Andre Rosiade Usul Layanan Haji RI Naik Kelas: dari D Jadi C-Plus

Sedang Trending 43 menit yang lalu

Jakarta - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Andre Rosiade mengusulkan agar pelayanan haji Indonesia dapat ditingkatkan. Dia mau jasa haji kategori D bisa naik menjadi C-Plus.

Usulan itu disampaikan Andre dalam rapat kerja persiapan puncak haji antara Timwas DPR RI dan Amirul Hajj di Al-Qimmah Hall, Makkah, Minggu (24/5/2026). Usulan tersebut disampaikan setelah Andre memantau langsung pelayanan terhadap jemaah haji Indonesia tahun ini.

"Yang pertama, secara overall, mulai dari keberangkatan sampai per hari ini, kami tentu mengapresiasi bahwa pelayanan itu jauh lebih baik dari sebelumnya. Itu nan pertama, kita garis bawahi. Bahwa sampai jemaah sudah mulai berangkat, sampai hari ini, Alhamdulillah dan ini perlu diapresiasi," kata Andre.

Menurutnya, pelayanan haji tahun ini menunjukkan adanya perbaikan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Politikus Partai Gerindra itu menilai, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah oleh Presiden Prabowo membawa perubahan terhadap pelayanan jemaah haji.

"Bahwa pemerintah, Presiden Prabowo membentuk Kementerian Haji dan Umrah ini memang dalam rangka melakukan perubahan, agar pelayanan haji dan umrah itu jauh lebih baik," ujarnya.

Peginapan dan Konsumsi Jemaah Haji

Andre juga mengapresiasi jasa penginapan jemaah nan dinilainya sudah baik. Dia mengatakan ada jemaah nan tinggal di hotel bintang 5 meski mereka merupakan jemaah reguler.

"Dan Alhamdulillah saya memandang sendiri ya, di Madinah luar biasa, tadi disampaikan oleh pimpinan, bahwa ada 8.507 jamaah kita nan mendapat di hotel bintang 5 lampau jaraknya paling jauh 700 meter, ini perlu diapresiasi," jelas dia.

Andre menyoroti biaya katering nan turun sebesar 4 riyal dibandingkan tahun 2025. Dia mengapresiasi penurunan tersebut karena kualitas makanan nan konsumsi tetap memuaskan.

"Yang kedua, kita juga memandang bahwasanya konsumsi kita, katering kita, harganya turun 4 riyal, ya, tapi kualitasnya juga jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya," ucapnya.

Andre turut menyoroti perbaikan transportasi pesawat dan akomodasi jemaah, khususnya di area Al-Hidayah nan sebelumnya dinilai cukup jauh dari Masjidil Haram. Dia menyebut saat ini pemerintah sudah mempunyai solusi kongkrit.

"Untuk wilayah kediaman saya, Pak Menteri dan Pak Wamen, meskipun Al-Hidayah memang jauh, tapi saya lihat DPR dan Kementerian Haji sudah punya solusi. Bahwa busnya itu dibikin direct (langsung), sehingga sekarang itu hanya butuh waktu 20 menit dari Al-Hidayah itu ke Masjidil Haram itu," kata Andre.

"Dan juga terminalnya ada di Jabal Kabah, dalam perihal ini hanya 20 meter dari Haram, dan itu patut kita apresiasi bahwa itu sudah dicarikan solusi oleh pemerintah," lanjutnya.

Usul Kontrak Hotel Jangka Panjang

Berdasarkan parameter tersebut, Andre mengusulkan peningkatan kualitas jasa haji Indonesia dari kategori D menjadi C-Plus. Andre menjelaskan, peningkatan nan dimaksud ialah kualitas akomodasi dan jasa jemaah, khususnya di Armuzna alias area Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

"Memang ke depan, saya mau usul saran, ke depan Pak Menteri, seluruh pemerintah, sebenarnya kita ini bisa naik kelas. Naik kelas sekarang kan akomodasi haji kita D, betul kan?" ucap Andre.

"Saya mengusulkan, kita bisa tahun depan meninggalkan legacy (warisan), Kementerian Haji bisa meng-upgrade haji kita dari D ke C-Plus. Caranya seperti apa? Sangat sederhana. Saya mau usulkan di sini," tambahnya.

Andre mengusulkan pemerintah memilih hotel-hotel dengan kualitas lebih baik dan letak nan dekat dengan Masjidil Haram, seperti di area Misfalah, Syisyah, dan Jarwal. Hotel tersebut, menurutnya dapat dikontrak dalam jangka panjang selama lima tahun untuk mendapatkan nilai lebih murah.

"Pilihlah hotel-hotel nan bermutu. Dan saya usulkan, dikontrak misal jangka panjang 5 tahun. Sehingga, dan tetap... tapi tetap dibayar per tahun, per tahun. Nah, dengan perjanjian 5 tahun itu, Gus Menteri, artinya apa? Kita bakal mendapatkan nilai nan lebih murah," kata Andre.

Menurutnya, efisiensi dari perjanjian jangka panjang itu dapat digunakan untuk meningkatkan akomodasi jemaah di Armuzna.

"Harga lebih murah, nah, dari untung nilai nan lebih murah itu, kita bisa pakai untuk meng-upgrade Armuzna kita dari D menjadi C-Plus. Sehingga jika akomodasi jemaah kita jauh lebih baik, nah ini usulan saya ini," tuturnya.

Andre mengatakan skema tersebut dapat diterapkan sembari menunggu pembangunan Kampung Haji nan direncanakan Presiden Prabowo. Dia percaya kualitas jasa haji Indonesia tahun depan dapat meningkat.

"Insyaallah harganya lebih murah dan marginnya itu nan murah kita investasikan untuk upgrade akomodasi di Armuzna. Kalau sekarang kita di D, Insyaallah kelak di tahun depan kita bisa C-Plus," ucap Andre.

"Nah, itu kan jadi legacy untuk kita semua dan pahala bagi pemerintah dan kita semua nan mengurus. Nah, itu usulan saya, dan saya meyakini kita bisa. Kalau negara lain bisa, kenapa kita nggak bisa? Saya percaya di era Pak Prabowo kita bisa," imbuhnya. (dek/dek)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News