Ekspor elektrikal dan elektronik Malaysia nan mencakup komponen semikonduktor diperkirakan melampaui 800 miliar ringgit (sekitar USD 197 miliar) tahun ini.
Ekspor E&E Malaysia sebelumnya telah melonjak ke nomor 711 miliar ringgit pada tahun 2025, setelah sempat menyentuh 601 miliar ringgit pada tahun 2024.
"Saya tidak memandang adanya perlambatan, saya memandang tren ini justru bakal terus berlanjut. Bahkan, angkanya bisa lebih tinggi tahun ini," ujar Presiden Asosiasi Industri Semikonduktor Malaysia (MSIA), Wong Siew Hai, dalam sebuah wawancara berbareng Haslinda Amin dari Bloomberg TV seperti nan dikutip kumparan, Rabu (9/6).
Sebagai informasi, komponen semikonduktor menyumbang sekitar 65 persen dari total keseluruhan ekspor elektrikal dan elektronik di Malaysia.
Proyeksi pertumbuhan ini diyakini tetap dapat dicapai meskipun industri manufaktur semikonduktor tengah menghadapi tekanan kenaikan biaya operasional akibat perang di Iran, nan berkapak pada melonjaknya nilai helium.
Meski demikian, Wong menegaskan bahwa sejauh ini aktivitas produksi sama sekali tidak terdampak. Perusahaan-perusahaan chip asal Malaysia dinilai 'masih berkinerja sangat baik' dalam menavigasi ketegangan geopolitik, tekanan tarif perdagangan, serta penguatan nilai tukar ringgit.
Wong menambahkan bahwa saat ini Malaysia mempunyai kesempatan langka nan 'hanya datang sekali dalam satu generasi' untuk memenuhi lonjakan permintaan global.
Ia menggambarkan negara Asia Tenggara tersebut berada di letak nan sangat strategis lantaran bisa melayani pasar Amerika Serikat (AS) sekaligus China, seiring dengan ambisi Malaysia untuk naik kelas dalam rantai pasok semikonduktor global.
Di sisi lain, Wong juga sangat optimistis terhadap prospek Malaysia dalam menarik investasi semikonduktor dari Jepang untuk menutup beberapa celah kosong dalam rantai pasok dalam negeri.
Terkait perihal tersebut, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat ini tengah berada di Jepang dalam rangka kunjungan kerja selama tiga hari nan berjalan hingga besok.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·