Aksi Pria India Umpetin Butiran Emas di Popok Ketahuan di Bandara

Sedang Trending 4 minggu yang lalu
Tangerang -

Warga negara (WN) India ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, saat berupaya menyelundupkan emas. Logam mulia itu disembunyikan laki-laki berinisial MTNP (44) dalam popok nan dipakainya.

Kasus ini diungkap Bea Cukai Soekarno-Hatta. MTNP berupaya menyelundupkan bijih emas lewat penerbangan ke New Delhi, India.

"Adapun penyelundupan emas ini berbobot kurang lebih Rp 700 juta nan rencananya bakal dibawa keluar oleh seorang penumpang penduduk negara India dengan inisial MTNP," kata Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang dalam bertemu pers di KPU Bea Cukai Soetta, Tangerang, Senin (11/5).

Dia menjelaskan ada emas seberat 265,7 gram nan diumpetin MTNP dalam popok. MTNP hendak menyelundupkan emas dalam corak butiran itu melalui rute Bandara Soekarno-Hatta ke Singapura dan dilanjutkan ke New Delhi.

Bea Cukai Soetta gagalkan penyelundupan bijih emas dalam popok  nan dipakai WN India. (Taufiq/detikcom)Bea Cukai Soetta gagalkan penyelundupan bijih emas dalam popok nan dipakai WN India. (Taufiq/detikcom)

Butiran Emas dalam Popok

MTNP dipergoki hendak menyelundupkan emas murni senilai ratusan juta saat melintasi pemeriksaan sebelum terbang ke India dari Bandara Soekarno-Hatta. Bijih emas itu dimasukkan MTNP dalam popok nan dipakainya.

"Jadi butiran-butiran seperti nan ada di depan ini ditaruh ke dalam gel, gel dari gluten, kemudian dilekatkan emasnya. Kalau teman-teman lihat di sini ada butiran-butiran emas terlihat, kemudian dipakai. Modus nan dipakai ini sudah seperti modus penyelundupan narkotika," imbuhnya.

Hengky menambahkan, pihaknya melakukan pemisahan antara emas dengan gel di popok. Emas itu lampau diuji dalam laboratorium.

"Didapati peralatan tersebut, butiran tersebut merupakan logam mulia jenis emas, kadarnya lebih besar dari 90% dengan total berat bruto 265,7 gram, tersebar di dalam dua bungkusan tadi kemudian dikenakan sebagai pampers," kata dia.

Dijanjikan Rp 5 juta dan Jalan-jalan di RI

WN India dijanjikan bayaran Rp 5 juta dan vakansi di Indonesia jika sukses membawa emas itu ke New Delhi, India. Petugas tetap mendalami pengakuan MTNP.

Warga negara (WN) India ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta saat berupaya menyelundupkan emas dalam popok nan dipakainya. (Taufiq/detikcom)Warga negara (WN) India ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta saat berupaya menyelundupkan emas dalam popok nan dipakainya. (Taufiq/detikcom)

"Pengakuannya (upah) Rp 5 juta. Tapi nanti, baru janji. Dia dibelikan tiket, kemudian mungkin jalan-jalan juga di Indonesia. Nanti mungkin di sana juga bakal ditambahi ya," kata Hengky.

Hengky menyebut, MNTP sudah berada di Indonesia selama tujuh hari dan tinggal di sebuah hotel di Jakarta.

"Jadi jika dia diutus itu menurut dia untuk jalan-jalan oleh penyuruh ini untuk jalan-jalan ke Indonesia. Setelah kami cek, memang betul dia baru kali pertama ke Indonesia," jelas dia.

Warga negara (WN) India ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta saat berupaya menyelundupkan emas dalam popok nan dipakainya. (Taufiq/detikcom)Barang bukti kasus WN India ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta saat berupaya menyelundupkan emas dalam popok nan dipakainya. (Taufiq/detikcom)

Jaringan Diusut

Bea Cukai telah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengusut kemungkinan ada kurir lainnya. Dia menduga tetap ada kurir lain nan berupaya membawa emas dari Indonesia tanpa manajemen nan jelas.

"Tapi tidak menutup kemungkinan kami bakal terus melakukan pengetatan, mencari nan lain lantaran mungkin bukan hanya satu kurir nan dikirim oleh pimpinannya, oleh bosnya. Tapi mungkin ada kurir-kurir nan lain, apalagi mungkin melalui bandara-bandara lain sehingga kasus ini sudah kami koordinasikan secara nasional, baik antara beacukai dan Avsec alias Angkasa Pura," imbuh dia.

(jbr/mei)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News