Pengumuman Rebalancing MSCI Hari Ini, OJK Sebut Ada Saham yang Berpotensi Keluar

Sedang Trending 4 minggu yang lalu
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Shutterstock

Morgan Stanley Capital International (MSCI) bakal mengumumkan hasil rebalancing indeksnya, termasuk untuk pasar saham Indonesia, Selasa (12/5) waktu Amerika Serikat. Merespons perihal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan adanya kemungkinan sejumlah saham Indonesia keluar dari indeks MSCI.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan MSCI sebelumnya telah melakukan pembekuan sementara alias freeze, sehingga tidak ada saham baru nan masuk dalam indeks. Namun, dia membuka kesempatan adanya saham lama nan dikeluarkan.

“Jadi ya walaupun besok pengumumannya kita tunggu, kan mereka udah bilang freeze kan, jadi enggak ada nan baru nan masuk, tapi nan lama mungkin bakal keluar,” ujar wanita nan berkawan disapa Kiki itu saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu (11/5).

Kiki mengatakan OJK telah mengantisipasi potensi dinamika di pasar modal nan bisa terjadi setelah pengumuman rebalancing MSCI tersebut. Menurut dia, gejolak di pasar modal kemungkinan memang terjadi, tetapi hanya berkarakter jangka pendek. Ia menilai kondisi tersebut merupakan akibat dari reformasi dan perbaikan integritas pasar modal nan sedang dilakukan regulator.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari ditemui di BEI, Jakarta pada Senin (11/5/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

“Karena kan saya sudah beberapa kali bilang, bahwa dengan perbaikan reformasi integritas nan kita lakukan, pasti ada dampaknya,” ujar Kiki.

Menurutnya, penyesuaian jangka pendek justru diyakini bakal membawa akibat positif bagi kesehatan pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.

“Dan jikalau ada penyesuaian jangka pendek, kita memandang ini sebagai short term pain lah, tapi InsyaAllah long term gain. Jadi jika kita melakukan perbaikan-perbaikan, tentu kan jika badan rasanya mungkin agak enggak lezat dikit, tapi ke depan semakin sehat pasar modal kita,” lanjutnya.

Ilustrasi bank investasi asal AS, Morgan Stanley. Foto: Ken Wolter/Shutterstock

Selain soal rebalancing MSCI, Kiki juga menanggapi rumor potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontier market nan rencananya diumumkan pada Juni mendatang.

Meski demikian, dia optimistis Indonesia tetap mempertahankan status emerging market lantaran dinilai mempunyai keterbukaan info dan integritas pasar nan baik.

“Kalau kita lihat secara granularitas data, keterbukaan informasi, kita mungkin salah satu nan terbaik lah untuk perihal keterbukaan integritas nan kita sampaikan. Jadi semoga ini juga menjadi konsideran, agar Indonesia tetap di emerging market,” kata Kiki.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan