Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kondisi fiskal, moneter, dan sektor finansial tetap terjaga hingga kuartal I 2026. Kondisi ini berasas hasil pertemuan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) nan dilaksanakan pada Senin 27 April 2026.
“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor finansial tetap berada dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian dunia seiring eskalasi bentrok di Timur Tengah,” ujar Purbaya dalam konvensi pers KSSK di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (7/5).
Purbaya menjelaskan, kondisi dunia pada April 2026 tetap dipengaruhi perang di Timur Tengah nan belum selesai, sehingga menjadi aspek utama ketidakstabilan pasar finansial dunia serta memicu lonjakan nilai energi.
Berdasarkan perkembangan tersebut, KSSK nan terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan bakal terus mencermati.
"Dan melakukan asesmen forward looking atas keahlian perekonomian dan sektor finansial terkini," kata dia.
Purbaya melanjutkan, kondisi dunia tetap diliputi ketidakpastian sehingga perlu terus diwaspadai. Sementara itu, perekonomian domestik pada kuartal I dinilai cukup baik, namun pemerintah tetap bakal mencermati perkembangan pada kuartal II tahun ini.
“Tapi kita bakal memandang seperti apa di triwulan ke-2 tahun ini, kita memandang semua hambatan nan mungkin timbul, dan kita memandang semua hal-hal makro nan ada,” ucap Purbaya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·