Bertemu Xi Jinping, Trump Sebut China Bakal Beli Minyak dari AS

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut China bakal membeli lebih banyak minyak dari AS usai pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Isu daya menjadi salah satu pembahasan utama kedua negara di tengah gejolak perang Iran nan mengguncang pasar minyak dunia.

"Mereka telah setuju mau membeli minyak dari Amerika Serikat, mereka bakal pergi ke Texas, kita bakal mulai mengirim kapal-kapal Tiongkok ke Texas, Louisiana, dan Alaska," kata Trump dalam wawancara nan dilakukan setelah pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping, di Beijing, dikutip dari CNBC, Jumat (15/5/2026).

Menurut Gedung Putih, Xi disebut tertarik meningkatkan impor daya dari AS untuk mengurangi ketergantungan China terhadap jalur Selat Hormuz nan saat ini rawan akibat bentrok Timur Tengah. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pembicaraan itu juga mencakup potensi pasokan minyak dari Alaska.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump menggambarkan pertemuannya dengan Xi berjalan positif. Ia apalagi mengatakan telah menghasilkan "fantastic trade deals" dalam pembicaraan dengan China. Meski begitu, belum ada kesepakatan resmi nan diumumkan mengenai pembelian minyak tersebut.

China sendiri diketahui sudah lama mengurangi impor minyak dari AS setelah perang jual beli dan tarif tinggi antara kedua negara. Reuters mencatat China apalagi tidak lagi mengimpor minyak AS sejak Mei 2025 akibat tarif 20% nan dikenakan selama bentrok jual beli berlangsung.

Pertemuan Trump dan Xi juga banyak dibayangi perang Iran nan memicu gangguan pengedaran daya global. Kedua pemimpin disebut sepakat bahwa Selat Hormuz kudu tetap terbuka demi menjaga arus pasokan minyak dunia.

Kunjungan Trump menandai pertama kalinya seorang presiden AS nan sedang menjabat melakukan perjalanan ke China dalam nyaris sembilan tahun. Kedua pemimpin diperkirakan bakal minum teh dan makan siang berbareng sebelum para pejabat AS berangkat ke Washington.

(eds/hal)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance