Kisah Fatoni, Penyandang Disabilitas Perancang Sistem Siaga Bencana di NTB

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Penyandang disabilitas selama ini kerap dipandang sebagai golongan paling rentan ketika bencana terjadi. Namun, di Nusa Tenggara Barat (NTB), mereka justru mengambil peran lebih besar.

Melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) BPBD Provinsi NTB nan dibentuk dengan support SIAP SIAGA, program kemitraan Australia-Indonesia dalam manajemen akibat bencana, para penyandang disabilitas terlibat langsung dalam merancang sistem kesiapsiagaan musibah nan inklusif.

Lewat unit tersebut, penyandang disabilitas di NTB sekarang tidak hanya menjadi penerima faedah kebijakan kebencanaan, tetapi juga ikut memetakan golongan rentan, menyusun pedoman data, hingga memberikan masukan dalam perencanaan penanggulangan bencana.

Koordinator Bidang Data dan Informasi ULD BPBD Provinsi NTB, Lalu Ahmad Fatoni alias nan berkawan disapa Bajang Toni, mengatakan perjalanan itu bermulai pada Maret 2024 ketika Program SIAP SIAGA memfasilitasi pertemuan beragam organisasi penyandang disabilitas, organisasi pemerhati disabilitas, BPBD, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

"Kami berjumpa untuk bersepakat, kami awalnya membentuk namanya Pokja Gedsi (Kelompok Kerja Gender Equality and Social Inclusion)," kata Fatoni di Kantor Pusdalops BPBD NTB, Selasa (9/6/2026).

Kelompok kerja tersebut kemudian berkembang menjadi ULD BPBD Provinsi NTB. Unit tersebut resmi diluncurkan pada 3 Desember 2024 bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional.

Fatoni, nan juga merupakan penyandang disabilitas fisik, mengatakan bahwa pada awalnya rumor kebencanaan merupakan perihal nan asing bagi banyak organisasi penyandang disabilitas di NTB. Mereka apalagi belum memahami beragam istilah nan lazim digunakan dalam bumi kebencanaan.

"Setelah akhirnya kami dikuatkan kapabilitas kami tentang istilah-istilah dalam kebencanaan, akhirnya kami cukup secara kapabilitas untuk menjadi mitra alias menjadi bagian dari penanggulangan musibah inklusif di Provinsi Nusa Tenggara Barat," ujarnya.

ULD BPBD NTB juga terlibat dalam proses pemetaan info terpilah penyandang disabilitas nan sekarang menjadi fondasi krusial dalam penanggulangan musibah inklusif di NTB.

Sejauh ini, pemetaan info baru dilakukan di tiga wilayah strategis, ialah Pulau Sumbawa, Lombok Tengah, dan Lombok Utara, dengan memanfaatkan info Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita