Borneo FC Samarinda menutup musim Super League 2025-2026 dengan kemenangan telak 7-1 atas Malut United di Stadion Segiri, Sabtu (23/5/2026). Kemenangan besar itu sekaligus memastikan Pesut Etam finis sebagai runner-up Super League musim ini.
Sejak awal pertandingan, Borneo FC tampil garang di hadapan ribuan pendukungnya. Gol sigap langsung tercipta lewat tindakan Mariano Peralta pada menit ke-7 dan kembali menggandakan kelebihan pada menit ke-11.
Tak berselang lama, Juan Villa ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-12 dan membikin Borneo FC unggul jauh di babak pertama. Dominasi Pesut Etam bersambung melalui dua gol Koldo Obieta masing-masing pada menit ke-26 dan 57.
Sementara dua gol tambahan dicetak Muhammad Sihran di menit ke-78 serta Kaio Nunes pada masa injury time menit 90+3. Adapun satu-satunya gol jawaban Malut United dicetak Frets Butuan pada menit ke-77.
Meski kandas meraih gelar juara, Borneo FC tetap menjadi salah satu klub paling bercahaya sepanjang Super League 2025-2026. Pesut Etam sukses membawa pulang tiga penghargaan sekaligus, ialah Fair Play Award, Kiper Terbaik, dan Pemain Terbaik musim ini.
Penghargaan Kiper Terbaik diraih kapten tim Nadeo Argawinata, sementara gelar Pemain Terbaik jatuh kepada Mariano Peralta nan tampil impresif sepanjang musim.
Dalam konvensi pers usai pertandingan, Nadeo Argawinata mengaku bangga dengan pencapaian Borneo FC musim ini meski belum bisa mengangkat trofi juara.
“Saya tidak mau berkomentar ikut pertandingan pada hari ini, lantaran kita sudah menang, kita sudah menambah banyak dan besar hari ini kita kasih untuk masyarakat dan suporter,” ujar Nadeo.
Menurutnya, secara statistik dan performa sepanjang musim, Borneo FC telah menunjukkan kualitas sebagai salah satu tim terbaik di Indonesia.
“Semua sudah dikatakan oleh Coach Fabio tadi secara statistik, secara rekor nan sudah kita capai, secara kemenangan nan sudah dicapai, siapapun pemain nan ada di dalam base 11 dan sebagainya,” katanya.
Nadeo menilai Borneo FC sebenarnya tampil sangat dominan dan layak bersaing dalam perebutan gelar juara hingga akhir musim.
“Saya rasa sepak bola Indonesia juga tahu jika Borneo di tahun ini sangat superior dan sangat layak untuk mendapatkan gelar juara,” ujarnya.
Namun demikian, dia menegaskan seluruh pemain tetap menghormati izin kejuaraan nan telah disepakati sejak awal musim. Borneo FC kandas juara usai kalah head to head dari Persib. Keduanya sama-sama mempunyai 79 poin. Namun, Borneo finis di ranking kedua.
“Tetapi inilah sepak bola, semua kudu terima lantaran peraturan dan izin nan sudah kita setujui dari awal,” katanya.
“Kita belum bisa mendapatkan gelar juara di tahun ini, semoga di tahun ke depannya,” pungkas Nadeo.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·