Setelah merilis Penyalin Cahaya dan Budi Pekerti, sutradara Wregas Bhanuteja kembali menghasilkan karya terbaru berjudul Para Perasuk.
Menurut Wregas Bhanuteja, skala produksi Para Perasuk jauh lebih besar dibandingkan dua filmnya sebelumnya, baik itu dari segi biaya maupun keterlibatan kru dan pemain.
"Film Penyalin Cahaya dibikin di masa COVID-19 jadi budget-nya terbatas. Film kedua, Budi Pekerti, drama, jadi budget terbatas. Film ketiga Para Perasuk, ekstrasnya 1.000 orang, penarinya 200, terus stuntman-nya 40," kata Wregas di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.
Wregas mengatakan mengurus 1.000 orang pemain bukanlah perkara mudah, terutama dalam perihal logistik di letak syuting.
"Jadi sangat banyak, ada dua kamera, satu bulan syuting di Gunung Kidul, Yogyakarta. Berarti biaya produksinya juga lebih besar dari nan pertama dan kedua. Nyiapin buat makan 1.000 ekstras kan juga lumayan ya," tuturnya.
Wregas Bhanuteja soal Penggarapan Film Para Perasuk
Selain jumlah orang, perincian artistik digarap dengan sangat serius. Wregas tidak ragu mendatangkan properti dalam jumlah besar agar suasana magis dalam movie Para Perasuk bisa hidup. Salah satunya adalah kebutuhan kembang di segmen Maudy Ayunda nan mencapai satu truk penuh.
"Satu mobil boks isinya kembang buat ciptakan alam roh tubuhnya Laksmi (Maudy)," ungkap Wregas.
Dengan segala kerumitan dan besarnya skala produksi, Wregas berterima kasih lantaran seluruh proses syuting nan berjalan di Yogyakarta dapat melangkah sesuai rencana.
"Dan ya untungnya semua melangkah lancar meskipun bagi diriku ini kayak salah satu tahap nan tereskalasi," kata Wregas.
Film nan diproduksi Rekata Studio ini mengisahkan kejadian Para Perasuk di sebuah desa, di mana emosi dan ekspresi memegang peranan penting.
Film Para Perasuk dibintangi Chicco Kurniawan sebagai Pawit, Bryan Domani sebagai Ananto, Anggun sebagai Guru Asri, Maudy Ayunda sebagai Laksmi, dan Angga Yunanda sebagai Bayu.
Para Perasuk telah tayang perdana alias World Premiere di arena Sundance Film Festival 2025 dan bakal tayang di bioskop Indonesia pada 23 April 2026.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·