Dari Kreator Konten ke Sirkuit, Jerhemy Owen Jajal Balap di Mandalika

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jerhemy Owen jajal balapan. Foto: Istimewa

Jerhemy Owen kembali menunjukkan sisi lain dari dirinya. Di tengah kesibukannya sebagai pembuat konten nan kerap mengangkat rumor sosial dan lingkungan, Owen sekarang menjajal bumi balap.

Pada 1–3 Mei lalu, Owen turun langsung di arena Mandalika Festival of Speed 2026 (MFOS). Ia tak sendiri, sang kekasih Erika Richardo turut mendampinginya. Keduanya berasosiasi di bawah tim Sekuya Evos Racing dan berperan-serta dalam kategori Radical Time Attack, sebuah format balapan nan menitikberatkan pada catatan waktu terbaik dalam satu lap.

Perjalanan Owen ke lintasan balap rupanya tidak terjadi begitu saja. Ia mengaku awalnya hanya usil mencoba go-kart atas rayuan Erika. Namun, dari pengalaman sederhana itu, rasa penasarannya justru berkembang.

“Awalnya diajak Erika untuk coba go-kart nan lebih serius. Dari situ mulai latihan terus, sampai akhirnya masuk ke tahap nan lebih profesional,” ujar Owen dalm keterangan resminya.

Seiring berjalannya waktu, Owen menyadari bahwa bumi balap ahli mempunyai tantangan nan jauh lebih kompleks dibanding sekadar bermain go-kart. Mulai dari karakter kendaraan, kondisi lintasan, hingga tekanan mental nan tinggi menjadi perihal baru nan kudu dia hadapi.

Jerhemy Owen jajal balapan. Foto: Istimewa

Untuk mengimbanginya, Owen menjalani beragam latihan intensif. Tak hanya fisik, dia juga mendalami teknik dasar balap seperti racing line, kontrol kendaraan, hingga pengambilan keputusan dalam kecepatan tinggi.

“Nggak bisa dipungkiri ini adalah sport nan ekstrem. Jadi kita kudu hati-hati, profesional, dan sangat well-prepared,” tuturnya.

Dalam arena ini, Owen juga berbagi lintasan dengan sejumlah pembalap berilmu seperti Senna Iriawan, Hana Burton, hingga Fandy Adianto. Alih-alih merasa tertekan, dia justru memandang kesempatan tersebut sebagai ruang belajar.

Bagi Owen, pengalaman ini bukan soal menjadi nan tercepat, melainkan tentang proses dan perkembangan diri. Hal itu terbukti dari pencapaian personalnya, di mana dia sukses mencatat waktu terbaik 1 menit 56 detik selama kejuaraan berlangsung.

Lebih jauh, pengalaman ini juga menjadi refleksi perjalanan Owen sebagai pembuat konten. Ia merasa profesinya membuka banyak kesempatan untuk mencoba hal-hal baru nan sebelumnya tak terpikirkan.

Owen pun membuktikan bahwa menjadi pembuat tidak hanya soal mengikuti tren, tetapi juga keberanian untuk berkembang dan mengeksplorasi minat di luar kebiasaan.

Meski tak pernah membayangkan bakal terjun ke bumi balap, Owen mengaku sekarang mulai tertarik untuk mendalaminya lebih jauh. Namun, dia tetap menyadari bahwa motorsport adalah olahraga ekstrem nan memerlukan kesiapan matang.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan