Kondisi jalur menuju area Bromo kembali menjadi sorotan setelah kejadian kecelakaan di jalan menurun. Selain aspek teknis kendaraan dan keahlian pengemudi, kesiapan akomodasi pendukung dinilai tetap perlu ditingkatkan.
Ketua Paguyuban Jip Trans Bromo, Arlex Mardiyansyah, mengungkapkan hingga saat ini belum ada info mengenai pembangunan jalur darurat unik untuk mengantisipasi rem blong. Padahal, jalur menurun panjang di area tersebut mempunyai potensi akibat nan tinggi.
“Kalau dari sisi pemerintah apakah bakal dibangun area emergency darurat rem blong saat ini belum ada info seperti itu. Kalau dibangun rest area juga belum ada infonya,” kata Arlex kepada kumparan, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, akomodasi resmi nan tersedia saat ini tetap terbatas di beberapa titik. Kondisi ini membikin pengemudi kudu lebih berdikari dalam mengatur waktu rehat kendaraan.
“Kalau untuk rest area, dari pemerintah itu hanya ada di atas sendiri di pendopo sama di rest area Sukapura,” kata Arlex.
Meski demikian, dia menyebut terdapat pengganti tempat berakhir nan bisa dimanfaatkan di sepanjang jalur. Sejumlah warung, restoran, hingga area parkir mini kerap digunakan pengemudi untuk beristirahat sejenak.
Menurutnya, ke depan diperlukan penambahan akomodasi nan lebih memadai, terutama untuk menunjang keselamatan kendaraan nan melintas. Hal ini krusial mengingat karakter jalur nan cukup ekstrem, khususnya bagi kendaraan besar.
“Kalau dari pemerintah, nan kami harapkan memang adanya rest area di setiap 5 kilometer sekali mungkin ya dari atas ke bawah sampai di Sukapura itu mungkin diperlukan rest area terutama untuk mobil-mobil besar,” tuntasnya.
Ia menambahkan, keberadaan rest area tambahan bakal sangat membantu pengemudi dalam mengantisipasi panas berlebih pada sistem pengereman. Terlebih, kendaraan besar memerlukan ruang dan waktu lebih untuk menjaga kondisi tetap optimal.
Dengan keterbatasan akomodasi saat ini, aspek kesiapan kendaraan dan keahlian pengemudi tetap menjadi kunci utama keselamatan saat melintasi jalur menuju area Bromo.
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·