Wamenhaj Ingatkan Petugas Haji Fokus Bekerja, Jangan Banyak Flexing

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak (kedua kanan) menyaksikan petugas haji mencium bendera Merah Putih saat apel pelepasan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan peringatan tegas kepada para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengenai penggunaan media sosial. Ia meminta para petugas untuk tidak menghabiskan waktu memamerkan aktivitas pribadi di Tanah Suci.

Hal tersebut disampaikannya demi memastikan ratusan petugas garda terdepan ini tetap konsentrasi pada tugas utama mereka, ialah melayani dan mendampingi ratusan ribu jemaah haji Indonesia.

"Saya berambisi petugas konsentrasi bekerja. Jangan terlalu banyak flexing atau main handphone untuk urusan pribadi nan tidak perlu," ujar Dahnil usai memimpin apel pelepasan petugas haji di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Pondok Gede, Jumat (17/4).

Alih-alih memamerkan aktivitas pribadi, Dahnil justru mendorong agar para petugas memanfaatkan akun media sosial mereka untuk hal-hal nan jauh lebih bermanfaat, ialah sebagai sarana dakwah alias syiar.

"Tapi jika untuk tujuan syiar, kami sangat mendorong. Gunakan media sosial untuk mengedukasi, memberikan berita baik, dan info nan menenangkan family jemaah di tanah air," jelasnya.

Menurut Wamenhaj, arus info positif nan datang langsung dari para petugas di lapangan sangat dibutuhkan untuk mencegah kepanikan dan memberikan rasa kondusif bagi publik di tanah air.

"Kabar dari petugas itu krusial agar family di rumah tidak merasa khawatir," tambahnya.

Imbauan untuk konsentrasi bekerja ini menjadi krusial mengingat beratnya tanggung jawab nan diemban oleh para petugas.

Sebanyak 460 petugas gelombang pertama nan dijadwalkan terbang ke Madinah pada sore ini bakal bekerja selama 70 hari. Mereka dituntut untuk memberikan pendampingan ekstra bagi para jemaah. Tahun ini tercatat ada 177.000 jemaah kategori akibat tinggi (risti) kesehatan, 55.000 lulusan SD, serta 100.000 orang nan baru pertama kali berjalan ke luar negeri.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan