Forum IAEF 2026 pertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, lembaga pendukung hingga mitra internasional.(MI/Naviandri)
PT Turkish Aerospace Indonesia (TAID) melirik Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, sebagai pusat manufaktur dan perakitan (assembly) komponen pesawat terbang untuk mendukung ekosistem industri dirgantara nasional nan terintegrasi dan berkekuatan saing global. Selain BIJB, TAID juga melirik sejumlah wilayah potensial di Indonesia untuk mewujudkan rencana perusahaan.
“Saat ini kita ada beberapa pilihan daerah, belum diputuskan. Mungkin teman-teman juga sudah dengar cerita mengenai GMF nan diberikan akomodasi di Kertajati (Kertajati Aerospace Park), ke depannya juga mungkin arahnya bakal ke sana,” jelasnya Managing Director PT TAI, Adi Aviantoro pada aktivitas Indonesia Aerospace Ecosystem Forum (IAEF) 2026 di Bandung Selasa (9/6).
Menurut Adi, PT TAID mendorong melalui kerjasama lintas sektor sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri dirgantara global. Salah satunya dilakukan pihaknya adalah melalui penyelenggaraan Indonesia Aerospace Ecosystem Forum (IAEF) 2026 ini.
Forum ini menjadi wadah strategis nan mempertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, lembaga pendukung hingga mitra internasional untuk membangun ekosistem dirgantara nasional nan lebih kuat, terintegrasi dan berkekuatan saing global.
Kehadiran Kementerian PPN/Bappenas, PT GMF AeroAsia Tbk, BIJB, serta beragam pemangku kepentingan lainnya, mencerminkan komitmen berbareng dalam mendorong penguatan ekosistem dan daya saing industri dirgantara Indonesia.
"Di tengah transformasi industri dirgantara bumi nan ditandai oleh meningkatnya kebutuhan produksi, restrukturisasi rantai pasok global, percepatan penemuan teknologi, serta tuntutan kualitas dan keselamatan nan semakin tinggi. Negara dengan ekosistem industri nan matang dan berstandar internasional mempunyai kesempatan lebih besar untuk mengambil peran strategis dalam pasar global," ucap Adi.
PUNYA MODAL KUAT
Indonesia, sebut Adi, mempunyai modal nan kuat untuk memanfaatkan momentum tersebut. Kapasitas manufaktur nan terus berkembang, kesiapan sumber daya manusia nan kompetitif, serta semakin banyaknya perusahaan nasional nan bisa memenuhi kebutuhan industri berteknologi tinggi menjadi fondasi krusial bagi penguatan industri dirgantara nasional. Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi bagian krusial dalam rantai pasok dirgantara dunia.
“Melalui IAEF 2026, kami mau mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu platform kerjasama untuk memperkuat ekosistem dirgantara nasional, meningkatkan kapabilitas industri, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi perusahaan Indonesia untuk berperan-serta dalam rantai pasok global,” terangnya.
Potensi tersebut lanjut Adi, turut menjadi pertimbangan bagi PT TAID, ketika memilih Indonesia sebagai salah satu pusat strategis di Asia Tenggara untuk mendukung kebutuhan dunia di bagian engineering services pada 2022. Komitmen itu diwujudkan melalui pendirian PT TAID, nan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat kemitraan industri di area Industrialization Operations.
KEUNGGULAN INDONESIA
Manager Turkish Aerospace Emrah Ekri, menilai Indonesia mempunyai beragam kelebihan nan mendukung pengembangan industri dirgantara. Indonesia mempunyai sumber daya manusia nan kompetitif, keahlian industri nan terus berkembang, serta posisi strategis di kawasan. Dengan pengembangan ekosistem nan kuat dan berkelanjutan, Indonesia mempunyai kesempatan besar untuk memainkan peran nan lebih signifikan dalam rantai pasok dirgantara global.
"Sejak mulai beraksi pada 2023, PT TAID secara aktif menjalankan peran strategisnya dalam mendukung pengembangan ekosistem dirgantara nasional. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang Turkish Aerospace untuk memperkuat kemitraan industri di kawasan. PT TAID secara konsisten membangun kerjasama dengan beragam pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri, lembaga pendidikan, lembaga sertifikasi, hingga pemerintah guna mendorong peningkatan kapabilitas industri dirgantara Indonesia," paparnya.
Emrah menerangkan, setelah memperoleh sertifikasi pada November 2024, PT TAID secara aktif melibatkan beragam perusahaan nasional nan mempunyai kompetensi di bagian machining, special process, engineering services serta jasa manufaktur lainnya untuk mendukung beragam proyek Turkish Aerospace. Melalui serangkaian pemetaan dan pertimbangan nan dilakukan selama beberapa tahun terakhir, TAID memandang Indonesia mempunyai kapabilitas industri nan menjanjikan.
"Namun demikian, tetap terdapat sejumlah tantangan nan perlu diperkuat, mulai dari peningkatan kapabilitas teknis, pengharmonisan standar kualitas, sertifikasi industri, pengembangan sumber daya manusia, hingga kesiapan operasional dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional nan terus berkembang," ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, kata Emrah, IAEF 2026 dihadirkan sebagai platform kerjasama nan mempertemukan beragam pemangku kepentingan guna memperkuat fondasi ekosistem dirgantara Indonesia secara berkelanjutan.
PERKUAT DAYA SAING
Sementara itu, Ketua Indonesian Aerospace Community (Inacom), J. Adi Sasongko, menyebut forum ini mempunyai peran krusial dalam memperkuat daya saing industri nasional. IAEF 2026 menjadi forum nan sangat krusial lantaran mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri dirgantara dalam satu platform kolaborasi.
Melalui forum ini, industri nasional dapat lebih memahami kebutuhan pasar global, memperkuat kapabilitas, serta membangun sinergi nan diperlukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di industri dirgantara internasional.
"Selain menghadirkan pembahasan mengenai perkembangan industri dirgantara global, IAEF 2026 juga menghadirkan jejeran pelaksana Turkish Aerospace nan membidangi sektor aerostructure, supply chain, quality, dan special manufacturing. Kehadiran para pemimpin industri tersebut diharapkan bisa memberikan wawasan mengenai kebutuhan industri global, standar kualitas kelas dunia, serta kesempatan kerjasama nan dapat membuka akses lebih luas bagi perusahaan Indonesia ke pasar internasional," bebernya.
Melalui penyelenggaraan IAEF 2026, PT TAID menegaskan, komitmennya untuk tidak hanya menjalankan operasional upaya di Indonesia, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pengembangan ekosistem dirgantara nasional nan handal dan berkekuatan saing global. Lebih dari sekadar forum industri, IAEF 2026 diharapkan menjadi katalis nan mendorong peningkatan kolaborasi, transfer pengetahuan, penguatan rantai pasok, serta pengembangan kapabilitas industri nasional dalam jangka panjang, sehingga Indonesia semakin siap mengambil peran nan lebih besar dalam ekosistem dirgantara dunia. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·