Ledakan Beruntun saat Kebakaran Gudang Berasal dari Bahan Kimia dan Gas

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran melanda sejumlah penyimpanan disertai ledakan beruntun di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/5) malam.

Ledakan beruntun nan menyertai kebakaran itu diduga kuat berasal dari banyaknya botol berisi bahan kimia dan gas dalam bangunan.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Syaiful Kahfi mengatakan, botol-botol itu tersambar api sehingga meledak di tengah kebakaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ternyata penyimpanan ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Seperti tadi, banyak terjadi ledakan. Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner. Awal-awal memang banyak sekali ledakan," kata Syaiful kepada wartawan di letak Senin malam.

Ledakan-ledakan itu, kata Syaiful, melontarkan botol-botol ke udara, sehingga pihaknya menyadari adanya potensi gas berbisa dari asap kebakaran. Tak ayal, petugas mengenakan masker unik saat melakukan pemadaman manual.

"Kalau dilihat, banyak lontaran-lontaran barang seperti botol minyak wangi alias gas mini nan terlempar ke atas. Asapnya juga kita belum tahu mengandung bahan kimia alias racun apa. Oleh lantaran itu, personil nan masuk ke dalam wajib memakai perangkat bantu pernapasan," kata Syaiful.

Selain hambatan bahan kimia berbahaya, petugas juga sempat terkendala oleh minimnya jalur pasokan air.

"Walaupun ada halangan mengenai pasokan air, mudah-mudahan tidak tersendat lagi, lantaran kita hanya punya satu jalur suplai air di sisi selatan," ujar Syaiful.

Namun demikian, belum dapat dipastikan apakah bangunan-bangunan penyimpanan nan terbakar tersebut merupakan satu kesatuan alias milik pihak nan berbeda.

Ia pun memastikan sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat kejadian ini.

"Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa," papar Syaiful.

Pantauan di letak pada pukul 21.30 WIB, api nan menyurut tak membikin asap berakhir mengepul tinggi ke udara.

Bunyi dentuman serta kilatan sinar nan diduga akibat korsleting listrik juga tetap terpantau keluar dari objek kebakaran.

Kepulan asap berpotensi beracun

Petugas Damkar dalam proses pemadaman semalam sempat menurunkan robot untuk memadamkan kebakaran penyimpanan tersebut.

Operasi robot pemadam dilakukan menyusul potensi gas berbisa dari material nan terbakar dalam bangunan, ialah botol-botol berisi bahan kimia alias gas.

"Ya, salah satu kegunaan unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik," kata Syaiful.

Namun demikian, operasi robot pemadam nan memerlukan tekanan air tinggi membikin unit itu kudu ditarik setelah separuh jam beroperasi. Pemadaman pun kembali dilanjutkan secara manual.

"Nanti mungkin saat proses pendinginan, unit robotiknya baru kita mainkan lagi," tutur Syaiful.

Potensi gas rawan dari asap kebakaran pun membikin petugas pemadam mengenakan masker unik saat melalukan pemadaman manual.

Selain robot pemadam, pihak Syaiful juga mengoperasikan nozzle dari beragam sisi pergudangan nan terbakar.

Meskipun terkendala sumber air, kata Syaiful, strategi ini efektif untuk mencegah api merembet ke arah gedung lain.

"Jadi, kita memadamkan dari beragam sisi secara maksimal. Ada penembakan dari dua nozzle di titik tersebut, dua nozzle di tengah, dua nozzle di samping, dan dua nozzle di depan. Kurang lebih total ada 10 nozzle nan kita operasikan," kata dia.

Pihaknya menerjunkan total 25 unit mobil pemadam dan 125 personel dengan campuran dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

"Total ada 22 unit dari Jakarta Barat dan 3 unit dari Jakarta Utara. Karena ada penduduk nan melapor juga ke Kantor Sektor Kamal, jadi mereka memberangkatkan lebih dulu tiga unit nan posisinya persis berada di belakang lokasi," jelas dia.

Belum dapat dipastikan apakah bangunan-bangunan penyimpanan nan terbakar tersebut merupakan satu kesatuan alias milik pihak nan berbeda.

Kendati demikian, dia memastikan sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat kejadian ini.

"Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa," papar Syaiful.

(antara/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional