Vance: Negosiasi AS-Iran Buntu, Tawaran Terakhir Sudah Diajukan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
JD Vance berbincang dengan Asim Munir dan Ishaq Dar setibanya untuk pembicaraan perdamaian AS-Iran di Islamabad, Sabtu (11/4/2026). Foto: Jacquelyn Martin/POOL/AFP

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance pada Minggu (12/4) menyatakan negosiasi dengan Iran kandas mencapai kesepakatan usai perundingan panjang di Islamabad, Pakistan.

Pernyataan Vance menegaskan kebuntuan perbincangan AS-Iran soal nuklir, meski Washington diklaim sudah mengusulkan "tawaran terbaik" sebagai jalan keluar konflik.

Vance mengatakan dia meninggalkan meja perundingan setelah 21 jam pembicaraan dengan membawa proposal final dari AS, namun belum mendapat respons pasti dari Teheran, demikian dilaporkan AFP.

"Kami meninggalkan tempat ini dengan proposal nan sangat sederhana, sebuah metode pemahaman nan merupakan tawaran terbaik dan terakhir kami. Kita lihat apakah Iran bakal menerimanya," katanya.

Meski begitu, Vance menyebut pihaknya tetap memberi waktu bagi Iran untuk mempertimbangkan tawaran tersebut, di tengah keputusan AS nan sebelumnya menghentikan sementara serangan berbareng Israel selama dua pekan untuk membuka ruang negosiasi.

Terbentur di Program Nuklir

Isu utama nan menjadi ganjalan adalah program nuklir Iran, nan sejak lama diperdebatkan antara kedua negara.

"Fakta sederhananya adalah kami perlu memandang komitmen tegas bahwa mereka tidak bakal mengejar senjata nuklir dan tidak bakal mencari perangkat untuk mencapainya dengan cepat," ujar Vance.

Seorang pejabat Pakistan berdiri saat menyambut kehadiran JD Vance untuk pembicaraan perdamaian AS-Iran di , Sabtu (11/4/2026). Foto: Jacquelyn Martin/POOL/AFP

Ia menegaskan, AS belum memandang komitmen jangka panjang dari Iran untuk betul-betul menghentikan ambisi nuklirnya.

"Pertanyaannya sederhana, apakah kami memandang komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir—bukan hanya sekarang, bukan hanya dua tahun ke depan, tapi untuk jangka panjang? Kami belum memandang itu," lanjutnya.

Menurut Vance, pemerintah AS sudah cukup elastis dalam negosiasi, meski akhirnya belum membuahkan hasil.

"Kami cukup elastis dan akomodatif, kami datang dengan itikad baik untuk mencapai kesepakatan, tapi sayangnya belum ada kemajuan," ujarnya.

Negosiasi ini berjalan di tengah bentrok nan meletus sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, nan kemudian dibalas oleh Teheran dan memperluas ketegangan di kawasan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan