemen kependudukan mempunyai kekuatan hukum. Oleh lantaran itu, sosialisasi ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan beragam penemuan dan kemudahan jasa nan telah dikembangkan oleh Dispendukcapil Kota Kediri. Pemerintah Kota Kediri berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.</p>			
			
				
				<p>"Kami mendorong seluruh masyarakat untuk memanfaatkan jasa nan tersedia, baik secara langsung maupun melalui sistem jasa digital, guna memperoleh pelayanan nan cepat, mudah, dan transparan," kata Endang. Ia juga membujuk masyarakat untuk tertib manajemen kependudukan agar info nan diberikan valid, akurat, dan aman, sehingga pembangunan dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.</p><h2>Detail Layanan Kelar, Kado Nikah, dan BPP</h2>

<p>Kepala Dispendukcapil Kota Kediri, <b>Marsudi Nugroho</b>, menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan untuk membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah memberikan fasilitasi dan kemudahan bagi masyarakat dalam publikasi arsip pencatatan sipil maupun pendaftaran penduduk.</p><p>Marsudi mengakui tetap ada masyarakat nan belum mengurus akta kematian maupun akta perkawinan secara tepat waktu. Kondisi ini sering menimbulkan hambatan dalam pengurusan kewenangan waris maupun hak-hak lainnya nan memerlukan arsip kependudukan sebagai dasar hukum. "Untuk itu Dispendukcapil Kota Kediri meluncurkan penemuan Kelar, Kado Nikah dan BPP sebagai upaya memberikan kemudahan jasa kepada masyarakat," jelasnya.</p><p>Dengan penemuan <b>Kelar</b>, ketika terdapat penduduk nan meninggal dunia, pemerintah bakal datang memberikan arsip kependudukan nan telah diperbarui. Dokumen tersebut meliputi akta kematian, kartu keluarga, serta perubahan status pada kartu tanda masyarakat melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD).</p><p>Sementara itu, penemuan <b>Kado Nikah</b> memberikan kemudahan bagi pasangan nan baru menikah. Mereka bakal langsung memperoleh arsip kependudukan berupa akta perkawinan, kartu family baru, serta KTP suami dan istri dengan status perkawinan nan telah diperbarui.</p><p>Dispendukcapil Kota Kediri juga bakal menerbitkan <b>BPP</b>, ialah catatan resmi nan dikelola oleh petugas pemakaman untuk mendata setiap penduduk nan meninggal dunia. Buku ini diharapkan bisa mendukung tertib manajemen dan validitas info kependudukan di Kota Kediri.</p><p><i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/pemkot-kediri-luncurkan-inovasi-kelar-dan-kado-nikah-untuk-perkuat-layanan-adminduk-106277.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 01:20:11 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Penyebab Petarung UFC Dustin Poirier Ditangkap Polisi hingga Terancam Penjara</title>
            <description>Kabar Mengejutkan Dustin Poirier: Ditangkap Polisi, Terancam Penjara, dan Sindiran Pedas Colby Covington</description>
            <media:thumbnail url="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/43/3226293/dustin_poirier-qHR1_large.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/penyebab-petarung-ufc-dustin-poirier-ditangkap-polisi-hingga-terancam-penjara-106276.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>
    <div>
        
        
        
                        
            
            
            <div>
                <p><img lazy="loading" src="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/43/3226293/dustin_poirier-qHR1_large.jpg" data-original="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/43/3226293/dustin_poirier-qHR1_large.jpg" alt="Penyebab Petarung UFC Dustin Poirier Ditangkap Polisi hingga Terancam Penjara"></p><p>Mantan petarung UFC, Dustin Poirier. (Foto: Instagram/dustinpoirier)</p>
            </div>


            
            
            

                            

 
 
            

            

            <div>
                                                                    
                <p><strong>PETARUNG </strong><a href="https://www.okezone.com/tag/ufc">UFC</a>, <a href="https://www.okezone.com/tag/dustin-poirier">Dustin Poirier</a> dilaporkan baru saja berurusan dengan norma setelah ditangkap oleh pihak kepolisian di Georgia, Amerika Serikat, atas dugaan mabuk di area publik. Karena masalah itu, mantan juara interim kelas ringan UFC tersebut pun berpotensi dipenjara.</p>

<p>Berdasarkan norma di negara bagian Georgia, jika terbukti bersalah, Poirier menghadapi akibat serius berupa denda hingga USD1.000 alias sekira Rp17,9 juta dan ancaman balasan penjara hingga satu tahun. Melalui unggahan singkat tujuh kata di IG Story miliknya, laki-laki berumur 37 tahun itu langsung memberikan respons: &ldquo;Cinta kalian semua. Saya sedang memperbaiki diri.&rdquo;</p>



<h2><strong>1. Perjuangan Emosional</strong></h2>

<p>Kasus norma ini memicu kekhawatiran di kalangan fans nan menduga Poirier tengah kesulitan beradaptasi dengan kehidupan setelah pensiun. Sebagai informasi, petarung asal Louisiana ini memutuskan meletakkan sarung tinjunya setelah menelan kekalahan dari Max Holloway dalam perebutan sabuk simbolis 'BMF' di UFC 318 pada Juli tahun lalu.</p>                                                                    
                

<figure><img alt="Dustin Poirier foto @ufc" src="https://img.okezone.com/okz/500/library/images/2021/01/24/bkqhiq13hoho631jgst0_18374.jpg">
Dustin Poirier foto @ufc
</figure>

<p>Meski sekarang aktif bekerja sebagai analis pertandingan UFC, kekosongan setelah tidak lagi berkompetisi tampaknya menjadi beban berat bagi pemilik 15 bingkisan performa UFC ini. Pada Oktober lalu, Poirier sempat mencurahkan isi hatinya di media sosial kepada seorang penggemar.</p>

<p>Poirier mengaku sangat merindukan atmosfer pertarungan setiap hari sejak bangun tidur dan merasa ada bagian dari dirinya nan ikut meninggal setelah mendedikasikan dua dasawarsa hidupnya untuk MMA.</p>



                                                                    
                            </div>
        


                            
        
        
                                    
                    		                    		

        <div id="follow-wa">
            <p>
                Follow <span>WhatsApp Channel Okezone</span> untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
            </p>
            <p><a href="https://whatsapp.com/channel/0029Va5JRZrJf05lWWpeQO3n" aria-label="Follow">Follow</a>
        </p></div>

        

        


                    

 
       
      










		 
		
        
                    
                <p>Berita Terkait</p>
                
            
        
        
        
                    







        
        

                            

                                                        
        <a href="https://search.okezone.com/" aria-labelledby="telusuri">
            
            <p>Telusuri buletin Sport lainnya</p>
            
        </a>

    </div>

    
</div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/penyebab-petarung-ufc-dustin-poirier-ditangkap-polisi-hingga-terancam-penjara-106276.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 01:10:07 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>KSPSI Desak Pemerintah Lindungi Pekerja Hotel Sultan</title>
            <description>KSPSI mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan perlindungan hak-hak pekerja serta memberikan kepastian masa depan bagi mereka.</description>
            <media:thumbnail url="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/25/1782323810_b12fe77672eb7d93bb97.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/kspsi-desak-pemerintah-lindungi-pekerja-hotel-sultan-106275.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>
                                                                                                                            <figure>
                                <img data-src="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/25/1782323810_b12fe77672eb7d93bb97.jpg" alt="KSPSI Desak Pemerintah Lindungi Pekerja Hotel Sultan" src="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/25/1782323810_b12fe77672eb7d93bb97.jpg">
                                Petugas melangkah di samping aset nan telah dikemas di Hotel Sultan di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (24/6).(ANTARA/M Risyal Hidayat)
                            </figure>
                                                                
<p>KONFEDERASI Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (<a href="https://mediaindonesia.com/tag/kspsi" title="KSPSI">KSPSI</a>) DKI Jakarta menyuarakan keprihatinan atas nasib para pekerja nan terdampak pascaeksekusi area Hotel Sultan.&nbsp;</p>

<p>Melalui konvensi pers nan digelar di Kantor DPD KSPSI DKI Jakarta, Cilandak, Rabu (24/6), organisasi pekerja tersebut mendesak pemerintah dan pihak mengenai untuk memastikan perlindungan hak-hak pekerja serta memberikan kepastian masa depan bagi mereka.</p>


<p>Konferensi pers dihadiri jejeran pengurus DPD KSPSI DKI Jakarta, ketua federasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta perwakilan pekerja terdampak. Dalam kesempatan tersebut, para pengurus menegaskan bahwa persoalan nan dihadapi pekerja Hotel Sultan tidak hanya menyangkut pekerjaan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup ratusan keluarga.</p>

<p>Sekretaris Umum PP FSP Parekraf KSPSI M Asrul Ramadhan menegaskan bahwa para pekerja Hotel Sultan merupakan tenaga ahli nan telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun dan mempunyai pengalaman serta kompetensi nan tidak diragukan.</p>

<p>"Kami berambisi pemerintah memberikan perhatian unik kepada para pekerja nan terdampak. Apabila nantinya terdapat manajemen baru nan mengelola area tersebut, kami meminta agar pekerja nan tergabung dalam PUK di bawah naungan KSPSI DKI Jakarta dapat diprioritaskan untuk kembali bekerja. Mereka mempunyai pengalaman, keterampilan, dan dedikasi nan telah terbukti selama bertahun-tahun," ujar Asrul.</p>

<p>Menurutnya, setiap kebijakan nan diambil mengenai masa depan area Hotel Sultan kudu mempertimbangkan aspek sosial dan keberlangsungan hidup para pekerja beserta keluarganya.</p>

<p>Senada dengan itu, Ketua PD FSP Parekraf KSPSI DKI Jakarta H Usman menilai para pekerja nan terdampak itu layak memperoleh kesempatan untuk direkrut kembali andaikan operasional area kembali berjalan.</p>

<p>"Mereka bukan tenaga kerja baru. Mereka adalah pekerja ahli nan telah menguasai bidangnya masing-masing dan berkontribusi besar terhadap operasional Hotel Sultan selama bertahun-tahun. Karena itu, kami berambisi mereka diberikan kesempatan untuk kembali bekerja demi menjaga keberlangsungan ekonomi family mereka," tegas Usman.</p>

<p>Ia menambahkan, pekerja merupakan aset krusial dalam industri perhotelan dan pariwisata nan tidak semestinya diabaikan dalam setiap proses transisi pengelolaan.</p>

<p>Sementara itu, Ketua DPD KSPSI DKI Jakarta Syamsul Bahri membujuk seluruh pihak untuk mengedepankan aspek kemanusiaan dalam menyikapi akibat nan ditimbulkan dari eksekusi area Hotel Sultan.</p>

<p>"Kami berambisi seluruh pihak nan terlibat dapat tergerak untuk memperhatikan nasib para pekerja nan terdampak. Mereka mempunyai family nan kudu dinafkahi, anak-anak nan kudu melanjutkan pendidikan, dan kebutuhan hidup nan kudu dipenuhi setiap hari," katanya.</p>

<p>Syamsul juga meminta pemerintah mendengar dan menindaklanjuti aspirasi para pekerja guna menghadirkan solusi nan setara dan bermartabat.</p>

<p>"Kami percaya pemerintah datang untuk melindungi rakyatnya, termasuk para pekerja nan selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi sektor pariwisata dan perekonomian. Karena itu, kami berambisi ada langkah konkret dan sigap agar hak-hak pekerja dapat terpenuhi serta kesempatan kerja kembali dapat diberikan kepada mereka," tambahnya.</p>

<p>Melalui konvensi pers tersebut, KSPSI DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjuangan para pekerja hingga memperoleh kepastian dan keadilan. Bagi organisasi pekerja itu, persoalan Hotel Sultan bukan semata soal perubahan pengelolaan kawasan, melainkan menyangkut masa depan ratusan pekerja dan family nan menggantungkan hidup dari sektor perhotelan. (E-1)</p>
                    
                    
                    
                    
                            
        
        

                </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/kspsi-desak-pemerintah-lindungi-pekerja-hotel-sultan-106275.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 01:05:14 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>518 Kasus Malaria di Tanjungpinang Ditangani Sepanjang Awal 2026</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG, – Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, mencatat dan menangani sebanyak 518 kasus malaria sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Penanganan dilakukan secara masif melalui metode...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/097682200-1782324023-inbound8484337499275955575jpg.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/518-kasus-malaria-di-tanjungpinang-ditangani-sepanjang-awal-2026-106274.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
        	 
	 
	 
	<p><b>, TANJUNGPINANG,</b> &ndash; Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, mencatat dan menangani sebanyak <b>518 kasus malaria</b> sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Penanganan dilakukan secara masif melalui metode pasif dan aktif untuk menekan nomor penyebaran penyakit nan ditularkan oleh nyamuk Anopheles ini.</p>	 
	 
	 
	<p>Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Tanjungpinang, <b>Rustam</b>, menyatakan bahwa upaya penanganan tidak hanya menunggu laporan dari akomodasi kesehatan. "Penanganan dilakukan tidak hanya secara pasif, tetapi juga aktif melalui penemuan kasus di lapangan," ujarnya di Tanjungpinang, Rabu.</p>	 
	 
	 
	<h2>Strategi Penemuan Kasus dan Edukasi</h2>			
			
				
					 
	 
	 
	<p>Rustam menjelaskan bahwa petugas kesehatan secara rutin melakukan survei demam dan penemuan kasus di tengah masyarakat. Selain itu, edukasi gencar diberikan agar penduduk segera memeriksakan diri jika mengalami indikasi demam dan mengikuti pengobatan hingga tuntas. Ia menekankan bahwa pengobatan malaria memerlukan waktu nan cukup panjang, ialah sekitar <b>14 hari</b>, sehingga kedisiplinan pasien menjadi kunci utama keberhasilan penyembuhan. Sebagian pasien juga menjalani perawatan intensif di rumah sakit.</p>	 
	 
	 
	<h2>Fogging dan Pengendalian Rawa</h2>	 
	 
	 
	<p>Selain penanganan medis, upaya pencegahan juga diperkuat melalui peningkatan kebersihan lingkungan. Dinas Kesehatan melakukan intervensi di area nan berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, terutama area rawa. "Kami juga melakukan <i>fogging</i> (pengasapan) dua siklus untuk membunuh nyamuk dewasa," ujar Rustam. Saat ini, tercatat sekitar <b>58 titik rawa kecil</b> nan menjadi konsentrasi pengendalian sebagai tempat perindukan nyamuk.</p>	 
	 
	 
	<h2>Peta Sebaran dan Wilayah Endemis</h2>	 
	 
	 
	<p>Dari hasil pemantauan, beberapa wilayah menunjukkan tren penurunan kasus, namun ada pula nan tetap tinggi. Rustam menyebut wilayah <b>Sebauk Darat</b> dan <b>Kampung Bebek</b> sudah menunjukkan tren penurunan. Sebaliknya, <b>Sebauk Laut</b> dan <b>Senggarang Besar</b> tetap tercatat sebagai wilayah dengan nomor kasus relatif tinggi. Ia mengingatkan bahwa wilayah nan sudah mengalami penurunan tetap berpotensi mengalami kemunculan kasus kembali jika pengobatan tidak tuntas dan kebersihan lingkungan tidak dijaga.</p>	 
	 
	 
	<p>Lurah Senggarang, <b>Edi Susanto</b>, memerinci sebaran kasus di wilayahnya. Terdapat enam letak dengan tingkat paparan berbeda. Di Tanjung Sebauk Darat, dari 122 kepala family (KK), sebanyak <b>109 KK</b> tercatat terinfeksi. Sementara itu, Kampung Bebek mencatat 15 KK, Senggarang Darat 17 KK, Senggarang Besar 16 KK, dan Tanjung Sebauk Laut 88 KK. "Sejumlah wilayah seperti Tanjung Sebauk Darat, Kampung Bebek, dan Senggarang Darat sudah mulai aman, namun Senggarang Besar dan Tanjung Sebauk Laut tetap belum landai," ujarnya.</p>	 
	 
	 
	<p>Edi menambahkan, pemerintah berbareng dinas kesehatan, pemadam kebakaran, relawan, serta pengurus RT dan RW telah melakukan intervensi lingkungan. Langkah ini termasuk penaburan obat di sejumlah letak genangan jejak tambang untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.</p>	 
	 
	 
	<p><i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/518-kasus-malaria-di-tanjungpinang-ditangani-sepanjang-awal-2026-106274.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 01:05:13 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Politikus Demokrat Sentil Deddy Sitorus PDIP soal Pernyataan AHY</title>
            <description>Politikus Demokrat Yan Harahap menanggapi Deddy Sitorus. Dia mempertanyakan reaksi Deddy terhadap pernyataan AHY yang mengajak utamakan kepentingan bangsa.</description>
            <media:thumbnail url="https://akcdn.detik.net.id/visual/2014/10/31/c69ea054-4fb3-4170-97ca-773379bb705a_169.jpg?w=1200"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/politikus-demokrat-sentil-deddy-sitorus-pdip-soal-pernyataan-ahy-106273.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>
                        <div>

                            
                                                        

                            <p><strong>Jakarta, CNN Indonesia</strong> -- </p><p><span><strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/demokrat"><span>Politikus Partai Demokrat Yan Harahap</span></a></strong></span>&nbsp;menyentil Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus nan dinilai terusik oleh pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (<span><strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/ahy"><span>AHY</span></a></strong></span>).</p><p>Yan mengatakan AHY sebelumnya memberi pernyataan nan bermaksud untuk membujuk semua komponen mengutamakan kepentingan bangsa di atas partai politik.</p><p>Ia mempertanyakan kenapa Deddy terusik dengan pernyataan AHY itu.</p>









<div>
<p>
ADVERTISEMENT
</p>


<p>
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
</p>

</div><p>"Kalau rayuan untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan partai saja dianggap hasutan, maka jangan-jangan nan terusik bukan isi pernyataannya, melainkan lantaran pesannya terlalu betul untuk dibantah," kata Yan dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6).</p>
    


<p>Yan&nbsp;malah mengaku mencurigai keahlian Deddy dalam mencerna pernyataan AHY.</p><p>"Jangan-jangan ini malah corak ketidakmampuannya dalam mencerna narasi nan disampaikan Mas AHY," ucap Yan.</p><p>Yan mengaku mendengar secara langsung pernyataan AHY nan dimaksud Deddy.</p><p>Menurutnya, pernyataan AHY sangat jelas bahwa tugas partai politik di dalam koalisi pemerintah adalah mendukung dan menyukseskan program pemerintah.</p><p>Sementara itu, lanjut dia, tugas partai politik di luar pemerintahan adalah menyampaikan kritik secara konstruktif dan disertai solusi. Menurutnya, itu adalah prinsip kerakyatan nan sehat.</p><p>Selain itu, kata dia, AHY juga menegaskan kepentingan nasional kudu ditempatkan di atas kepentingan partisan.</p><p>Ia mengatakan AHY apalagi mengingatkan agar tidak memecah belah bangsa, tidak mendiskreditkan seolah-olah semuanya salah, dan tetap membuka ruang pertimbangan terhadap aspirasi masyarakat.</p><p>"Sulit mencari kalimat nan lebih moderat dan lebih menyejukkan dari pada itu, ya kan?" kata&nbsp;Yan.</p><p>Yan mempertanyakan langkah Deddy memahami pernyataan AHY nan justru membujuk semua pihak mengedepankan kepentingan bangsa, menjaga persatuan, serta membangun kritik nan konstruktif.</p><p>Ia heran Deddy menganggap pernyataan AHY itu sebagai hasutan.</p><p>"Maka nan perlu dipertanyakan adalah langkah memahami pernyataan tersebut, bukan isi pernyataannya," katanya.</p><p>AHY sebelumnya merespons soal sikap PDIP nan dinilai abu-abu. AHY mengatakan ketika menjadi oposisi, partai kudu memberi kritik konstruktif dan bukan untuk memecah belah bangsa.</p><p>"Ketika jadi oposisi, tentu punya kepentingan memberikan pandangan-pandangan, apalagi kritik, tapi ya tentunya kudu konstruktif, kudu juga dengan solusi, tidak boleh kemudian memecah belah bangsa, tidak boleh juga mendiskreditkan seolah-olah semuanya salah," kata AHY beberapa waktu lalu.</p><p>Deddy lampau menyinggung pernyataan AHY itu. Deddy mengatakan sejak 2025 lalu, PDIP selalu dituding sebagai dalang demo. PDIP kembali dituding dalam demo beberapa waktu belakangan.</p><p>Deddy mengatakan tudingan itu tidak terbukti lantaran tidak ada satu pun kader PDIP alias mengenai PDIP diproses norma lantaran ricuh demo.</p><p>"Sekarang sama saja. Eh dituduh-tuduh Andi Widjajanto. Bahkan seorang Menko seperti AHY ngomong, ya jangan menghasut. Nah, ini lagi-lagi membuktikan bahwa memang berada di luar pemerintahan itu selalu mudah menjadi kambing hitam," ujar Deddy.</p> <p><strong>(yoa/fra)</strong></p><a href="https://www.cnnindonesia.com/outboundlinks?url=https://www.google.com/preferences/source?q=https://www.cnnindonesia.com" target="_blank" dtr-evt="detail artikel" dtr-sec="google preferred source" dtr-act="google preferred source">
    <svg width="24px" height="32px" viewbox="-3 0 262 262" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" preserveaspectratio="xMidYMid" fill="#000000">
        
        
        
            <path d="M255.878 133.451c0-10.734-.871-18.567-2.756-26.69H130.55v48.448h71.947c-1.45 12.04-9.283 30.172-26.69 42.356l-.244 1.622 38.755 30.023 2.685.268c24.659-22.774 38.875-56.282 38.875-96.027" fill="#4285F4"></path>
            <path d="M130.55 261.1c35.248 0 64.839-11.605 86.453-31.622l-41.196-31.913c-11.024 7.688-25.82 13.055-45.257 13.055-34.523 0-63.824-22.773-74.269-54.25l-1.531.13-40.298 31.187-.527 1.465C35.393 231.798 79.49 261.1 130.55 261.1" fill="#34A853"></path>
            <path d="M56.281 156.37c-2.756-8.123-4.351-16.827-4.351-25.82 0-8.994 1.595-17.697 4.206-25.82l-.073-1.73L15.26 71.312l-1.335.635C5.077 89.644 0 109.517 0 130.55s5.077 40.905 13.925 58.602l42.356-32.782" fill="#FBBC05"></path>
            <path d="M130.55 50.479c24.514 0 41.05 10.589 50.479 19.438l36.844-35.974C195.245 12.91 165.798 0 130.55 0 79.49 0 35.393 29.301 13.925 71.947l42.211 32.783c10.59-31.477 39.891-54.251 74.414-54.251" fill="#EB4335"></path>
        
    </svg>
    <span> Add <span>
            <img src="https://cdn.cnnindonesia.com/cnnid/images/logo.png?v=12.4.9" alt="">
        </span> as a preferred <br> source on Google </span>
    <span>
        <svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" viewbox="0 0 12 12" fill="none">
            <path d="M10.8333 6.66667H6.66667V10.8333C6.66667 11.2917 6.29167 11.6667 5.83333 11.6667C5.375 11.6667 5 11.2917 5 10.8333V6.66667H0.833333C0.375 6.66667 0 6.29167 0 5.83333C0 5.375 0.375 5 0.833333 5H5V0.833333C5 0.375 5.375 0 5.83333 0C6.29167 0 6.66667 0.375 6.66667 0.833333V5H10.8333C11.2917 5 11.6667 5.375 11.6667 5.83333C11.6667 6.29167 11.2917 6.66667 10.8333 6.66667Z" fill="black"></path>
        </svg>
    </span>
</a>
                            

                            
                                                         

                                                                <p>
    <a href="https://www.cnnindonesia.com/embed/video/1372650" id="idautovideocnn" dtr-evt="box aevp" dtr-sec="box aevp" dtr-act="box aevp" dtr-ttl="https://www.cnnindonesia.com/embed/video/1372650">[Gambas:Video CNN]<br></a></p>
                            

                            

                        </div>
                        
                            

                        
                    </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/politikus-demokrat-sentil-deddy-sitorus-pdip-soal-pernyataan-ahy-106273.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 01:05:10 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Prancis Dilanda Gelombang Panas, Ratusan Ribu Unggas Mati Massal</title>
            <description>Prancis Dilanda Gelombang Panas, Ratusan Ribu Unggas Mati Massal. #newsupdate #update #news #text</description>
            <media:thumbnail url="https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,f_jpg,q_auto,w_600,h_315,c_fill/g_south,l_og_kumparan_zscykb/co_rgb:ffffff,g_south_west,l_text:Heebo_20_bold:Konten%20Redaksi%20kumparan%0DkumparanNEWS,x_140,y_26/01gshsh2z2434jxzmkt80fej2f.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-106272.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div data-qa-id="article-main"><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-1">Ilustrasi gelombang panas. Foto: Melinda Nagy/Shutterstock</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-5">Gelombang panas ekstrem nan melanda Prancis dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan kematian massal unggas di sejumlah wilayah sentra peternakan. Organisasi peternakan setempat memperkirakan ratusan ribu unggas meninggal akibat suhu tinggi nan memecahkan rekor.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-8">Dampak cuaca panas paling terasa di wilayah Brittany dan Pays de la Loire, dua area nan menjadi pusat produksi unggas terbesar di Prancis. Kedua wilayah itu menyumbang nyaris 60 persen populasi unggas nasional.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-10">Ketua organisasi industri unggas Prancis ANVOL, Yann Nedelec, mengatakan jumlah unggas nan meninggal diperkirakan mencapai ratusan ribu ekor. Namun, pihaknya tetap menghitung total kerugian nan ditimbulkan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-12">"Kami memandang kematian unggas dalam jumlah sangat besar, baik di peternakan tertutup maupun peternakan terbuka," kata Nadelec dikutip dari Reuters, Kamis (25/6).</p><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-14">Ilustrasi peternakan ayam pangkas Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-17">Lonjakan kematian hewan ternak membikin sistem pengangkutan buntang kewalahan. Di sejumlah daerah, peternak kudu menunggu lebih lama agar buntang unggas dapat diangkut untuk dimusnahkan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-19">Seorang peternak ayam di wilayah Pays de la Loire, Clement Blanchard, mengaku kehilangan sekitar 700 ekor ayam hanya dalam beberapa hari terakhir. Dalam kondisi normal, tingkat kematian di peternakannya hanya satu hingga dua ekor per hari.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-23">"Unggas mengalami kondisi nan sama seperti manusia saat cuaca sangat panas. Mereka kesulitan menghadapi suhu ekstrem dan akhirnya banyak nan mati," kata Blanchard.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-25">Akibat meningkatnya jumlah buntang unggas, otoritas pertanian setempat mulai mempertimbangkan opsi penguburan di area peternakan dengan tetap memperhatikan aspek teknis dan lingkungan.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-27">Gelombang panas tidak hanya berakibat pada sektor unggas. Peternak sapi perah juga mulai merasakan penurunan produktivitas akibat suhu nan terus meningkat.</p><figure data-qa-id="image-figure" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-29">Bebek terlihat di dalam peternakan unggas di Castelnau-Tursan, Prancis, 24 Januari 2023. Foto: Stephane Mahe/REUTERS</figure><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-32">Peternak sapi di wilayah barat Prancis, Frederic Vincent, mengatakan produksi susu di peternakannya turun sekitar 15 hingga 20 persen dalam beberapa hari terakhir. Menurut dia, suhu tinggi membikin ternak mengurangi konsumsi pakan dan memerlukan lebih banyak air.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-34">"Mereka hanya berdiri di dekat ventilasi dan berupaya mendapatkan udara. Kondisinya sangat berat, baik bagi manusia maupun hewan," ujarnya.</p><p data-qa-id="story-paragraph" data-key="6a3c18ba24b787000a5427f0-1782323386566301839-prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-27f3iiLAKwp-35-37">Prancis berbareng sejumlah negara Eropa Barat saat ini tengah menghadapi gelombang panas nan memecahkan rekor suhu. Kondisi tersebut menyebabkan puluhan kematian, mengganggu aktivitas sekolah, memicu gangguan listrik, hingga berakibat pada sektor pertanian dan peternakan.</p></div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/prancis-dilanda-gelombang-panas-ratusan-ribu-unggas-mati-massal-106272.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 00:55:23 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>KPK Dalami Inisiatif Pembagian Kuota Haji Tambahan, Periksa Eks Dirjen PHU</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami inisiatif sejumlah pihak dalam pembagian 20.000 kuota haji tambahan tahun 2024. Pendalaman ini dilakukan dengan memeriksa mantan Direktur Jenderal Penyelenggaraan...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/019258600-1782323125-kpk-periksa-mantan-dirjen-peny.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/kpk-dalami-inisiatif-pembagian-kuota-haji-tambahan-periksa-eks-dirjen-phu-106271.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
        <p>   <b>, JAKARTA,</b> &ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami inisiatif sejumlah pihak dalam pembagian 20.000 kuota haji tambahan tahun 2024. Pendalaman ini dilakukan dengan memeriksa mantan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, <b>Hilman Latief</b>, sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu.

</p><p>Pemeriksaan ini merupakan bagian dari investigasi kasus dugaan <b>korupsi kuota haji</b> Indonesia tahun 2023-2024. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa interogator mau mengonfirmasi pihak-pihak nan berkedudukan dalam proses inisiasi pembagian kuota tambahan tersebut.</p><p>&ldquo;Untuk mengonfirmasi siapa saja pihak-pihak nan berkedudukan dalam proses inisiasi pembagian kuota haji tambahan tersebut, apakah hanya dari Kemenag alias juga ada dari asosiasi ataupun PIHK (penyelenggara ibadah haji khusus) sehingga tambahan kuota haji sebanyak 20.000 itu dibagi 50 persen sama,&rdquo; ujar Budi.</p><h2>Dugaan Penyimpangan Skema Pembagian</h2>

<p>Selain menelusuri inisiator, interogator KPK juga mendalami pengetahuan Hilman Latief mengenai argumen Kemenag tidak membagi kuota tambahan sesuai skema nan semestinya. Aturan nan bertindak menetapkan pembagian 92 persen untuk haji reguler dan delapan persen untuk haji khusus.</p><p>&ldquo;Keterangan ini tentunya kemudian mengonfirmasi bahwa adanya dugaan <b>penyalahgunaan kewenangan</b> berangkaian dengan pembagian kuota haji tambahan nan semestinya menggunakan skema 92 persen untuk reguler dan delapan persen untuk khusus, tetapi kemudian pembagiannya dilakukan menjadi 50 persen sama,&rdquo; jelas Budi.</p>			
			
				
				<p>Seusai menjalani pemeriksaan, Hilman Latief membenarkan bahwa dirinya dicecar pertanyaan seputar kebijakan pembagian kuota haji tambahan oleh Kemenag. &ldquo;Ya, info biasa saja, kebijakan. Iya, tentang kuota aja,&rdquo; katanya singkat.</p><h2>Kronologi Kasus dan Penetapan Tersangka</h2>

<p>KPK mengumumkan dimulainya investigasi kasus ini pada 9 Agustus 2025. Perkembangan signifikan terjadi pada 9 Januari 2026, ketika KPK menetapkan mantan Menteri Agama <b>Yaqut Cholil Qoumas</b> dan staf khususnya, <b>Ishfah Abidal Aziz</b> namalain Gus Alex, sebagai tersangka.</p><p>Sementara itu, <b>Fuad Hasan Masyhur</b> selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour tidak ditetapkan sebagai tersangka, meskipun sempat dicekal ke luar negeri. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) nan diterima KPK pada 27 Februari 2026, potensi kerugian negara dalam perkara ini mencapai <b>Rp622 miliar</b>.</p><p>Yaqut ditahan pada 12 Maret 2026 di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK, disusul Ishfah pada 17 Maret 2026. Status penahanan Yaqut sempat dialihkan menjadi tahanan rumah pada 19 Maret 2026 atas permohonan keluarga, namun dia kembali ditahan di rutan KPK pada 24 Maret 2026.</p><p>Pada 30 Maret 2026, KPK kembali menetapkan dua tersangka baru, ialah Direktur Operasional Maktour <b>Ismail Adham</b> dan mantan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) <b>Asrul Aziz Taba</b>. Keduanya kemudian ditahan pada 8 Juni 2026.</p><p><i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/kpk-dalami-inisiatif-pembagian-kuota-haji-tambahan-periksa-eks-dirjen-phu-106271.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 00:50:16 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Pria di Lampung Naik Tower 52 Meter, Mau Turun Usai Dibujuk Istri Pakai HT</title>
            <description>Seorang pria nekat memanjat tower pemancar sinyal di Kota Bandar Lampung. Tower yang dipanjat pria tersebut memiliki ketinggian 52 meter.</description>
            <media:thumbnail url="https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/06/24/basarnas-mengupayakan-evakuasi-warga-yang-naik-tower-1782293871527_169.jpeg?wid=54&amp;w=1200&amp;v=1&amp;t=jpeg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/pria-di-lampung-naik-tower-52-meter-mau-turun-usai-dibujuk-istri-pakai-ht-106270.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>

        
                


                    <p><strong>Lampung</strong> - </p><p>Seorang laki-laki nekat memanjat tower pemancar sinyal di Kecamatan Tanjung Senang, <a href="https://www.detik.com/tag/lampung">Kota Bandar Lampung</a>. Tower nan dipanjat laki-laki tersebut mempunyai ketinggian 52 meter.</p><p>Dilansir <strong>detikSumbagsel</strong>, Kamis (25/6/2026), peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/6) pukul 10.00 WIB. Korban berada di atas tower selama nyaris tiga jam.</p><p>"Kami menerima info pukul 10.00 WIB dan korban sukses dievakuasi dalam keadaan selamat sekitar pukul 13.00 WIB," kata Komandan Tim Rescue Basarnas Lampung Sumariansyah Eka Putra.</p>
<div>


<p>
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
</p>
</div>

<p>Sumariansyah mengatakan, petugas kemudian melibatkan istri korban untuk berkomunikasi langsung dari bawah tower. Melalui support handy talky (HT), korban terus dibujuk agar mengurungkan niatnya dan turun dengan aman.</p> <p>Upaya tersebut membuahkan hasil. Setelah berjalan selama beberapa waktu, korban akhirnya bersedia turun dan dievakuasi tanpa insiden.</p><p>Dari keterangan, korban diduga nekat memanjat tower lantaran dipicu persoalan internal rumah tangga. Petugas tidak menjelaskan lebih rinci mengenai masalah nan dihadapi korban.</p><p>Baca selengkapnya di <a href="https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8545613/pria-di-lampung-nekat-naik-tower-52-meter-dipicu-persoalan-rumah-tangga">sini</a></p>        
		
        <p><strong>(ygs/ygs)</strong></p>

        
        

        
        
    </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/pria-di-lampung-naik-tower-52-meter-mau-turun-usai-dibujuk-istri-pakai-ht-106270.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 00:50:11 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Korban Meninggal Latsarmil SPPI Kopdes-KNMP Bertambah Jadi 3 Orang</title>
            <description>Korban meninggal dalam latsarmil SPPI Kopdes-KNMP bertambah menjadi tiga orang. Kemhan evaluasi sistem pendidikan.</description>
            <media:thumbnail url="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/25/1782322567_be5a2775033e59349556.png"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/korban-meninggal-latsarmil-sppi-kopdes-knmp-bertambah-jadi-3-orang-106269.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[<div>
                                                                                                                            <figure>
                                <img data-src="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/25/1782322567_be5a2775033e59349556.png" alt="Korban Meninggal Latsarmil SPPI Kopdes-KNMP Bertambah Jadi 3 Orang" src="https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/25/1782322567_be5a2775033e59349556.png">
                                Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang nan mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.(Antara)
                            </figure>
                                                                
<p>KORBAN meninggal dalam pendidikan latihan dasar kemiliteran alias latsarmil program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) Kopdes-KNMP bertambah menjadi tiga orang. Peserta terbaru nan dilaporkan meninggal adalah Novia Rahmadhani Sihotang.</p>

<p>Novia meninggal bumi pada Selasa (23/6/2026) setelah sebelumnya mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti pendidikan latsarmil. Berdasarkan keterangan nan disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, kondisi kesehatan Novia berangkaian dengan penyakit tuberkulosis (TB).</p>


<p>&ldquo;Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang nan mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Kemhan menyampaikan duka cita nan mendalam kepada family almarhumah,&rdquo; kata Rico, Rabu (24/6/2026).</p>

<p>Novia disebut sempat mengalami gangguan kesehatan pada Senin (22/6). Karena kondisinya menurun, dia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan pelayanan medis.</p>

<p>Meski telah mendapat perawatan intensif, kondisi Novia terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal bumi pada Selasa (23/6). &ldquo;Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan nan dialami berangkaian dengan penyakit Tuberkulosis (TB),&rdquo; ujar Rico.</p>

<h2>Dua Peserta Lain Meninggal Sebelumnya</h2>

<p>Sebelum Novia, dua peserta Program SPPI nan dipersiapkan menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) juga dinyatakan meninggal bumi saat mengikuti latsarmil.</p>

<p>Kedua peserta tersebut adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Rico menjelaskan Anisa meninggal bumi akibat <em>heat stroke</em> saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.</p>

<p><em>Heat stroke</em> alias sengatan panas merupakan kondisi darurat gawat akibat paparan suhu panas ekstrem. Dalam kondisi itu, suhu inti tubuh melonjak drastis hingga mencapai alias melampaui 40 derajat Celsius dan sistem pengaturan suhu tubuh kandas berfungsi.</p>

<p>Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal bumi saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja.</p>

<p>Menurut Rico, Yonanda sempat mengalami penurunan kondisi bentuk pada 17 Juni 2026 dan kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. &ldquo;Berdasarkan keterangan medis, nan berkepentingan dinyatakan meninggal bumi akibat <em>cardiac arrest</em> alias henti jantung,&rdquo; katanya.</p>

<h2>Kemhan Evaluasi Sistem Pendidikan Latsarmil</h2>

<p>Rico menyampaikan seluruh peserta latsarmil, termasuk Novia, telah menjalani tes kesehatan untuk memastikan kesiapan bentuk sebelum mengikuti pendidikan.</p>

<p>Ia juga menyebut penanganan medis telah dilakukan sesuai standar nan bertindak terhadap peserta nan mengalami sakit di tengah masa pendidikan.</p>

<p>Kendati demikian, Kemhan memastikan pertimbangan terhadap sistem pendidikan latsarmil tetap dilakukan demi keamanan dan keselamatan para peserta.</p>

<p>&ldquo;Saat ini Kemhan berbareng Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan pertimbangan dan penguatan pengawasan kesehatan peserta guna memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan program,&rdquo; jelas Rico.</p>

<h2>Daftar Peserta SPPI nan Meninggal Saat Latsarmil</h2>

<table readabilitydatatable="1">
	<thead>
		<tr>
			Nama Peserta
			Lokasi Pendidikan
			Keterangan Medis
		</tr>
	</thead>
	<tbody>
		<tr>
			<td>Novia Rahmadhani Sihotang</td>
			<td>Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta</td>
			<td>Berkaitan dengan Tuberkulosis (TB)</td>
		</tr>
		<tr>
			<td>Anisa Muyassaroh</td>
			<td>Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan</td>
			<td><em>Heat stroke</em></td>
		</tr>
		<tr>
			<td>Yonanda Muhammad Taufiq</td>
			<td>Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja</td>
			<td><em>Cardiac arrest</em> alias henti jantung</td>
		</tr>
	</tbody>
</table>
                    
                    
                    
                    
                            
        
        

                </div>
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/korban-meninggal-latsarmil-sppi-kopdes-knmp-bertambah-jadi-3-orang-106269.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 00:45:13 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
                <item>
            <title>Komisi VIII DPR Setujui Anggaran Rp4,5 Triliun untuk Pendanaan Pesantren di 2027</title>
            <description>REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH, – Komisi VIII DPR RI secara resmi menyetujui pengalokasian anggaran sebesar Rp4,5 triliun untuk pendanaan pembangunan dan pemberdayaan pesantren di seluruh Indonesia pada tahun 2027. Dana...</description>
            <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/039105100-1782322223-IMG-20260624-WA0012jpg.jpg"/>
            <category>Newss.id</category>
            <link>https://www.newss.id/komisi-viii-dpr-setujui-anggaran-rp4-5-triliun-untuk-pendanaan-pesantren-di-2027-106268.html</link>
                        <content:encoded><![CDATA[
        <p>   <b>, BANDA ACEH,</b> &ndash; Komisi VIII DPR RI secara resmi menyetujui pengalokasian <b>anggaran sebesar Rp4,5 triliun</b> untuk pendanaan pembangunan dan pemberdayaan pesantren di seluruh Indonesia pada tahun 2027. Dana tersebut bakal dikelola oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui direktorat baru nan bakal dibentuk.

</p><p>Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, <b>Ansory Siregar</b>, di Banda Aceh, Rabu. Ia menjelaskan bahwa bakal ada Direktorat Pondok Pesantren (Pontren) nan secara unik menangani alokasi anggaran tersebut.</p><p>"Nanti ada Direktorat Baru (di Kemenag) ialah Direktur Pondok Pesantren (Pontren) nan sudah kita anggarkan sekitar Rp4,5 triliun untuk 2027," ujar Ansory Siregar.</p><p>Pernyataan itu disampaikan Ansory usai menghadiri rapat kerja spesifik Komisi VIII DPR RI berbareng Kanwil Kemenag Aceh dan kabupaten/kota se-Aceh. Rapat nan membahas tenaga kependidikan itu berjalan di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh.</p><h2>Fokus pada Daerah dengan Banyak Pesantren</h2>

<p>Ansory menegaskan, penganggaran ini bermaksud untuk menangani pesantren-pesantren di seluruh Indonesia. Prioritas utama bakal diberikan kepada wilayah nan mempunyai banyak tempat pendidikan Islam, seperti <b>Aceh dan Jawa Timur</b>.</p>			
			
				
				<p>Ia mengungkapkan kebenaran bahwa dari sekitar <b>1.900 pesantren di Aceh</b>, saat ini hanya 87 pesantren nan menerima biaya operasional. Jumlah support nan diterima pun tetap tergolong kecil, berkisar antara <b>Rp7 juta hingga Rp10 juta per tahun</b>.</p><p>Dengan hadirnya Direktorat Jenderal (Dirjen) Pontren, diharapkan seluruh pesantren bisa mendapatkan biaya operasional nan lebih layak. "Karena pesantren dan madrasah ini adalah pendidikan pertama di Indonesia dari era kolonial. Jadi, kita kudu membantu dan mendorong pemerintah jangan main-main untuk membantu pesantren," tegas Ansory.</p><h2>Alokasi untuk Operasional hingga Pembangunan Ma'had Aly</h2>

<p>Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kemenag, <b>Basnang Said</b>, merinci bahwa anggaran Rp4,5 triliun tersebut bakal digunakan untuk beragam kebutuhan vital. Fokus utamanya adalah membantu kebutuhan operasional pendidikan di pesantren.</p><p>"Tentu kelak alokasinya untuk kepentingan <b>BOP (Bantuan Operasional Pendidikan)</b> pesantren, madrasah, serta untuk kesejahteraan para guru-guru," ujar Basnang Said.</p><p>Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa cakupan anggaran ini tidak hanya terbatas pada support operasional. Dana tersebut juga diperuntukkan bagi pengembangan <b>Ma'had Aly</b> alias kampus di lingkungan pesantren, pembangunan sanitasi, hingga pembaharuan pondok pesantren.</p><p>"Kita coba mengikhtiarkan anggaran merenovasi pondok pesantren, mendirikan Ma'had Aly nan sebenarnya setara dengan perguruan tinggi IAIN alias UIN. Tapi belum ada support pembangunannya. Maka, atas anggaran Rp4,5 triliun 2027, Insyaallah <b>95 Ma'had Aly bisa dibangun</b> termasuk enam di Aceh," pungkas Basnang Said.</p><p><i>Konten ini diolah dengan support AI.</i></p>               
        
        		
	 
	<p><small>sumber : antara</small></p>	
		
	        
      
]]></content:encoded>
                        <guid isPermaLink="true">https://www.newss.id/komisi-viii-dpr-setujui-anggaran-rp4-5-triliun-untuk-pendanaan-pesantren-di-2027-106268.html</guid>
            <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 00:35:16 +0700</pubDate>
            <author>admin@newss.id (Newss.id)</author>
        </item>
            </channel>
</rss>